
Di Kedimanan Heru.
Hari pernikahan Nael dan Caca, akan di adakan besok. Semua telah dipersiapkan dengan matang, dekorasi maha karya oleh Nyonya Valencia untuk pernikahan Nael dan Caca telah terpampang nyata di depan mata, hanya tinggal sedikit penambahan dekorasi maka jadilah maha karya sempurna.
"Oke cukup, sisanya kalian selesaikan besok pagi saja!" perintah Valen meminta anak buahnya berhenti mendekor.
Dan malam ini pun mereka tengah sibuk mengadakan perjamuan makan malam bersama keluarga. Tak lupa mereka mengadakan Bridal Shower yang dihadiri oleh teman-teman Caca dan masing-masing dari mereka mengucapkan selamat kepada Nael dan Caca.
Valen mencubit pipi Nael dengan gemas dan berkata, "Selamat ya adik ku yang ganteng dan adik iparku yang cantik, semoga acara besok berjalan dengan lancar." Valen mengucapkan selamat.
"Amin!" jawab mereka dengan kompak.
Tak kalah dari Valen teman-teman Caca juga memberikan ucapan selamat.
"Selamat ya besok hari jadi kamu, Ca." Mba Dewi memberi selamat kepada Caca.
"Benar, semoga semua lancar ya." Teh Mul juga memberikan selamat.
"Selamat ya Ca, besok udah nggak perawan lagi dan Pak Nael semoga malam pertamanya sukses tanpa ada hambatan!" ucap teman Caca yang tidak ada urat malu ini, siapa lagi kalau bukan si Lista borokokok.
Ucapan itu sontak saja menjadi bahan tertawaan bagi semua orang yang berada disana, tak menghiraukan Nael dan Caca yang saling memandang, dengan wajah yang merah semu mereka berdua lalu menunduk karena malu.
"Benar tinggal satu malam lagi, maka Caca akan menjadi milikku. Aku sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba," Gumam Nael dalam hati lalu tersenyum malu sambil menatap calon istrinya yang sedang di bully habis-habisan oleh teman-temannya itu.
Hari sudah semakin malam, acara tersebut akhirnya selesai dan tamu mereka telah pergi meninggalkan kediaman Heru. Caca yang sudah lelah lalu pergi ke kamar untuk beristirahat.
***
Sementara itu Caca tak bisa tidur karena cemas, selain mencemaskan keamanan besok, Caca juga mencemaskan keluarganya yang masih dalam perjalanan menuju Kota.
Caca lalu berdoa meminta keselamatan untuk keluarganya dan juga berdoa untuk kelancaran disaat hari pentingnya. Sedangkan di dalam kamar lain, Nael tengah uring-uringan matanya masih saja terbuka dan tak bisa tidur.
Mengingat besok adalah hari penting baginya diapun sangat gugup, apalagi yang sedang dipikirkan oleh pria tampan satu ini jika bukan memikirkan malam pertamanya dengan Caca.
"Apa yang harus aku lakukan besok, aku belum punya pengalaman sama sekali. Walau hanya melihat di beberapa video tapi apa prakteknya semudah itu," ucap Nael sambil berguling kesana kemari.
Memikirkan hal tersebut, membuat saudara satu tubuh beda ukuran itu terbangun dan menasehati Nael tanpa suara. ("Tenang saudaraku, masalah itu serahkan saja semuanya kepadaku!")
Nael mengangguk seperti mengerti lalu berkata, "Benar, aku percaya kepadamu saudaraku! ya sudah sekarang lebih baik kita beristirahat, mengumpulkan tenaga karena besok kita akan bekerja sama untuk bertempur habis-habisan!" Nael lalu menarik dan bersembunyi dibalik bed covernya sambil tertawa cekikikan dan berusaha tidur.
Tetapi itu tidak terjadi seperti yang diharapkan, ternyata saudara Nael tak mau tertidur. Nael menatap ke arah bawahnya dan berkata, "Akh baik lah!"
Nael lalu pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan uneg-uneg saudara nya itu dan setelah selesai mereka pun sama-sama tertidur pulas.
……………………………………………………………………………
Di Mess Pak Tris.
"Sandy, apa semua sudah selesai dan siap?" tanya Pak Tris menatap jendela kamarnya.
__ADS_1
"Sudah Pak, tinggal menunggu pergerakan mereka," balas Sandy.
Pak Tris menarik nafasnya dalam-dalam, kecemasan terlihat diwajahnya. Terbayang selalu kejadian yang menimpa keluarga Djuanda dimasa lalu, kali ini dia bersumpah akan berhasil dan tidak akan pernah menyerah begitu saja.
"Bagus Sandy, aku harap besok berjalan sesuai rencana kita dan orang-orang itu juga mau datang membantu kita disaat yang tepat. Kau dan penjaga pribadi Caca tidak boleh lengah sedikitpun, jagalah disekeliling Caca dan juga Nael, biarkan penjaga ku dan Heru akan berjaga di sekitar kediaman rumahnya."
Sandy menangguk mengerti. "Kami telah berjanji kepada Nona Caca bahwa kami tidak akan mengecewakan Nona. Percaya lah kepada kami Pak Tris!"
Pak Tris kemudian menatap Sandy yang setia berdiri disampingnya lalu berkata, " Aku percaya kepada kalian, sekarang pergilah untuk beristirahat karena besok adalah hari penting. Kita tidak boleh sampai gagal."
"Baik Pak Tris!" patuh Sandy lalu pergi ke mess nya untuk beristirahat.
……………………………………………………………………………
Di tempat lain.
Cindy mendapatkan panggilan di ponselnya, diapun menjawab panggilan tersebut.
"Apa itu benar?" tanya Cindy dengan perasaan kesal dan marah.
"Benar Nona!" jawab pria di dalam panggilan ponselnya.
"Kalau begitu, terima kasih atas infonya!" balas Cindy.
"Sama-sama Nona!"
Panggilan berakhir Cindy lalu menggengam erat ponsel di tangannya lalu pergi menghampiri pria yang setia menolongnya dan berbicara mengenai suatu perencanaan.
***
Apa yang dilakukan oleh Cindy dengan Om nya, apakah dia akan membantu Caca atau malah akan menghancurkan pernikahan Caca? entahlah.
…………………………………………………………………………
Di Kediaman Satya.
Orang gila satu ini sedang menghias kamarnya dengan sangat indah, berharap besok Sony berhasil membawa pengantin wanita milik orang lain.
Dengan tertawa senang dia kemudian memanggil anak buah yang telah mengabdi kepadanya selama bertahun-tahun. "Rusli!
Tak berapa lama Rusli datang sambil membawa keranjang berisi beberapa tangkai bunga untuk menghias disetiap ruangan kediaman Satya.
"Iya Bos ada apa memanggil saja?" tanya Rusli sedikit cemas.
"Bagaimana persiapan besok?" tanya Satya sambil memainkan batu akik di jarinya.
"Sudah siap Bos tinggal menunggu perintah bos saja maka anak bos bisa melakukan pergerakan," jawab Rusli.
Satya tersenyum dan berkata, "Bagus, tunggu Sony keluar dulu biar dia yang bawa rombongan untuk menjemput Caca."
__ADS_1
"Baik Bos!" ucap Rusli lalu kembali mengerjakan tugasnya.
……………………………………………………………………………
Di Komplek Perumahan.
Sementara itu, keluarga Caca baru sampai di Komplek Perumahan yang dahulu mereka tempati, yang sudah di bersihkan oleh para penjaga Caca sebelumnya.
Mereka terdiri dari Ibu, Nenek, Bibi Minarsih dan juga Handi. Setelah sampai mereka membereskan barang bawaan mereka dan juga beberapa kamar lalu beristirahat untuk mengikuti acara penting Caca besok.
Tak lupa Ibu memberi kabar kepada seseorang.
"Halo."
"Halo Ca, ini Ibu!"
"Ibu!" ucap Caca seperti senang bercampur haru.
"Ibu baru sampai, maaf baru kasih kabar ke kamu," balas Ibu sambil mengusap air matanya.
"Ya Ibu tidak apa-apa, hiks ...." Caca pun bersedih karena rindu.
"Jangan menangis, besok pagi Ibu akan kesana. Sekarang kamu istirahatlah jangan sampai kurang tidur nanti sakit!" pinta Ibu.
"Baik Bu, Caca akan tidur. Ibu juga ya, sampai jumpa besok."
"Iya sayang, sampai jumpa besok. Selamat malam," ucap Ibu.
"Selamat malam," balas Caca lalu menutup panggilan tersebut.
Setelah panggilan tersebut berakhir Ibu lalu tersenyum, dia tidak menyangka jika putri angkatnya itu akan segera menikah. Ibu kemudian berdoa meminta keselamatan dan kelancaran untuk Caca dengan berlinang air mata, Ibu memanjatkan doa dengan khusuk berharap kejadian belasan tahun lalu tak terulang kembali pada putrinya.
……………………………………………………………………………
Di Penjara.
Seorang petugas lapas menghampiri Sony, dia mengatakan bahwa Sony akan dibebaskan besok pagi-pagi sekali.
Mendengar hal tersebut Sony tersenyum dengan mata penuh kobaran api dan hati yang membara dia berkata, "Tunggu aku menjemputmu sayang, aku akan membawa mu pergi jauh dan tak akan ku biarkan kau dimiliki oleh siapapun selain aku!"
Sony menyiapkan beberapa keperluan yang sudah di siapkan oleh anak buahnya untuk menjalankan aksinya besok, sayangnya Sony belum tahu jika Satya ayahnya hanya memperalat dirinya. Sony berpikir jika dia akan bebas sepenuhnya, padahal dirinya hanya dibebaskan dalam satu hari saja oleh Satya.
………………………………………………………………………………
Bagaimana acara pernikahan Caca dan Nael besok, apakah akan sukses atau malah sebaliknya? kita hanya bisa berharap yang terbaik untuk mereka.
Bagaimana kah kisah mereka selanjutnya? stay terus dan untuk para pembaca setia, penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Karena setelah ini kita akan menghadapi beberapa episode terakhir, mohon dukungannya. 🙏🙏🙏
.
__ADS_1
.
Bersambung.