
Disisi lain, siang itu dirumah keluarga Aritama. Terlihat wajah kecewa Suci, ketika tak bisa bertemu dengan Erwin.
" Jadi mas Erwin udah pergi?? dari tadi pagi??," tanya Suci yang berhenti mengaduk olahan es teller didapur keluarga Aritama.
" Iyya, tante juga bingung, enggak pernah dia bisa bangun sepagi itu, tapi tadi pagi jam 6 dia udah siap bahkan dengan santai bisa bantu tante bungkus kado untuk Qiara," jelas Nyonya Aritama yang tersenyum bahagia karena bisa merayakan ulang tahun cucu pertamanya.
" Tapi mas Erwin gak masuk kantor tante, malah Suci pikir mas Erwin sengaja gak masuk karena acara ulang tahun Qiara," ujar Suci yang masih penasaran kemana perginya mas Erwin yang misterius.
" ah kamu, kayak enggak tau Erwin, dia itu penggila kerja.., atau mungkin dia lagi turing sama teman pengacaranya itu," jelas Nyonya Aritama santai.
Namun insting Suci merasa ada yang aneh.
" Aneh.., ini benar-benar seperti bukan kebiasaan mas Erwin," gumam batin Suci yang jadi tak bersemangat berada ditengah-tengah acara itu.
" ayo Suci, kalau sudah siap mengaduk es teller nya, tolong dibawa kedepan ya," ujar Nyonya Aritama dengan berjalan perlahan dengan tongkat untuk menyanggah tubuhnya ketika berjalan.
" Ah, iyya tante," jawab Suci datar. Pikiran masih terus bertanya tentang kemana perginya Erwin.
Setelah sekedar basa basi diacara ulang tahun keponakan Erwin. Suci bergegas untuk kembali kekantor dan ia ingin bertanya langsung pada Sekertaris Chandra yang pasti tau banyak tentang bosnya ini.
" Mas Chandra, " panggil Suci dengan melihat pada Sekertaris Chandra yang agak mengantuk.
" Suci, ada apa??" tanya sekertaris Chandra lesu.
__ADS_1
" mas Chandra kenapa??," tanya Suci heran.
" Ah, ini tadi pagi mas cepat bangun gara-gara Direktur," ujar Sekertaris Chandra dengan sedikit merenggangkan tubuhnya dengan berat.
" maksud nya??" tanya Suci bingung.
" Belakang ini, Direktur terus minta mas membangunkan beliau untuk dibangunkan lebih awal jam setengah 5 pagi, jam setengah 5 pagi loh Suci !!" ujar Sekertaris Chandra seraya mengeram.
" Jam setengah 5 pagi???, untuk apa ??," ujar Suci tambah bingung.
" Entah lah, sepertinya Direktur sedang mendekati seseorang sehingga ia berusaha bangun lebih awal untuk bisa pergi bersama orang tersebut," jawab Sekertaris Chandra santai.
" APA??," jawab Suci syok.
" Ah, gak mungkin," ujar Suci seketika dengan wajah terkejutnya. Dan perlahan ia meninggalkan sekertaris Chandra begitu saja lalu berjalan menuju meja kerjanya.
" Iyya gue baru tau, sepertinya memang kesejahteraan karyawan wanita sedang meningkat di kantor Aritama," ujar karyawan wanita pertama itu dengan santai.
" Bener kan, sekarang kalau tiba-tiba haid gak panik lagi, karena di toilet tersedia pembalut wanita dan juga tisu basah yang benar-benar bagus untuk kulit," sambung karyawan wanita kedua yang tengah berkumpul disana.
Suci mendengarkan dengan tak begitu paham.
" Bener-bener gak nyangka yaa, ternyata ada orang mau nyebarin gosip murahan untuk Direktur??, tega benar bilang Direktur Gay, jadinya kan gue sempet souzon sama Direktur gara-gara gosip itu," ujar karyawan wanita pertama.
__ADS_1
Dan seketika Suci terpaku mendengar ucapan karyawan wantia itu.
" Maksud kamu apa??," tanya Suci yang langsung menyela pembicaraan kedua karyawan wanita itu.
Sehingga kedua wanita itu kaget, ketika Suci tiba-tiba nimbrung dengan obrolan mereka.
" Eh, Suci.., ini beberapa tahun belakangan tersebar gosip bahwa Direktur kita itu seorang Gay, tapi ternyata itu cuma gosip murahan dan semua itu terbantahkan oleh ucapan Direktur sendiri waktu berbicara dalam rapat saham diperusahaan Zinus, " jelas karyawan wanita pertama.
" maksudnya?" tanya Suci tak paham.
" maksudnya, Direktur sendiri yang membantah bahwa dia bukanlah seorang Gay, Direktur dengan yakin mengatakan bahwa dirinya sangat menyukai wanita waktu di forum itu," terang karyawan wanita kedua dengan detail.
" Dan ada gosip yang beredar, kalau Direktur sedang mencari calon istri, " timpal karyawan wanita pertama dengan wajah senang.
Dan seketika wajah syok Suci terlihat disana, ia marah dan kesal mendengar berita itu.
" SIAl !!," pekik Suci marah dengan memukul meja, sehingga kedua karyawan wanita tadi terkejut melihat kemarahan Suci.
" Ka..,kamu kenapa marah Suci?," tanya karyawan kedua dengan ragu.
Tanpa menjawab pertanyaan karyawan wanita itu, Suci mengambil tas lalu pergi meninggalkan keduanya dengan bingung.
" Bagaimana bisa, semua usaha ku untuk melindungi mas Erwin dibantah oleh mas Erwin sendiri??, " gumam kesal batin Suci.
__ADS_1
Suci benar-benar marah dan kesal, pasalnya gosip tentang Erwin seorang Gay adalah ide Suci ketika ia meninggalkan kantor Aritama untuk pergi kuliah S2. Tapi kini gosip itu tak mempan lagi untuk melindungi mas Erwin dari wanita-wanita yang diam-diam menyimpan rasa suka pada Erwin.
" Aku benar-benar lengah, " ucap Suci ketika berada didalam mobilnya karena ia ingin segera pulang kerumah untuk bertemu dengan papanya.