
Tak lama kemudian Caca datang dengan membawa kopi untuk Nael.
"Tok tok tok!" Suara pintu di ketuk.
"Ya masuk."
Caca masuk kedalam dan meletakkan kopi di atas meja Nael. Caca terdiam sejenak menatap meja kerja Nael, dia melihat semua pekerjaan milik nya berada disana. Caca lalu bertanya, "Pak, ini laporan saya kenapa di sini semua?"
"Oh ini, pas kamu nggak ada saya yang kerjakan," jawab Nael sambil menyusun laporan Caca dan memberikannya kembali kepada pemilik nya semula. "Ini ambil semua pekerjaan kamu."
Caca hanya terdiam, dia kemudian mengambil semua laporan tersebut dan membawa ke meja kerja nya.
"Carisa."
Mendengar Nael memanggil namanya Caca lalu berbalik badan. "Iya Pak."
Nael tersenyum kepada Caca. "Maaf saya pernah marah-marah sama kamu, harus nya saya periksa dahulu kebenarannya sebelum menyalahkan kamu."
Caca lalu membalas perkataan Nael sambil tersenyum. "Tidak apa Pak."
Caca lalu berjalan keluar dan kemudian menaruh laporan itu ke atas meja nya. Caca duduk dan mulai mengerjakan pekerjaan yang tidak ada habis nya tersebut sesekali Caca melihat meja Cindy, dia tidak menyangka kalau Cindy ternyata adalah orang jahat.
Caca kemudian mengingat Cindy dan berkata dengan sedikit pertanyaan, "Dia seperti orang yang baik, kenapa dia bisa seperti itu? Ah entahlah."
***
Saat asyik mengerjakan tugas Caca melihat ada sebuah mobil masuk, dia belum pernah melihat mobil tersebut sebelumnya. Caca lalu memperhatikan siapa seseorang yang berada di dalam mobil tersebut.
Wajah Caca terlihat sangat senang, saat seorang wanita tersebut turun dari mobil dan ternyata itu adalah Valen, kakak perempuannya Nael.
Caca kembali mengingat kebaikan Valen saat pesta Ulang tahun nya Pak Heru, dimana dia lah yang meminjamkan gaunnya untuk dipakai oleh Caca dan Mul.
Valen memasuki kantor bersama dengan Peter, entah apa yang ingin mereka lakukan di sini yang pasti Caca sangat senang dengan kedatangan mereka berdua dan tak sabar ingin bertemu dengan Valen.
Peter dan Valen masuk ke dalam kantor, mereka mencari Pak Heru terlebih dahulu dan tak lupa berkenalan dengan semua staf yang berada di sana, hingga tiba giliran Valen untuk menemui Nael adik kesayangan nya.
***
Di ruang Nael.
Nael memanggil Caca untuk memberikan sesuatu kepada Caca. "Carisa."
"Iya Pak," jawab Caca.
"Kesini sebentar saya ada perlu dengan kamu."
Caca masuk ke dalam ruangan Nael. Nael lalu memberikan tugas kepada Caca untuk dikerjakan beberapa laporan dari nya. Caca hanya bisa pasrah menghela nafas panjang dan berpikir seperti nya pekerjaannya akan bertambah lagi.
Nael melihat Caca seperti orang yang sedang putus asa wajahnya terlihat tidak ikhlas dengan tugas yang diberikan oleh Nael dia lalu menegur Caca dengan wajah yang masih lurus menatap layar menyala di depannya.
"Kenapa melamun saja! cepat kerjain tugas itu. Tidak banyak kok hanya setinggi 30 cm."
__ADS_1
Caca tercengang mendengar ucapan yang keluar dari mulut bos nya tersebut Caca lalu ngedumel dalam hati dengan bibir atas yang sedikit terangkat ke atas, "Cuma setinggi 30 cm katanya."
Nael melihat Caca yang masih berdiri dengan wajah kesal nya. "Dikerjain sekarang Carisa, nggak usah bengong itu tugas cuma sedikit."
"Ya Pak, tapi tugas yang tadi juga belom selesai, boleh minta waktu buat kerjain ini atau bapak pilih salah satu yang mana dulu yang harus saya kerjakan.," kata Caca memberi pilihan.
Nael menatap Caca dengan tatapan sinis namun tetap tidak mengurangi ketampanan nya, Nael tetap memaksa Caca untuk menyelesaikan laporan nya tersebut dengan segera. "Carisa laporan ini penting, saya minta dua-dua nya beres sekarang."
Caca hanya bisa pasrah mendengar perintah dari bos nya tersebut. "Oh oke."
Sebelum mengerjakan tugas-tugasnya yang segunung, Caca terlebih dahulu merapihkan laporan yang berantakan itu lalu menyusun nya sesuai dengan tanggal produksi.
Nael melihat Caca yang sedang menyusul laporan dengan wajah yang cemberut, membuat Nael jadi ikut membantu Caca menyusun laporan tersebut. Mereka tidak menyadari kalau Valen melihat mereka dari luar, dia pun tersenyum dan masuk ke dalam.
"Tok tok tok!"
Caca dan Nael serempak menoleh ke arah pintu dan wajah mereka nampak senang melihat Valen yang tengah berdiri di depan pintu.
Tanpa basa basi Nael menyuruh Valen untuk masuk. "Eh Len, sini masuk! tumben kesini ada perlu apa?" tanya Nael.
"Nggak apa apa cuma main ke sini sambil ngasih surat undangan ini buat Caca." Kata Valen sambil memberikan undangan tersebut kepada Caca.
Caca melihat dan dia senang itu adalah Surat Undangan Pernikahan Peter dengan Valen. Caca kemudian memberikan selamat kepada Valen, Valen pun berterima kasih kepada Caca.
"Oiya kemana Peter?" tanya Nael.
"Lagi diruangan Papa," jawab Valen sambil membantu Caca.
***
Saat asyik menyusun laporan Nael menepis tangan Caca hingga laporan yang telah dia susun kembali berantakan. "Ini salah! bukan begitu nyusun nya."
Caca kesal karena dua harus menyusun ulang kembali. "Ini sudah benar Pak, kenapa di acak-acak lagi."
Nael tidak suka Caca membantahnya dia kemudian merebut laporan tersebut dari Caca. "Saya sudah benar, kamu yang salah lihat itu."
Caca dan Nael bertengkar di hadapan Valen. Valen menanggapinya dengan tersenyum, dia mengingat Caca dan Nael kecil yang sedang berkelahi. Valen kemudian menengahi mereka sebelum menjadi perang dunia kelima.
Valen kemudian menunjukan kebolehannya. "Sudah ... sudah! jangan bertengkar. Kalian berdua salah, yang benar seperti ini."
Mereka berdua terkejut dengan kepintaran Valen yang dapat menyusun dengan mudah, Valen hanya tersenyum melihat wajah mereka yang menatap Valen dengan mulut yang menganga.
***
Tak lama kemudian, Peter datang untuk mengajak Valen jalan kembali. Mereka ingin menyebar Undangan Pernikahan mereka ke berbagai tempat.
Nael lalu mengantar Valen sampai ke depan, dan masuk kembali ke ruang kerja nya.
Nael melihat Caca yang sedang memandangi undangan pernikahan dari Valen, sungguh undangan yang indah. Bertuliskan tinta emas dan tanggal pernikahan mereka yang tinggal beberapa hari lagi.
………………………………………………………………………………
__ADS_1
Jam istirahat berbunyi Caca kemudian menghampiri Lista dan Dewi dan mengajak mereka pergi ke kantin untuk makan siang bersama.
"Eh Ca. Kamu di undang sama Valen nggak ke acara nikahannya?" tanya Mba Dewi.
"Diundang kok, kalian juga di undang kan?" balas Caca.
Lista yang masih menyantap makanannya ikut menjawab pertanyaan Caca, "Iya semua staf kantor di undang, teh Mul juga di undang."
"Asyik akhirnya kita bisa makan makan enak lagi!" kata Caca bersemangat.
"Lo jangan inget makan melulu, inget tuh pake pakaian yang bener."
"Hehehe.. Iya tenang aja kali ini mah."
Mba Dewi teringat sesuatu, kemudian dia memberitahu kepada Lista dan Caca.
"Eh denger-denger katanya Pak Heru juga ada pengumuman penting pas nanti di acara pernikahan nya Valen."
"Pemberitahuan apa Mba?" tanya Caca penasaran.
"Nggak tau, tapi sih kayaknya acara tunangan, tapi nggak tau tunangan siapa, sepertinya saudara nya Pak Peter."
"Oh, begitu."
***
Jam masuk setelah istirahat berbunyi, mereka lalu masuk ke kantor kembali untuk bekerja. Nael melihat Caca yang sedang serius mengerjakan tugas dari nya, dia pun mendekati Caca dan menawaran kan bantuan. Caca senang dengan hal itu, mereka kemudian mengerjakan bersama-sama.
…………………………………………………………………………
Dikediaman Satya.
"Lapor bos, putri Pak Heru akan menikah pada hari minggu ini Bos!" ucap si pembawa pesan.
"Bagus, setidaknya kita akan hadir kesana. Hahaha."
"Tapi mereka tidak mengundang kita bos, bagaimana kita bisa masuk kesana bos?" tanya penjahat tersebut.
"Bodoh! nggak perlu pakai undangan, Satya ini orang penting. Nama Satya sudah terkenal dimana-mana, pasti mereka mengijinkan kita untuk bergabung dalam acara tersebut. Hahaha." Satya lalu tertawa dengan bangga.
"Baik Bos!"
"Siapkan hadiah untuk acara tersebut, Satya ini yang akan memberikannya langsung!" perintah Satya.
"Baik Bos!"
*
*
Bersambung.
__ADS_1