Come A Closer Love

Come A Closer Love
15


__ADS_3

Tiga jam berlalu, Marwah dan rekan-rekan barunya tengah serius mengarap persentasi yang harus di paparkan siang ini di perusahaan Aritama. Namun, Marwah merasa laporan ini terlalu tidak masuk dalam standarnya. Ia merasa ragu untuk memberikan persentasi yang tak layak dikatakan sebuah laporan. Hal itu sangat mengecewakan dengan statusnya jebolan dari universitas ternama diprancis yang telah banyak melahirkan alumni yang sukses merancang manajemen untuk hotel-hotel kelas dunia.


Dan Marwah tiba-tiba menutup laptopnya begitu saja. Yang disambut bingung oleh Jova dan putri.


Jova/"kenapa mbak??"


Marwah/"kayak saya gak bisa kasih persentasi begini"


Putri/"apa ada yang kurang??"


Marwah/"bukan, tapi saya benar-benar tidak dapat feel dalam membuat persentasi bak aladdin" ucapnya seraya menyimpan semua berkas-berkas diatas meja rapat itu.


Jova/"jadi gimana mbak?? karena siang ini pak Erwin pihak rekanan ingin melihat hasil kerja tim manajemen perhotelan" ucapnya cemas.


Marwah/"kalo begitu, biar saya ketemu pak Erwin, saya akan menjelaskan semua"


Putri/"tapi mbak!! hal itu terlalu riskan untuk perusahaan kita" khawatir


Marwah/"lebih baik jujur dari pada bertahan diatas kebohongan"


Jova/".....?"


Marwah/"kita pikirkan nanti setelah mendapat respon pihak rekanan"


Putri/"yakin mbak??"


Marwah mengangguk yakin, dan ia bangun dari kursi kerjanya untuk keluar dari ruang rapat itu. Dan menuju lift yang diikuti oleh Jova dan putri.


🍃🍃🍃🍃


Satu jam kemudian, ketiganya sampai di gedung perusahaan Aritama yang terlihat memiliki 6 lantai. Dan ketiganya masuk menuju resepsionis.


Setelah beberapa rangkaian administrasi diresepsionis, ketiganya pun menuju lantai 5 yang merupakan ruang kerja atasan Aritama.


Marwah terlihat tidak begitu santai, karena kali ini ia bertemu dengan orang penting dari perusahaan ternama. Jova tengah sibuk membalas pesan pak Eza yang terkejut mendengar kabar bahwa Marwah akan bertemu langsung dengan direktur Aritama.


Putri/"jov kenapa??"


Jova/"pak Eza marah!!" ucapnya khawatir.


Marwah hanya mendengarkan namun ia tak memberi respon.


Putri hanya bisa menghela nafas panjangnya. Disatu sisi ia menyesal ikut keputusan Marwah. Disisi lain ia setuju dengan pendapat Marwah untuk jujur bahwa mereka belum siap untuk persentasi siang ini karena Marwah baru masuk kembali.


Jova/"sepertinya kita tak bisa bertemu dengan pak Erwin, pak Eza meminta kita untuk menunggu"


Marwah/"begini, biar saya bertemu pihak rekanan , karena masalah ini berawal dari saya" ucapnya yakin.


Dan pada akhrinya Marwah pun berada dilantai 5, yang terlihat hening dengan beberapa karyawan yang tengah sibuk didepan komputer masing-masing. Dan ia mencoba mendekat pada satu meja kerja.


Marwah/"maaf, ruangan pak Erwin dimana yaa??"


Karyawan 1/"disebelah sana dekat ruang rapat" ucapnya ramah...


Marwah/"terima kasih" balasnya sopan.


Lalu ia pun berjalan sampia ke ruangan direktur Aritama yang terlihat sunyi. Dan tak sengaja ia berpas-pasan dengan seorang pria yang tengah serius melihat tabnya sehingga menabrak Marwah. Yang dibalas kaget oleh wajah Marwah yang terlihat terkejut pada pria yang menabraknya.

__ADS_1


Sekertaris Chandra/"Marwah??"


Marwah/" mas Chandra??"


Dan uluran tangan Sekertaris Chandra pun disambut senang oleh Marwag yang gugup.


Sekertaris Chandra/"lama tidak bertemu??kamu sedang apa disini??"


Marwah/"ah iyya mas, hhmm Marwah mau ketemu dengan pak Erwin, seperti belau tidak ada ditempat ya??"


Sekretaris Chandra/"waah, ada apa kamu cari pak Erwin??" ucapnya tersenyum senang.


Marwah tak bisa menjawab, ia sedikit ragu untuk menjelaskan perihalnya datang keperusahaan Aritama.


Marwah/"mas sendiri kok bisa ada disini??"


Sekretaris Chandra/"mas kerja disini, dan mas Sekertaris pak Erwin"


Marwah terkaget, dan dengan cepat meraih tangan Sekertaris Chandra.


Marwah/"ya Tuhan, ini benar-benar bagus!!" ucapnya yang seketika lega dan senang. Namun Sekertaris Chandra melihat dengan wajah bingung.


"bisa gak mas Chandra bantu Marwah"


Sekertaris Chandra/"????"


Dan tak lama Marwah menceritakan kisah singkah mengapa ia bisa sampai ingin bertemu direktur Aritama. Dan hal itu disambut tercengang oleh Sekertaris Chandra.


Sekertaris Chandra /"jadi kamu orang yang sudah membuat pekerjaan mas bertambah padat" ucapnya kaget.


Marwah/"maaf mas" ucapnya sedikit tersenyum simpul.


Sekertaris Chandra hanya menghela nafas panjangnya. Ia benar-benar tak menyangka Marwah teman SMA adiknya Sintya laah yang menjadi tim manajemen perhotelan yang telah dengan sukses membuat atasanya marah-marah selama 2 bulan ini.


Sekertaris Chandra/"lebih baik kamu tunggu pak Erwin didalam, mungkin sebentar lagi ia akan kembali dari hotel yang akan kamu tangani"


Marwah paham dan berlahan ia mengikuti Sekertaris Chandra untuk masuk kedalam ruangan yang terlihat nyaman. Ia sedikit terkaget dengan ruangan yang moderen khas anak muda.


"jiwa mudanya kerasa banget, kira-kira apa umurnya sebaya papa yaa??" gumamnya dalam hati yang menerka-nerka bagaimana sosok pak Erwin pemegang perusahaan yang sangat bagus profil company di media masa 1 tahun yang lalu.


Namun sorot mata Marwah terkaget menemukan kotak kue dr. Dessert berada di atas meja ruangan itu.


"waaah, apa bapak ini pengemar dr. Dessert??" gumamnya dalam hati.


Sekertaris Chandra/"duduk lah, kamu ingin minum apa??"


Marwah/"hhmm, gak usah mas"


Sekertaris Chandra/"kalo begitu mas suruh OB sediakan air mineral untuk mu yaa" ucapnya seraya hendak meninggalkan Marwah didalam ruangan atasannya.


Marwah hanya bisa membalas dengan senyum pada mas Chandra. Dan tinggal lah ia sendiri didalam ruangan tersebut.


🍃🍃🍃


Tampa disadari waktu berlalu begitu saja hingga Marwah menunggu 1 jam lebih didalam ruangan yang sunyi itu. Dan Marwah mulai terlihat bosan, ia pun melihat rak perpustakaan mini yang mengusik pandangannya karena terlihat rapi dan buku-buku itu terlihat menarik bagi Marwah.


Ia pun mulai beranjak dari duduknya untuk melihat rak buku itu lebih dekat. Namun ketika Marwah hendak meraih satu buku, terdengar derap langkah yang mendekat kearah pintu.

__ADS_1


Dan Klak..


Pintu itu terbuka dan Marwah menoleh melihat kearah pintu dan terlihat sosok pria yang membuat wajah Marwah terpaku. Namun tidak untuk pria yang menatapnya dengan wajah senang.


Erwin/"akhirnya, sekian lama mencarimu, kau malah berada diruanganku sekarang " ucapnya seolah puas.


Marwah/"anda??" ucapnya tak percaya mengingat sosok pria dimalam itu, kini berada dihadapannya.


Erwin/"lama tidak bertemu nona cinderella!!"


Marwah hanya bisa terpaku dan ia sedikit ragu.


Sekertaris Chandra/"anda kenal??"


Erwin mengangguk dan ia masuk kedalam ruangan itu dengan santai seraya sorot mata Marwah mengikuti gerak gerik Ewrin yang kini duduk disofa.


Erwin/"jadi, bagaimana anda bisa sampai disini??" ujarnya menatap pada Marwah yang tak bergeming.


Sekertaris Chandra/"Ma.." ucapnya terpotong oleh gerak tangan Erwin yang menyuruhnya diam.


Erwin/"sekertaris Cha, bisa kau keluar!!" ucapnya datar tampa mengalihkan pandangannya pada Marwah.


Dan tanpa ragu Sekertaris Chandra paham dan langsung keluar dari ruangan itu dan meninggalkan bosnya dan Marwah.


Erwin/"jadi bagaimana kau bisa datang kemari?? apa karena ibuku??" ujarnya tajam.


Marwah bingung.


Marwah/"sebelumnya saya meminta maaf, taa..." ucapan Marwah terpotong oleh selaan Erwin yang bangun dan berjalan kearah Marwah yang masih tak bergeming didepan rak buku miliknya.


Erwin/"tapi kau kesini untuk meminta kejelasan soal menikah dengan ku??"


Marwah/"apa?? menikah??" bingung.


Erwin/"apa kau sengaja berpura-pura??"


Marwah mulai menurunkan standar sabarnya. "maksudnya apa sih??" rutunya dalam hati.


Berlahan ia mencoba memejamkan mata dan menghirup udara agar pikirannya sedikit terbuka.


Marwah/"maaf jika anda ingin menyinggung soal kejadian malam itu, saya,,saya benar-benar minta maaf atas prilaku yang tidak menyenangkan. Dan itu terjadi diluar pikiran normal saya." ucapnya sebisa mungkin untuk tenang.


"DAN!! saya kemari ingin bertemu dengan direktur Erwin Aritama untuk membahas pekerjaan!!" ucapnya lagi.


Namun Erwin seketika tertawa lepas.


Erwin/"bukankah sesuatu yang aneh, kau sudah kemari tapi tak mengenal siapa Erwin Aritama??" ucapnya yang terus menatap wajah cantik Marwah.


Marwah/"???"


Dan dengan sigapnya Erwin mengulurkan tangan dihadapan Marwah. Marwah melihat dengan bingung kearah tangan Erwin.


Erwin/"bukankah kau ingin bertemu dengan Erwin Aritama??" ujarnya lagi seraya mengayuhkan tangannya kembali dihadapan Marwah. Marwah seolah ragu, dan ia pun mencoba untuk menyambut jabatan tangan pria didepannya ini.


Erwin pun segera meraih jemari Marwah dengan senang dan menarik wanita cantik ini untuk lebih dekat pada dirinya.


Erwin/"perkenalkan saya Erwin Aritama, pemilik Aritama group"

__ADS_1


Dan seketika wajah Marwah terlihat pucat pasih. Betapa menyesalnya ia kali ini.


__ADS_2