
Setelah hampir 5 hari, Erwin memecat Marwah. Kini Erwin berdiri menghadap view kota Jakarta pada malam hari, dari dalam ruang kantornya. Namun tangan kanannya memegang kertas yang ternyata profil Marwah Sanders. Ia masih terngiang ucapan Sekertaris Chandra tadi sore, bahwa Marwah masuk peringkat ke 2 terbaik dalam perancangan manajemen perhotelan.
Sekertaris Chandra hampir dibuat tumbang mencari penganti tim manajemen hotel, karena tiap profesional yang ia temui meminta harga fantastis.
Lalu seketika ia tertawa kecil, yang seolah menertawakan dirinya sendiri yang dengan tidak sabar memaksa seorang profesional bekerja dengan peraturan dirinya.
" Huuuffft, sekarang bagaimana membawanya kembali, ??" gumamnya sendiri.
Dengan berat, Erwin mengambil jaket kulitnya. Lalu ia berjalan keluar dari ruangan untuk pulang ke apartemennya.
🍃🍃🍃
Marwah terduduk didepan laptop nya dengan serius. Ia menerima email dari rekan profesi didunia manajemen hotel dan tengah membahas soal group Aritama tengah mencari ahli manajemen hotel untuk hotel barunya itu.
Seketika ia mematikan laptop nya dan termenung sesaat. Ia kehilangan mood jika menyangkut group Aritama. Lalu ia meraih coatnya, lalu turun kebawah untuk keluar mencari udara segar malam dengan mengendarai mobil sedan mewahnya.
Ia berjalan menyusuri kota Jakarta malam hari dan ia berhenti dipinggir jalan yang terlihat ramai atraksi malam dan juga jajanan malam.
Berada di suasana yang ramai ini membuat Marwah sedikit terhibur, kesendirian, juga kesalnya seolah sirna. Bahkan terdengar para penyanyi pinggiran jalan itu bernyanyi dengan merdu tak kalah dengan artis papan atas yang dibayar mahal.
Dan lagu Pasto - Tanya Hati pun mengalun merdu, dan seolah mengikis perasaan Marwah yang masih tersakiti akan penghianatan mas Dimas.
Tuhan tolonglah
Hapus dia dari hatiku
Kini semua percuma
Tak kan mungkin terjadi
Kisah cinta yang selalu aku banggakan
Kau hempas semua
Masa yamng tercipta untukmu
Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu
__ADS_1
Reff:
Oh mengapa tak bisa dirimu
Yang mencintaiku tuluh dan apa adanya
Aku memang bukan manusia sempurna
Tapi ku layak dicinta karena ketulusan
Kini biarlah waktu yang jawab semua
Tanya hatiku..
Tanpa pernah melihat
Betapa ku mencoba
Jadi yang terbaik untuk dirimu
Back to Reff:
Waktu yang jawab semua
Tanya hatiku..
" Bodoh, !! " ucapnya untuk diri sendiri, lalu menyeka air matanya. Lalu meraih air mineral dan meminumnya untuk melegakan perasaannya yang seketika menjadi melo karna lagu Pasto.
Namun tiba-tiba dua orang pria mabuk duduk dimeja Marwah dengan aroma alkohol yang kentara.
" Sendiri aja cantik,?? lagi sedih yaa," tanya pemabuk pertama.
" Kita temenin mau gak??, " ujar pemabuk kedua yang berani menyentuh jemari Marwah yang memegang botol air mineral.
Marwah menghindar, dan seketika ia bangun untuk pergi meninggalkan kedua pemabuk itu. Namun tanpa sempat ia melangkah tangan Marwah ditangkap dengan cepat oleh pemabuk kedua yang terlihat melihat Marwah dengan mata lapernya.
" LEPAS, !!!" ronta Marwah yang berusaha menarik tangannya dari gengaman pria yang terlihat bernafsu akan dirinya.
" Jangan melawan, biar tidak ada yang tersakiti," ujar pemabuk pertama yang mencoba membelai wajah Marwah.
" TOLONG, !!!" pekik Marwah yang panik karena disekap oleh dua pria pemabuk.
__ADS_1
Suasana yang agak lenggan namun agak bising karena musik-musik jalanan, membuat teriakan Marwah tak begitu jelas terdengar sekitaran itu.
Marwah mulai panik dan frustasi karena dua pria ini terus mencoba menyentuh fisiknya seraya menarik Marwah untuk lebih menjauh dari keramaian.
" TOLOOOOONG.., " jerit Marwah seraya menangis dan berusaha untuk lepas dari genggaman tangan pemabuk itu dan mencoba menyekap mulut Marwah.
Namun entah dari mana, tiba-tiba pemabuk pertama itu mengaduh kesakitan dibagian kepalanya.
" Aduuuuuh.., siapa oi?, berani lempar batu??, " bentaknya marah seraya memegang kepalanya yang terlihat mengeluarkan darah.
" LEPASIN WANITA ITU, !!!" ujar pria itu, yang tak terlihat jelas karena lampu jalan terlihat remang, dan ia berjalan perlahan mendekat kearah Marwah.
Marwah yang tadinya menangis pun jadi ikut terhenti dan memperhatikan pria yang berhasil melukai pemabuk.
" Kemarin lo kalo berani, !!" ancam pemabuk kedua.
Pemabuk kedua panik, ia pun mengeluarkan pisau dan mencoba menarik Marwah sebagai tameng. Sontak membuat Marwah kembali panik, karena takut benda tajam itu melukai lehernya yang hanya berada beberapa inci dari kulit lehernya.
Namun pria itu tak bergeming, ia terus berjalan kearah keduanya dengan santai, seraya membuka jaket kulitnya dan menjatuhkannya begitu saja di jalan sepi.
" Lepasin wanita itu, ayo, satu lawan satu, !!" ujarnya santai seraya melemaskan jemari-jemarinya dan ia berdiri tepat dibawah sorot lampu jalan yang kini memperjelas sosok pria yang menantang pemabuk kedua. Dan seketika mata Marwah melebar melihat pria itu, yang tak lain adalah pak Erwin, Erwin Aritama.
" Pak Erwin??," lirihnya.
Namun, tantangan itu malah disambut dengan pemabuk pertama yang duluan marah pada pria yang sengaja mencari perkara dengan mereka. Dan dengan cepat perkelahian itu terjadi antara keduanya, yang terlihat pemabuk pertama kewalahan mengatasi pria yang sepertinya memiliki ilmu bela diri.
Pemabuk kedua mulai sedikit ciut, ketika melihat temannya tersungkur dengan memegang perutnya yang sepertinya menerima tendangan kuat dari pria yang terlihat masih sanggup meladeni perkelahian berikutnya.
Pemabuk kedua panik, dan semakin mengencangkan cengkeraman pada Marwah yang mulai kesakitan dan juga takut akan beda tajam dibawah lagunya.
Kembali Erwin jalan dengan yakin mendekat kearah Marwah dan pemabuk kedua yang semakin menciba mundur. Namun entah bagaimana, dengan sekali gerakan cepat Erwin dengan cepat menatap tangan pemabuk kedua yang kemudian dengan gerakan cepat Marwah pun terlepas dari cengkeraman pemabuk kedua yang kemudian dilumpuhkan oleh Erwin.
Tak terima dengan perkelahian tadi, pemabuk pertama bangun untuk menolong temannya dan memegang pisau lipat dan berlari menuju Erwin yang tengah melumpuhkan pemabuk kedua. Marwah yang melihat spontan menjerit panik.
" Erwin, dibelakang mu, !!!" jeritnya yang melengkik sontak membuat Erwin menoleh seketika namun entah bagaimana, Erwin belum sempat mengelak namun dengan gerakan yang terbatas pisau pemabuk pertama pun berhasil melukai lengan kiri Erwin, yang detik itu juga mengeluarkan darah segar.
Marwah melihat dengan tak bisa bergeming, ia syok berat. Namun dengan cepat Erwin kembali meladeni kedua pemabuk untuk berkelahi dengan mengeluarkan seluruh emosi dan kekesalanya akan beban kerja yang memang butuh pelampiasan.
Dengan tak berselang lama kedua pemabuk itu terpingkal-pingkal dan dengan menahan sakit kedua pemabuk itu pun berlari meninggalkan Erwin yang terlihat masih kuat untuk mematahkan tulang-tulang mereka.
Terlihat Erwin masih berusaha mengatur nafasnya yang masih memburu karena berkelahi dengan dua orang sekaligus. Dan seketika Marwah berlari ke hadapan Erwin, dan ia meraih lengan Erwin yang terluka.
__ADS_1
" Kau.., kau harus kerumah sakit.., " ujar Marwah yang tangannya bergetar hebat dan air matanya pun turun dengan tak bisa ia hentikan.
Namun beberapa saat Erwin terpaku, ia bener-bener terkaget melihat wajah ketakutan Marwah . Dan secara nalurinya Erwin refleks meraih tubuh Marwah dan menjatuhkan tubuh Marwah kedalam pelukannya. Dan Marwah pun tak bisa berkata-kata, ia benar-benar syok dan ketakutan akan kejadian tadi, dan akhirnya Marwah pun menangis hebat di pelukan mantan bosnya ini.