
Caca masuk kedalam rumah nya.
"Ca kamu pulang malam banget? terus kenapa pakai baju begini? bukannya sudah kamu pulangin ke Nael ya?" tanya Ibu secara bertubi-tubi.
"Ya bu cerita nya panjang," jawab Caca lalu menuju kamar nya.
Caca kemudian mengganti pakaiannya dan pergi ke kamar mandi, dia teringat perkataannya ketika memarahi Nael dan perlakuan Nael ketika listrik dikantor yang padam, dia kemudian memutar keran air dan mulai membersihkan diri.
***
Setelah selesai mandi, Caca merasa badan nya kurang sehat.
"Hachi!." Caca bersin dengan begitu keras.
"Huachi hachi! haduh kayanya kena flu deh." Caca memegang kepala nya yang terasa pusing.
Caca baru ingat kalau dia tadi habis ke hujanan dan malah mandi dengan air dingin. Caca lalu berjalan keluar kamar nya dan meminta obat kepada Ibu.
"Bu, punya obat Flu?" tanya Caca menghampiri Ibu nya.
"Wah kayanya habis Ca, Ibu lupa beli buat stok. Kamu kenapa, kamu Flu ya?" jawab Ibu dan mulai panik.
"Terus gimana donk? Hachih!" Caca kembali bersin.
Beberapa saat kemudian Nenek keluar dari kamar, dia seperti mendengar ada suara orang bernyanyi Rock. (Harap maklum karena kuping nya mendengar suara bersin Caca di kira sedang bernyanyi Rock).
"Itu siapa yang lagi nyanyi Rock malam-malam begini?" tanya Nenek yang menutup telinga nya.
"Siapa Nek yang lagi nyanyi Rock? orang lagi bersin kena Flu, Ha..hacih!" Caca bersin kembali.
"Lah kenapa kamu nyanyi seperti bersin Nak, kamu Flu ya?" ucap Nenek lalu membuka telinga nya.
Caca mengangguk, Nenek kemudian membawa Caca duduk dan pergi kedapur untuk membuat ramuan.
Nenek kemudian mulai membuat ramuan tersebut, entah dari apa dia membuatnya, sudah seperti Nenek sihir, dengan tertawa sambil mengangkat-angkat gelas nya.
"Nah, ini dia ramuan Nenek dijamin manjur, nih cepat minum," kata Nenek sambil mencekoki Caca.
"Apa ni Nek, kaya Jamu?" tanya Caca dan menutup hidung nya.
"Hah, jus jambu? ini Jamu Caca, ada Jahe merah nya ada Madunya ada beras kencurnya ada menirannya ada daun mint nya ada kunyit sedikit, bagus buat masuk angin dan flu kaya gini." jawab Nenek tertawa tawa.
Caca akhirnya minum jamu tersebut setelah dipaksa oleh Nenek.
"Gimana enak jamu toh?" tanya Nenek sambil tertawa.
"Pait, bauk!" kata Caca menyengir.
"Hahahaha, ternyata Caca suka," kata Nenek lalu tertawa.
Caca hanya tersenyum dan berkata dalam hati, "Apa nya yang suka."
"Wah untung ada Nenek ya, bisa bikin ramuan bagus begitu, Nenek selain jago bela diri ternyata tahu obat-obatan herbal juga ya," kata Ibu memuji Nenek.
"Hahaha, bukannya tahu obat-obat herbal Siti. Ibu beli jamu itu di warung tadi, hahahaha," balas Nenek sambil menunjukkan bungkusan Sachet nya, tertulis jamu komplit masuk angin.
Ibu dan Caca saling menatap kemudian saling tersenyum, membiarkan Nenek nya itu tertawa senang. Ibu mengantar Caca masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Istirahat ya Ca, badan kamu agak panas Ibu kompres ya," kata Ibu sambil memegang dahinya.
"Iya Bu, makasih ya."
Caca lalu tertidur dengan dahi yang terkompres oleh Ibunya.
…………………………………………………………………………
Ke esokan harinya.
Caca membuka mata nya dia merasa kepala nya sangat berat untuk bangun, tapi dia ingat kerjaan nya masih menumpuk di kantor Caca kemudian memaksakan diri untuk bekerja.
"Ca. Kamu mau kemana? memangnya kamu sudah baikan?" tanya Ibu dan memegang dahi Caca.
"Sudah bu, Haciih." Caca berbohong.
Ibu merasakan cemas karena kondisi Caca masih belum membaik. "Kamu masih sakit Nak, lebih baik istirahat. Biar Ibu yang hubungi Pak Tris buat ijin tidak masuk dulu."
"Tidak perlu Bu. Caca tidak apa-apa, nanti habis sarapan Caca minum obat siang juga pasti sudah baikkan," kata Caca menghentikan Ibunya.
__ADS_1
"Ya sudah. Ibu sudah beli obat Flu nya tadi, nanti minta sama Nenek ya. Obat nya sama Nenek, nanti kamu minum ya. Terus di bawa biar siang bisa minum obat nya lagi, dan jangan paksain diri. Kalau sudah tidak kuat, ijin pulang ya," kata Ibu menasehati Caca.
"Baik bu bos!" balas Caca dan tersenyum.
***
Caca kemudian menemui Nenek nya untuk meminta obat kepada Nenek.
"Nek tadi Ibu beli obat di taruh dimana? yang beli nya bareng obat Nenek tadi pagi?" tanya Caca.
"Ada apa? mau apa Caca?" ucap Nenek balik bertanya.
"Obat flu yang tadi ibu beli, katanya sama Nenek," kata Caca berusaha menjelaskan.
"Ooh obat, iya tadi Nenek juga nyuruh Ibu kamu beli obat Anti Mabuk buat nanti di Bus, obat flu nya ada kok, Nenek ambil dulu ya," balas Nenek dengan jalan tergopoh-gopoh.
"Iya Nek."
Caca kemudian pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Beberapa saat kemudian Nenek datang dengan menenteng kantong plastik kecil.
"Sini Nek, Caca buru-buru takut ketinggalan angkot."
Nenek mangut-mangut entah apa yang di dengarnya lalu berkata, "Iya tunggu sini Nenek ambilin obatnya." Nenek memberikan obat yang didengar oleh nya.
Caca kemudian segera meminum obat tanpa melihatnya lagi dan kembali ke dapur untuk menaruh gelas. Nenek kemudian geleng-geleng kepala melihat Caca.
"Sejak kapan Caca mabok angkot?" tanya Nenek sambil berjalan ke kamarnya.
Nenek ternyata salah memberikan Caca obat, Nenek malah memberikan obat anti mabuk perjalanan bukannya obat Flu.
Caca kemudian menghampiri Ibu yang memanggilnya.
"Oiya Ca, nanti siang Ibu sama Nenek balik ke desa. Kamu jaga diri ya, kalau ada sesuatu jangan ragu minta sama Bibi ya," kata Ibu sambil mengusap kepala Caca.
Caca kembali sedih lalu dia membalas perkataan Ibu nya, "Ya bu."
"Udah di minum obat nya?" tanya Ibu.
"Sudah Bu, Caca berangkat ya sudah siang."
Caca lalu berpamitan kepada Ibu dan pergi menaiki angkot yang sering dijumpainya. Caca akhirnya berangkat ke kantor, dia ingin segera menyelesaikan tugas nya tersebut, walau dia tidak tahu kapan selesai dia akan berusaha mengerjakannya.
***
………………………………………………………………………………
Setibanya di kantor.
Caca melihat jam masih pukul 07.40 WIB. Akhirnya Caca memutuskan untuk tidur terlebih dahulu agar rasa kantuknya berkurang.
Caca kemudian mengambil beberapa tumpukan tugas milik nya lalu melipat kedua tangan dan menaruh kepala diatas tumpukan tersebut. Mata nya terasa berat, diapun akhirnya tertidur.
Tak lama kemudian terlihat mobil Nael melesat masuk menuju parkiran, dia juga sudah datang. Langkahnya begitu cepat, diapun sudah masuk ke dalam kantor. Pandangannya terhenti kepada seseorang yang sedang tertidur. Nael kemudian mendekat dan dia melihat Caca yang sedang tertidur pulas.
Nael melangkah perlahan, dia berhati hati agar tak membuat Caca terbangun. Nael menaruh tas nya perlahan dan berjalan keluar mendekati Caca. Nael perlahan duduk di samping Caca, dia memandangi wajah polos Caca yang sedang tertidur.
Nael memandangi wajah Caca dengan seksama, dia pun tersenyum lembut dan mengatakan sesuatu, "Ah Carisa kamu begitu manis dan cantik, apalagi kalau tidur seperti ini."
"Hahachiih!!" Caca bersin, mata nya terbuka, dia pun terbangun. Nael langsung panik, dia segera memalingkan wajah nya.
"Eh Carisa kamu Flu?" tanya Nael.
"Bapak ngapain duduk di sini?" tanya Caca balik.
"Oh ini, saya mau ambil laporan ini," jawab Nael sambil mengambil secarik kertas dan menuju ruangannya.
"Fiuhh untung nggak ketahuan!" kata Nael sambil mengelus dada nya.
Caca bersin kembali, Nael kemudian menghampiri Caca. "Carisa, kamu sakit?" tanya Nael.
Nael mendekati Caca dan memegang dahinya. "Wah badan kamu panas, kamu sudah minum obat belum?" tanya Nael kembali.
"Udah Pak tadi di rumah, cuma nggak tahu kenapa mgantuk banget dari tadi. Hoam." Caca melanjutkan tidur nya kembali. Nael terdiam dan tak mengganggu Caca, dia pun membiarkan Caca tertidur.
Caca tertidur pulas, tubuh nya terkulai lemas ingin jatuh ke lantai Nael yang melihat itu dengan cepat dengan sigap menangkap raga Caca. Nael menepuk-nepuk pipi Caca, tapi Caca tidak mau bangun. Wajah Caca juga merah sekali karena demam.
"Carisa, hei bangun! kamu kenapa?" Nael mulai panik.
__ADS_1
Nael lalu membopong Caca untuk di baringkan di sofa nya, kemudian dia melihat Caca yang menggigil. Nael lalu mencari-cari sesuatu untuk menyelimuti Caca.
"Ahmad!" teriak Nael.
"Ya Nael ada apa? hah itu Caca kenapa?" tanya Ahmad.
"Tidak tahu Mad. Carisa demam, kamu tolong carikan sesuatu ya, Carisa menggigil," pinta Nael.
"Ya bos tunggu ya."
Ahmad kemudian berlari dan meminta selimut kepada Pak Tris. Pak Tris pun cemas tentang keadaan Caca, mereka pun pergi menemui Caca. Ahmad lalu memberikan selimut untuk Caca dan Nael membiarkan Caca tertidur untuk beberapa saat.
………………………………………………………………………
Dirumah.
Ibu sedang membereskan beberapa keperluan untuk dibawa pulang hari ini. Nenek kemudian menghampiri Ibu Caca dan bertanya, "Siti, emang Caca ada mabok angkot ya?"
"Tidak ada, Caca nggak mabok angkot Bu. Memang kenapa?" jawab Ibu dan balik bertanya.
"Oh ada ya mabok angkot, berarti Nenek nggak salah kasih obat, syukurlah." Nenek lalu pergi keluar.
Ibu bingung dengan perkataan Nenek, "Apa maksudnya, apa jangan-jangan?"
Ibu langsung mencari dan melihat isi didalam kantong plastik obat yang dia beli tadi di apotek, ternyata dugaan Ibu benar. Caca telah salah minum obat.
Ibu lalu panik dia kemudian menelepon kantor, untuk menanyakan kondisi Caca.
"Hallo selamat pagi.". Suara Lista di telepon.
"Halo Lista ya, ini Ibunya Caca. Boleh bicara sama Caca?" tanya Ibu kepada Lista.
"Bisa Bu, Lista oper dulu ya panggilannya."
Lista lalu mengoper panggilan keruang Caca, Nael yang mendengar kemudian mengangkatnya.
"Ya halo ada apa Lis?" tanya Nael.
"Pak, Caca ada nggak, Ibu nya mau bicara."
"Ada, tapi dia lagi demam. Kamu oper aja panggilan nya ke sini nanti saya yang jawab ya."
"Baik Pak."
"Halo, Ca kamu baik baik saja kan, Nenek tadi salah kasih obat ke kamu. Kamu nggak kenapa-napa kan Ca?"
"Halo Bu, ini Nael. Caca lagi demam disini dan sedang tidur," balas Nael.
Ibu kemudian menceritakan kalau Caca telah salah minum obat, Nael lalu mengerti dia pun meminta Ibu Caca tidak panik kareba dia akan memanggil dokter untuk ke kantor.
Telepon kemudian di tutup, Nael akhirnya tahu kenapa Caca tertidur dengan begitu lelap tetapi Flu nya tidak sembuh.
***
Nael kembali keruangannya dan Pak Tris bertanya kepada Nael, "Telepon dari siapa Nael?"
"Dari Ibu nya Caca Pak, katanya Caca salah minum obat. Nenek salah denger, Caca meminta obat Flu tapi Nenek memberikan Caca obat anti mabuk perjalanan."
Pak Tris mengernyitkan dahi lalu menggeleng-gelengkan kepala nya. "Ya ampun Nenek, ya sudah Nael panggil dokter saja ya."
"Baik Pak."
Nael lalu memanggil dokter untuk datang dan tak lama kemudian dokter pun datang, dan memeriksa Caca.
"Bagaimana dok?" tanya Nael.
"Dia nggak kenapa napa kok tenang saja, biarkan saja dia tidur, itu efek minum obat mabuk perjalanan, nanti juga bangun jika efeknya sudah habis, untuk demamnya tolong dahi nya di kompres ya pakai air hangat," ucap Dokter memberi saran.
"Dan ini ada obat Flu, dikasih setelah dia bangun ya, di minum setelah makan." Dokter lalu membereskan tasnya.
"Terima kasih Dok."
Nael lalu mengantar Dokter keluar dari kantor lalu kembali ke ruangannya, dia melihat Caca yang tertidur pulas di atas sofa nya.
Nael kemudian tersenyum melihat Caca sepertinya dia akan puas memandangi Caca hari ini.
.
__ADS_1
.
Bersambung.