Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 66. Caca akan datang kan?


__ADS_3

Di Rumah Nael.


Tamu undangan sudah hadir, bahkan karyawan kantor juga telah datang dan berkumpul lalu membaur bersama dengan tamu yang lainnya dan sebentar lagi acara ulang tahun Nael yang ke 26 tahun akan segera di mulai.


Wajah Nael masih terlihat masam, apalagi ketika dia melihat Sandy yang datang tanpa Caca, wajahnya semakin masam melebihi asamnya cuka, tapi percaya atau tidak hal tersebut tidak mengurangi ketampanan Nael.


Anthoni mendekati Nael lalu menanyakan sesuatu yang membuat Nael semakin gerah di dalam sejuknya ruangan ber AC.


"Nael kau mengundang semua karyawan kantor mu, apa Caca akan datang juga hari ini?" tanya Anthoni sambil mengangkat kedua alisnya beberapa kali.


Semua lelaki jomblo yang mendengar nama Caca disebut tanpa ba bi bu be bo langsung mendekati dan bergerumul seperti ikan yang sedang diberi makan, dengan kuping mereka yang mendekat dan sedikit melebar menantikan jawaban dari Nael.


Nael hanya terdiam dan menatap wajah penasaran mereka satu persatu, dan jika dia menjawab Caca tidak akan datang pasti terlihat wajah mereka yang kecewa seperti dirinya.


Nael memejamkan kedua matanya lalu menarik nafas dalam dan menjawab pertanyaan mereka, "Carisa dia ti ---" ucapan Nael terhenti ketika seseorang datang dan dengan cepat menjawab pertanyaan itu, "Caca dia akan datang!"


"Swing ... swing ...."


Suasana mendadak sunyi sampai-sampai desiran angin AC terdengar di telinga mereka, wajah penasaran mereka mendadak berubah menjadi senyuman kebahagiaan.


Semua mata menoleh dan memandang seorang pria tua yang berdiri dan berjalan mendekati para sekumpulan lelaki jomblo tersebut. Pria itu berkata sekali lagi untuk menyakinkan semua orang yang berada disana, "Iya Caca, dia akan datang ke sini!"


"Pak Heru!" teriak mereka dengan serempak lalu mengerumuti Pak Heru seperti semut ketemu gula.


"Apa itu benar Pak? dia akan datang kesini? huah kami tidak sabar untuk melihatnya, bagaimana dengan rupa dan wajahnya? aish pokoknya kami sudah tidak sabar!" teriak mereka histeris karena mendengar Caca akan datang.


Pak Heru tersenyum dan menjawab pertanyaan mereka, "Iya benar dia akan datang tapi mungkin akan sedikit terlambat."


Pak Heru menatap Nael untuk melihat apa respon dari anak nya itu setelah mendengar Caca akan datang ke pesta ulang tahunnya lalu perlahan mendekati nya. Sedangkan Nael, dia masih melamun tak menyangka karena pujaan hatinya itu akan datang. Nael lalu mencubit tangannya dan itu benar terasa sakit, dia senang karena tidak sedang bermimpi.


Mendengar hal tersebut Nael bergegas pergi menuju kamar nya, dia berjalan menaiki setiap anak tangga dengan berbicara sendiri, hingga membuat para tamu kebingungan dengan tingkah Nael.


"Bagus, jadi dia akan datang kesini berarti saya harus bergegas untuk menambah kegantengan dan ketampanan ini supaya Carisa tidak bisa melirik para pria yang berada disini. Benar! dia tidak boleh memandang pria lain, dia hanya boleh memandang diriku saja!"


Nael mengucapkan hal itu dengan sangat percaya diri, sesekali di iringin dengan tawa jahatnya menjadikan Pria ini menjadi seorang pria egois jika mengenai Caca. Nael lalu masuk ke dalam kamarnya dengan senyum yang masih melekat diwajahnya dan tidak lupa sesekali dia menyurai rambutnya kebelakang.

__ADS_1


………………………………………………………………………………


Di Mess Caca.


Caca telah selesai berkemas dan sedang menunggu mobil jemputan dari orang kepercayaan nya Pak Heru yang sedang berada di perjalanan menuju ke perusahaan.


Caca sudah tidak sabar dia ingin sekali cepat sampai disana, bukannya karena ingin bertemu dengan Nael tetapi karena tidak sabar ingin bertemu dengan sejumlah makanan enak yang berada disana dan juga ingin bertemu dengan teman-temannya. Itu berarti bertemu dengan Nael adalah urutan ke 3 dari tujuan nya.


"Untuk apa melihat wajah nya itu, sudah setiap hari bertemu wajah tampan nya disini bahkan dilarang pun dia masih berani menampakan wajahnya." Begitulah kira-kira ucapan Caca yang sedang ngedumel sendirian.


***


"Brum brum brum!"


Tak lama kemudian sebuah mobil mewah lengkap dengan supirnya datang dan menghampiri tempat dimana Caca berada, Caca tersenyum lebar ketika dirinya di ijinkan pergi oleh Pak Tris.


Supir tersebut turun dan menampakkan wajahnya dengan pakaian kemeja putih berbalut jas hitam, celana hitam dan sepatu hitam, tak lupa dasi kupu-kupu yang hinggap di kerah baju nya menambahkan kesan berkelas dari seorang supir itu sendiri apalagi dengan rambut klimis dan berkilau dari minyak rambut yang dipakainya.


Belum lagi dengan aroma farfum yang menyengat hingga menusuk hidung keluar dari tubuhnya.


Begitu lah perkataan Caca dalam hati yang membuat nya segera tersenyum lebar ketika pria tersebut menatap Caca dengan senyum yang tertutup kumis miliknya yang lumayan tebal tetapi rapi, lalu dengan sigap pria paruh baya itu menarik pintu mobil dan mempersilahkan Caca untuk masuk ke dalam.


"Silahkan masuk Nona Caca."


Caca tanpa basi basi langsung masuk kedalam mobil dan pria itu lalu masuk kedalam setelah menutup pintu mobil tersebut.


"Mari Nona kita lets go on the way to home Sir Heru (Mari Nona kita pergi ke rumah Pak Heru)." Begitulah ucapan Pak supir yang bernama Munarwan dengan bahasa inggris nya yang pas-pas an dan yang penting nyambung.


Tak lama kemudian mobil itu melaju dengan sangat kencang dan meninggalkan perusahaan yang sudah terlihat jauh dibelakang mereka. Caca yang senang menatap keluar jendela dengan wajah yang berseri-seri.


………………………………………………………………………………


Sementara itu.


Sony duduk di tepi kasurnya dan membelai lembut tempat tidur nya tersebut sambil membayangkan Caca yang sedang terbaring di atas kasurnya. Sesekali dia tersenyum lalu menaburkan kelopak bunga mawar merah kembali agar seluruh kamarnya penuh dengan kelopak bunga.

__ADS_1


Sony menghentikan lamunannya ketika dia mendapat panggilan dari salah satu anak buahnya. Dan seketika itu pula wajahnya tersenyum senang dan tanpa ragu dia langsung mengangkatnya.


"Halo Bos, target telah meninggalkan perusahaan."


Sony langsung beranjak dari tempat tidurnya karena senang sambil menyengir seperti kuda lalu dia membalas ucapan dari anak buahnya tersebut, "Bagus! mulai jalankan rencana nya, jangan sampai kalian gagal membawa Caca ku kali ini!"


"Baik Bos."


Panggilan tersebut dimatikan, Sony tersenyum senang hingga dia mengepalkan tangannya dengan kuat lalu mengayunkan ke atas seperti sedang meninju udara yang berada di atas kepala nya sambil berkata, "Yes!"


………………………………………………………………………………


Di Rumah Nael.


Nael telah selesai mengubah penampilannya dari yang biasanya tampan menjadi luar biasa tampan dan jika kalian para pembaca yang penasaran dengan visual nya Nael, kalian bisa membayangkan wajah Cha Eun Woo yang bagi Author tampannya itu tidak ketulungan dan begitu lah dengan wajah dan rupa Nael yang begitu mirip.


Nael membuka pintu kamar nya lalu melangkahkan kaki keluar dari kamar sesekali merapihkan pakaian dan rambutnya. Ah rapi sekali penampilannya, demi apa coba? ya demi Caca tentunya, biar apa coba? ya biar Caca terkesan begitu lah pikirannya.


Nael menuruni anak tangga secara perlahan dari atas seperti seorang pangeran yang sedang tebar pesona. Para tamu undangan berdecak kagum melihat penampilan Nael yang begitu tampan apalagi tamu undangan wanita, mereka berteriak histeris seperti orang yang sedang kesurupan.


Nael lalu tersenyum lembut dan menyapa tamu undangannya satu persatu dengan sangat ramah, berbeda sekali dengan penampilan dan perlakukan nya tadi sebelum mendengar Caca akan datang.


Pak Heru dan Valen tersenyum senang melihat Nael yang tiba-tiba berubah menjadi ramah ketika mengetahui Caca akan datang di pesta ulang tahunnya.


"Ada apa Nael kenapa kau tampan sekali, berbeda sekali dengan penampilan mu tadi?" tanya Anthoni.


Nael tersenyum dan membalas pertanyaan Anthoni, "Tidak ada apa-apa, hanya tadi saya baru mandi."


"Bah! kau baru mandi Nael, sungguh terlalu!"


Mereka pun akhirnya terkekeh senang sambil menunggu seseorang datang.


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2