Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 101. Pesta Pernikahan.


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian Pak Tris tiba di Kediaman Heru, diapun disambut hangat oleh seluruh keluarga dan juga semua tamu yang masih berada disana.


Kejadian besar yang terjadi di Kediaman Heru dan berita penangkapan Satya akhirnya sampai di telinga wartawan dari berbagai stasiun televisi negeri maupun swasta, mereka pun berbondong-bondong mewancarai Pak Tris.


***


Di Kamar Caca.


Sementara itu Caca masih mengkhawatirkan Pak Tris karena dia masih belum mendapat kabar mengenai beliau. Hingga pada akhirnya seorang penjaga Caca meminta dirinya untuk menonton berita secepatnya.


"Nona, lihatlah berita hari ini di televisi!" pinta orang tersebut, dan tanpa bertanya lagi Caca menyalakan layar besar dihadapannya.


Tanpa butuh waktu lama Caca menyalahkan TV itu dan dirinya dibuat terkejut ketika Pak Tris tengah diwawancarai oleh wartawan dari berbagai stasiun televisi dalam siaran langsung.


"Iya benar pria yang bernama Satya itu telah ditangkap dan itu semua berkat kerjasama dari berbagai pihak."


Pak Tris juga mengatakan sesuatu yang membuat semua orang yang mendengarnya tersentuh dan menangis haru, tentang perbuatan Satya yang kejam, perjalanan panjang serta perjuangan keras dan pahit hingga momen bahagia seorang gadis yang akan terjadi sekarang ini.


Mendengar berita tersebut sontak saja membuat Caca menangis bahagia, dia pun menangis tersedu-sedu dan hal tersebut membuat team make up mengernyitkan dahi dan menyengir seperti kuda karena harus membetulkan kembali riasan di wajah pengantin satu ini .


"Pak Tris terima kasih ... terima kasih banyak!" ucap Caca penuh haru.


***


Sementara itu persiapan acara pemberkatan pernikahan yang tertunda akhirnya telah siap, mereka menantikan Pak Tris membawa Caca untuk turun dan memulai ritual suci dan sakral tersebut.


"Tris ayo kita mulai sekarang, bawalah Caca kesini." Ajak Pak Heru memulai acara.


Pak Tris menuju kamar Caca, diapun menghela nafas dan tersenyum bahagia seperti ada sesuatu kelegaan di dalam hatinya.


"Akhirnya, semua telah berakhir. Aku berharap hanya akan ada kebahagiaan setelah ini."


"Kre...eek!"


Pintu itu terbuka dan Caca menoleh ke arah pintu kamarnya, dia pun senang karena Pak Tris telah hadir untuk menjemputnya.


Pak Tris mendekat kemudian mengulurkan tangan dan mengandeng tangan Caca lalu pergi menuju tempat yang akan menjadi saksi pengikatan janji suci dirinya dengan Nael.


Selama Pak Tris menggandeng tangan nya, Caca selalu tersenyum bahagia. Tanpa terasa dirinya terus menitikkan air mata, dengan terus memandangi wajah Pak Tris Caca bergumam dalam hati.


"Pak Tris, terima kasih atas pengorbanan mu, semuanya yang telah engkau berikan kepadaku, baik itu perhatian dan juga kasih serta cinta mu yang tulus kepadaku. Aku tidak akan pernah melupakannya."


Caca mengingat ketika pertama kali dirinya bertemu dengan Pak Tris, sosok penuh wibawa dan tanggung jawab ini yang telah menemaninya hingga mengantarkan dirinya bertemu dengan sang pendamping hidup.


***


Setelah sampai di depan altar Pak Tris menyerahkan Caca kepada Nael, dia terharu saat tangan halus tersebut dia berikan kepada pria yang akan menjadi pendamping hidupnya Caca.


"Aku serahkan Caca kepadamu Nael, harap jaga dia baik-baik, dia sudah ku anggap sebagai putri sendiri, cintailah dia setulus hatimu."


"Baik Pak Tris, saya berjanji," ucap Nael dengan bersungguh-sungguh.


Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sumpah dan janji setia. Penyematan cincin pernikahan dan ucapan penutup dari pendeta yang menyatakan jika Nael dan Caca adalah pasangan suami istri yang sah.


Semua bersuka cita dalam acara tersebut, Nael dan Caca tersenyum dan tertawa bahagia bersama. Perjuangannya telah berakhir, diapun menatap wajah suami nya yang begitu tampan, begitu pula Nael yang tiada henti menatap wajah Caca istri sah nya yang begitu cantik.


Dia pun tidak ragu lagi menunjukkan kemesraan didepan umum. Nael yang bahagia merangkul pinggang ramping sang istri sedangkan Caca mengalungkan kedua tangan di leher sang suami, mereka saling tersenyum dan saling mendekatkan wajah hingga sebuah ciuman pun tercipta. Sebuah ciuman mesra dan kebahagiaan dari pasangan pengantin baru.


"Prok! prok! prok!"

__ADS_1


Gemuruh suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka. Mereka saling melepaskan ciuman dan menatap wajah satu sama lain dan kemudian menyatukan kembali bibir mereka berdua dengan begitu dalam, hingga semua tamu yang melihatpun menjadi malu dan senyam-senyum sendiri.


"Ehem! Sosor terus!" sahut Lista dari kejauhan yang membuat pengantin baru ini pun segera melepaskan ciuman mereka karena lupa diri.


Semua yang berada di sana sontak tertawa, sedangkan Caca langsung menunduk malu dan sedikit merona di bagian wajahnya.


Nael yang melihat Caca sedang menunduk malu kemudian berkata dan berbisik di telinganya, "Oke kita lanjutkan nanti di dalam kamar ya, aku ingin kita melakukan hal yang lebih dari pada ini. Lebih tepatnya memadu kasih di malam pertama." Nael menaikkan alisnya berkali-kali sambil tersenyum menatap kekasihnya penuh arti dan ucapan tersebut sukses membuat sekujur tubuh Caca merinding lemas.


"Dag dig dug! dag dig dug!"


Seketika itu pula jantung Caca berdebar hebat, apalagi ketika Nael terus saja menggoda dirinya dan menatap dengan wajah seperti menginginkan sesuatu dari dirinya yaitu sesuatu yang biasa dilakukan oleh pasangan pengantin baru.


"Glek!" Caca menelan ludahnya susah payah.


Nael terus menertawakan Caca yang panik dan ketakutan diapun terlihat gugup dihadapan suaminya itu.


"Sudah ... sudah! jangan membuat Caca takut!" ucap Pak Heru kepada Nael.


Caca menghela nafas, kemudian mencubit perut Nael karena telah menakutinya dengan kata-kata yang membuatnya merinding tak karuan sedangkan pria tampan ini hanya mesam-mesem saja melihat Caca.


"Oke sekarang istirahatlah, sebentar lagi pesta kalian akan dimulai," ucap Valen mengajak Caca kembali ke kamar nya untuk mengganti gaun pernikahan.


"Oke, mari kita pergi," balas Caca lalu secepat kilat meninggalkan Nael yang masih berdiri di altar pernikahannya.


Nael memandangi Caca dari belakang sesekali wanita itu menengok ke arah Nael dengan wajah sedikit takut tapi menggemaskan, sambil tersenyum Nael berkata dalam hati.


"Tunggu sampai malam itu tiba, aku tidak akan melepaskan mu Carisa."


***


Pada malam hari.


Pesta pernikahan mereka akan segera berlangsung, para tamu juga sudah mulai bermunculan dan dengan setia menunggu acara tersebut dimulai.


Anthoni dan Gunawan termasuk tamu yang datang pada malam itu, mereka tersentuh dengan perjuangan Caca yang begitu rumit dan sulit dimasa lalu. Mereka pula turut bersuka cita ketika mengetahui dirinya kini telah menghadapi hari bahagia dan hal tersebut semakin menambah rasa penasaran mereka untuk melihat Caca.


"Si Nael bocah tengik itu, berhasil mendapatkan Caca kita. Lihat saja nanti pesta kali ini kita akan membuatnya tidak bisa berduaan dengan tenang."


Mereka pun cekikikan dan membuat rencana usil untuk mengerjai Nael saat dansa nanti


***


Jam menunjukan pukul 19.00 WIB, waktu pesta telah dimulai, para tamu menunggu pengantin wanita untuk hadir.


Beberapa saat kemudian Caca mulai menampakan wujudnya, dengan anggun dia menuruni anak tangga secara perlahan dan di iringi oleh para bride maids yang tak lain dan tak bukan adalah teman-temannya Caca. Mereka nampak bahagia dan tersenyum mengiringi Caca di hari bahagianya.


Semua mata tertuju kepada pengantin wanita, mereka semua tercengang dengan kecantikan wanita satu ini. Anthoni dan Gunawan serta para jomblowan tersebut menelan ludah secara bersamaan.


Dalam hati mereka terasa panas dan sedikit kesal dengan Nael, kemudian mereka kembali mengerutu, "Pantas saja Nael tidak membiarkan kita melihat atau mendekati Caca, ternyata Caca begitu cantik dan manis." Mereka kembali memandangi Caca sambil mulut yang terus menganga.


Begitu pula dengan Nael yang terus memandangi Caca tiada henti, dengan wajah tampan mengenakan jas hitam berdasi Nael melihat Caca menuruni anak tangga.


Caca telah turun, semua tamu kemudian berkumpul untuk melihat lebih dekat pasangan pengantin ini. Semua pun terkagum-kagum dengan keserasian dari pasangan pengantin ini.


"Mereka serasi sekali!"


"Apa mereka itu manusia?"


"Kenapa pacarku tidak setampan itu!"

__ADS_1


"Mengapa wanitanya bukan istriku!"


"Aku mau selingkuh 2 menit!"


"Ah dadaku sesak melihat mereka!"


Begitulah ucapan para netizen iri, ketika melihat Caca dan Nael yang tengah bersanding berdua dan pengantin ini tidak menghiraukan ucapan-ucapan tersebut. Mereka terus berjalan maju menuju pelaminan sesekali memandangi wajah satu sama lain.


Semua tamu mengucapkan selamat kepada Nael dan Caca, tak lupa memberikan selamat juga kepada Pak Heru beserta keluarga. Ibu dan Nenek juga tidak luput dari ucapan selamat dari para tamu.


"Selamat Pak Heru, anda telah memiliki menantu cantik. Mengapa tidak bilang kalau Caca putri Djuanda adalah kekasih putramu?"


Mereka lalu mengajak Pak Heru dan Pak Tris berbincang dan mereka tak lupa menyuguhkan banyak pertanyaan yang membuat Pak Heru dan Pak Tris kepusingan.


Sama seperti saat ketika mereka baru mengetahui putri Djuanda yang masih hidup, begitu pula kehebohan mereka saat mendengar Caca menikah dengan putranya. Tetapi apapun alasannya mereka tetap merestui hubungan keduanya.


***


Acara selanjutnya Nael dan Caca melempar bunga, membuat jomblowan dan jomblowati berkumpul disatu titik dan bersatu padu merebutkan bunga tangan dari pengantin.


"Oke! 1 ... 2 ... 3!" teriak MC.


Caca dan Nael melempar bunga tersebut lalu jatuh tepat di tangan teh Mul. Tepuk tangan bergemuruh dan tawa bergema dimana-mana, apalagi Ahmad yang datang dengan tiba-tiba mendekati Mul dan menunjukkan sesuatu.


Dengan berlutut ala pangeran Ahmad kemudian menunjukkan sebuah cincin dan berkata, "Mul, maukah kau menikah dengan ku?"


Semua histeris bahagia, kemudian Mul dengan cepat mengiyakan pengajuan lamaran dari Ahmad dan itu membuat semua yang menyaksikan turut senang dan bertepuk tangan.


Tiba acara selanjutnya Valen seperti biasa ingin mengadakan pesta dansa, diapun mengajak siapa saja untuk maju dan berpastisipasi.


"Mari kita mulai mengerjai Nael," ucap Anthoni kepada yang lainnya dan mereka mengangguk kompak seperti mengerti.


Nael mengulurkan tangannya kepada Caca dan saat Caca mengulurkan tangan secepat kilat tangan itu di sambar oleh Anthoni.


"Maaf Nael ijinkan aku berdansa dengan Caca malam ini." Anthoni tersenyum lalu mencium punggung tangan Caca dan mengajaknya ke aula dansa.


Nael yang cemberut hanya bisa melihat dari kejauhan saat istrinya di ambil orang. Tetapi melihat Caca yang senang, Nael pun mengijinkannya.


Nael juga harus menerima ajakan dansa dari wanita-wanita lain yang sudah lama mengidolakannya.


Lagu pertama telah habis, sekarang Nael yang ingin berdansa dengan istrinya. Tetapi Gunawan dengan cepat menyingkirkan tangan Nael lalu berdansa dengan Caca.


"Maaf Nael, kau masih bisa lain kali. Tetapi malam ini biarkan lah kami para jomblo man menikmati berdansa dengan Caca kami."


Seketika itu Nael kembali menekuk wajah tampannya, dengan kesal dia mengerutu. "Apa? Caca kami!"


Gunawan telah selesai, tetapi para jomblo ini tidak membiarkan Nael mendekati istrinya sendiri.


"Sekarang giliranku yang berdansa dengan wanita cantik ini."


Begitulah seterusnya hingga satu album lagu habis di putar. Semua tertawa melihat Nael yang kesulitan mendekati Caca, begitu pula Caca yang tertawa senang seperti meledek karena teman-teman Nael berhasil mengerjai suaminya itu.


Nael tersenyum penuh arti saat melihat Caca tertawa senang, kemudian mendekati Caca dan menatap tajam istrinya itu. Nael memberikan kode jika malam nanti Caca akan mendapatkan hukuman. Dengan berbisik di telinganya ucapan dari Nael membuat Caca kembali bergidik ngeri.


"Sebentar lagi akan tiba. Siap atau tidak, persiapkanlah dirimu!" ucap Nael lalu mengedipkan sebelah matanya kepada Caca.


"Glek!"


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2