Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 46. Surat dan Buket Bunga Bag 2.


__ADS_3

Caca sedang melamun di meja kerja nya, entah kapan kerjaannya itu akan habis. Tak berapa lama lamunannya terhenti ketika Caca melihat mobil Nael memasuki gerbang.


"Ah si bos bawel sudah balik lagi kesini," kata Caca kembali tak bersemangat.


Mobil Nael berhenti dan Nael lalu turun dari mobilnya, tapi Nael tidak langsung masuk ke dalam ruangannya, dia memanggil beberapa orang untuk membantu Ahmad membawakan bunga yang begitu banyak dari dalam mobil nya.


Semua orang pun bertanya-tanya dan memandang satu sama lain. "Eh buset itu Pak Nael jualan kembang?"


"Bunga buat siapa itu? sampe sekebon!" Mereka pun sibuk membicarakan hal tersebut.


Caca sedikit bingung, kenapa bos nya itu belum juga masuk ke dalam dan kenapa suasana di luar yang begitu ramai.


"Lagi ada apa sih di luar rame-rame begitu?" tanya Caca penasaran.


***


Tak berselang lama Ahmad lalu masuk ke dalam kantor dan kemudian di susul oleh yang lainnya.


Semua karyawan kantor pun menjadi heboh, termasuk Dewi dan Lista. Mba Lista yang berada di dalam kantor kemudian bingung dan bertanya, "Eh Lis itu buket bunga banyak banget mau di bawa kemana ya?"


"Nggak tau Mba, tapi kayanya menuju ruangan Caca sama Pak Nael," jawab Lista.


"Astaga, tapi kenapa sampai banyak begitu, lihat yang bawa sampai lebih dari lima orang," ucap Dewi terheran-heran.


"Ikh nggak tau, kita ikutin aja yuk!" kata Lista mengajak Dewi


"Kuy lah!"


Mereka lalu berbondong-bondong mengikuti kemana akan diberikannya semua buket- buket bunga itu dan mereka dibuat terkejut karena bunga tersebut semua nya untuk Caca.


Caca langsung heran dengan memasang wajah kebingungannya melihat banyak orang menghampiri ruangan nya dengan membawa buket bunga yang begitu banyak dan menaruh begitu saja di meja kerja nya.


Ruangan Kerja Caca seketika itu pula banjir oleh buket bunga, Caca yang masih tercengang lalu bertanya kepada Ahmad, "Apa ini Bang Ahmad?"


"Udah terima aja." Ahmad tersenyum.


"Buat saya semua ini? dari siapa dan kenapa?" Tanya Caca kembali.


Beberapa saat kemudian Nael masuk ke ruangan nya dan memberikan satu tas penuh berisi surat kepada Caca dan berkata, "Nih ambil, buat kamu semua!" Nael berjalan menuju ruang kerja nya dengan wajah kesalnya.


Caca hanya terdiam karena bingung lalu menerima itu semua, tanpa dia ketahui asal usulnya. Tak lama kemudian Pak Tris datang dan membubarkan kerumunan yang ada disana.


"Pak Tris, coba lihat sini, kenapa banyak banget bunga di sini? Saya sampe nggak bisa kerja gara gara ketutupan semua bunga ini Pak."


Pak Tris yang telah mengetahui semua dari Pak Heru kemudian tersenyum dan membalas pertanyaan Caca, "Iya Ca, terima saja ya."


"Iya sih, tapi dari mana ya?" tanya Caca kembali.


"Dari para pengusaha yang ikut rapat besar tadi, mereka nitipin bunga buat kamu, banyak Pengusaha muda dan ganteng-ganteng juga loh yang kirim ini semua," kata Pak Tris sambil melirik Nael.


"Tapi apa hubungan nya sama saya Pak." Caca menjadi semakin bingung.


"Sudah jangan banyak tanya!" ucap Pak Tris sambil kembali ke ruangannya.


Caca lalu tersenyum dan tersipu malu mendengar hal tersebut karena mendapatkan banyaknya bunga yang ditujukan untuk dirinya sedangkan Nael hanya menatap semua itu dengan kesal. Dia pun menggerutu di ruangannya sendiri.


……………………………………………………………………………


Di Kediaman Satya.


"Lapor Bos!" kata salah satu berandal.


"Iya kamu ada bawa berita apa hah?" tanya Satya yang sedang merokok.

__ADS_1


"Bos tadi para pemimpin dari berbagai perusahaan mengadakan rapat yang membahas tentang Nona Caca Bos, mereka bersatu untuk melindungi Nona Caca dari Bos Satya!"


"Wah ternyata mereka berani macam macam dengan Satya!" ucap Satya dengan santai nya.


"Rusli!" teriak Satya memanggil seseorang.


"Siap bos!"


"Kumpulkan semua para penjahat yang berada di pihak kita, bilang kepada mereka kita akan mengadakan pertemuan besar!" balas Satya lalu tersenyum jahat.


"Baik bos!"


Satya menyuruh orang tersebut dan segera melaksanakan tugas nya.


…………………………………………………………………………


Di Kantor.


Jam pulang telah berbunyi, Lista Dewi dan Mul datang ke ruangan Caca.


"Ca lagi apa?" tanya Mba Dewi.


Caca yang sedang sibuk dengan semua bunganya lalu menengok kearah teman-temannya dan menjawab pertanyaan Dewi, "Lagi nyusun semua bunga ini. Sayang banget kalo di buang."


"Ini banyak banget bunga nya, kaya jualan bunga aja!" ucap Lista terkagum-kagum.


"Iya nih, gua aja sampai bingung Lis mau ditaruh dimana coba." Caca menggaruk kepalanya.


"Cie yang dapet bunga sama surat segunung," kata Ahmad yang tiba-tiba datang dan langsung menggoda Caca.


Mereka pun semua menggoda Caca. Wajah Caca merah seketika karena tersipu malu sementara itu Nael tidak menyukai hal tersebut, tetapi Nael penasaran ketika Caca mulai menunjukan setumpuk surat dan kartu ucapan tersebut kepada teman-temannya untuk dibaca satu persatu.


"Sini gua yang bacain!" ucap Lista sambil merebut tas berisi surat.


"Iya."


"Gila Ca, isi nya pada banyak yang ngajak kenalan, ketemuan, ngajak pacaran, minta nomor HP, muji-muji kamu cantik, manis, nih malah isi surat ini buat ngelamar kamu Ca. Hahaha."


"Ampun deh sampai cape bacanya." Lista lalu beristirahat.


"Sudah ah malu." Caca lalu mengambil semua surat tersebut.


Nael kemudian keluar dari ruangannya dengan wajah kesal sambil bertolak pinggang lalu berkata, "Berisik! kenapa kalian belum pulang semua hah!"


"Maaf Pak, tanggung lagi bantuin Caca bacain isi surat ini," balas Lista.


"Sudah jangan dibaca lagi! Carisa, baca saja di rumah sana!" Nael lalu berbalik ke dalan ruangannya.


"Dih dia yang sewot." Lista berbisik-bisik kepada semuanya dan mereka lalu menertawakan Nael.


***


Beberapa saat kemudian semua teman-teman Caca kemudian berdiri dan mengajak Caca pulang.


"Ca yu kita pulang!" ajak Mba Dewi.


"Oke Mba, bentar ya saya beberes dulu," balas Caca.


"Oke kita tunggu di depan ya," kata Mba Dewi sambil berjalan keluar.


"Iya."


Caca kemudian merapihkan semua surat dan kartu ucapan tersebut dan bersiap-siap untuk pulang kerumah. Nael melihat kondisi yang sudah sepi, dia kemudian keluar untuk menemui Caca.

__ADS_1


"Carisa!" panggil Nael.


"Iya."


"Kerjaan kamu sudah selesai?" tanya Nael.


"Masih ada beberapa lagi, mungkin habis di bulan ini kalau tidak ada gangguan," jawab Caca.


"Oke." Nael lalu terdiam.


"Pak." Caca memanggil Nael.


"Iya Carisa. Ada apa?" balas Nael dan bertanya.


"Apa Bapak sudah dapat karyawan pengganti untuk saya?" tanya Caca.


"Glek!" Nael menelan ludah.


Nael lalu terdiam, dia tidak ingin Caca digantikan oleh siapa pun dan menjawab pertanyaan Caca, "Belum, belum ada yang Cocok. Apa kamu yakin mau keluar dari sini?" tanya Nael.


Caca hanya terdiam tidak menjawab dan melamun hingga lamunanan nya itu berhenti ketika ponsel Caca berdering.


"Hallo Sandy."


"Halo Nona Caca, saya bawa kabar kalau Nenek dan Ibu sudah sampai di desa dengan selamat."


"Syukurlah, terima kasih ya!"


"Sama-sama Nona Caca."


Nael bertanya kepada Caca apa yang terjadi.


"Dari siapa? apa yang terjadi?" tanya Nael.


"Ibu sama Nenek sudah sampai dengan selamat." Caca tersenyum senang.


"Oh, syukurlah."


"Saya pulang dulu ya Pak!" Caca berpamitan pulang.


"Iya, hati-hati."


Caca kemudian keluar dari ruangan nya dan menghampiri teman-temannya untuk naik angkot bersama sementara Nael sedang merana karena Caca sebentar lagi akan keluar dan mengundurkan diri.


……………………………………………………………………


Di Mess Pak Tris.


Sementara itu Pak Tris yang sedang beristirahat di mess nya mendapat panggilan dari telepon.


"Halo."


"Halo Pak, saya ada bawa kabar, kalau Satya berencana akan mengumpulkan para berandal dan penjahat dari berbagai daerah untuk dan mengadakan pertemuan Pak."


"Baiklah terima kasih." Pak Tris lalu menutup panggilan tersebut.


Pak Tris cemas mendengar hal tersebut, entah rencana jahat apa yang akan dilakukan Satya terhadap Caca. Pak Tris lalu menelepon Pak Heru dan memberitahu kabar tersebut.


Pak Heru terkejut mendengar hal tersebut, diapun akan mengadakan rapat di perusahaan nya dan mengundang beberapa pengawal dan penjaga yang lainnya.


Pak Heru juga mengundang beberapa pengusaha yang mau mendukungnya untuk hadir besok di tempat kerja nya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2