
Lima Menit kemudian.
MC kemudian memanggil peserta dansa kembali untuk berkumpul. Caca yang mendengar hal tersebut langsung menanyakan ke Pak Tris.
"Pak Tris. Bapak yakin mau lanjut lagi dansa nya?" tanya Caca.
"Yakin, Caca. Kapan lagi saya bisa berdansa," kata Pak Tris sambil tertawa bersama Pak Heru.
Nael hanya tersenyum melihat kebersamaan mereka. Nama Caca dan Pak Tris dipanggil untuk segera menuju aula dansa. Karena semua pasangan sudah berkumpul.
Caca kemudian menggengam tangan Pak Tris dan mengajak nya untuk berjalan ke arah aula.
"Ayo! Pak. Kita kesana!" kata Caca bersemangat.
"Tunggu, Ca!" suara Pak Tris.
Caca tidak melihat kesekeliling. Hati nya sedang bergembira, apalagi melihat Pak Tris yang sudah bersedia menjadi pasangan dansa nya.
Di tengah aula semua tamu melihat Caca sambil tersenyum-senyum. Mereka seperti melihat hal lucu saja. Kemudian teh Mul menyuruh Caca melihat ke belakang.
"St...ssttt! lihat tuh kebelakang kamu Caca," kata Teh Mul pelan sambil menunjuk nunjuk kebelakang Caca.
"Kenapa sih?" tanya Caca penasaran.
"Itu itu."
Kemudian Caca berbalik badan dan betapa terkejut diri nya, bahwa yang dia tarik bukan lah tangan Pak Tris melainkan tangan Nael Bos nya.
Caca segera melepaskan tangan Nael dan segera meminta maaf. Nael hanya tersenyum.
"Maaf, Pak. Saya tidak sengaja. Saya kira bapak itu Pak Tris," kata Caca menunduk malu dengan wajah sedikit memerah.
"Hahahahahaha!"
Sontak semua tamu undangan tertawa melihat wajah Caca yang kaget dan memerah karena malu. Valen tertawa geli melihat Caca yang kebingungan.
Caca kemudian ingin keluar dari aula tersebut dan bermaksud ingin mengajak Pak Tris, pasangan dansa nya kembali.
Tiba-tiba tangan Nael menghadang tubuh Caca agar Caca tidak pergi kemana mana. Caca menatap wajah Nael yang sedang menghadang nya. Terlihat wajah Nael yang begitu serius.
"Sudah! biarkan saja, saya yang akan gantiin, Pak Tris. Biarkan Pak Tris istirahat," kata Nael dengan lembut kepada Caca.
Pak Tris tertawa kecil melihat tingkah Caca yang lugu.
"Sudah! biarkan saja Nael yang menggantikan saya Ca!" teriak Pak Tris dari tempat duduk nya.
Kemudian Pak Heru juga ingin Peter menggantikannya.
Semua tamu meminta mereka segera memulai kontes tersebut.
***
Acara kembali dilanjutkan. Lampu kembali di matikan. Suasana gelap seketika. Caca memejamkan mata dan menggengam erat tangan Nael, dan begitu juga dengan Nael yang menggenggam erat tangan Caca.
Kemudian lampu perlahan menyala pertanda dansa akan segera di mulai. Caca membuka kedua mata nya dan melihat ke arah wajah Nael yang sudah memandang nya sejak tadi.
"Dag dig dug!"
Jantung Caca berdetak kencang. Caca masih tidak percaya bahwa iya akan berdansa dengan Nael. Musik romantis sudah di putar. Ah Caca kenal lagu ini, sepertinya sesuai dengan penampilan mereka saat ini.
..."Beautiful in White"...
__ADS_1
Nael mundur dua langkah kebelakang, kemudian mengulurkan tangan nya kearah Caca. Caca menyambut tangan Nael, dan mereka mendekat. Nael memandu Caca yang belum mengerti berdansa.
"Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece"
Caca dan Nael bergerak mengikuti irama lagu, semua mata menuju kepada Caca dan Nael, mereka semua merasa iri.
"Kenapa bukan gue aja, aah tadi mah gua aja yang maju, ah mereka serasi sekali, aah Oppa, Caca ku.."
Begitu kata-kata para penonton yang di dengar oleh Caca.
Mereka tidak memperdulikan itu semua. Nael dan Caca hanya fokus memandang satu sama lain. Mereka berdua hanyut terbawa suasana, bergerak dengan sendiri nya mengikuti irama lagu tersebut. Begitu pula pasangan dansa yang lainnya.
Nael menjauh dari Caca dengan tangan yang masih menggenggam Caca, Caca kemudian berputar.
"So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Kaki Caca tergelincir setelah berhenti berputar. Tangan Nael dengan sigap menangkap Caca. Caca menatap Nael, begitu juga dengan Nael, mereka saling bertatapan. Mereka kemudian melanjutkan dansa kembali.
Jantung Caca kembali berdebar, perasaan nya tak karuan. Muka nya merah merona, menambahkan kesan cantik alami pada Caca.
Dalam hati Caca muncul pertanyaan, "Apakah Pak Nael merasakan hal sama dengan yang dirasakan oleh saya? ah entah lah."
Caca hanya ingin semua ini tidak cepat berlalu, hati nya sangat senang dan nyaman ketika berada dekat dengan Nael.
Lagu sudah selesai berputar, semua peserta kemudian berhenti dan membungkuk memberikan hormat kepada pasangan dan tamu yang menonton.
Semua tamu sontak berdiri dan bertepuk tangan dengan sangat meriah, mereka memuji dan mengagumi semua peserta dansa.
***
Mereka semua kembali ke meja masing-masing membicarakan satu sama lain. Caca tak sengaja melihat Nael, dia pun balas menatap Caca, dan tak terasa mereka sudah berada di ujung acara.
MC kembali memandu acara selanjutnya.
"Oke para hadirin dan para tamu undangan, sudah tiba saatnya kita di pengujung acara, sebelum saya akhiri acara pada hari ini, saya selaku MC dan semua yang bertugas hari ini, sekali lagi mengucap kan Selamat Ulang Tahun untuk Pak Heru dan selamat untuk pertunangan Nona Valencia dan Tuan Peter, sekian dari saya, selamat malam dan terima kasih."
MC kemudian memberikan Microphone kepada Valen.
"Oke. Ini dia saat yang ditunggu-tunggu untuk para kontestan, yaitu nama pasangan yang akan menjadi pemenang dalam kontes dansa pada malam hari ini, dan pasangan yang menang dan mendapatkan gelar Raja dan Ratu dansa jatuh kepada ...."
Semua peserta merasa tegang.
__ADS_1
"Selamat untuk Ahmad dan Mulyati!" teriak Valen sambil menunjuk Ahmad dan teh Mul yang sedang berduaan dan meminta mereka menuju ke panggung.
Semua pun bertepuk tangan.
"Dan kita juga ada penilaian untuk pasangan terfavorit malam ini, dan pasangan itu jatuh kepada Nathanael dan Caca!" teriak Valen begitu gembira.
Kemudian Nael mengulurkan tangan nya kepada Caca sambil tersenyum. Caca menyambut tangan Nael dan membalas senyuman Nael. Semua bersorak dan bertepuk tangan.
Mereka kemudian maju menghampiri Valen dan menerima hadiah. Semua tamu sekali lagi bertepuk tangan untuk pasangan yang menang.
Caca menghampiri Mba Dewi dan Lista, mereka nampak senang sekali.
"Wah selamat ya, Ca. Selamat ya, Pak Nael. Dapet buket bunga nya bagus banget, besar lagi, buat gua ya Ca," kata Lista sambil mengambil buket bunga Caca.
"Enak aja!" kata Caca dan mengambil buket bunga tersebut.
Caca merasa ada yang lebih pantas mendapat bunga ini daripada dirinya. Caca kemudian berjalan mencari seseorang.
"Ah ketemu!"
Caca kemudian memberikan buket bunga tersebut kepada Pak Tris yang sedang mengobrol bersama dengan Pak Heru.
"Pak Tris," kata Caca memanggil.
"Iya, Ca. Ada ap?" tanya Pak Tris.
"Ini untuk Bapak. Saya rasa ini pantas buat Bapak," kata Caca sambil memberikan bunga tersebut kepada Pak Tris.
Pak Tris terharu. Seketika dia mengingat anak perempuan nya yang sedang berada jauh bersama istrinya di Surga sana.
Caca melihat wajah Pak Tris yang sedang sedih. Terlihat jelas perasaan rindu yang teramat sangat. Caca mengerti perasaan Pak Tris, Caca kemudian memeluk Pak Tris.
"Jika dia masih hidup, mungkin dia sudah seusia kamu Ca," kata Pak Tris menangis.
Pak Tris mengucapkan terima kasih kepada Caca, semua terharu melihat mereka yang begitu emosional. Pak Heru kemudian menenangkan Pak Tris.
Valen sangat bangga dengan Caca. Caca memiliki hati yang baik, dia seperti mempunyai kecantikan dari dalam hati maupun dari luar.
Valen juga tersenyum, banyak wanita yang sudah dia jumpai selama ini, berbagai cara dan gaya untuk mencuri perhatian adiknya Nael tetapi tidak ada yang berhasil membuat nya tertarik. Caca lah wanita pertama yang bisa membuat Nael begitu tertarik, dan tersenyum lembut selain kepada kakak nya sendiri.
***
Pak Tris kemudian mengajak Pak Heru untuk berbincang empat mata. Entah apa yang di bicarakan nya, sesekali mereka melihat ke arah Caca. Kemudian mereka menghampiri dan memanggil Caca untuk mengikuti mereka sebentar.
Valen dan Nael melihat hal tersebut, kemudian mereka mengikuti Pak Heru dan Pak Tris yang berjalan bersama Caca ke suatu tempat sepi yang tak ada orang satu pun selain mereka. Kemudian wajah Pak Heru terlihat begitu emosional.
"Benarkah Tris? apa benar dia orang nya?"
"Iya, Heru. Benar dia orang nya," kata Pak Tris memegang pundak Pak Heru.
"Ya, Tuhan. Terima kasih. Engkau masih melindungi putri kecil ini dan sudah menjadi besar sekarang," kata Pak Heru sambil berlinang air mata.
Pak Heru kemudian memeluk Caca. Dia pun tersenyum bahagia dan berkata kepada Pak Tris.
"Lihat! Tris. Dandelion kecil kita telah kembali. Permata Hati sahabat kita," kata Pak Heru sambil menitikan air mata.
Dia pun mengingat seseorang. Pak Tris menepuk pundak Pak Heru untuk mengontrol emosi nya. Karena mereka sudah berjanji untuk menyimpan sesuatu. Hal yang begitu besar, yang belum saat nya untuk di ketahui oleh semua orang demi keselamatan Caca.
Kemudian Caca pun menangis, dia mengingat masa lalu nya. Pak Tris dan Pak Heru segera menenangkan Caca, mereka berjanji akan melindungi Caca.
"Tolong jangan beritahu apapun kepada semua orang," kata Caca memohon kepada Pak Tris dan Pak Heru.
__ADS_1
Nael dan Valen kebingungan dengan apa yang mereka dengar. Kemudian mereka menatap satu sama lain, mengapa papa nya berkata seperti itu? apa sebenarnya yang terjadi? apa yang Papa dan Pak Tris sembunyikan? kebenaran apa ini?
Bersambung.