Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 68. Penyelamatan untuk Caca


__ADS_3

Di Rumah Nael.


Pesta masih berlangsung dan tiba acaranya untuk Nael meniup lilin. Valen berjalan ke arah Nael sambil membawakan kue ulang tahun milik Nael dan menyanyikan lagu ulang tahun untuk adik kesayangan nya itu dan tak butuh waktu lama Nael lalu meniup nya.


"Fuh!"


Hembusan angin yang keluar dari mulut Nael berhasil memadamkan seluruh lilin yang menancap di atas kue ulang tahunnya dengan di iringi lagu dan suara gemuruh dari tepukan para tamu undangan yang berada di sana.


Lilin telah padam mereka semua bersuka cita, tetapi entah kenapa hati Nael seketika menjadi gelisah, pikiran dan hatinya diliputi oleh kecemasan yang bahkan dia sendiri tidak mengetahuinya.


Nael terdiam dan wajah nya berubah seketika, Nael merasakan seperti ada hal yang buruk yang akan datang, tetapi dia tidak tahu kepada siapa dan kapan musibah itu akan terjadi.


"Brak!"


Mereka yang hadir di pesta terperanjat kaget ketika mendengar suara pria yang tertabrak pintu karena berlari tergesa-gesa, mereka melihat seorang pria berlari dengan wajah panik dan pucat sambil mencari-cari seseorang.


Kemudian Pria tersebut berhasil menemukan orang yang dicarinya lalu berteriak kepada Pak Heru, "Pak Heru warning! Nona Caca lost she diculik oleh human jahat." (Pak Heru gawat! Nona Caca hilang diculik oleh orang jahat).


Pak Heru menenangkan Pak Munarwan yang berbicara tidak jelas karena nafasnya yang tersengal-sengal.


"Ada apa Munarwan, kenapa kamu berlari dan panik seperti ini? dan kemana Caca?" tanya Heru sambil memegang kedua pundak Munarwan.


Sandy yang mendengar nama Caca dalam masalah bergegas mencari informasi kepada penjaga yang lainnya dan pergi dari tempat pesta untuk menyelamatkan Nona nya.


Salah satu penjaga Caca datang dan memberikan kabar mengenai Caca. "Maaf Pak Heru, Nona Caca telah diculik."


"Apa!" teriak Heru.


Semua tamu undangan kemudian ikut panik terlebih lagi Nael dia merasa sangat cemas, dia kemudian berlari menghampiri penjaga Caca dan bertanya kepada nya, "Kenapa bisa dia diculik? dan bagaimana caranya mereka menculik Carisa?"


Penjaga yang mengawal Caca dan Pak Munarwan menjelaskan kronologi terjadinya peristiwa penculikan yang menimpah Caca.


Mereka khawatir perasaan campur aduk menambah kesan dalam pesta ulang tahun Nael.


Nael kemudian bergegas pergi dengan mobilnya walau dia tidak tahu harus kemana tetapi dia akan berusaha mencari Caca hingga ketemu, tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar sesuatu yang keras memecahkan jendela kaca rumahnya.


"Prang!"


"Pletak!"


Sebuah batu dilapisi oleh kertas memecahkan kaca jendela rumah Nael dan tepat mengenai kepala Anthoni. Anthoni langsung kesakitan di tempat itu juga.


"Aw!"


"Siapa yang berani menimpah kepala ku hah!" teriak Anthoni dengan marah.


Nael berlari melihat keluar jendela, dia melihat sesosok orang misterius dengan baju serba hitam lalu berlari dengan masih memegang ketapel di tangannya.


Nael lalu melihat sebuah bola kertas tersebut dan membuang batu lalu mengambil kertasnya, Nael merapihkan kertas dan melihat ada sebuah pesan didalamnya semua orang lalu berkumpul untuk mengetahui lebih jelas apa yang ada di dalam isi surat tersebut.

__ADS_1


"Jika kau ingin kekasih mu selamat maka pergilah ke alamat yang tertera di surat ini, bergegaslah! jika terlambat sedikit maka kau akan menyesal."


Nael geram dia lalu meremas kertas tersebut dan berkata. "Carisa dalam bahaya."


Pak Heru syok mendengar hal tersebut diapun mengambil kertas yang di pegang oleh Nael lalu membacanya lalu dengan cepat Pak Heru menghentikan Nael yang ingin pergi ke tempat yang mana alamatnya telah diberitahu dalam surat tersebut.


"Tunggu Nael, jangan pergi! bagaimana jika ini adalah jebakan dari para penjahat tersebut?"


Nael berbalik dan berkata kepada Ayahnya, "Kita tidak punya waktu Pah, Carisa dalam bahaya. Papa tenang saja disini, Nael berjanji akan membawa Carisa dari sana dengan selamat."


Pak Heru dengan berat hati membiarkan Nael pergi untuk menyelamatkan Caca, lalu dia tak lupa berpesan, "Nael, bawalah beberapa penjaga untuk melindungi mu."


Nael mengangguk setuju lalu dia membawa beberapa orang penjaga untuk membantunya menyelamatkan Caca.


***


Pak Heru lalu menelepon Pak Firman dari kepolisian untuk meminta bantuan dan menjelaskan semua apa yang terjadi hari ini. Pak Firman mengerti kemudian dia mengerahkan anak buahnya untuk terjun dan membantu Pak Heru ke alamat yang sudah diberitahu sebelumnya di telepon.


Ahmad menghampiri Nael dan dengan suka rela menawarkan bantuan untuk Nael. "Biarkan saya yang mengemudi Nael."


Nael menepuk pundak Ahmad lalu berkata, "Ayo kita pergi Ahmad! kita akan menyelamatkan Carisa kembali."


Ahmad menganggukkan kepalanya tertanda mengerti kemudian dia berlari cepat mengambil mobil dari garasi rumah lalu membawa Nael dan beberapa orang untuk pergi menyelamatkan Caca.


Sementara itu Sandy mendapatkan informasi mengenai mobil yang membawa Caca, dengan cepat dia menarik gasnya agar dapat datang tepat pada waktunya.


Di Kediaman Satya.


Mobil yang menculik Caca telah sampai di suatu rumah yang cukup besar, mereka lalu menarik Caca untuk turun dari mobil dan mengikuti nya masuk kedalam rumah bosnya tersebut. Caca memberontak dia berteriak dan meminta untuk dilepaskan.


"Lepas! kalian siapa dan mau apa?" tanya Caca sambil berusaha melepaskan diri.


Penjahat tersebut masih memegangi Caca lalu membalas perkataan Caca, "Sudah jangan banyak tanya, kami tidak akan melepaskan mu Nona cantik. Lebih baik Nona manis diam saja, di dalam sudah ada yang menunggu Nona."


Caca bergetar hebat ketika dia telah masuk kedalam rumah besar tersebut, tangannya masih di pegang erat oleh para penjahat itu, mereka lalu menarik Caca untuk menaiki tangga dan menuju kamar seseorang yang berada diatas sana.


"Tidak! jangan tolong biarkan saya pergi dari sini." Caca mulai menangis. Dia punya firasat buruk ketika melihat kamar tersebut.


"Sudahlah Nona, jangan menolak. Nanti kami juga yang repot." Penjahat tersebut berhasil menarik paksa Caca hingga depan pintu kamar Sony.


"Tok tok tok!"


"Bos kami sudah berhasil membawa nya!" teriak orang itu.


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka perlahan dan penjahat tersebut mendorong tubuh Caca agar masuk kedalam kamar.


"Bruk!"


Caca menabrak tubuh Sony yang sudah berada di depannya. Caca menengadah keatas dan seketika dia lemas ketakutan.

__ADS_1


"So...Sony!" teriak Caca dengan terbata bata.


Caca dengan cepat menjauhkan dirinya dari Sony lalu mundur perlahan. Caca melihat kesekeliling kamar Sony yang begitu indah dengan kelopak bunga mawar merah.


Sony tersenyum senang karena Caca telah berada di dalam kamarnya, lalu Sony berjalan mendekati Caca yang sedang berdiri ketakutan.


"Jangan takut Caca sayang, kamu lihat kamar ini begitu indah bukan? ini aku siapkan khusus untuk kamu, lebih tepatnya untuk penyatuan kita berdua."


Caca menangis dan menatap Sony dengan jijik, dia menjauhi Sony yang berusaha mendekatinya. "Jangan mendekat, jangan berani menyentuhku!" ancam Caca.


Sony tertawa melihat Caca yang begitu marah dan ketakutan, dia tidak sabar untuk memiliki Caca seutuhnya. Sony kemudian berusaha menangkap Caca yang masih menolak untuk di dekati.


"Ah hari ini kami cantik sekali, apa penampilan mu itu adalah hadiah untuk ku?" ucap Sony di sela pengejarannya.


"Pergi kamu! jangan mendekat!" teriak Caca sambil melempar barang yang berada di dekatnya kepada Sony.


"Kesinilah sayang, aku tidak akan menyakiti mu." Sony lalu tertawa dan masih mempermainkan Caca.


"Tidak akan ku biarkan itu terjadi! tidak akan!" bentak Caca.


Sony tidak suka Caca menolaknya terus menerus, karena dia sudah bersikap baik dan lemah lembut kepada Caca hingga akhirnya kesabarannya telah hilang dia langsung membentak Caca. "Kau wanita tidak tahu diri! jangan sok jual mahal kepada ku! aku adalah orang yang sangat mencintaimu, tidak boleh ada orang lain yang memiliki dirimu selain diriku!"


Caca tersentak kaget dengan ucapan Sony yang berteriak kepadanya, Caca kembali lemas tetapi dia harus berusaha menyelamatkan kehormatannya agar tidak jatuh kepada Sony.


"Terserah kamu mau apa! yang pasti aku tidak akan memberikannya!" teriak Caca.


Sony akhirnya berhasil membawa Caca tersudut di pojok ruangan, hingga Caca tak bisa berlari kemana-mana lagi, Sony dengan tatapan buas langsung mendekap Caca dan tanpa basi basi memboyong tubuh Caca agar terjatuh diatas kasur miliknya.


Caca berteriak meminta tolong dan memukuli tubuh Sony agar mau melepaskannya, tetapi pukulan tersebut tidak berarti apa-apa bagi Sony hingga akhirnya Sony berhasil melempar tubuh Caca diatas kasur yang membuat kelopak bunga tersebut terpental keatas dan menghujani seluruh tubuh Caca.


Caca menangis dia segera duduk dan menjauhkan diri ke dalam pojok kasur agar Sony tak menyentuhnya lalu memohon kepada Sony agar tidak melakukan perbuatan kotor itu kepada nya. "Jangan Sony aku mohon jangan lakukan itu."


Sony tak mengindahkan perkataan Caca dia malah membuka baju nya hingga bertelanjang dada lalu mulai merangkak naik ke atas kasurnya mendekati Caca dengan senyuman penuh damba. Caca menutupi wajahnya dan tak mau melihat hal tersebut dia lalu mencari-cari sesuatu yang berada di sekitarnya.


Caca menarik selimut yang berada di dekatnya dan mengelengkan kepalanya sambil menangis. Sony lalu dengan kasar menarik selimut itu dan melemparnya ke sembarang arah. Caca masih mengeser tubuhnya agar Sony tak menjangkaunya.


Sony tak sabar lagi, susah payah dia menjatuhkan Caca tetapi Caca tak mau menyerah juga hingga akhirnya Sony menarik kedua kaki Caca agar Caca jatuh dan terbaring diatas kasurnya. Caca tersentak kaget saat kakinya ditarik dan Sony berhasil membuat nya terbaring diatas kasurnya itu.


Lalu dengan cepat Sony merangkak naik keatas tubuh Caca yang masih saja berontak. Caca berteriak meminta tolong kembali.


"Tolong!"


Teriakan tersebut sepertinya telah sampai di hati Nael membuat Nael yang masih dalam perjalanan menjadi sangat gelisah dan dia merasakan Caca membutuhkan pertolongan dari dirinya dengan sesegera mungkin. Nael lalu meminta Ahmad untuk memacu kendaraan nya lebih cepat lagi dan berharap mereka bisa datang tepat waktu untuk bisa menyelamatkan Caca.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2