
Ke esokan harinya.
Alarm Caca berbunyi. Caca terbangun dengan mata yang sedikit sembab. Ibu yang melihat kondisi Caca langsung menghampiri Caca.
Ibu tahu kenapa Caca seperti itu kemudian Ibu Caca memeluk nya dan menyuruh Caca makan, karena semalam Caca tidak sempat makan.
"Ca, makan dulu ya," kata Ibu.
"Iya, Bu."
Setelah selesai makan dan berkemas, Caca kemudian berangkat ke kantor.
"Caca berangkat kerja ya, Bu. Hari ini pulang sore sepertinya lembur lagi," kata Caca meminta ijin kepada Ibu nya.
"Iya. Ca. Hati-hati ya," ucap Ibu.
***
15 menit kemudian Caca sampai di kantor, dia melihat banyak yang belum datang mungkin karena hari sabtu.
Caca menuju ruang kerja nya. Caca melihat ruangan Nael yang masih sepi tidak ada seseorang.
"Bagus lah, semoga aja dia nggak dateng hari ini," kata Caca sembari menaruh tas nya.
Caca mencari alat tulis nya, dan kertas laporan stok yang sudah dia cetak untuk dicocokan antara laporan dengan barang real nya di lapangan. Kemudian Caca menuju kawasan pabrik untuk SO.
Caca menelusuri semua barang yang ada di kawasan pabrik. Mencocokan satu persatu, dan mencatat barang yang terlewat. Karena teh Mul sedang sibuk, Caca mengerjakan tugas itu seorang diri.
***
Tiba saat nya di gudang barang jadi. Caca beristirahat sejenak. Caca duduk sambil melihat para pekerja forklift yang sibuk mondar mandir memindahkan barang dari tempat packing ke gudang barang jadi.
Caca bangun dan kembali bekerja dengan serius sekali. Sony melihat Caca dari kejauhan, entah kenapa mata Sony selalu melihat Caca jika dia sedang berada di produksi.
Caca kemudian meminta Teh Mul, Kak Sony dan Teh Ria untuk membantunya Stok Opname. Karena ada beberapa barang yang memang bukan kuasa Caca, dan meminta mereka menyerahkan ke Caca jika sudah selesai untuk di input.
****
"Ah sudah selesai," kata Caca.
Dia kembali ke ruang kerja nya, menyalakan komputer dan mulai mengerjakan pekerjaan nya.
Caca melihat ke arah meja kerja bos nya, Nael. Masih terlihat rapih dan bersih. Caca tidak membuatkan kopi untuk bos nya, karena Caca berpikir mungkin Bos nya itu tidak akan datang hari ini.
Beberapa saat kemudian, Caca mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat ke arah nya.
"Tap tap tap."
Caca kemudian menoleh ke arah pintu depan. Ternyata Ahmad datang sambil menggendol tas hitam kotak milik Nael.
Tak butuh waktu lama, Nael pun muncul. Nael mengucapkan salam kepada caca dan tidak lupa menyuruh Caca sesuatu.
"Carisa. Bikin kopi?" pinta Nael.
Caca membalas permintaan bos nya tersebut, "Baik, Pak."
Caca terkagum-kagum melihat bos nya mengenakan kaos dan celana jeans panjang.
"Ah tampan sekali," ucap Caca pelan.
***
Beberapa saat kemudian, kopi telah hadir untuk Nael. Caca meletakkan ke atas meja pak Nael dengan hati-hati agar tidak tumpah.
__ADS_1
"Kamu sudah SO?" tanya Nael.
"Sudah, Pak. Tinggal laporan nya," jawab Caca.
"Oke nanti kamu kasih saya salinan nya ya," kata Nael.
"Baik, Pak."
Caca teringat dengan kejadian semalam. Caca hanya berharap semoga bos nya itu tidak membahas masalah yang kemarin.
****
Jam istrahat berbunyi. Caca keluar ruangan untuk mencari makanan di kantin.
Langkah nya terhenti ketika Nael memanggil nya secara tiba-tiba.
"Carisa," panggil Nael.
"Iya, Pak. Ada apa?" tanya Caca dengan jantung yang berdetak kencang.
"Tolong panggil kan Ahmad untuk kesini," pinta Nael
Caca kemudian menjawab, "Baik, Pak."
Caca menghampiri Ahmad yang sedang duduk dan bermain telepon genggam di ruang tunggu tamu dan menyuruh nya untuk menemui Pak Nael.
"Bang. Di panggil Pak Nael ya, disuruh ke ruangan nya," kata Caca.
"Oke. Kamu mau kemana, Ca?" tanya Bang Ahmad
"Makan Bang."
Karena ini hari sabtu jam kerja pun setengah hari. Semua karyawan sudah pulang. hanya tinggal Caca, Nael, Ahmad dan Mas Eko yang berada di Kantor.
***
Caca mengurungkan niat nya untuk masuk ke dalam ruang kerja nya. Dia lebih memilih mencari tempat sepi. Caca memilih ruang rapat untuk menghabiskan sisa jam istirahat nya.
Berjalan ke ruang rapat, menyalahkan lampu agar terang, Caca lalu duduk sambil menundukan kepala nya di atas meja rapat dengan tangan dilipat di atas meja. Caca akhirnya tertidur.
****
Bel masuk berbunyi Caca terbangun, melihat jam dan kembali ke ruang kerja nya.
"Sudah sepi nggak ada orang lagi, masuk ah, kelarin kerjaan habis itu pulang," pikir Caca.
Caca melihat ke arah jendela, melihat mobil bos nya pergi keluar, Caca berkata dalam hati.
"Syukurlah udah pulang, setidaknya bisa kerja dengan tenang."
Caca melanjutkan perkerjaan nya. Caca lalu membuka laci meja yang dia selalu kunci. Caca mengambil sebuah foto dan kertas dari dalam nya.
Caca melihat foto dan kertas tersebut dengan seksama, memandangi nya kemudian menitik kan air mata.
"Tak terasa sudah 13 tahun berlalu," ucap Caca dalam hati.
Caca tak sadar ada Nael yang sedang melihat nya dari luar ruangan. Nael menunggu sebentar dan tak mengganggu Caca walau penasaran dengan apa yang terjadi.
Nael lalu mengingat dengan kata-kata Mas Eko tadi.
"Neng Caca memang begitu Pak, setiap gelap selalu menangis dan ketakutan. Pernah saya melihat neng Caca juga selalu membuka kunci laci meja pribadi nya setiap kali neng Caca sendirian, entah apa yang dilakukan. Saya hanya melihat dari kejauhan, tidak berani mendekat. Tapi saya pikir itu sepertinya sangat berharga sekali."
"Uhuk uhuk!" Nael berpura-pura batuk.
__ADS_1
Mendengar hal itu, dengan cepat Caca langsung menaruh dan mengunci laci meja nya kembali agar tidak ada yang mengetahui rahasia nya.
Nael masuk ke dalam ruang kerja nya, Caca pun bertanya tanya dalam pikiran nya, "Ah kirain udah pulang, terus tadi kenapa mobil nya keluar?"
"Bapak, belum pulang? tadi bukan nya mobil Bapak sudah keluar?" tanya Caca penasaran.
"Iya itu Ahmad, saya sedang suruh dia pergi ke ATM untuk ambil uang. Sudah selesai belom laporan nya? saya butuh sekarang." kata Nael sambil berlalu ke ruang kerja nya.
Caca kemudian menjawab, "Sedikit lagi, Pak."
***
Beberapa saat kemudian, Teh Mul datang ke ruangan Caca, lalu disusul Sony, dan juga Ria. Mereka menyerahkan laporan mereka kepada Caca untuk di input.
"Terima kasih," ucap Caca senang.
"Sama-sama," kata mereka serempak.
Mereka kemudian kembali ke tempat nya masing-masing dan Caca kembali mengerjakan pekerjaan ny. Sony sesekali melihat ke arah Caca dan berlalu hilang.
***
Ahmad kembali ke kantor dan menuju keruangan Nael. Sebelum masuk ke kantor Ahmad sempat melihat momen ketika Sony melihat Caca dengan tatapan yang tidak seperti biasa nya.
Sudah jam empat sore. Laporan Caca telah selesai semua, Caca lalu mencetak laporan nya yang begitu banyak sekali. Caca juga membereskan meja kerja nya dan bersiap-siap untuk pulang.
Laporan penting tersebut kemudian mulai disebar kepada orang-orang yang memerlukan nya termasuk Nael. Caca segera memberikan laporan nya kepada Nael.
"Carisa," panggil Nael.
"Ya, Pak."
"Mau pulang ya?" tanya Nael.
Caca kemudian menjawab, "Iya, Pak."
"Iya lah pulang masa nginep," ucap Caca dalam hati.
Caca meninggalkan kantor sambil kesenangan karena telah menyelesaikan laporan nya, dan besok adalah hari minggu.
***
Sementara itu Nael belum pulang. Dia berdiri dan berjalan perlahan ke arah meja kerja Caca. Nael melihat ke arah laci meja yang terkunci.
"Rahasia apa yang dia sembunyikan?" ucap Nael pelan
Nael pun masih penasaran dengan hal tersebut.
Tak lama kemudian, Ahmad menghampiri Nael dan memberitahukan apa yang tadi dia lihat ketika Sony melihat Caca.
……………………………………………………………………………
Sesampainya di rumah.
Caca menyapa Ayah dan Ibu nya. Ibu senang melihat Caca sudah tersenyum kembali, mereka pun kembali bersenda gurau.
Waktu sudah malam. Caca, Ibu dan Handi sudah tertidur, tetapi tidak dengan Ayah nya. Ayah Caca terlihat seperti sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon rumah.
"Iya, Pak. Baik saya mengerti!" jawab Ayah Caca dengan tegas.
Panggilan tersebut berakhir. Ayah lalu menutup telepon dan kembali ke kamar tidur nya untuk beristirahat.
.
__ADS_1
.
Bersambung.