
Pak Tris dan Caca sedang menuju perjalanan pulang. Saat asyik menatap jalanan ponsel milik Caca berbunyi lalu Caca melihat ponselnya dan ada panggilan masuk dari kantor.
"Ah dari kantor, mau apalagi sih?" tanya Caca dalam hati.
Pak Tris melihat Caca yang enggan mengangkat panggilan tersebut lalu bertanya, "Dari siapa Ca? kenapa tidak di angkat?"
"Telepon dari kantor Pak," jawab Caca.
"Angkat Ca takut itu berita penting," balas Pak Tris.
Caca mengangguk dan menurut dia lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo."
"Halo Carisa."
Caca yang mendengar suara Nael langsung berniat mematikan panggilan itu, tetapi niat nya diurungkan karena Nael malah berteriak kepadanya.
"Halo, tunggu jangan kamu tutup telepon ini, saya adalah bos kamu, saya ingin kamu ke sini sekarang!" perintah Nael.
Caca yang masih kesal menolak perintah dari Nael lalu menbalas ucapan Nael, "Saya tidak mau! bukan kah saya sudah kasih surat pengunduran diri saya, lalu kenapa masih menghubungi saya?"
"Surat ini tidak berlaku kalau tugas kamu belum selesai, kamu bisa keluar dari perusahaan ini, jika semua tugas kamu sudah selesai semua, dan perusahaan ini telah mendapat karyawan pengganti!" kata Nael dengan tegas dan menutup teleponnya.
Caca tercengang dan sedikit emosi ketika mendengar Nael yang berbicara seperti itu kepadanya. "Halo! huh apa-apaan sih dia."
"Siapa Ca? kenapa?" tanya Pak Tris.
"Dari Pak Nael, dia minta saya kesana katanya laporan saya banyak yang belum selesai jadi dia nggak mau terima surat pengunduran diri dari saya sebelum dia dapat pengganti dan kerjaan saya beres semua Pak. Huhuhu bagaimana Pak Tris?" balas Caca sambil merengek kepada Pak Tris.
Pak Tris menghela nafas lalu berkata kepada Caca, "Ah Nael benar. Kamu harus bertanggung jawab dulu sama kerjaan lama kamu. Kamu tidak boleh mengabaikannya, itu sudah termasuk dalam peraturan perusahaan. Bapak akan antar kamu ke sana ya, masih siang kok."
Caca diam dia pun menghela nafas panjang dan membalas ucapan Pak Tris dengan wajah pasrah dan tak bersemangat. "Baiklah Pak Tris. Anterin saya kesana ya, Caca mau cepet selesain laporannya."
"Baik lah Ca."
Mereka kemudian berputar arah dan menuju ketempat kerja mereka.
……………………………………………………………………
Di Kantor.
Nael sedang gelisah, apakah Caca akan datang kesini atau tidak, apa rencana dia dan Sonia akan berhasil, dia pun sibuk mondar mandir.
Sonia yang melihat Nael tak bisa diam lalu menariknya untuk duduk dan berkata, "Nael, duduk lah! Caca pasti akan datang, jaga wibawa kamu dan jangan terlalu berlebihan."
Nael menatap Sonia dengan cemas dan membalas perkataan Sonia, "Tapi bagaimana kalau dia tidak mau datang ke sini?"
Sonia lalu meyakinkan Nael. "Dia pasti datang."
***
Tak selang berapa lama Nael tersenyum lebar. Dia melihat mobil tua milik Pak Tris memasuki kawasan perusahaan, dia pun berharap Caca ikut ke sini. Mobil Pak Tris berhenti diparkiran mess nya lalu Caca kemudian turun dan segera menuju ruang kerja nya.
"Bagus! akhirnya dia datang!" kata Nael bersemangat dan memasang senyum menawannya.
"Benarkan kata saya tadi," balas Sonia.
Nael yang sangat senang tak dapat mengontrol emosi nya dia lalu memegang kedua pundak Sonia dan berkata, "Terima kasih Sonia, ide kamu ternyata berhasil."
Caca yang baru datang kebetulan melihat hal tersebut, dia pun sedikit kesal melihat Nael yang tersenyum senang kepada Sonia. Caca kemudian tak menghiraukan hal tersebut, dia lalu duduk dan menyalakan komputernya sambil mengerutu dan melempar tasnya kemeja.
"Huh! dasar lelaki, cepat banget berubah hati nya. Gampang banget suka sama cewe lain."
Nael kemudian memanggil Caca untuk masuk dengan suara lantang khas lelaki.
"Carisa."
Caca kesal, karena dia baru sampai sudah di panggil. Tapi dia ingat, dia harus sabar dan menuruti keinginan bos nya dahulu sebelum dia pergi dari sini.
Caca kemudian menghampiri Nael dan bertanya, "Iya Pak, ada apa?"
"Sini kamu, ini laporan produksi nya masih banyak yang salah tolong diperbaiki," kata Nael kepada Caca.
"Baik," jawab Caca dengan wajah datar nya.
Caca sesekali melihat Nael yang duduk berdua dengan Sonia dia pun kembali mengerutu. "Bagus ya, dia malah senyum-senyum berdua."
__ADS_1
Caca kemudian duduk dan mengerjakan laporan yang harus dia selesaikan. Tak lama kemudian Nael keluar dan memberikan selembar kertas kepada Caca dan mengatakan sesuatu, "Ini. Tolong tanda tangani surat ini."
Caca melihat dan mengambil surat dari Nael dan bertanya, "Surat apa ini?"
"Itu adalah Surat Perjanjian untuk kamu, dimana kamu tidak boleh pergi sebelum kamu menyelesaikan semua tugas lama kamu dan tidak boleh pergi selama perusahaan belum mendapatkan karyawan pengganti dan jika kamu melanggar aturan tersebut, maka kamu bisa dikenakan sangsi hukum!" balas Nael dengan tegas dan pergi menuju ke ruangannya sambil terkekeh kecil.
Caca hanya bengong mendengar perkataan dari bosnya itu dan berkata dalam hati, "Sejak kapan ada surat perjanjian seperti itu, pakai materai lagi di kolom tanda tangannya."
Caca menghela nafas dan akhirnya pasrah. Dia pun mengikuti kemauan bos nya dan kemudian menandatangani surat perjanjian tersebut lalu mengembalikannya kepada bos nya.
"Tok tok tok!" Suara pintu di ketuk.
"Masuk!" ucap Nael yang sedang ngobrol dengan Sonia.
Caca memberikan selembar surat tersebut kepada Nael dan berkata, "Ini surat nya sudah saya tanda tangani."
"Oke terima kasih, sekarang kamu boleh keluar," balas Nael dengan santai nya.
Caca bingung dengan semua perubahan dalam Nael, tapi dia harus menahan diri sampai semua nya beres dan dia tidak boleh melawan.
****
Beberapa saat kemudian Caca pergi ketoilet sebentar. Nael melihat Caca yang pergi langsung menghampiri Sonia, dia senang dengan rencana Sonia yang berhasil.
"Terima kasih, kamu telah membantu saya sekali lagi, setidaknya dengan begini saya masih bisa bertemu Caca setiap hari."
"Sama-sama, tapi ingat kamu harus menjaga wibawa kamu, tunjukin kamu itu atasannya dia," kata Sonia sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian Sonia pamit untuk pergi, dia ingin pulang kerumah nya karena supir nya telah datang.
Caca lalu kembali masuk ke dalam ruangan nya dan tak sengaja berpapasan dengan Sonia. Sonia tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Nael. "Saya pulang dulu ya, yuk Ca saya duluan." Lalu melambaikan tangan ke Caca.
"Iya hati-hati," balas Caca sambil sedikit membungkukkan badannya.
Kemudian Caca melihat Nael yang tersenyum bahagia. Caca semakin kesal, diapun kembali duduk dan bekerja.
Beberapa menit kemudian Nael memanggil Caca kembali.
"Carisa."
Caca menarik nafas dalam-dalam lalu berusaha tenang dan bersabar dalam menghadapi Bos nya tersebut. Caca menghampiri Nael lalu bertanya, "Iya Pak ada apa?"
"Bikinin kopi?" balas Nael dengan mata yang sedang lurus ke pekerjaannya.
"Baik." Caca lalu pergi ke dapur.
Nael melirik Caca dengan ujung matanya dan tertawa senang ternyata Nael sengaja memperlambat pekerjaan Caca agar Caca tetap lama berada di tempat kerja ini.
****
Caca kemudian datang mengantarkan kopi untuk Nael, dia menaruh di atas meja Nael dengan tatapan sinisnya dan segera berbalik badan menuju meja kerja nya.
Nael mencari cara agar Caca tak kemana-mana, lalu munculan ide di kepalanya. Nael kemudian sengaja menyenggol cangkir kopi yang telah disiapka Caca tadi dan akibatnya kopi itu pun tumpah ke meja Nael.
Nael berdiri lalu mencebik noda kopi yang terkena kemejanya dan berpura-pura memarahi Caca. "Ah Carisa! kenapa kamu taruh kopi dekat sini? jadi tumpah kan!"
Caca yang melihat kopi hasil racikan nya tumpah lalu memasang wajah kesal nya dengan sedikit emosi Caca lalu membalas perkataan Nael, "Lah emang biasa nya saya di taruh di situ nggak pernah tumpah, Bapak nya aja yang nggak lihat-lihat."
Nael yang melihat Caca terpancing emosi lalu berpura-pura panik. "Cepat kesini ambil lap, terus kamu bersihin meja saya ini. Ah baju saya jadi kotor kena kopi ini, laporan dari kamu juga jadi basah kena kopi, nanti di print ulang lagi, cepat sana."
Caca mengeryitkan dahi dan hanya bisa menghela nafas panjang, dia merasa kerjaan nya tidak akan pernah habis dengan mudah begitu saja.
Caca mencari sesuatu disekitarnya dan melihat ada tisue kering di meja nya. Kemudian dia segera membawa nya dan mulai membersihkan meja Nael dari air kopi yang tumpah.
Nael tersenyum senang dan saat Caca tak memperhatikannya dia mulai memandangi Caca yang sedang membersihkan meja kerja tepat dihadapan nya.
Caca telah selesai membersihkan meja kerja Nael lalu berkata dan bertanya, "Oke sudah bersih meja nya, boleh saya pergi bekerja?"
Nael kemudian mencari alasan kembali lalu dia menunjukkan kemeja kotor nya kepada Caca lalu berkata, "Tunggu, baju saya kotor, kamu juga harus bantu membersihkannya, lihat ini, kamu harus tanggung jawab."
Caca menyipitkan kedua matanya dan menatap Nael degan tatapan sinis tapi apalah daya dia hanya bisa pasrah dengan kemauan Nael. Caca kemudian mengambil tisue basah milik nya dan mulai mendekati Nael.
Nael yang melihat Caca ingin membersihkan kemejanya kemudian dengan sigap berdiri agar memudahkan Caca untuk membersihkan kemejanya yang kotor terkena noda kopi.
Caca kemudian mendekati Nael dan mulai membersihkan kemeja Nael yang kotor di bagian kerah baju dan dada nya dengan sabar. Nael dan Caca kemudian berdekatan.
Nael tersenyum dan menatap Caca, dia senang bisa berdekatan dengan Caca dan Nael senang Caca menyentuhnya begitu dekat, Nael akhirnya bisa sedikit mencium aroma tubuh Caca kembali, aroma yang menenangkan hati dan penyemangat hidupnya.
__ADS_1
Nael masih menatap Caca yang sedang sibuk membersihkan kemeja nya, tangan nya ingin sekali memeluk dan mendekap Caca yang begitu dekat dengan nya tapi dia sadar dia harus berusaha menahannya Nael tidak ingin membuat Caca marah.
Beberapa saat kemudian lamunan Nael terhenti ketika Caca mulai bersuara. "Oke sudah bersih! ya walau nggak bersih banget." Caca lalu menjauhi Nael.
"Oh oke, terima kasih."
"Sama-sama," balas Caca sambil membuang tisue ketempat sampah.
Nael memandang Caca yang melangkah keluar dari ruangannya, dia memanggil Caca kembali.
"Carisa."
"Iya."
"Nanti minta laporan ini lagi ya, yang tadi kotor kena kopi."
"Iya".
Caca kembali bekerja mengerjakan apa yang dipinta oleh bosnya tersebut.
***
Sementara itu, Heru melihat Tris yang sedang berada di kantor dia langsung menghampiri Tris dan mengajaknya berbicara empat mata.
"Tris, tolong ikut saya ada hal penting yang mau saya bicarakan sama kamu."
Tris masih kesal dengan Heru, tapi dia akhirnya menurut dan membalas perkataan Heru dengan pertanyaan, "Oke Heru ada apa? bukan kah rencana kamu sudah berhasil?"
"Maafkan aku Tris, aku terpaksa melakukan hal ini, kamu tahu Satya dia telah mengancam akan mengagalkan pernikahan Valen, dan akan mengincar Nael juga, Aku membuat rencana pertunangan Nael dengan Sonia agar Nael tidak di incar oleh Satya," jawab Heru.
Heru kemudian menjelaskan tentang semua nya kepada Tris, bagaimana dia meminta Peter dan Sonia untuk membantunya, dan mengenai pertunangan Sonia dan Nael agar Satya tidak berambisi mengincar Nael.
Tris akhirnya mengerti dengan keputusan dari Heru setelah Heru menjelaskan kepada Tris tentang kejadian kemarin dia pun meminta maaf.
"Maaf Heru. Saya pikir kamu telah melupakan sahabat mu Djuanda dan janji mu kepada mereka, tetapi saya salah. Maafkan saya yang tidak mengerti dirimu itu Heru."
"Tidak apa Tris saya mengerti kemarahan kamu, setidaknya kita harus memikirkan rencana untuk melindungi Caca dan untuk sementara biarkan status pertunangan Nael dengan Sonia berjalan terlebih dahulu agar saya tidak khawatir dengan nyawa Nael."
Tris mengangguk mengerti mereka lalu berpelukan karena kesalah pahaman mereka telah berakhir.
***
Jam pulang kerja berbunyi, karyawan pun sudah berhampuran pulang. Caca melamun dan meratapi nasib nya yang begitu tragis. Diluar dia di tindas oleh keluarga Satya dan di sini dia di tindas oleh Bos nya sendiri.
Nael mengintip untuk melihat Caca, dia hanya tersenyum dari balik pintu dan nampak senang.
"Yes Carisa sepertinya akan lembur hari ini," ucap Nael berbicara pelan
Nael berencana akan lembur juga menemani Caca. Nael lalu menelepon Ahmad, dia meminta untuk dibelikan makanan.
"Halo Mad, beliin saya makanan ya, beli untuk dua orang."
"Dua orang, satu lagi buat saya ya bos?" tanya Ahmad senang.
"Buat Carisa, sudah cepat sana." Nael lalu menutup telepon nya.
Nael kemudian berdiri di dekat Caca dan menegurnya dan berpura-pura galak didepan Caca. "Sudah belum laporan nya? saya nggak bisa pulang kalo kamu belom selesai."
Caca menatap Nael sinis, dia kesal dengan bosnya yang tidak mengerti karena ulah siapa kerjaan dia menjadi terhambat dan dengan lemas Caca berkata, "Ya kan gara-gara bapak kerjaan saya jadi nggak beres beres."
***
Tak lama kemudian Ahmad datang membawa makanan yang dipesan oleh Nael, dia pun memberikan kepada bos nya itu.
"Oke makasih, ini buat kamu Carisa," kata Nael dan pergi ke ruang kerja nya.
Caca melihat makanan di hadapannya, dia pun bimbang makan atau jangan ya? akhirnya Caca mengalah, dia pun menerima nya dan berterima kasih kepada Nael.
"Terima kasih Pak."
Ahmad tersenyum melihat Nael yang masih peduli kepada Caca. Dia pun meninggalkan mereka berdua untuk bekerja kembali.
Caca memakan makanan tersebut sambil mengerjakan laporan nya. Nael pun senang melihat hal tersebut meski melihat Caca hanya dari balik pintu nya.
*
Bersambung.
__ADS_1