Come A Closer Love

Come A Closer Love
16


__ADS_3

Suasana hening diruangan Evan yang terlihat kini Sekertaris Chandra berada disana. Erwin menatap pada kontrak kerja Marwah. Ia membaca dengan tak percaya, ternyata wanita ini yang telah memperlambat pembukaan hotel barunya.


Erwin/"jadi namamu Marwah?? dari tim perhotelan??"


Marwah/"ah, i..iyya pak" jawabnya kaku.


Lalu Erwin meletakkan kertas kontrak itu begitu saja diatas meja. Dan ia beralih melihat pada wajah Marwah yang sedikit tertunduk.


Erwin diam, hal itu membuat Marwah tambah gelisah namun ia berpikir mungkin ini hal baik, setidaknya karena reputasi yang dari awal tidak profesional menjadi nilai kurang untuk bekerja pada perusahaan Aritama. Dan Marwah berusaha membuka suara.


Marwah/"karena ini salah saya, maka saya bersedia untuk anda keluarkan dari kontrak kerja ini!" ucapnya ragu namun berharap sarannya ini diterima.


Erwin tak menjawab. Sekertaris Chandra sedikit memberi kode pada Marwah untuk tak mengucapkan hal itu, karena itu tidak fair untuk perusahaan Aritama.


Namun seketika Erwin bangun dari kursinya. Dan membawa kertas kontrak milik Marwah kehadapan Marwah yang duduk disofa ruangan. Lalu ia mencampakkan kertas kontrak itu begitu saja dihadapan Marwah.


Erwin/"aku tidak terima!!"


Marwah terpaku melihat wajah marah Erwin.


Erwin/"karena kau telah membuat aku rugi besar!!"


Marwah/"apa??" ucapnya terkejut dan mencoba berpikir.


"rugi dari mana??"gumamnya dalam hati.


Erwin/"sekertaris Cha!!" panggilnya.

__ADS_1


Dan reflek Sekertaris Chandra mendekat.


Sekertaris Chandra/"ya pak"


Erwin/"siapkan beberapa meja kerja dan letakkan tepat di depan ruanganku!!"


Sekertaris Chandra sedikit bingung. Lalu seolah melihat kearah wajah Erwin yang tak begitu bersahabat pada Marwah.


Erwin/"aku ingin melihat nona ini bekerja tanpa menghilang sesuka hatinya lagi!!"


Marwah/"A..apa???" terperangah.


Sekertaris Chandra/"tapi... pak rua.." terpotong.


Erwin/"sekertaris Cha!!! apa kau tidak dengar perintahku!! segera siapkan meja!! dan nona ini aktif mulai detik ini juga!!" ucapnya seraya keluar meninggalkan wajah bingung Sekertaris Chandra dan wajah kesal Marwah.


Marwah/"aauuuww!! sakit loh mas!!"


Sekertaris Chandra/"kamu berani ngenyumpahin atasannya mas!!" balasnya dengan mata melotot melihat Marwah yang mengutuk bosnya.


Marwah menghela nafas panjangnya dan wajahnya pun terlihat susah.


Marwah/"jadi sekarang gimana nie mas Chandra??"


Sekretaris Chandra/"yaa terima nasibmu Marwah!! tunggu mas pesankan meja!!" ujarnya serius sedang menantap layar handphonenya untuk mencari rekanan yang menjual funiture kantor.


Marwah tambah lemes mendengar perkataan mas Chandra yang serius memesankan meja kerja untuknya.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa terjebak disini sihhh!!" rutu Marwah dalam hati.


🍃🍃🍃


Disisi lain Erwin berjalan dengan wajah senang . Senang akhirnya wanita yang telah mencuri ciumannya kini berada dekat dengan dirinya. Ia bahkan tersenyum disepanjang turunan lift kantornya, dan hal itu membuat beberapa karyawan melihat dengan aneh.


Karyawan 1/"bos kita kenapa???"


Karyawan 2 hanya mengangkat bahunya yang tak tau mengapa atasan mereka terlihat senang.


Erwin bahkan menyapa ramah beberapa karyawan yang berpas-pasan dengan dirinya. Dan hal itu dianggap suatu hal yang horor bagi karyawan karena mereka tau kebiasaan Erwin yang tak pernah menyapa karyawan.


Namun Erwin seolah mendapat hal baru yang membuat moodnya sangat bagus hari ini. Lalu dengan seraya berjalan menuju parkiran bawah gedung kantornya Erwin menelfon seseorang dan berbicara dengan serius.


Erwin/"kau dimana?? apa kau sudah sembuh??" ucapnya seraya mengeluarkan kunci mobil dari celananya, lalu membuka pintu mobilnya dan naik dengan santai.


Johan/"aku dirumah, yaaa jauh lebih baik. Ada apa??"


Erwin/"bagus laah!! temani aku minum nanti malam!!"


Terdengar Johan tertawa kecil.


Johan/"Wow!! apa kau sedang ingin mentraktir aku??"


Erwin/"hhhmm yaa, aku ingin membahasa soal pasal-pasal yang dapat membuat wanita itu tak berkutik!!" serigainya dengan tersenyum licik.


Johan/"oooh!! oke!!" jawabnya enteng dan kemudian komunikasi itu terputus begitu saja.

__ADS_1


Lalu berlahan mobil mewah Erwin pun keluar dari parkiran gedung nya.


__ADS_2