Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 57. Mencari


__ADS_3

Perlahan lahan seseorang muncul dari balik tubuh Pak Tris membuat semua orang yang berada di ruang Nael menjadi penasaran dan ketika orang tersebut menampakan wujud nya, Nael dan Sandy langsung berdiri tanpa aba-aba.


"Carisa!"


"Nona Caca!"


Kata Nael dan Sandy bersamaan.


Caca tak lantas masuk ke dalam dia hanya berdiri di depan pintu dan tersenyum kepada Sandy. Sandy dengan cepat menghampiri Nona muda nya itu. Raut wajah Caca yang tadinya takut menjadi senang melihat Sandy yang berada di dekat nya.


"Sandy! kamu ada bawa kabar apa?" tanya Caca penasaran.


"Kabar baik! Bibi minarsih sudah sampai di desa dengan selamat dan sudah berkumpul juga dengan Ibu dan Nenek, mereka disana terlihat sehat semua!" ucap Sandy begitu semangat.


"Syukurlah! terima kasih Sandy," ucap Caca senang.


"Sama-sama Nona," balas Sandy.


"Pak Tris terima kasih karena sudah mengijinkan saya untuk datang kesini, Caca janji setelah ini Caca tidak akan melangkahkan kaki Caca kesini tanpa seijin terlebih dahulu dari Pak Tris."


Nael terkejut mendengar perkataan Caca yang seperti itu.


"Tidak apa Ca, Bapak dengar Sandy datang kesini jadi lebih baik kamu mendengar langsung kabar dari Sandy dan kamu juga sedang mencari sesuatu bukan? cepat cari di sekitar sini! Bapak tunggu kamu di depan ya," ucap Pak Tris.


Nael mengerti mungkin yang sedang dicari mereka adalah foto Caca yang terjatuh tadi. Nael berencana tidak akan mengembalikan foto tersebut kepada Caca.


"Tapi Pak, bagaimana jika ada penyusup yang tahu saya disini?" tanya Caca.


"Tidak ada yang tahu, semua sudah Bapak atur. Makanya Bapak selalu ingatin kamu, kalau ada sesuatu jangan sungkan bilang sama saya, jadi saya bisa atur penjagaan," ucap Pak Tris sambil tersenyum pada Caca.


"Terima kasih Pak Tris." ucap Caca senang.


"Sama-sama. Sandy dan Sonia tolong ikut saya sebentar, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada kalian berdua," kata Pak Tris mengajak Sandy dan Sonia.


"Baik, Pak Tris!" jawab mereka kompak.


Sonia dan Sandy menurut, mereka langsung mengikuti Pak Tris.


***


Diruangan itu hanya tinggal Nael dan Caca berdua, entah kenapa Caca merasa sangat canggung berada dekat Nael. Dia pun menarik nafas dalam memberanikan diri dan segera mencari tujuan awal nya.


"Pak Nael."


Nael diam, dia kemudian mendekati Caca. Entah kenapa dirinya sangat ingin memeluk Caca dengan erat dan tak ingin melepaskan nya. Hati nya takut akan kehilangan Caca.


"Apa Bapak lihat foto saya yang terjatuh?" tanya Caca.


Caca sedikit gugup dengan Nael yang semakin mendekati dirinya. Jantungnya berdetak kencang seperti ingin lepas dari tempatnya itu. Tapi Nael hanya diam membisu. Caca tak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh bos nya tersebut.


Sampai pada saatnya Caca kesal dengan bos nya yang diam saja saat di tanya.


"Awas minggir sana saya mau cari barang penting!" ucap Caca kesal.

__ADS_1


Caca mulai kembali mencari foto berharga nya tersebut, Nael hanya memandangi Caca yang sedang marah dan kesal lalu tersenyum senang karena bisa melihat nya kembali.


"Cari saja sampai puas, kamu tidak akan menemukan nya," ucap Nael dalam hati.


"Apa senyum-senyum! tolong lah bantu cari!" sentak Caca hingga membuat Nael terkaget dan jadi melempem seperti kerupuk kena angin.


"Oke! jangan galak-galak ya," kata Nael mulai membantu mencari foto yang sebenarnya telah dia sembunyikan.


***


10 menit kemudian.


"Kenapa tidak ada dimana-mana? perasaan tadi jatuh di sekitar sini, mau cari dimana lagi coba? di luar nggak ada, masa di sini juga nggak ada!" kata Caca dengan mulut yang terus mengerutu.


Nael senang melihat Caca yang ngedumel seperti itu. Kemudian timbul rencana nakal nya untuk menggoda Caca.


"Ah saya tahu!"


"Tahu apa Pak?" kata Caca semangat.


"Sini coba cari di ruangan saya mungkin ada di dalam sana," kata Nael menunjuk ruang kerja nya.


"Ah masa iya foto saya ada di dalam sana? memangnya foto itu ada kakinya sampai jauh kesana," kata Caca bingung dan berbicara sendiri.


Nael terkekeh mendengar Caca yang begitu lugu, dia senang bisa mengerjai Caca.


"Ya mungkin terbang tertiup angin," kata Nael mencari alasan.


"Angin darimana? ruangannya tertutup begini, jendela dan pintu juga jarang terbuka karena ruangannya ber AC," balas Caca.


"Ya coba aja deh saya cari ke dalam sana, siapa tahu memang terbang kesana!" kata Caca sambil menatap Nael dengan bibir yang mengerucut.


Nael hanya tersenyum senang melihat Caca yang seperti tersebut.


"Ah manis sekali."


Caca akhirnya masuk ke dalam ruangan Nael. Nael kemudian mengekor mengikuti Caca masuk ke dalam. Caca lalu mulai mencari seisi ruangan Nael sampai sudut ruangan nya tak luput dari pencariannya.


Tiba di sudut meja Nael. Caca masih mencari di bawah hingga ke kolong meja Nael, tetapi foto itu tetap tidak di temukan oleh nya. Caca kembali ngedumel. Hingga tanpa sadar kepala nya terantuk dinding di depannya.


"Duk!"


"Aw!"


Caca mengusap kepala nya sambil mengerutu karena kesal.


"Ah bener kan! tidak mungkin foto itu lari kesini, buang-buang waktu saja!" ucap Caca berdengus kesal.


Caca kemudian bermaksud untuk keluar dari ruangan Nael dan mencari nya di luar, tapi Caca tidak sadar dengan Nael yang telah berdiri di belakangnya. Tiba saat nya Caca berbalik badan dirinya terhalang oleh Nael yang sudah berada di tepat dihadapannya.


Caca tak bisa menghindar, sisi sebelah kanan dan belakangnya adalah tembok, sementara sisi di kiri nya meja kebesarannya Nael, dan di hadapannya adalah si Nael yang sudah senyum-senyum saja dari tadi.


"Dag dig dug!"

__ADS_1


Jantung Caca kembali berdegub kencang, entah kenapa Bos nya tersebut bersikap aneh akhir-akhir ini. Caca kembali dibuat panas dingin oleh Bos nya itu, Nael tanpa ragu mendekati Caca hingga dekat sekali, lalu mengulurkan tangan kanannya untuk meraih sesuatu.


"Krekk!"


Nael menarik laci meja kerja nya yang berada di sebelah Caca. Terlihat lacinya terbuka sedikit.


"Permisi," ucap Nael menarik Laci agar terbuka lebar.


Karena laci tersebut terhalang oleh Caca, mau tidak mau Caca mengeser badannya sedikit kedepan ke arah Nael. Tapi sialnya si Nael tidak mau mengalah untuk mundur sedikit atau mengeser tubuh nya, hingga akhirnya tubuh mereka berdekatan hampir bersentuhan.


Caca hanya terdiam pasrah, dia berpikir Nael sengaja melakukan hal itu agar bisa mendekati dirinya.


"Kenapa? saya mau cari foto bukan mau lihat isi laci meja kerjamu!" ucap Caca sedikit kesal.


Nael menatap Caca sambil tersenyum, dan mengerakan matanya ke laci meja nya, seperti menyuruh Caca untuk melihat yang berada di dalam lacinya.


Caca seperti mengerti dengan gerakan mata Nael, diapun menurut untuk melihat isi laci nya Nael. Dan amarahnya diwajahnya seketika memudar dan berubah menjadi senyuman ketika melihat foto nya telah di temukan.


"Ah akhirnya ketemu!" ucap Caca senang.


Wajah Caca kembali masam dan otak nya kembali diliputi rasa kesal.


"Oh, jadi sebenarnya kamu sedang mengerjai dan membohongi saya gitu?" ucap Caca kesal karena merasa di tipu.


"Tidak, saya jujur foto kamu berada di ruangan saya kan? cuma kamu nya saja yang tidak mau bertanya ada dimana," balas Nael.


Caca lalu mengambil foto tersebut dan segera menyimpannya. Nael dan Caca masih saling berdekatan. Caca menatap Nael yang menghalangi jalannya.


"Terima kasih! sekarang boleh Bapak mundur sedikit? saya mau keluar," kata Caca sambil mendorong dada Nael.


Bukannya mundur Nael malah dengan cepat mengenggam tangan Caca yang berada di dada nya itu. Dan menatap Caca dengan gemas.


"Apa sih! tolong lepas tangan saya!" kata Caca dengan nada sedikit meninggi.


Nael masih tidak bergeming, hingga Caca memutar otaknya memikirkan sesuatu.


"Ah itu Pak Tris datang!" kata Caca.


Nael spontan menengok ke arah pintu depan. Caca melihat Nael yang lengah langsung tak menyia-nyiakan nya, dia pun mendorong sekuat tenaga agar tubuh Nael tak lagi menghalangi nya untuk berhasil keluar.


"Yes berhasil!" ucap Caca kegirangan.


Kegirangannya tak berlangsung lama karena tangan Nael yang besar berhasil menangkap tangan Caca kembali.


"Mau kemana? tidak semudah itu Carisa."


"Glek!"


Caca menelan ludahnya. Dia berhasil tertangkap dengan mudah.


"Mau apa sih dia?" tanya Caca dalam hati.


*

__ADS_1


*


Bersambung.


__ADS_2