Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 36. Ulang Tahun Caca


__ADS_3

Ke esokan harinya


Hari ini hari sabtu, Caca mendapat kabar dari Sandy bahwa Nenek dan Ibu nya hari ini akan berlibur ke Kota selama beberapa hari, mereka sudah dalam perjalanan dan akan sampai pada sore hari ini. Caca senang mendengar hal tersebut, dia pun berencana akan pulang cepat hari ini.


***


Setiba nya di kantor, Caca seperti biasa menuju ruang kerja nya, Caca merasakan seperti ada seseorang yang mengikuti nya dari belakang.


Kemudian Caca yang penasaran ingin mengetahui siapa yang mengikutinya seperti itu, dia lalu menghentikan langkah nya dan berbalik badan untuk memastikan sesuatu, sementara itu orang yang mengikutinya tak tahu kalo Caca berhenti mendadak hingga tabrakan pun tak terhindarkan.


"Bruk!"


Caca tertabrak orang tersebut, mengakibatkan mereka terjatuh bersamaan, Caca merasa kesakitan karena tubuhnya terbentur lantai dan juga tertindih pria tersebut.


"Auw!" teriak Caca yang kesakitan dan terkejut melihat itu adalah Nael si bos bawel nya.


Wajah Caca dan Nael sontak memerah, mereka memandang satu sama lain. Mengingat posisi mereka yang tak seharusnya, Caca kemudian mendorong tubuh Nael agar menjauh dari nya.


"Maaf Carisa, lagian kenapa kamu berhenti mendadak begitu?" tanya Nael sambil mengulurkan tangannya.


Caca meraih tangan Nael dan berdiri dengan sesekali mengusap pinggangnya lalu membalas pertanyaan Nael, "Maaf Pak, saya nggak tahu itu Bapak. Habisnya mengikuti saya diam-diam seperti orang yang mencurigakan."


"Apa maksudnya saya mencurigakan?" tanya Nael dengan wajah cemberut.


Caca hanya diam tidak membalas dan merapihkan baju nya, kemudian Caca teringat hari ini dia akan bertemu dengan Ibu dan Nenek nya, Caca tersenyum riang sampai tidak mengindahkan jika Bos nya sedang berdiri melihat nya dengan wajah yang penasaran.


Nael masuk ke dalam ruangan nya sambil melihat Caca yang membuat dia keheranan. "Kenapa dengan dia? perasaan kepala nya tadi tidak terbentur."


Ahmad yang datang bersama dengan Nael berpura-pura tak melihat hal tersebut tapi dia sempat mengambil foto mereka yang jatuh bertabrakan tadi lalu masuk sambil membawakan tas milik Nael.


"Caca, kenapa senyum-senyum saja dari tadi? senang banget kaya nya hari ini, ada apa?" tanya Ahmad.


"Eh bang Ahmad. Ya donk hari ini Nenek dan Ibu mau datang dari desa!" balas Caca lalu berdiri dan terlihat senang dengan sedikit lompatan kecil.


Nael yang mendengar hal tersebut langsung keluar dan menghampiri Caca lalu bertanya, "Apa betul itu Carisa?"


Caca yang sangat senang lalu tersenyum tanpa menyadari dia telah memeluk Nael yang berada di dekatnya dengan begitu erat sambil memejamkan kedua mata nya, sesekali Caca mengerakan pelukannya kekiri dan kekanan lalu membalas pertanyaan Nael, "Iya Pak, rencana nya sore ini mereka sampai di sini."


Nael yang mendapat pelukan gratis secara tiba-tiba tersebut sontak terkejut dan menjadi malu. Nael tersenyum senang dan membiarkan Caca memeluk dirinya, begitu pula dengan Ahmad yang terperanjat kaget saat Caca memeluk Nael secara tiba-tiba. Ahmad lalu menatap wajah Nael yang tersenyum senang, maka Ahmad membiarkan pelukan tersebut berlangsung di hadapannya.


Beberapa saat kemudian Caca mulai tersadar setelah mendengar suara Ahmad yang sedang tertawa. Caca perlahan membuka kedua matanya lalu mulai memperhatikan seperti ada yang salah dengan dirinya. Caca melihat kedua tangannya sedang melingkar erat di tubuh atletis milik Nael.


"Glek!" Caca menelan ludahnya kasar.


Caca lalu memberanikan diri menatap wajah dari pria tinggi di hadapannya itu dan ternyata dugaan nya benar saat wajah pria tampan yang tak asing lagi baginya itu sedang tersenyum lembut dan menatap dirinya dengan penuh damba.


Wajah Caca seketika merona saat dia menyadari telah melakukan kesalahan, tanla basa basi Caca segera melepas pelukannya itu lalu meminta maaf kepada Nael, "Ah maaf Pak! saya tidak sengaja, saya minta maaf."

__ADS_1


Nael tak menanggapi permintaan maaf dari Caca, dia malah mendekati Caca yang telah menjauh dari nya dan berkata sesuatu sambil berbisik di telinga yang membuat Caca merinding seketika, "Tidak apa-apa Carisa, peluk yang lamaan lagi juga boleh saya senang."


"Glek!" Caca menelan ludah kembali. Wajah nya kembali memerah seperti kepiting rebus lalu menatap Nael yang masih tersenyum lembut pada nya, jantung nya dibuat berdebar hebat oleh Nael membuat nafasnya menjadi tidak beraturan.


Melihat hal tersebut, Ahmad lalu membubarkan kedekatan mereka dan mengingatkan mereka bahwa ini adalah tempat kerja dan dilarang untuk bermesraan. Perkataan Ahmad lantas membuat mereka berdua tersenyum malu.


Nael lalu kembali masuk ke dalam ruangan nya sambil melihat kearah Caca dengan tetap memasang senyuman menawan milik nya, begitu pula dengan Caca dia kembali duduk dan mulai kembali mengerjakan tugas nya.


Tak beberapa lama pertanyaan Legend dari Nael terdengar dari dalam yang membuat Caca tak bisa menghindarinya. "Carisa, mana kopi saya?" tanya Nael dan Caca menjawab sambil menepuk jidatnya karena lupa, "Iya Pak, sebentar!"


***


Tak butuh waktu lama kopi racikan Caca telah siap, dia lalu masuk dan memberikannya kepada Nael. Karena merasa gugup tangannya tak sengaja menyentuh tangan Nael yang sedang menerima kopi dari nya. Caca lalu secepat kilat menjauhkan tangannya tapi gerakan tangan Nael lebih cepat lagi lalu dengan sigap Nael memegang tangan Caca dengan erat dan sedikit meremas nya dengan lembut.


Caca seketika menjadi panik dan meminta Nael untuk melepaskan tangannya, dia malu dan takut ada orang yang melihat mereka. Tetapi Nael tidak memperdulikan ucapan Caca, dia malah berdiri dan mulai mendekati Caca perlahan.


Caca kemudian mundur perlahan kebelakang dan diikuti oleh Nael hingga langkah nya terhenti oleh sebuah dinding tetapi Nael masih mendekatinya bahkan hingga dua tubuh itu saling berhimpitan dan menyisakan jarak diantara mata saja.


Jantung Caca dibuat berdebar hebat kembali, nafasnya menjadi cepat dan tak beraturan hingga dadanya naik turun mengatur nafas saat Nael mengatakan sesuatu kepada dirinya yang membuat bulu kuduknya seketika berdiri, "Kenapa harus malu, bukannya kita udah dijodohin?"


"Glek!" Caca menelan ludah susah payah lalu mengingat kembali perkataan pak Heru, bahwa benar mereka telah berjodoh. Caca menjadi malu dia berusaha menghindar dan melakukan perlawanan. "Baru di jodohin kan, belum tunangan."


Caca melihat celah disamping nya kemudian berusaha melarikan diri tetapi tangan Nael dengan cepat menghadang Caca yang ingin menjauh dari nya. Caca kembali terpojok, dia tidak bisa bergerak atau menghindar tangan kanan dan kiri Nael menghadang Caca.


"Bagaimana Carisa jawaban kamu tentang pertanyaan saya kemarin lalu? apa kamu mau menerima saya?" tanya Nael yang semakin mendekatkan tubuhnya dan enggan menjauhinya.


Nael begitu bergembira setelah mendapatkan jawaban dari Caca, senyumnya melengkung dengan indah diapun seperti mendengar alunan musik cinta yang indah di sekelilingnya. Nael lalu melepaskan Caca untuk kembali bekerja.


Caca lalu tersenyum, perasaannya sedikit lega dengan pernyataannya tersebut, mulai saat itu mereka pun tampak makin dekat dan mesra. Terkadang Nael tak malu lagi untuk mendekati Caca bahkan menyentuhnya.


Nael lalu berjanji kepada Caca akan mencintainya setulus hati dan akan melindungi serta menjaga Caca dengan sekuat tenaganya. Mendengar hal tersebut Caca menjadi senang.


***


Hari sudah siang Caca lalu minta ijin kepada Nael untuk pulang cepat sebelum istirahat berbunyi. Nael pun menyetujui nya, bahkan Nael menawarkan untuk mengantar kan Caca ke rumah tetapi Caca menolak, karena Nael terlihat sibuk dia akan pulang sendiri naik angkot.


Sebelum keluar Nael menghentikan Caca san bertanya sesuatu, "Besok kamu datang kan ke acara Valen?"


Caca kemudian mengangguk dan berkata, "Iya datang."


"oke sampai jumpa besok."


Caca pun berlalu dan kemudian datang ke ruangan staf keuangan, dia juga memberitahu kepada Lista dan Dewi mereka akan janjian untuk pergi ke acara Valen besok malam.


…………………………………………………………………………………


Setiba nya di rumah, Caca langsung membantu Bibi menyiapkan kamar untuk Ibu dan Nenek, Caca sangat senang karena mereka akan datang lalu Caca berencana akan mengajak Nenek keliling kota hingga pusing lalu terkekeh dengan rencana nya tersebut.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan pukul 17.00 WIB. Tak lama kemudian ada sebuah taksi yang berhenti di depan rumahnya Caca kemudian membuka pintu dan keluar, betapa senang nya Caca melihat orang yang dia sayangi keluar dari mobil taksi tersebut.


"Ah itu Ibu dan Nenek!" teriak Caca.


Caca bergegas menghampiri mereka dan membawakan barang juga tas mereka, kemudian tak lupa Caca memeluk Nenek dan Ibu.


"Selamat datang Nek, selamat datang Ibu. Mari masuk!" Caca lalu menuntun Nenek. Nenek sempat melihat Sandy yang berdiri dekat pintu sebelum masuk Nenek tersenyum kepada Sandy.


Mereka beristirahat karena perjalanan yang jauh hingga membuat Nenek kecapean, Nenek lalu tertidur pulas dengan suara mendengkur yang keras, semua orang hanya tertawa melihat Nenek.


Ibu memeluk Caca, dia pun mengucapkan selamat ulang tahun untuk Caca. Caca tersenyum senang dia bahkan lupa kalo hari ini adalah hari ulang tahunnya.


"Selamat ulang tahun Caca sayang." Ibu lalu mencoum kening Caca.


Caca terharu mendengar ucapan Ibu, dia lalu membalas perkataan Ibu, "Terima kasih Bu."


Bibi juga tak lupa memberikan selamat kepada Caca yang telah genap berusia 21 tahun. Dan berkata kepada Ibu, "Hari ini kita akan masak yang enak-enak untuk Caca, ya nggak Mba Siti."


"Ya donk, Ibu sudah siapkan semua nya!" jawab Ibu dengan semangat.


Caca lalu memeluk mereka dan mengucapkan, "Terima kasih Ibu, Terima kasih Bibi."


Sandy juga tidak mau ketinggalan memberi selamat kepada Caca dan para penjaga lainnya juga yang mulai berdatangan. Caca senang dia pun berterima kasih.


Caca lalu mengingat kembali Ayah Burhan yang selalu tepat waktu mengucapkan selamat ulang tahun pada Caca, selalu jam 12.01 malam dengan membawakan sekuntum bunga kecil dan sepotong kue untuk dirinya sambil diam-diam agar tidak ketahuan Ibu. Caca lalu menangis dan merindukan ayah Burhan jika mengingat hal tersebut.


***


Beberapa saat kemudian Ibu dan Bibi sudah selesai memasak masakan yang enak dan sangat banyak.


"Wah banyak banget Bu masaknya, kan cuma kita yang ada di sini saja."


"Ya tunggu saja." Ibu tersenyum.


"Tok tok tok!" Caca lalu berlari dan membuka kan pintu.


Begitu pintu terbuka Caca senang bukan main saat melihat teman-temannya datang dan membawakan kue ulang tahun untuk dirinya. Bahkan Ahmad dan teh Mul pun juga datang.


"Selamat Ulang Tahun Caca!" ucap teman-teman nya dengan kompak.


"Terima kasih ya!" balas Caca terharu.


Ibu lalu menyuruh mereka untuk masuk dan memulai acara kecil-kecilan tersebut. Caca masih berdiri di depan dan melihat ke sekeliling luar rumah nya seperti mencari seseorang dia penasaran dan berkata dalam hati, "apa dia datang juga", "ah nggak mungkin dia datang, kan aku nggak ngomong tadi, lagipula dia pasti sibuk, kan besok hari pernikahan Kakaknya."


Caca kemudian masuk dan merayakan nya bersama Keluarga dan teman nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2