Come A Closer Love

Come A Closer Love
36


__ADS_3

Siang harinya terlihat Erwin memanggil sekertaris Chandra kedalam ruangannya. Dan terlihat obrolan serius antar keduanya. Hingga sosok Suci datang melewati Marwah yang menoleh pada wanita muda yang melewati meja kerjanya dan masuk dengan bebas kedalam ruangan bos Aritama.


" Siang !!" ucap Suci mengagetkan kedua pria yang terlihat serius dalam berdiskusi.


Erwin melihat dengan kaget, namun yang lebih lagi adalah Sekertaris Chandra yang terlihat syok melihat Suci kini berada dikantor Aritama.


" Suci??" ucap Sekertaris Chandra dengan wajah kagetnya.


" hay , mas Chandra !!" ucapnya santai lalu masuk lebih kedalam ruangan Erwin dan berdiri dihadapan meja kerja Erwin dengan wajah tersenyum.


" kamu kok kesini??" tanya Erwin.


" Suci gak ngeganggu diskusi kalian kan??" timpal Suci dengan melihat keduanya bergantian.


" Suci mau lamar kerja disini lagi, boleh yaa??"


" Apa?? " ucap Sekertaris Chandra kaget.

__ADS_1


" Kamu mau kerja disini?? lagi??" tanya Erwin dengan menyilakan kedua lengannya didada lalu bersandar dikursinya.


" Iyya, boleh yaa mas Erwin, kali ini skill Suci sudah up gread kok untuk bekerja" tuturnya yakin.


Namun seketika Erwin mengaruk kecil keningnya, seolah mendapat masalah baru. Bagaimana tidak, dulu Suci sempat bekerja di perusahaannya selama 1 tahun setengah, tapi masalah yang ditimbulkan jauh lebih berat dari masa kerja Suci. Dan pada saat itu Erwin sedikit kewalahan mengatasi hal tersebut karena menyangkut antar sesama karyawan wanita yang membuat geng masing-masing, sehingga Erwin pun memutuskan memberitahu paman Yono untuk menarik Suci dari perusahaan secara halus, sehingga ia kembali disekolahkan di Jogja dengan alasan memperdalam ilmu manajemen S2.


Sekertaris Chandra tersenyum getir ketika mendengar Suci akan kembali masuk ke perusahaan Aritama, dan reflek menoleh pada atasannya yang terlihat bingung.


" Boleh yaa mas??, janji deh, gak seperti dulu lagi.., lagian Suci udah paham kok, cari duit itu susah jadi kali ini Suci bener-bener usaha untuk bisa bekerja dengan baik di perusahaan mas" tuturnya mencoba membujuk Erwin.


" Hhmm tapi tidak ada posisi kosong lagi disini, " sela Erwin mencoba menolak halus.


Jika soal berdebat, jelas bukan Erwin orang yang cocok untuk mengalahkan Suci yang pasti dengan segala cara halusnya membujuk sampai berhasil.


Erwin menghela nafas panjangnya, dan tak sengaja ia melihat kearah depan ruangannya yang terlihat kaca pembatas itu mempelihatkan wajah Marwah yang tengah menatap serius layar komputer. Dan seketika Erwin tersenyum seolah mendapat ide.


" Baiklah, kamu bisa membantu seseorang dalam menyelesaikan tugas yang tengah dikejar deadline" , ujar Erwin seraya meraih gagang telfon lalu menekan tombol dan tak berselang lama telfon yang berada dimeja kerja Marwah pun berbunyi, sehingga mengangetkan Marwah, dan dengan bingung ia meraih gagang telfon.

__ADS_1


" Ha..,"


" Ke marilah, masuk keruangan ku sekarang " ujar Erwin yang ternyata Marwah melihat kedalam ruangan tersebut hingga keduanya beradu pandang.


" Ya," jawab Marwah kaku.


" Ah, ada apa yaa??" gumamnya seraya meletakkan kembali gagang telfon dan bangun dari kursinya seraya berjalan menuju ruangan Erwin.


Suci melihat dengan heran pad Marwah.


" Siapa dia??" gumam batin Suci yang melihat kearah Marwah dengan curiga.


Dan kini Marwah berada disisi samping Sekertaris Chandra dengan bingung.


" Ya, Direktur ".


" Marwah, perkenalkan ini Suci, Suci ini Marwah dari tim manajemen hotel yang akan kita buka 3 bulan lagi, jadi aku rasa kamu bisa membantu Marwah dalam mengerjakan tugas-tugas deadline tersebut, " tutur Erwin santai.

__ADS_1


" Hah??" Suci terkaget.


__ADS_2