Come A Closer Love

Come A Closer Love
20


__ADS_3

Keesokkan paginya, Marwah datang tepat di jam 8. 30 pagi dan ia kembali berlari-lari kecil menuju lift kantor Aritama yang terlihat masih terbuka. Namun ia reflek untuk memelankan langkahnya, agar ia dapat memastikan bahwa didalam lift itu benar-benar tak ada bos Erwin Aritama. Dan ketika ia melihat dengan yakin, bahwa hanya ada karyawan lain disana Marwah masuk dengan sedikit lega.


Namun ketika pintu lift akan tertutup, tiba-tiba sebuah tangan menahan lift itu agar tak tertutup. Dan sialnya lagi orang itu tak lain adalah Erwin Aritama. Sontak membuat 3 karyawan dan Marwah ikut mematung karena harus satu lift dengan bos Aritama.


" Pagi, pak, !!" sapa ramah beberapa karyawan kepada Erwin yang terlihat menjawab sekilas sapaan karyawannya.


" Ya Tuhaaaan !!, " pekik batin Marwah.


Dan lift itu pun menjadi hening seketika. Marwah berusaha untuk bersembunyi dibelakang karyawan yang tubuhnya agak besar sehingga menyembunyikan tubuhnya.


Namun ketika para karyawan turun satu persatu dilantai tujuan mereka, wajah Marwah pun berubah panik, ketika ia tinggal berdua didalam lift itu dengan Erwin.


Ia merasa jadi kerdil ditinggal oleh karyawan lain, dan harus melewati 4 lantai lagi untuk sampai dilantai tujuan keduanya.


" Siang ini datang keruangan, dan perlihatkan hasil kerja kamu, !!" perintah Erwin yang tak melihat pada Marwah yang tengah berada dibelakangnya.


" Ya??, Apa?? si.., siang ini??, " jawab Marwah terbatah-batah.


" Bukankah kau telah mengerjakannya??,"


" Ah, iyya, tapi.., "


" Aku tunggu diruangan siang ini, " ucap Erwin tegas tanpa memberi celah untuk Marwah menjawab.


Ting.


Bunyi pintu lift terbuka dilantai tujuan mereka. Erwin keluar tanpa ragu dan meniggalkan Marwah yang terlihat gusar karena perintah Erwin yang membuatnya kelabakan. Bagaimana tidak, laporannya belum benar-benar selesai. Ia baru mengerjakan seperempatnya. Ia bahkan belum turun lapangan untuk melihat Hotel yang ia tangani.


Dengan wajah kesalnya ia pun keluar dari lift itu dan menuju meja Sari dan Jova. Dan hal itu membuat dua rekannya kaget.


" Jadi gimana donk mbak??, kita kan belum benar-benar rampung, !!" tukas Sari yang ikut gusar akan berita Marwah.


" Ya udah kalau begitu, kita kasih lihat aja hasil yang udah kita buat. Walau sementara, dari pada gak sama sekali, " ujar Marwah.


" Yaa, okeh deh mbak, ini Jova selesai sedikit lagi, setelah ini Jova kasih hasilny ke Mbak yaa, " ujar Jova pada Marwah.


" Makasih yaa, " ucapnya tulus pada rekan kerjanya. Lalu berlahan Marwah pun kembali pada meja kerjanya seraya menghidupkan komputernya. Namun tiba-tiba mas Chandra memanggil Marwah.


" Marwah, siang ini kami harus keruang pak Erwin..,"

__ADS_1


" Iyya tau Mas, " jawab Marwah cemberut.


" Loh, kok bisa??," ucap Sekertaris Chandra kaget.


" Iyaa, gitu deh.., " jawab Marwah yang sedikit tersenyum simpul yang sebenarnya malas untuk menjelaskan pada mas Chandra. Lalu ia kembali fokus pada ketikan laporannya.


🍃🍃🍃


Entah karena cemas, waktu seolah berjalan dengan cepat, dan tanpa terasa waktu menunjukkan jam 12 siang. Dan dengan terpaksa Marwah dan ketiga rekannya masuk kedalam ruangan Erwin yang terlihat, pria itu tengah serius mencoret kertas diatas mejanya.


Dengan sopan Marwah menyerahkan beberapa lembar kertas laporan yang ia serahkan diatas meja kerja bos Aritama. Lalu berlahan Erwin mengambil kertas-kertas itu dengan mengeyitkan dahi.


" Hanya ini??," tanya Erwin.


" Iyya pak, " jawab Marwah.


Lalu Erwin membaca lembaran kertas itu sekilas, dan dengan wajah dinginnya ia merobek kertas itu mejadi empat bagian.


Hal itu sontak membuat wajah Marwah dan ketiga rekannya syok.


" Yang saya minta adalah laporan, mana??, " tanya Erwin dingin seraya menatap wajah Marwah dan ketiga rekan kerjanya yang ciut melihat wajah dingin bos Aritama yang tak ramah.


Erwin mendegus seolah mengejek.


" Pantas Perusahaan Xxx rugi, tenyata mereka merekrut orang-orang tak berkompeten seperti kalian, dan ini??? ini kalian sebut laporan??, " ujarnya Erwin kesal.


" Tapi, tapi kami sudah mengerjakan, " bela Marwah.


" kerja??, " jawab Erwin yang marah menatap pada Marwah yang masih berani menjawabnya. Dan hal itu membuat tiga rekan kerja Marwah ciut dan pucat.


" Kalian bertiga keluar, !! biarkan nona ini tinggal dan jelaskan arti kerja yang ia maksud, !!" ujarnya Erwin dingin dan reflek Sari, Jova dan putri buru-buru keluar dari ruangan yang dingin itu.


Dan seketika ruangan itu pun hening dengan meninggalkan Evan dan Marwah yang terlihat aura perang disana.


" Jelaskan, !! kali ini alasan apa lagi hingga laporan tim perhotelan masih belum selesai, " tanya Erwin kembali pada Marwah.


" Kami sudah mengerjakannya, tapi kami belum mendapat banyak data Hotel tersebut dan bahkan kami baru beberapa hari bekerja, jadi wajar jika laporan ini baru hanya seperempat bagian yang selesai, " jelas Marwah.


" Jadi itu alasannya??, tidakah itu akal-akalanmu saja??, " ucap Erwib tajam.

__ADS_1


" Bagaimana laporan bisa selesai, jika kau datang terlambat dan bahkan pulang paling awal dari yang lain, !!!" ucap Erwin marah.


Marwah terkejut mendengarkan hal itu, ia tak menyadari bahwa pria ini mengawasi kerjanya.


" Tapi..,"


" Kau masih mau berdalih??, " ucap Erwin menatap tajam Marwah.


" Saya tidak.., "


" Kau dipecat !!, " ucap Erwin marah pada Marwah yang masih bisa menjawab, padahal sudah jelas-jelas bersalah.


Marwah bereaksi terkejut, ia tak menyangka akan dipecat dengan tidak menyenangkan.


" Bukankah saya sudah katakan, bahwa saya tidak ingin bekerja disini, dan saya ingin membatalkan kontrak dari awal, " ujar Marwah yang tersinggung.


" Jadi mengapa kau tanda tanganin kontrak itu??, jika sedari awal tak berniat BEKERJA !!, " ujar Erwin dengan memukul meja kerjanya, dan hal itu membuat Marwah terkejut.


" Itu karena.., "


" Kau Keluar !!, " ucap Erwin sebelum mendengar penjelasan Marwah selesai.


Marwah meradang, ia mengepalkan tangannga yang kesal, lalu ia pun keluar dari ruangan itu dengan meninggalkan Erwin yang terlihat kesal.


Sekertaris Chandra yang melihat perdebatan dari ruang atasannya yang transparan pun jadi khawatir pada Marwah yang seperti memdapat tekanan dari atasannya.


Marwah kembali kemeja kerjanya dengan segera membereskan beberapa barang milik ya.


" Marwah??, kamu gak papa??, " tanya Sekertaris Chandra yang tiba-tiba terpaku melihat wajah gadis itu kini berderai air mata.


" Maaf mas, Marwah balik dulu, makasih untuk tiga harinya, dan salam untuk Sintya ya mas Chandra, " ucapnya yang kemudian buru-buru pergi meninggalkan meja kerjanya.


Dan tak berselang lama dari kepergian Marwah, tiba-tiba telfon dimeja Sekertaris Chandra pun berbunyi. Terdengar suara atasannya memanggil.


Sekertaris Chandra pun dengan segera masuk kedalam ruang yang terlihat Erwin tengah uring-urigan.


" Cari ??, orang yang kompeten untuk mengisi tim perhotelan. Dan panggilkan manajer Eza dari Perubahan Xxx untuk mempertanggungjawabkan isi kontrak kerja, " ucap Erwin dengan melonggarkan dasinya.


" Baik, " jawab Sekertaris Chandra.

__ADS_1


" Benar-benar sial !!, " rutu Erwin geram.


__ADS_2