Come A Closer Love

Come A Closer Love
35


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, dan pagi ini setelah membuat dua varian rasa roti untuk di jual, akhirnya Marwah pun bersiap untuk menjelma sebagai wanita karir yang akan bekerja di perusahaan Aritama Group.


Dan ketika ia hendak mengikat rambutnya, ia melihat bayangan dirinya didepan cermin.


" akhirnya hari ini datang juga " ujarnya seraya merapikan kemeja kerjanya yang ia pada padankan dengan celana kulot besar, sehingga membuatnya terlihat lebih langsing.


" Huuuffft, ayo Marwah Sanders " gumamnya pada diri sendiri. Lalu ia meraih tas dan menuju rak sepatunya, dan kemudian dia turun berlahan menuju bawah.


Dan terlihat Lily terkaget melihat penampilan Marwah yang terlihat bak wanita kantoran.


" Apa Hari ini mbak sudah mulai kerja kantoran??" tanya Lily seraya melihat kearah Marwah yang mengunakan sepatu heelsnya yang terlihat serasi.


" Ya " jawab Marwah singkat, seraya mengambil 2 roti di rak jualan roti yang telah tertata rapi lalu memasukkannya kedalam tas.


" Pergi dulu yaa, sampai ketemu dijam 3 " ujarnya seraya berlalu meninggalkan Lily.


Dan selama perjalanan menuju kantor Aritama group, Marwah sibuk menelfon mama Wulan. Pembicaraan singkat itu cukup membuat mood nya bagus. Hingga sampai pada perkarangan parkir kantor Aritama yang terlihat padat kendaraan yang telah lebih awal hadir sekantor.


Lalu berlahan langkah Marwah pun mulai memasuki gedung kantor Aritama Group yang telah beberapa minggu ia tinggalkan. Dan ia tersenyum, karena Marwah berniat mengagetkan Jova, Sari dan Putri. Langkah Marwah pasti masuk kedalam lift, dan ia menebak-nebak bagaimana reaksi ketiga teman singkatnya itu melihat dirinya kembali bekerja di kantor ini lagi bersama mereka.


Ting.


Bunyi, pintu lift terbuka dan sampai pada lantai yang dituju. Marwah keluar dengan wajah sedikit cemas, namun tak sengaja ia berpas-pasan dengan clining servis mas Dul, yang terkaget melihat wajah Marwah yang sudah lama tak ia lihat.


" Mbak??, mbak Marwah??" ujar mas Dul kaget.


" Eh, mas Dul, apa kabarnya??" sapa Marwah ramah dengan tersenyum.


" Lama gak ketemu, mbak kemana aja??" tanya mas Dul penasaran.


" Ah, hhmm yaa panjang ceritanya mas, lain waktu aja yaa mas Dul, soalnya mau ketemu temen-temen dulu" ujarnya menyudahi dan berjalan meninggalkan mas Dul yang terlihat kembali membawa plastik hitam ditangannya.


Marwah berjalan dengan melihat-lihat sekeliling ruangan itu, dan terdapat wajah-wajah kaget melihat pada diri Marwah yang kembali lagi keperusahaan ini. Namun ketiga teman yang dicari tak terlihat disana. Hingga sebuah tepukan pelan dibahu Marwah membuatnya terkaget.


" !!" Marwah terlihat kaget menerima tepukan bahu itu yang ternyata dari Sekertaris Chandra.

__ADS_1


" Marwah??" sapa sekertaris Chandra.


" Mas Chandra " ucapnya dengan senyum simpul.


" Akhirnya bos menarik kamu lagi ke kantor ini yaa, " ujarnya seraya berjalan bersama menuju meja Sekertaris Chandra yang terlihat meja kosong disebelah nya yang merupakan meja kerja Marwah beberapa minggu yang lalu, namun ternyata tadi dipindahkan masih tetap berada di tempatnya.


" Hhmm, iyya mas, cuma Jova, Sari dan putri kemana ya??" tanya Marwah penasaran.


" Ah, ketika pegawai perusahaan Sss telah dikembalikan keperusahaan mereka" jelas Sekertaris Chandra santai seraya meraih tab nya.


" Kenapa??" tanya Marwah.


" Hhmm, yaa untuk apa juga mereka bekerja dikantor kita, skill mereka tak bisa dipakai di perusahaan ini" jelas Sekertaris Chandra.


Marwah terkaget. Benar-benar perusahaan selektif. Dan tak lama terdengar suara seorang pria mendekat pada keduanya.


" Akhirnya kamu masuk juga !!" ucap Erwin yang terlihat baru tiba dikantor.


Deg.


" Ah, Direktur " jawab Marwah canggung, seraya melihat ke sisi lengan Erwin.


" Apa luka lengan anda sudah sembuh??" tanya Marwah ragu.


Erwin mengangguk yakin, lalu melihat ke sekertaris Chandra yang ikut melihat dirinya.


" kalian berdua masuk keruangan ku sekarang " ujar Erwin dengan segera masuk ke dalam ruangannya.


Dan hal itu membuat Marwah terkaget.


" Ada apa?" tanya Marwah pada Sekertaris Chandra yang terlihat bersiap-siap dengan notes dan tab nya.


" ayo, masuk bareng " ajak sekertaris Chandra yang berjalan menuju ruangan Erwin.


Marwah terlihat enggan, namun ia meletakkan tasnya begitu saja diatas meja lalu masuk ke dalam ke ruangan Erwin.

__ADS_1


" Huuuffft, belum juga apa-apa, udah aktif aja memerintah" celetuknya pelan.


Dan terlihat Erwin duduk di meja kerjanya, dan menarik laporan yang terletak diatas meja. Lalu melihat kearah Sekertaris Chandra dan Marwah.


" Hhmm.., sekertaris Chandra, untuk sementara waktu kamu ikut bantu Marwah dalam tim manajemen hotel"


" Ah, ya baik" jawab Sekretaris Chandra.


Namun disambut wajah bingung Marwah.


" Dan kamu Marwah, aku berharap kamu tak mengecewakan keputusan ku membawa mu kembali ke dalam perusahaan ini. Aku menunggu kinerja mu untuk hotel baru ini" tutur Erwin seraya memandang Marwah.


" Ah, baik direktur " jawab nya singkat.


" Oke, baik hanya itu saja," ujar Erwin canggung, dan berlahan keduanya pun berjalan keluar , namun tiba-tiba..


" Marwah " panggil Erwin yang menghentikan langkah Marwah dan kembali berbalik badan melihat kearah Erwin.


" ya " .


Erwin mengerjakan jemarinya menyuruh Marwah untuk kembali menghadap dirinya. Dan Marwah pun berjalan berlahan menghadap Erwin dengan bingung.


" Ya, Direktur "


" Bekerja laah yang benar, dan terima kasih untuk makanan yang kami tinggal kan waktu dirumah sakit " ujar Erwin canggung seraya menarik kertas laporan dihadapannya.


Dan seketika Marwah tersenyum, ternyata bekal itu di makan oleh Erwin.


" Sama-sama Direktur, "


" baiklah kamu bisa bekerja kembali" ucap Erwin cepat dan Marwah pun kembali keluar dari ruangan Erwin lalu ia duduk dimeja kerjanya yang telah beberapa waktu ia tinggalkan.


" Mohon kerja samanya yaa" ujarnya berbisik pada meja itu. Dan hal itu dilihat aneh oleh Sekertaris Chandra yang kemudian ikut tersenyum.


" Semangat Marwah" ujar Sekertaris Chandra memberi semangat.

__ADS_1


__ADS_2