
Dan butuh 35 menit, hingga akhirnya mobil taksi itu pun sampai pada tujuan yang Erwin maksud. Marwah pun turun dengan wajah kaget ketika melihat lapangan yang terlihat ramai. Digelapnya malam yang hanya diterangi lampu-lampu yang berwarna warni sehingga lapangan itu pun terlihat indah.
" mas, disini ada acara apa?,"
" festival musik," jawab Erwin yang terlihat lebih srgar setelah beberapa saat tertidur dengan nyaman dipundak Marwah tadi.
" festival musik??,"
" hhmm, kalau gak salah ada Raisa sebagai guess starnya," jelas Erwin yang ikut melihat sekitaran.
" ada Raisa??, serius?," tanya Marwah pada Erwin yang seketika ia menjadi antusias.
Erwin mengangguk cepat dan ia pun meraih jemari Marwah, lalu keduanya pun bergandengan tangan menyusuri stand-stand makanan yang menawarkan bermacam jajanan malam yang mengungah selera.
Erwin benar-benar terlihat lapar mata, ia memesan spaghetti dengan 3 rasa berbeda sekaligus.
Spaghetti keju pedas
Spaghetti beef dengan crem keju
Spaghetti dengan udang tumis bumbu
Marwah terheran-heran melihat pesanan Erwin yang semuanya spaghetti.
" mas, kok banyak banget, siapa yang bakal makan??," tanya Marwah dengan sedikit berbisik disisi Erwin.
" ya kita berdua donk sayang," sahut Erwin santai dan ia membayar dengan cepat lalu mengambil nampan yang berisi ketiga pesanannya.
Dan mencoba mencari meja kosong yang terlihat tak ada celah karena begitu banyak pengunjung yang ikut memadati area food corner tersebut.
Namun tiba-tiba Marwah bersemangat.
" disebelah sana mas, seperti yang duduk kayaknya udah mau pergi,"
Erwin melihat dengan semangat.
" oke," sahut Erwin cepat dan keduanya pun kompak berjalan cepat untuk bisa merebut meja tersebut dari pengunjung lain yang ternyata punya tujuan yang sama
" ah, hampir aja," ujar Erwin dengan meletakkan nampan itu di atas meja yang masih sedikit penuh dengan botol-botol minuman air mineral dari si pemilik meja yang tadi. Perlahan Marwah pun membantu membersihka meja itu dengan membuang botol kosong itu pada tong sampah yang berada beberapa langkah dari mereka.
Lalu ia kembali dengan mengeluarkab tisu dari dalam tasnya dan membersihkan meja itu dengan gesit.
Erwin melihat dengan tersenyum kecil.
" waaah, kamu cinta kebersihan juga yaa,"
Marwah tersadar dan reflek membuang tisu yang terlihat kotor tersebut dengan asal dibawah meja.
" ah gak juga, cuma biar lebih nyaman aja duduknya," sahut Marwah santai.
" kamu gak pesan apa-apa??," tanya Erwin
" hhmm, itu Marwah mau coba jalan dulu yaa mas, sepertinya disebelah sana menarik," jelas Marwah dengan bangun dari kursinya.
" oke, mas tunggu disini,"
Lalu Marwah pun mulai berjalan menyusuri stand makanan yang menarik perhatiannya. Dan tak lama ia pun kembali dengan dua plastik ditangannya lalu duduk di hadapan Erwin yang sepertinya berhasil menghabiskan 2 spaghetti dihadapannya.
Terlihat Erwin tengah serius menatap pada layar handphone ny sehingga tak menyadari kedatangan Marwah.
" ini mas," ucap Marwah seraya memberikan segelas mocca cincau.
Dan seketika Erwin tersadar lalu melihat pada Marwah.
" ini apa??,"
" itu katanya mocca cincau, tapi gak tau deh rasanya gimana," jelas Marwah seraya membuka plastik kedua dengan mengeluarkan box makanan yang terlihat menggoda dimata Erwin.
__ADS_1
" itu kamu beli apa??,"
" ini ada puding lumut dan rujak cantik," jelas Marwah dengan sedikit tertawa kecil.
" rujak cantik??," sahut Erwin mengulang dan ia pun tertarik untuk mencoba rujak dengan embel-embel cantik itu.
Dan ketika sendok rujak itu masuk kedalam mulutnya, seketika itu juga wajah Erwin berubah lalu tangannya menutup sedikit wajahnya dan sikunya menopang pada meja seolah menahan.
Marwah yang melihat sedikit penasaran.
" mas??? kenapa??," tanya Marwah dengan mencoba memanggil Erwin dengan memegang lengan Erwin yang tiba-tiba terdiam.
" mas?? apa gak enak yaa?," tanya Marwah sedikit cemas.
Namun Erwin tak juga bergeming. Sehingga Marwah sedikit cemas.
" kenapa mas?, apa kepedesan yaa??," tanya Marwah .
Tapi Erwin masih diam dengan membuat Marwah cemas.
" mas jawab donk, kenapa??," tanya Marwah sedikit panik dan seketika ia reflek bangun untuk memlihat lebih dekat pada wajah Erwin yang tertutup oleh tangan pria ini.
Namun seketika Erwin bergeming dengan kening sedikit berkerut.
" gigi mas ngilu," sahut ya pelan dengan melihat pada wajah panik Marwah.
Marwah yang mendengarkan seketika lega, dan dengan cepat memegang dadanya.
" ya ampun mas, Marwah pikir kenapa, rupanya ngilu," ujarnya dengan menghela nafas panjangnya seraya kembali duduk dan meraih air mineral dan memberikannya pada Erwin.
" minum ini mas, coba di kumur-kumur, mungkin karena mas minum mocca cincau dingin dan terus sambung dengan yang asem begini jadi gigi mas ngilu," ujar Marwah mencoba berdiagnosa.
Erwin tersenyum kecil.
" hhmm," sahut Erwin singkat dengan menyambut botol mineral dari tangan Marwah dan kemudian ia meminumnya dan mengikut intruksi kekasihnya yang seketika menjadi cerewet.
" tiba-tiba kamu kayak dokter aja cerewetnya," celetuk Erwin dengan menutup kembali air mineral tersebut.
" memang seharusnya Marwah itu jadi dokter," sahut Marwah yakin seraya mencicipi puding lumut yang terlihat segar.
Erwin terpaku.
" maksud kamu??," tanya Erwin dengan sedikit terkaget.
" ya, harusnya Marwah itu jadi dokter, itu cita-cita papa, tapi ditahun kedua Marwah malah keluar dan milih kuliah perhotelan dan lebih fokus di kursus cake," jelas Marwah sedikit bernelangsa mengingat kenangan nya ketika di Prancis.
Erwin menatap dengan dalam wajah Marwah.
" kenapa??,"
" ah, karena Marwah lebih suka dunia yang tak terlalu sibuk, " jawab Marwah sedikit ragu.
Erwin seolah tenggelam dalam tatapan mata Marwah yang bernelangasa.
Marwah tersadar dan ia pun tersenyum simpul pada Erwin.
" terkadang hidup kita berjalan tak sesuai dengan kemauan kita," ucap Marwah berat.
Lalu Marwah meraih air mineral dan meminumnya seketika.
Erwin mengangguk seolah paham.
" apa kamu pernah menyesal??,"
Marwah reflek menggelengkan kepalanya seraya menatap Erwin.
Erwin terteguh.
Namun sayup-sayup terdengar suara musik yang beriringan dengan sorak para pengunjung memyambut guess star malam itu.
Erwin dan Marwah pun sedikit terusik dan penasaran dengan sorak meriah para pengunjung.
__ADS_1
" gimana?? apa kamu mau nonton??," tanya Erwin
Dan seketika Erwin mendapat kan wajah Marwah yang kembali bersemangat.
" ayuk, kita nonton mas," sahut Marwah antusias.
Dan keduanya pun berjalan bersama menuju area festival musik tersebut yang terlihat padat oleh para pengunjung lain yang rela berdesak-desakkan agar bisa lebih dekat melihat idola kesayangannya.
Namun Marwah dan Erwin hanya berdiri di pinggiran yang terlihat agak jauh dari panggung utama. Namun dengan bantuan layar LCD raksasa maka arti Raisa pun terlihat jelas disana yang tengah menyanyikan lagu romantis Takkan Terganti yang disambut antusias para pengunjung yang ikut bernyanyi bersama.
Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kukira bahwa akhirnya
Tiada dirimu di sisiku
Meski waktu datang
Dan berlalu sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Tembang manis itu seolah menghipnotis semua pengunjung yang seakan bernostalgia kembali. Marwah terlihat ikut bernyanyi, sehingga Erwin pun relfek menoleh dan tersenyum lalu bersama-sama bernyanyi dengan menggenggam jemari Marwah dengan erat.
Setelah itu artis Raisa pun kembali membawa tembang lagu lain yang tak kalah romantisnya.
Dan seiring alunan lagu romantis yang dibawakan oleh Raisa seolah menambah romantisnya malam itu yang berlahan turun rintik-rintik hujan.
" oke, ini lagu terakhir dari saya, semoga lagu ini menyentuh hati teman-teman sekalian, dan sekali lagi terima kasih banyak," ucap artis Raisa seraya mulai bersiap untuk kembali bernyanyi bersama pengiring musiknya.
Terdengar lagu romantis Raisa- kali kedua. Seiring dengan Erwin membuka jasnya dan memberikan jasnya pada Marwah dengan menutup kepala wanita yang ia cintai kini. Marwah terkaget dan menatap pada Erwin.
" mungkin kamu punya impian yang ingin terus kamu ngapai, tapi mas ingin menemukan alasan mengapa impian mas berubah menjadi dirimu," ucap Erwin dengan penuh arti.
Deg..jantung Marwah berdebar.
" mas," lirih Marwah dengan menatap kedua bola mata Erwin
" aku mencintai mu Marwah," ucap Erwin dengan sungguh.
Marwah terteguh, dan terbingkai senyum bahagia diwajahnya seiring dengan lantunan lirik romantis dari Raisa-kali kedua.
Jika wangimu saja bisa
Memindahkan duniaku
Maka cintamu pasti bisa
Mengubah jalan hidupku
Cukup sekali saja aku pernah merasa
Betapa menyiksa kehilanganmu
Kau tak terganti kau yang selalu kunanti
Takkan kulepas lagi
Pegang tanganku bersama jatuh cinta
Kali kedua pada yang sama
Dan ketika ribuan mata tertuju pada sang bintang yang telah menghipnotis suasana tersebut sehingga menjadi hangat.
__ADS_1
Pelan dengan instingnya, dibawah rintik hujan Erwin reflek menarik jasnya agar lebih menutup wajah Marwah lalu perlahan ia sedikit turun dan dengan cepat mencuri hal manis dari Marwah, cup.. Erwin berhasil mengecup bibir ranum Marwah dan Marwah terpaku, namun dengan lembut ia kembali merangkul tubuh Marwah kedalam pelukannya.
Dan keduanya pun kembali larut dalam alunan lagu romantis Raisa itu.