Come A Closer Love

Come A Closer Love
76


__ADS_3

Disepanjang jalan pulang terdengar sayup-sayup lagu Andmesh Kamaleng- jangan ubah takdirku yang terus diputar dalam mobil Erwin. Dan Marwah yang kini berada di mobil Erwin pun, terlihat terus memandangi cincin pemberian Erwin. Sesekali ia tersenyum pada cincin tersebut yang membuatnya terus berbunga-bunga.


Erwin yang sedang serius menyetir pun jadi ikut melirik pada Marwah yang diam namun wajahnya terus terbingkai senyum bahagia.


" kamu kenapa???,"


Marwah terkaget lalu menoleh pada Erwin dan seketika senyum yang sama ia berikan pada Erwin yang kembali melihat pada depan jalan dengan serius fokus.


Marwah bergeming, pelan ia akhir mendekat pada sisi lengan Erwin dan meraihnya dengan manja.


" makasih ya mas," ucapnya seraya menjatuhkan kepala pada sisi lengan Erwin.


Erwin tersenyum senang karena Marwah bahagia, pelan ia pun menjatuhkan ciuman sayang pada kepala Marwah yang kini bersandar pada sisi lelangannya.


" Marwah masih ngerasa ini mimpi," ucapnya seraya melihat kembali pada cincin dijari manisnya.


Erwin tersenyum.


" tapi.., bagaimana mas bisa buat ini semua??," tanya Marwah penasaran dan melihat pada Erwin..


" Rahasia," jawab Erwin santai membalas tatapan Marwah.


" ikh gitu banget sih," ujarnya yang sedikit ngambek.


Erwin malah terlihat senang Marwah cemberut.


" jika mas ceritain, itu gak akan jadi kenangan mas," celetuknya santai ketika laju jalan mobil pelan karena terlihat lampu merah.


" iyya juga sih, tapi dalam satu malam?? kok bisa??," ujar Marwah heran


" ya aladdin aja bisa, masa mas enggak," jawabnya santai dengan memperhatikan lampu merah yang masih ada sisa berhenti 35 detik lagi.


Marwah tersenyum kecil lalu mengangguk pelan seolah meng iyakan jawaban Erwin yang diluar nalar.


" hhmm, kalau gitu Marwah yasminanya donk" celetukanya tersenyum lucu.


" gak boleh," sahut Erwin cepat seraya mulai melajukan laju mobilnya yang harus bergerak karena lampu hijau.


Marwah terlihat bingung.


" kenapa?? mas aja bisa jadi aladdin, masa Marwah gak bisa jadi yasmin" celetukanya lagi dengan heran.


" mas maunya sama Marwah bukan yasmin," sahutnya santai namun serius.


Marwah terperanjah dan relfek bangun dari sisi lengan Erwin dan menatap tak percaya pada pria ini.


" ckckck, cuma loh, bukan beneran?" ucapnya menjelaskan.


" iyya tapi nama yang ada di hati itu cuma Marwah, Marwah dan akan tetap Marwah, jadi maaf maaf aja kalau kamu mau jadi yasmin ya silahkan, tapi itu bearti kamu bukan orang yang mas cari, " jawabnya yang membuat Marwah tak bisa berkata-kata.


Marwah hanya bisa tersenyum lucu. Lalu ia memegang kepalanya seolah tak habis pikir dengan jawaban kacau Erwin.


" udah ah, Hhmm, kita berdua udah capek jadi stop bahas yang gak nyambung ini, oke," pinta Marwah seraya melihat pada jalan raya yang sedikit padat.


Erwin tersenyum, dan ia pun melihat sekilas Marwah yang kehilangan senyum senang nya tadi. Pelan tangan Erwin meraih jemari Marwah yang berada dipangkuannya dan membalikkan tangan Marwah agar jemarinya bisa masuk disela-sela jemari Marwah. Lalu Erwin menarik jemari Marwah dan ia menjatuhkan ciuman di punggung tangan Marwah.


Cup..


" Terima kasih sayang, mas hari ini senang, karena kamu,"


Marwah terteguh.


" Kamu segala-galanya," ..


" mas..,"

__ADS_1


" kedepan kita gak akan tau, tapi nanti, mas ingin kamu terus bisa menguatkan mas, seperti ini..," ujar Erwin dalam dan jamarinya menguatkan tangan Marwah.


Marwah hanya menata Erwin seolah pria ini bernelangsa jauh. Marwah tersenyum simpul, lalu menarik tangan keduanya dan ia pun menjatuhkan ciuman pangan punggung tangan Erwin, sehingga Erwin reflek menoleh kaget. Dan terlihat Marwah merubah posisi duduknya sehingga menghadap pada Erwin, lalu seketika ia pun bernyanyi dengan membuat tautan tangan mereka seperti mic.


" Tuhan, kucinta dia


Kuingin bersamanya


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir," Marwah bernyanyi seolah mengikut reff pada lagu Andmesh Kamaleng yang pas mengalun dan seolah-olah ia merayu Erwin.


Sontak Erwin pun tertawa lucu, dan akhirnya ia pun ikut bernyanyi bersama Marwah seraya membawa tautan tangan keduanya pada dadanya.


Dan mereka pun menyanyikan lagu itu lagi, hingga tak lama laju mobil Erwin tiba didepan toko dr. Dessert.


Erwin memperhatikan toko dr. Dessert yang telah tertutup seraya melihat pada jam tangannya yang menunjukan jam 9 malam.


" toko kamu memang jam 9 udah tutup yaa??,"


" Iyya," jawab Marwah seraya mencoba meraih tas nya dan sebuah tas kecil.


" kenapa??," tanya Marwah balik.


" ah, enggak..," jawab Erwin ragu lalu ia menoleh pada Marwah yang terlihat masih bersiap-siap untuk turun.


Dan tiba-tiba aktifitas Marwah berhenti seolah wanita itu melihat sesuatu dengan kaget didalam tasnya.


" kenapa??,"


" mas..,"


" maaf," ujar Marwah sedih.


" kenapa?," tanya Erwin cemas.


Lalu Marwah mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yang ternyata toples kecil.


" gimana ini?? cookiesnya hancur," ucapnya sedih.


Erwin yang mendengarkan hal itu reflek menghela nafas panjangnya.


" huuuuftt, kamu ini, bikin jantungan aja," ucapnya seolah lega.


" gimana donk, kan awalnya ini mau kasih untuk mas, tapi malah hancur begini cookiesnya, " jelas Marwah cemeberut. Namun dengan cepat Erwin mengambil toples itu dari tangan Marwah.


" udaaaah, ini masih bisa dimakan kok," ujar Erwin.


Wajah Marwah tetap tertekuk, lalu ia mengambil kembali toples itu dari tangan Erwin.


" besok, besok Marwah bawa yang baru.., hhmm," ucapnya pada Erwin.


" selamat Malam, mas.." ucap Marwah tersenyum seraya turun dari mobil Erwin.


Lalu Marwah berjalan menuju tangga terah tokonya dan meraih kunci toko yang berada di sisi kantong tas luar lalu segera mencoba membuka pintu besi tokonya itu. Dan setelah terbuka Marwah kembali membuka pintu kaca toko yang terlihat lampu toko sedikit remang, lalu ia masuk perlahan kedalam toko seraya akan menutup pintu kaca itu. Namun tiba-tiba pintu itu tertahan.


" Marwah," panggil Erwin yang ternyata menahan pintu kaca itu tertutup.


"mas??," Marwah terkaget melihat Erwin yang ikut masuk kedalam toko dan terlihat pintu kaca itu pun tertutup kembali sehingga keduanya berada didalam dengan saling menatap.

__ADS_1


" Ada apa??," tanya Marwah bingung dengan melihat wajah Erwin tersenyum pada dirinya. Pelan Erwin mengambil toples mini tadi dari tangan Marwah, lalu kemudian tangannya yang satu lagi dengan cepat meriah wajah Marwah dan ia pun menjatuhkan ciuman pada bibir Marwah yang ranum.


Marwah pun kembali terkaget menerima pangutan dari Erwin, namun perlahan ia membalas ciuman dalam Erwin dengan sama-sama mencium dalam bibir Erwin.


Pelan Erwin mendorong langkah Marwah untuk merapa pada sisi dinding dekat rak roti. Sesaat ciuman itu terreai dengan nafas keduanya saling menderu. Dan terlihat Erwin tersenyum pada Marwah dengan menatapnya dalam seraya merapikan rambut Marwah yang membingkai indah wajah cantik wanitanya.


" sedari tadi sudah mas tahan, tapi kamu gak mau mencium mas duluan," ujar Erwin dengan nafasnya masih memburu.


" boleh sekali lagi?," pinta Erwin pada Marwah.


Marwah tersenyum hangat pada Erwin lalu ia menjatuhkan tasnya lalu tangannya meraih bahu Erwin seraya sedikit menyinjit Marwah pun mengecup bibir Erwin dengan cepat.


Erwin terkesiap, seolah itu tanda setuju dari Marwah. Ia pun tak ragu lagi untuk memeluk pinggang wanitanya dan kembali berpangutan mesra dengan Marwah. Keduanya berciuman cukup lama dikali kedua, seolah itu batas yang bisa mereka lakukan.


Pangutan dalam itu pun terjadi indah dengan saliva keduanya bercampur satu sama lain. Sama-sama membalas dan membalas ciuman dalam itu, hingga perlahan Erwin mererai ciumannya dari bibir Marwah yang perlahan membuka matanya dengan berbinar.


" sepertinya harus cukup, jika tidak, mas bisa gak pulang malam ini?" ujar Erwin mengoda dengan nafas keduanya masih menderu.


Marwah hanya tersenyum, dan reflek tangannya mencubit manja pinggang Erwin. Dan Erwin pun reflek menahan tangan Marwah yang berhasil ia tahan.


" sakit sayang," ucapnya manja seraya menjatuhkan ciuman pada kening Marwah.


Marwah malah tertawa kecil.


Dan Erwin pun perlahan melepaskan pelukannya dari Marwah.


" istirahatlah, besok mas jemput kamu telat, karena kita akan cek hotel bersama Franks, besok siang" jelasnya pada Marwah.


" baik Direktur," jawab Marwah sigap.


Erwin terperanjah.


" hah? dasar karyawan nakal," ucapnya dengan memberikan usapan sayang pada kepala Marwah dan perlahan berjalan menuju pintu kaca toko Marwah.


" hati-hati ya mas, love you," ucap Marwah yang membuat Erwin kaget dan berbalik badan.


Lalu dengan sayang meraih kepala Marwah dan menjatuhkan ciuman sayang dikening Marwah lagi.


" love you too, Marwah," balasnya dan perlahan ia meninggalkan Marwah .


💞💞💞


Hallo sahabat.


Kumawoyo yorobune, saya ucapkan terima kasih banyak.. part kemarin sungguh luar biasa responnya. Dan saya jadi ingin nagis haru, mohon ijin nangis dulu # 😭😭😭😅😅


baca komentar kalian yang luar biasa membuat saya jadi semangat nulis.. terima kasih support sistemnya, karena memang tulisan ini tercipta karena dukungan teman-teman semua yang luar biasa antusias.


Jangan lupa untuk selalu beri komentar like dan bintang ditiap part yaa, dan bila sahabat mau bermurah hati memberikan poin agar rangkingnya tetap stabil..


Duh kalian memang luar biasa.. mas Erwin cinta deh.


😘😘😘


Sampai ketemu dipart berikutnya.


Intermezzo


" ayo sayang kita foto yang bagus, biar temen-temen tambah baper," ujar Erwin.


" oke sayang," sahut Marwah mulai berpose gemes.


Cekrek.. 😆😆😆🥰


__ADS_1


__ADS_2