Come A Closer Love

Come A Closer Love
73


__ADS_3

Setelah turun beberapa lantai, Marwah pun naik kembali pada lantai tujuannya.


" kenapa aku jadi main lift sih," rutunya yang jadi menertawakan diri sendiri.


Ketika liftnya tiba di lantai tujuan Marwah turun dengan santai seraya menuju pada meja kerjanya.


Dan ia sedikit kaget ketika melihat meja kerjanya yang terlihat beberapa map telah tersusun disana.


Sekilas ia melihat pada ruangan Erwin yang terlihat Sekertaris Chandra tengah berada didalam sana. Tak lama Suci pun datang pada meja kerja Marwah dengan membawa beberapa map lagi.


" ah, apa ini dari pihak personalia??," tanya Marwah


" ya" jawab Suci singkat.


Marwah mengangguk seraya menarik map dari tangan Suci yang ia perlukan dan berniat menyelesaikan nya hari ini. Namun Suci menahanya dengan menatapnya serius sehingga Marwah bingung.


" bagaimana rasanya berada dalam pelukan mas Erwin??," tanya Suci tajam. Seketika Marwah terkaget.


" kamu??,"


Suci tersenyum sinis melihat pada wajah Marwah yang seolah-olah tidak mengerti.


" jangan berpura-pura bodoh??, aku memang tidak tau cara apa yang kamu lakukan, sampai mas Erwin terpikat padamu, "


Marwah diam seolah ia mencerna ucapan tak senang Suci pada dirinya.


" apa kamu senang??, " tanya Suci kembali.


" berhati-hati lah, karena ini pasti tak akan lama," ujar Suci seraya melepaskan map tersebut pada Marwah.


Marwah tersenyum kecil.


" apa kamu sedang mengancam aku, Suci??," balas Marwah santai.


Suci terhenyak mendapat serangan balik Marwah.


" aku tidak tau bagaimana jika mas Erwin sampai tau bahwa sepupunya mengancam diriku??,"


Suci menatap kesal.


" lain kali, bersikap lah profesional, sampingkan urusan pribadimu jika sedang bekerja," ujar Marwah dengan kembali membuka map pemberian Suci tadi.


Suci tersenyum kesal.


" apa kamu sedang mengdikte aku??," sahut Suci tak senang.


Marwah hanya tersenyum simpul pada Suci.


🍃🍃🍃


Disisi lain sekertaris Chandra tengah memberi laporan tambahan tentang PT. Kratan.


Erwin mengangguk pelan.


" terima kasih infonya, lakukan secara berkala setiap 3 bulan sekali, kita tak bisa melepaskan manajemen Kratan yang baru pulih, dan carikan satu orang untuk ditempatkan ia disana sebagai kaki tangan kita," jelas Erwin yang pusing dengan manajemen anak perusahaannya yang selalu minus.


Sekertaris Chandra membuat cek list pada laporan yang telah ia informasi kan pada atasannya.


" sepertinya Suci belum memberikan kunci mobil Marwah," ujar Erwin pada sekertaris Chandra yang telah lebih tau info bahwa kunci mobil Marwah ada pada Suci.


Sekertaris Chandra berpikir.

__ADS_1


" benar," jawab Sekertaris Chandra cepat.


" apa kemarin terjadi sesuatu?? tadi pagi terdengar gosip para karyawan wanita,"


Erwin tersenyum kecil.


" Hhmm,"


Sekertaris Chandra berusaha menebak ekspersi wajah Erwin yang terlihat senang.


" bagaimana kamu akan mengatasi Suci??," berusaha menerka.


Erwin tak bergeming ia meraih sebuah map diatas mejannya untuk ia periksa. Dan seketika ia terpaku, dan mengingat ketika mobil Suci lewat dengan hampir menyerempet Marwah.


" awasi Suci," perintah Erwin tegas.


" baik" jawab sekertaris Chandra cepat.


Sekilas Erwin melihat keluar ruangannya dan terlihat Suci baru saja dari meja Marwah.


🍃🍃🍃


Tepat di jam 3 sore, Marwah yang sedang bersiap-siap membereskan meja kerjanya pun melihat pada Sekertaris Chandra.


" mas Chandra??, kemarin.., liat gak kunci mobil Marwah??"


Sekertaris Chandra terkaget.


" Hhmm, sebenarnya kemarin kunci mobil kamu memang tertinggal diatas meja, dan setelah itu mas titip sama Suci,"


" apa?? Suci??" tanya Marwah mengulang ucapan sekertaris Chandra.


" aneh?, tadi kan dia disini, tapi kok gak bilang apa-apa yaa??," gumam hati Marwah.


Marwah pun berjalan menuju meja kerja Suci yang tengah menyelesaikan tugasnya.


" Suci," panggil Marwah. Suci menoleh dan seketika wajahnya berubah kesal.


" ada apa?," tanya Suci ketus.


" kemarin, kamu ada di titip kunci mobil aku yaa sama mas Chandra??,"


" aku??," ujar Suci bertanya kembali.


" iyya, mas Chandra bilang gitu tadi," ujar Marwah dengan serius.


Suci tertawa pelan.


" ah, maaf yaa tapi aku tidak merasa dititipkan apa-apa, "


" masa sih??," tanya Marwah aneh.


" menurut kamu aku bohong??,"


" ya enggak, tapi mas Chandra bilang sendiri kalau kunci mobil itu dikasih sama kamu, Suci," ucap Marwah dengan menurunkan jada bicaranya.


" jadi?,"


Marwah terlihat menghela nafas panjangnya karena berdebat dengan Suci yang bersikeras pada pendiriannya bahwa ia tak merasa dititipkan kunci mobil Marwah.


" oke.., aku tanya kamu sekali lagi, apa kamu ada terima titipan kunci mobil aku dari mas Chandra," tanya Marwah serius.

__ADS_1


Suci terlihat kesal.


" aku bilang ENGGAK!!" jawab Suci dengan nada kesal sehingga beberapa karyawan wanita yang berada dekat dengan meja kerja Suci pun reflek menoleh pada keduanya yang terlihat bersitegang.


Marwah terperanjah tak percaya melihat emosi Suci.


" kamu.. kamu bisa semarah itu?," ujar Marwah kaget.


Dan tak lama sekertaris Chandra dan Erwin pun berada disana melihat keduanya yang bersitengan.


" ada apa ini?," tanya Erwin mengangetkan keduanya.


Suci menoleh dengan raut wajah biasa.


" ah, maaf bukan hal serius," jawab Suci santai.


Erwin melihat serius pada Marwah.


" Marwah hanya tanya apa Suci ada terima titipan kunci mobil Marwah, hanya itu saja, tapi.., Suci, " jelas Marwah terputus.


" iyya !!," sela Suci cepat seraya meraih lengan Marwah.


" iyya besok yaa Marwah, aku bawa kunci mobilnya, lupa tadi karena pakai tas beda dengan yang kemarin," ujar Suci manja pada Marwah.


Marwah terkaget dengan sifat Suci yang seketika berubah 180 derajat dengan yang tadi menatapnya sinis.


" oh, bagus lah kalau begitu," sahut Erwin lega.


" kamu mau pulang Marwah??," tanya Erwin.


" ah, iyya..," jawab Marwah sedikit kaget.


" kalau gitu biar mas antar kamu,"


Suci terkaget.


" GAK BOLEH!!," pekik Suci cepat menyela ucapan Erwin pada Marwah.


Erwin terkaget dan melihat pada Suci, seketika Suci tersadar dan salah tingkah.


" ah, maksud Suci mas gak boleh antar Marwah, karena.. karena Suci sama Marwah ada janji," ujar Suci seraya melihat pada Marwah yang bingung, lalu menyikut tangan Marwah agar mengiyakan ucapannya.


" iyya kan Marwah??," tanya Suci agar meyakinkan Erwin.


Marwah terlihat ragu, namun dengan cepat tangan Suci meraih lengan Marwah sehingga ia buru-buru meraih tasnya dan bersama dengan Marwah ia berjalan meninggalkan Erwin dengan wajah bingung.


Dan ketika pintu lift terbuka, Suci buru-buru menarik Marwah agar ikut dengan langkahnya masuk kedalam lift. Tak lama pintu lift pun tertutup dan hanya Suci dan Marwah berdua didalam lift.


Seketika Suci melepaskan tangannya dari Marwah.


" jangan pernah mencoba menjatuhkan aku di hadapan mas Erwin," ujar Suci dingin.


" jadi kamu tadi hanya pura-pura," tebak Marwah dengan wajah tak percaya.


" ya apa pun itu, aku hanya tak ingin mas Erwin berpikir buruk tentang aku," jelas Suci dengan mengambil handphone nya yang berada dalam tas.


" munafik," celetuk Marwah membalas.


Suci meradang dan ia menatap serius pada Marwah.


Lalu ia tersenyum sinis.

__ADS_1


" ah, aku rasa kesabaran ku benar-benar di uji, baiklah.., aku akan lihat berapa lama kamu akan berada disisi mas Erwin," ujar Suci tajam dan tepat bunyi pintu lift berbunyi. Suci dengan tersenyum sinisnya keluar meninggalkan Marwah yang masih terpaku mendengar ucapan Suci.


__ADS_2