Come A Closer Love

Come A Closer Love
23


__ADS_3

Disebuah ruang rumah sakit, lebih tepatnya diruang IGD, terlihat Erwin tengah duduk dan di tangani oleh seorang perawat pria yang membersihkan area luka sayatan di lengan kirinya yang mendapatkan 3 jahitan.


Marwah hanya terdiam membisu seraya memperhatikan perawat pria itu menyeka obat pada luka Erwin, dan sang pemilik luka pun hanya bisa pasrah menerima sakit dari efek jahitan tersebut dengan mengepalkan tangan kanannya diatas paha.


" Untuk 1 minggu ini jangan kena air dulu ya mas, dan harus rajin ganti perban, " ujar perawat pria itu seraya membereskan alat jahit dan kapas-kapas berdarah, lalu keluar dari ruang berselang tirai itu menuju meja jaganya.


" Ya, " jawab Erwin paham, lalu ia pun turun dari bad pasien tersebut seraya meraih kemejanya yang terlihat bernoda darah. Dan dengan gerakan terbatas Erwin berusaha memakai baju kemeja lengan panjang itu, sontak membuat Marwah refleks memberi bantuan pada Erwin dengan meraih kemeja itu.


" Biar Marwah bantu," ucapnya dengan ragu seraya meraih kemeja Erwin dan dengan cepat memakaikan pada tubuh pria yang terlihat bidang itu.


Erwin tak membantah, ia pun membiarkan Marwah membantunya. Hingga sampai Marwah berada dihadapan dirinya yang membantu mengekancingkan kemejanya.


Dan ketika perawat pria itu kembali, reflek keduanya menjauh dengan canggung.


" Dan ini obatnya, cuma untuk dua hari aja, " jelas perawat pria itu seraya memberikannya pada Marwah. Marwah pun meraih dengan segera oobatitu.


" Oke, selesai, sudah boleh pulang, " ucap perawat pria itu seraya berpamitan untuk kembali kemeja jaganya.


Erwin pun ikut keluar dari ruangan itu dengan berjalan meninggalkan Marwah tanpa berkata apa pun, namun sontak membuat Marwah refleks mengikuti Erwin dari belakang.


" Tu.., tunggu, !!" ucap Marwah ragu, seraya berlari kecil ke sisi samping Erwin yang trus berjalan tanpa mendengar permintaan Marwah untuk berhenti. Dan akhir Marwah berjalan disisi Erwin yang terlihat datar.

__ADS_1


" Hhmm, anda masih terluka, jadi biar.., Marwah antar saja..," tawar Marwah yang ragu, namun berharap Erwin menerima tawarannya.


Erwin tak menjawab, ia terus berjalan hingga berada didepan Klinik Permata. Dan Erwin pun menghela nafas panjang dan beralih melihat pada Marwah yang masih berada disampingnya.


" Sebaiknya kamu pulang, aku bisa mengurus diriku sendiri, " ujar Erwin dingin seraya mengeluarkan handphone dari balik saku celana nya yang terlihat handphone tersebut retak dan padam, mungkin akibat perkelahian tadi, dan Erwin hanya menghela nafas panjangnya.


Marwah melihat dengan rasa bersalah, lalu tanpa berbicara ia pun pergi menuju tempat parkiran mobil sedannya dan menaikinya dengan segera, lalu membawa mobil itu tepat berada di pintu masuk Klinik Permata yang terlihat Erwin masih berusaha menghidupkan handphone miliknya.


Dengan cepat Marwah turun dari mobil dan berjalan dihadapan Erwin, lalu menatap wajah pria dingin itu.


" Maaf, sepertinya harus sedikit memaksa anda, " ujarnya seraya meraih lengan kanan Erwin yang terkejut dengan perlakuan Marwah yang menarik lengannya untuk berjalan menuju mobil sedan milik Marwah, dan Marwah membukakan pintu mobilnya dengan cepat.


" Kau mau apa??, " ujar Erwin kesal dan menepis tangannya dari tangan Marwah. Dan terlihat wajah Marwah cemas.


" Jadi, karena itu saya mohon, biar saya yang mengantar anda kerumah, " lanjutnya dengan menurunkan nada bicaranya pada Erwin.


Dan terlihat wajah kesal Erwin yang seolah enggan, namun Marwah kembali memberi isyarat dengan sorot matanya pada Erwin untuk dituruti kali ini agar ia mau masuk kedalam mobil.


Lalu dengan mendengus kesal akhirnya Erwin pun masuk dengan terpaksa kedalam mobil Marwah, yang tercium wangi lavender yang membuat indera penciuman Erwin menikmati aroma itu.


Dan ketika Marwah masuk kedalam mobilnya , ia menoleh sesaat pada Erwin yang terlihat tak nyaman duduk di jok mobil karena masih merasa sakit pada lengan kirinya.

__ADS_1


Namun berlahan roda mobil sedan itu pun berjalan pelan keluar dari sekitaran Klinik Permata. Dan menuju jalan besar yang mulai terlihat sepi, karena sudah jam 12 malam.


" Hem.., rumah anda berada di daerah mana,??" tanya Marwah.


" Apartemen Luxury, " jawab Erwin singkat.


Marwah mengangguk paham, dan ia pun melajukan mobilnya kearah apartemen Luxury yang ia ingat merupakan apartemen mewah di Jakarta.


🍃🍃🍃


Hanya butuh 15 menit untuk sampai pada apartemen Luxury yang lokasinya tak jauh dari lapangan tempat kejadian tadi.


Ketika roda mobil Marwah mulai melambat dan berakhir berhenti tepat di depan gedung apartemen itu. Erwin pun turun dengan segera tanpa berbicara pada Marwah, yang refleks membuka savetybeltnya dan meraih handphone dan obat Erwin lalu ia berlari menuju Erwin yang telah berjalan masuk kedalam gedung.


" Tu.., tunggu.., " ucap Marwah seraya mengatur nafas dan berhasil mencegat jalan Erwin yang terlihat kesal.


" Apa lagi ??, " ucap Erwin ketus.


Marwah meraih tangan Erwin dan memberikan handphonenya pada pria itu. Erwin menatap bingung pada Marwah.


" Saya akan merawat anda sampai sembuh, jadi jika anda butuh bantuan, telfon saya kapan pun, " ucap Marwah seraya membuka layar handphonenya dan memperlihatkan nomor tujuan dr. Dessert pada Erwin yang diam tanpa menjawab Marwah.

__ADS_1


" Dan ini, " ujar Marwah kembali seraya memberikan bungkusan obat pada Erwin. Kembali Erwin menatap wajah Marwah dengan sorotan tajam.


Lalu Marwah pun melepaskan tangannya setelah memberikan handphone dan obat pada Erwin. Dan berlahan ia pun melangkah mundur ke samping, sehingga Erwin kembali berjalan masuk kedalam gedung apartemen. Marwah hanya terpaku melihat Erwin pergi meninggalkan dirinya.


__ADS_2