Come A Closer Love

Come A Closer Love
96


__ADS_3

Diruang rawat pasien lain, terlihat Suci yang baru sadar dari pengaruh obatnya. Dan terlihat Tuan Atmadja menatap dengan cemas pada putrinya yang berusaha mengenal sekelilingnya dengan wajah bingung.


" pi..," lirih Suci memanggil Tuan Atmadja, seraya melihat sekeliling ruangan dengan sedikit bingung.


Pria tua itu tak bergeming.


" bagaimana mas Erwin???," tanya Suci dengan berlahan akan bangun dari tempat tidur itu.


" besok tante mu akan tiba," ucapnya Tuan Atmadja dingin.


Suci berhenti dan ia terkejut mendengar ucapan papinya.


" tante Ayu??," tanya Suci pelan.


" ya, pergilah ke Australia, dan lupakan kehidupan dijakarta,"


Suci terkaget dan seolah tak percaya dengan ucapan papinya.


" pi??," seru dengan ekspresi wajah ragunya.


" penyakit kejiwaan mu tak jauh beda dengan mama mu, papi hanya ingin kau hidup dengan sewajarnya,"


" apa maksud papi??? Suci enggak sama dengan mama !!," ucapnya dengan nada tinggi dan menatap tajam papinya.


" SUCI !!," hardik tuan Atmadja


" kamu adalah satu-satunya putri papi, jalani semua dengan sewajarnya, dan lupakan cinta gila mu untuk Erwin," perintah tuan Atmadja yang terluka hatinya melihat putri satu-satunya memiliki penyakit kejiwaan yang sama dengan mendiang istrinya.


" jika bukan karena papi, mungkin Erwin akan memasukkan kamu dalam penjara bersama Toni,"


" apa??,"


" salah papi karena tidak menghiraukan mu, salah papi yang hanya mengandalkan uang untuk membesarkanmu, sehingga kamu menjadi seperti sekarang,"

__ADS_1


" maafkan papi," ucap pria paruh baya itu dengan mendekat lalu dengan wajah penyesalannya ia memeluk tubuh putrinya.


Deg.., jantung Suci berdekat dengan seolah tersayat memendengar ucapan papinya.


" maafkan..," ucapnya kembali dengan penuh sesal.


Suci terpaku memerima pelukan papinya yang tak pernah ia dapatkan selama ini.


" kenapa?," ucapnya lirih terpaku.


" kenapa minta maaf??,"


Pria paruh baya itu pun seolah runtuh segala benteng pertahanannya.


" seharusnya papi tak menyembunyikan semua pada mu, mungkin kamu membenci papi karena dulu sering mengurung mama didepan mata mu,"


Suci terpaku mendengar ucapan papinya.


" enggak, " sahut tuan Atmadja menahan perih hatinya yang terkoyak kembali.


Suci mencoba mereraikan pelukan papinya dengan menatap wajah pria yang kini terlihat tak lagi kuat seperti dulu.


" mama mu tidak sakit, tapi jiwanya yang sakit, ia memiliki penyakit kejiwaan dengan selalu berhalusianai papi memiliki wanita lain,"


Jleb..seolah petir disiang bolong Suci mendengar ucapan papinya.


" kecemburuan yang tak beralasan jiwa obsesinya yang luar biasa, hingga hampir mencelakakan orang yang ia curigai," jelasnya dengan bernelangsa.


" bohong," sahut Suci tak percaya.


" segala piskiater telah papi cari untuk mengobati mama mu, tapi semua tak ada gunanya, sehingga jalan satu-satunya hanya mengurung mama mu, namun papi tidak menyangka, hal itu malah memperburuk keadaan, sehingga mama yang stress bunuh diri dengan menyayat lengannya sendiri, " ucapnya dengan nada berat.


Tanpa terasa air mata Suci jatuh, hatinya sakit mendengar kenyataan. Ia tak bisa berkata-kata, ingatannya waktu kecil pun seolah terputar kembali. Bagaimana siang itu jadi siang yang mencengkam, ketika para suster jaga dibuat histeris melihat nyonya Atmadja bersimbah darah dilantai kamar.

__ADS_1


Semua terekam jelas di mata Suci. Ia tak bisa memahami situasi macam apa saat itu, namun ketika para pelayan silih berganti masuk kekamar mamanya yang telah bersimbah darah, disaat itu lah Ia pun dibuat trauma hingga tak bisa berbicara hampir 1 tahun lamanya.


" papi tau perasaanmu dan papi takut kehilangan kamu,"


Tuan Atmadja memeluk kembali putrinya yang terguncang.


" kamu harus bisa sembuh, jadi ikut lah tante Ayu, dan lupakan semua, jalani hidup baru mu,"


Suci bereaksi dengan menolak tubuh papinya.


" bagaimana bisa Suci meninggalkan mas Erwin?? itu gak mungkin pi, mas Erwin sedang sakit, Suci gak bisa.., dia segala-galanya untuk Suci?" ucapnya dengan bersikeras.


Namun dengan hati sakit tuan Atmadja pun menguncang tubuh putrinya dengan frustasi.


" DIA TAK MENCINTAI MU, dan selamanya bukan milik mu !!!," hardik tuan Atmadja pada Suci.


Dan suci pun terguncang dengan reaksi keras papinya yang selama ini selalu mengikuti semua kemauannya.


" ada batas jika kau menyukai seseorang dan ada batas jika orang tersebut tak membalas cinta mu, sadar lah nak.., sadar laaah...," ucap tuan Atmadja yang akhirnya menitikkan airmata kesedihan.


Air mata Suci mengalir dalam isak diamnya.


" kamu gak akan sendiri, papi.., papi juga akan menemanimu, kita tinggalkan semua, dan kamu harus bisa memulai hidup yang baru disana,"


" turuti perkataan papi, hmmm," pinta tuan Admadja menatap kedua bola mata putrinya yang mèmiliki tatapan yang sama dengan mendiang istrinya dulu.


" apa Suci bisa??," sahut Suci lirih.


" kau pasti bisa, papi akan terus mendukung mu" ucapnya dengan memeluk putri yang terguncang.


" kali ini papi akan terus bersama mu,"


Desiran suara isak tangis Suci pun pecah didalam pelukan tuan Atmadja. Ia pun membalas pelukan pria yang menerima dirinya apa adanya, pria yang selalu memberikan semua untuk dirinya, dia adalah papi. Satu-satunya pria yang akan memberikan segala cintanya dan maafnya tanpa pambrih untuk putrinya yang selalu melakukan kesalahan.

__ADS_1


__ADS_2