Come A Closer Love

Come A Closer Love
6


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Erwin tengah serius mendengarkan persentasi bawahnya yang tengah memaparkan hasil kerja mereka 2 bulan ini. Dan Erwin merasa kecewa karena pencapaiannya tidak terlalu signifikan. Dengan wajah masam Erwin menghentikan rapat begitu saja, ia memilih keluar ditengah-tengah rapat berlangsung.


Lantai atas sedikit mencekam karena beberapa karyawan keluar dari ruang rapat dengan wajah was-was.


Seketika Chandra/"pak!!" panggilnya ketika Erwin melintas didepan mejanya, namun atasnya itu tak menoleh ia trus jalan untuk masuk keruangannya. Dan seketika langkah Erwin terhenti ketika melihat sosok yang tak ia sangka-sangka akan datang ke kantornya.


Erwin/"mamah??"..


Nyonya Aritama/"hay sayang!! kenapa kamu sekaget itu mama dikantor kamu!!" ujarnya santai.


Erwin masuk dengan sedikit melonggarkan dasinya. Ia merasa ada hal yang tak enak sehingga nyonya Aritama bisa sampai kekantornya.


Erwin/"ada hal apa mama sampai datang kemari??"


Dan dengan entengnya nyonya Aritama mengeluarkan beberapa lembar foto wanita muda dihadapan Erwin.


Nyonya Aritama/"pilihlah sesuka hati mu untuk kau ajak kencan"


Erwin sedikit mengerutkan keningnya, ia tak mengubris foto-foto para wanita itu diatas meja. Ia benar-benar tak habis pikir bagaimana mamanya berusaha menyuruhnya untuk menikah.


Erwin/"mah!! Erwin sekarang benar-benar sibuk, tolong laah mama untuk mengerti" pintanya yang sudah bosan dengan hal itu-itu saja yang dikejar-kejar oleh mamanya.


Nyonya Aritama pun berubah dingin pada anaknya.


Nyonya Aritama/"oke, kalo kamu masih gak mau nurut, kalo begitu pecat Chandra sekarang!!"


Erwin terkejut seketika ketika nama Sekertarisnya itu disebut.


Erwin/"maksud mama apasih?? kenapa Chandra yang jadi harus dipecat!!" ujarnya bingung dengan wajah terkejut.

__ADS_1


Nyonya Aritama/"kamu pikir mama gak tau soal gosip yang beredar dikantor ini??"


Erwin/"???"


Nyonya Aritama/"pokoknya mama gak mau kalo anak mama jadi "Gay"!!!" ucapnya setengah geram pada anaknya yang terlihat berpura-pura tidak tau.


Erwin/"HAH?? GAY??" wajah erwin benar-benar terkejut dengan ucapan mamanya sendiri yang menuduh anaknya kelainan seksual.


Nyonya Aritama/"iyya semua karyawan dikantor mengosipkan bahwa atasan mereka punya fair dengan seketaris prianya, kamu apa benar-benar gak tau kalo gosip itu sampai ke tempat arisan mama tau gak?? mama tuh malu banget!!"


Erwin/"ya ampun mah, itu tuh cuma gosip, kenyataan kan enggak!! Erwin berani taruhan bahwa itu cuma gosip murahan yang sengaja dibuat-buat agar harga saham anjlok dan reputasi hotel yang akan kita buka juga menurun!!" tukasnya kesal mendengar gosip murahan.


Nyonya Aritama benar-benar geram "lagi-lagi kerja?? kerja??" guman hati nyonya Aritama yang kian panas mendengarkan penjelasan anaknya yang ia sangkut pautkan pada perkerjaan kantor. Dengan menghela nafas panjangnya nyonya Aritama bangun dari sofa kantor anaknya.


Nyonya Aritama/"buktiin kalo memang itu gosip murahan dengan kamu pacari salah satu wanita yang berada difoto itu, atau jangan salahkan mama yang akan seret paksa kamu ke kantor KUA dan menikahkan kamu dengan gadis pilihan mama!! ancam nyonya Aritama serius pada putra sulungnya.


Nyonya Aritama tak perduli, bukan kah hal yang gampang mencari wanita yang pintar masak pikirnya seraya keluar dari ruangan kerja anaknya dengan tak senang.


Perang dingin pun benar-benar dimulai. Wajah kesal Erwin benar-benar kentara disana sepeninggalan mamanya yang membawa kabar murah seperti itu.


Erwin/"sekertaris Cha!!!" panggilnya tegas seraya bangun menuju meja kerjanya yang terlihat beberapa berkas masih belum ia jamah sesari tadi pagi.


Sekertaris Chandra/"ya" ujarnya masuk dengan sigap.


Erwin melihat dengan tawa seolah mengejek, ia tak percaya dengan gosip murahan yang tersebar dikantornya sendiri, bagaimana bisa penyebar gosip itu menjadikan ia seorang penyuka sesama jenis??" rutunya pada diri sendiri. Lalu ia mengelengkan kepalanya sesast dan hal itu disambut bingung oleh sekertaris Chandra yang menunggu perintah Bosnya sedari tadi.


Sekertaris Chandra/"kenapa??" ujarnya bingung.


Erwin/"ah, beri aku laporan dari tim manajemen perhotelan!!"

__ADS_1


Sekertaris Chandra/"ah itu, sampai sekarang belum ada tim dari manajemen perhotelan yang dikirim dari pihak Xxxx, dan anda juga harus tau bahwa mbak Sisil sudah keluar dari perusahaan Xxx yang selama ini menjadi jembatan kita dalam komunikasi"


Erwin/"apa?? kenapa baru sekarang kau beritau??"


Sekretaris Chandra/"ah maaf, tapi kabar itu baru sampai kepada kita kemarin sore"


Erwin mengela nafas panjangnya. Kali ini benar-benar kecewa, ia merasa kesal mengapa semua yang ia kerjakan mendapat hasil yang tak sesuai rencananya. Ditambah lagi dari pihak pelaksanaan nona Sisil keluar begitu saja ditengah-tengah pekerjaan yang tengah menumpuk.


Dengan wajah lesunya ia bangun dari kursinya, lalu ia membuka jasnya dan mengantikannya dengan jaket kulit hitam. Dan ia melangkah melewati seketaris Chandra yang masih berdiri disana dan menlihat dengan diam.


Namun seketika langkah Erwin terhenti.


Erwin/"kau!! apa tak pernah mendengarkan gosip murahan yang beredar dikantor ini??"


Sekertaris Chandra/"gosip murahan??" ujarnya dengan wajah bingung.


Namun Erwin malah tertawa kecil.


Erwin/"sudah lah, lupakan!! aku pergi, dan batal kan semua rapat untuk sore ini!!" ujarnya seraya berlalu meninggalkan Sekertaris Chandra yang masih bingung.


Dan langkah Erwin sampai pada parkiran motornya yang besar itu, ia memakain sarug tangan dan helm dengan warna senada.


Hal yang sering Erwin lakukan adalah mencari angin dengan mengendarai motor ninjanya. Entah mengapa itu sudah jadi kebiasaannya sedari dulu.


Kali ini pun demikian, penatnya, jenuhnya hingga kesalnya pun ia bawa pergi bersama laju cepatnya motor ninja itu yang membelah jalanan ibu kota.


Visual Sekertaris Chandra Putra


__ADS_1


__ADS_2