Come A Closer Love

Come A Closer Love
49


__ADS_3

Sepeninggal Erwin, Marwah terbengong duduk di meja cafe mininya. Dan ia jadi terbayang ucapan Dinda tadi.


" huft, kenapa jadi begini?? kenapa juga Direktur bbersikap gitu??" ujar Marwah dengan menutup kedua matanya.


Namun tiba-tiba Lily datang dengan wajah penasaran pada Marwah yabg terlihat tengah membuka buku resep di hadapannya.


" mbak?? " sapa Lily yang kemudian duduk dihadapan Marwah yang terlihat kaget dengan kehadiran Lily yang tak ia sadari.


" lagi galau yaa??" tebalnya dengan menebak.


Marwah terlihat enggan menjawab pertanyaan lily yang 100% benar.


" ada apa???" tanya Marwah mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Ah, itu.., ibu panti asuhan telfon kemarin, tanya apa mbak tahun ini juga akan ke panti asuhan??" tanya Lily.


" ooh, Hhmm.,, pasti kesana, hari kamis kan??" yang berbalik tanya pada Lily.


" iya, " jawab Lily, dengan melihat pada layar handphone nya, dan melihat tanggal. Dan hari kamis yang dimaksud itu minggu depan, jadi masih ada beberapa hari untuk persiapan yang akan dibawa ke panti asuhan.


" Hhmm, mbak, tadi pulang diantar siapa mbak?? mobil mbak kenapa??" tiba-tiba Lily bertanya pada Marwah dengan penasaran.


Marwah seketika kaget.


" Ah, itu teman kantor, ya mobil mbak dikantor, besok dibawa pulang..," jelas Marwah singkat.


" oh, gitu, " ujar Lily paham, dan seketika ia mendengar namanya di panggil, sehingga ia reflek menoleh dan bangun dari duduk meninggalkan Marwah.


Marwah pun menghela nafas panjangnya. Lalu ikut bangun seraya menuju dapur roti. Ia ingin membuat dua cake Premium sore ini. Ia benar-benar rindu untuk membuat cake Premium lagi.


🍃🍃🍃


Keesokan paginya, Marwah bangun dengan berat. Gara-gara teringat pagi ini akan dijemput dengan Erwin, membuat Marwah jadi susah tidur karena gelisah yang tak jelas.


Ia pun bangun lebih awal, sehingga ia membuat 2 macam roti keju dengan bentuk bulat biasa.


Selesai memanggang roti-roti tersebut, Lily pun sampai di toko yang berbarengan dengan 3 karyawan lagian yang datang bersamaan.


" Syukurlah, kalian datang cepat, tolong yaa rot i-rotinya dimasukin kedalam plastik, " ujar Marwah dengan membuka celemek nya. Lalu dengan segera naik kerumah atasnya untuk mandi agar aroma roti hilang dari tubuhnya.


Beberapa menit kemudian, Marwah pun selesai dengan aktifitas mandinya, lalu segera berpakaian kasual untuk ke kantor. Ketika ia akan berdandan, Marwah baru tersadar bahwa make up nya terlalu berlebihan.


" Ah, kenapa jadi begini?? " ujarnya yang merasa seperti akan pergi dengan pacar.


" fokus Marwah, cuma ke kantor, kantor !!" , ucapnya seraya memperbaiki make up nya agar terlihat tipis, dan hanya memberi tegasan di mata dan bibir dengan warna lipstick soft.


Setelah dirasa cukup, Marwah pun keluar dari kamar seraya mengambil sepatu hak tingginya dengan warna putih yang senada dengan tasnya, lalu turun kebawah tokonya.


" mbak??" sapa Lily.


" ya, " jawab Marwah reflek menoleh pada Lily.


" katanya mbak Salwa anak ibu Nita bakal datang siang ini, " ucap Lily.


" Ah, begitu yaa, oke tolong kamu bantu Salwa yaa, apa yang dia butuhkan kamu kasih tau, doain mbak cepat pulang hari ini biar bisa jelasin lagi ke Salwa, " tutur Marwah dengan pelan.


Lily mengangguk pelan seraya membalas senyum Marwah.


" oia mbak, didepan ada mobil kemarin yang antar mbak deh, " ujar Lily memberi tau.


Marwah terkaget.


" apa???" .


" Hmm, dan kayaknya masih setia menunggu tuh didepan, " timpal Lily lagi dengan melihat wajah kaget Marwah yang kelabakan.


" Ya Tuhan, kenapa kamu baru bilang sekarang siiih!!" ujar Marwah yang kemudian mengambil dua roti yang masih hangat dan memasukkannya kedalam kotak dr. Dessert.


" Kalau gitu mbak pergi dulu yaa, titip toko.., " ujar Marwah yang kemudian keluar dari tokonya dengan buru-buru.


Dan betapa terkejutnya Marwah, Erwin kini berdiri didepan mobilnya dengan tengah menerima telfon yang terlihat serius dari ekspresi wajahnya.


" ya Tuhan, apa telat yaa.," pekik batin Marwah yang ragu mendekat pada Erwin.

__ADS_1


Seketika sorot mata Erwin pun tertuju pada Marwah dengan serius.


Deg.., jantung Marwah berdebar.


" duh, jangan dipelototi gitu donk!!" rutu batin Marwah yang jadi gelisah.


Terlihat Erwin memberi kode pada Marwah untuk segera naik kedalam mobilnya. Marwah pun dengan ragu berjalan ke sisi sebelah pintu mobil Erwin, dan sekilas terlihat Erwin pun ikut masuk kedalam mobilnya dengan masih menerima telfon serius tersebut.


Hingga beberapa menit berselang, komunikasi telfon Erwin pun berakhir. Terlihat Erwin menghela nafas beratnya.


" maaf , " ucap Erwin spontan seraya mulai melanjukan mobilnya


Marwah hanya tersenyum kaku, namun kenyataannya dirinya tengah bergulat dengan yang namanya nervous. Dan suasana mobil itu hening seketika, keduanya bergulat dengan pikiran masing.


Hingga ketika di perempatan jalan, mobil Erwin tak belok ke kanan, mobilnya malah dengan lancar belok ke arah kiri yang berlawanan arah dengan kantor Aritama group.


Seketika Marwah jadi bingung.


" Direktur?? kita.., bukan kah arah kantor ke kanan??" ujarnya yang ragu.


" Hhmm, kamu benar, kantor Aritama sebelahnya kanan, dan kita tidak menuju kantor hari ini, " ucap Erwin santai.


" hah??" Marwah terkejut.


" terus??"


" kita akan bahasa pekerjaan dengan orang yang penting, dan ini harus kamu langsung yang menjelaskan nya, " terang Erwin santai yang sesekali melihat pada Marwah yang masih terkejut.


Seketika Marwah lemas, sepagi ini ia dibuat syok oleh Erwin.


" Ah, benar-benar !!" rutu batin Marwah yang tak bisa berkata-kata.


🍃🍃🍃


Dan selang beberapa lama perjalanan, akhirnya mereka sampai di satu restauran sederhana. Marwah turun dengan menebak-nebak, siapa orang yang akan ia temui.


Erwin berjalan melewati Marwah yang terlihat berjalan pelan menuju pintu restauran tersebut. Marwah dengan cepat mencoba meraih lengan Erwin.


" tunggu dulu, " ucap Marwah cepat.


" saya.., saya tidak membawa bahan persentasi sama sekali, " jujur Marwah.


Erwin tersenyum.


" gak papa.," ujar Erwin santai.


Dan hal itu membuat Marwah gelisah.


" gak papa gimana?? gue mau ngomong apa kalau gak ada bahan!!" pekik batin Marwah kesal dengan Erwin yang terlihat santai.


Lalu keduanya pun masuk kedalam restoran sederhana itu, yang terlihat masih sepi pengunjung disana. Ya, karena jam yang serba tanggung, jam 10, 30 antara pagi dan siang.


Marwah melihat sekeliling dan terlihat dua orang pria asing tengah asyik berbincang-bincang.


" hai, Erwin..," sapa seorang pria asing itu dengan semangat.


" oh hai, sorry.. I very late" ujar Erwin santai pada keduanya dengan berjabat tangan satu sama lain yang terlihat akrab.


"what is this woman, do you mean ??" tanya pria asing kedua yang melihat pada Marwah dengan kagum.


Marwah pun memberikan jabatan tangannya pada pria tersebut dengan ramah.


" I'm Marwah, nice to meet you sir" ucap Marwah ramah.


" Ah, you are as discussed, I'm Delon and this is my best friend Franks, " ujar pria asing itu dengan memperkenalkan temannya yang kemudian berjabat tangan dengan Marwah.


" apa kalian sudah sarapan ?? ah, aku jadi ingin pesan sarapan pagi," ujar Erwin dengan santai duduk yang diikuti Marwah yang duduk disebelah Erwin.


Dan seketika Marwah menoleh mendengarkan Erwin berbicara santai seolah kedua pria asing ini ngerti bahasa indonesia.


" pesan lah, kami sudah makan tadi, sewaktu menunggu kalian, " ujar Delon santai dengan logat tak begitu fasih berbahasa indonesia.


Seketika Marwah tersenyum lucu dan sedikit kaget melihat seorang bule berbicara bahasa indonesia.

__ADS_1


" Waah, ternyata anda bisa berbicara bahasa indonesia?? "ujar Marwah semangat.


" 4 tahun di indonesia itu sudah cukup membuat kami bisa berbicara bahasa indonesia, " timpal Franks.


Marwah mengangguk paham. Dan terlihat obrolan ringan disana . Erwin dengan semangat menjelaskan bahwa Marwah lah yang akan mengoperasi manajemen hotel.


Terlihat obrolan serius keempatnya, dan Marwah dengan santai menjelaskan konsep manajemen yang akan ia terapkan di hotel. Delon menyimak dengan antusias begitu pun dengan Franks yang ikut berbagi opininya dengan Marwah yang berwawasan luas tentang perhotelan.


Tampak kedua pria asing itu puas dengan penjelasan Marwah yang lebih simpel dan modern.


Tanpa sadar Erwin tersenyum bangga membawa Marwah ke hadapan kedua investornya yang bisa dikatakan paling susah diberi penjelasan. Namun Marwah dengan mudah masuk kedunia bisnis itu.


Hingga tanpa sadar diskusi mereka memakan waktu 4 jam lebih. Setengah-tengah diskusi santai tersebut, Marwah pamit untuk menuju toilet.


Sepeninggal Marwah. Diskusi antar pria pun terjadi.


" apa dia sudah punya kekasih??" tanya Delon.


Seketika wajah Erwin serius menatap tajam pada Delon.


" berhentilah berpikir untuk bisa menidurinya !!, dia wanita ku !!" ucap Erwin tegas.


Franks terkaget, begitu pun dengan Delon. Mereka tak menyangka sekian tahun berteman akhirnya Erwin menyatakan menyukai wanita.


" are you serious??" ujar Delon tak yakin.


Erwin mengangguk mengiyakan.


" wait for my invitation!!" ucap Erwin dengan serius.


Dan seketika dua pria asing itu bertepuk tangan untuk Erwin, yang sekian lama mencari wanita yang dapat memikat hatinya, akhirnya wanita itu benar-benar ada dan benar-benar spesial.


Ketika Marwah kembali kemeja mereka, ia tampak bingung dengan sambutan Delon dan Franks yang berbeda.


" ada apa??" tanya Marwah pada Erwin.


Erwin hanya tersenyum simpul tanpa menjawab pertanyaan Marwah.


" kalau begitu kami balik, ini sudah terlalu lama, " uhar Erwin untuk kedua temannya yang masih mengagumi Marwah.


" oke, " jawab Franks.


" terima kasih untuk anda, nona Marwah, penjelasan tadi benar-benar memuaskan, semoga terlaksana dalam waktu dekat" ujar Franks.


" dan semoga kalian lancar, " ucap Delon menimpal.


Marwah bingung ketika meyambut jabat tangan Delon pada dirinya, dan mencoba menoleh pada Erwin untuk menyakan maksud dari ucapan Delon.


Terlihat Delon dan Franks pun ikut menuju parkiran mobil mereka masing-masing.


Dan ketika Franks akan melewati Erwin dan Marwah, ia menurunkan jendela mobilnya.


" aku tunggu undangan, doa terbaik untuk mu teman !!" ujar Franks untuk Erwin, namun Marwah mendengar dengan bingung.


🍃🍃🍃


Dalam perjalanan kembalinya, terlihat Erwin terus mengembangkan senyumnya. Ia masih tak menyangka bahwa akan mengaku pada kedua teman asingnya itu soal sosok Marwah.


" Wanita ku!!" bisik batin Erwin, yang kemudian reflek menoleh pada sampingnya yang terlihat Marwah dengan serius membalas pesan di handphone nýa.


Sesaat ketika mobil Erwin akan masuk ke kawasan daerah yang dekat dengan kantor Aritama group. Ia melirik jam tangannya dan melihat telah jam 2 siang. Dan menimbang-nimbang seraya melihat pada Marwah yang menikmati jalan raya.


" sudah jam 2 " ujar Erwin yang mengangetkan Marwah.


Marwah menoleh pada Erwin.


" Bagaimana kalau kita makan siang??" ujar Erwin.


" makan siang?? tapi bukankah tadi kita sudah makan??" ingat Marwah dan ia merasa masih kenyang.


"kalau begitu kamu temani aku makan, " ujar Erwin santai dengan memutarkan stiur mobilnya melewati kantor Aritama.


Marwah tercengang, dan ia melihat dengan jelas bahwa Erwin melewatkan gerbang kantor Aritama group.

__ADS_1


" ya Tuhan, mau dibawa kemana ini gue??" gumam Marwah dalam hati dengan ekspresi kacau.


__ADS_2