
Nael masuk kedalam kamar pribadi nya lalu perlahan meletakkan tubuh Caca dengan hati-hati di atas kasurnya. Nael duduk di tepi kasur nya dan meminta Valen dan Bibi Lila untuk mengganti pakaian Caca yang terlihat sudah tak layak pakai lagi.
Valen segera ke kamarnya untuk mengambil beberapa pakaian untuk Caca dan kemudian memberikannya kepada Bi Lila, sedangkan Bi Lila menyiapkan air hangat serta handuk bersih untuk membersihkan tubuh Caca dari keringat yang telah mengering di tubuh nya.
Beberapa saat kemudian Dokter Susan telah datang untuk memeriksa kondisi Caca. Dia pun masuk ke kamar Nael dan segera memeriksa Caca yang masih tak sadarkan diri lalu meminta Nael untuk menunggu diluar kamarnya sebentar.
Valen mengajak Nael untuk menunggu diluar kamar nya sampai Caca selesai diperiksa kondisinya oleh Dokter dan benar-benar telah selesai berganti pakaian oleh Bi Lila.
"Nael, ayo kita keluar dulu supaya Bi Lila bisa ganti pakaiannya Caca dan kita tidak perlu khawatir karena sudah ada Dokter Susan yang bisa mengecek kesehatan Caca."
Nael mengangguk lalu berjalan perlahan keluar dari kamarnya sambil terus menatap Caca tanpa henti. Nael terus menunggu di depan kamarnya dengan di temani oleh teman-teman Caca dan juga yang lainnya.
Mereka yang penasaran kembali bertanya kepada Nael. "Nael kenapa Caca bisa seperti itu? apa yang terjadi?" tanya Pak Tris.
Nael menundukkan kepala nya dan mulai bersedih, dia mengingat kejadian ketika Sony berusaha ingin menggagahi Caca lalu dia menatap Pak Tris dan menjawab pertanyaannya, "Caca di culik oleh Sony Pak dan Sony berusaha untuk mengambil kehormatannya. Untunglah kita datang tepat waktu, jika tidak entah apa yang akan terjadi."
Mereka yang mendengar jawaban Nael kembali terkejut dan merasa sedih bercampur dengan rasa syukur. Nael menghampiri para tamu undangan yang masih setia menunggunya dibawah untuk menantikan kabar baik tentang Caca yang masih tak sadarkan diri.
Nael kemudian meminta mereka untuk kembali karena Caca sudah dalam kondisi baik dan tidak terjadi hal buruk kepada Caca.
Mereka mengerti lalu kemudian bubar meninggalkan rumah Nael dan tidak lupa mereka menitip pesan dan salam kepada Caca.
"Baiklah Nael, kami senang mendengar hal tersebut. Titip salam untuk Caca jika dia sudah siuman dan jika ada waktu kami akan menjenguknya besok," ucap Anthoni dan menepuk bahu Nael.
Teman-teman Caca yaitu Dewi, Mul dan Lista juga berpamitan untuk pulang kerumah kepada Nael dan juga Pak Heru karena besok mereka harus kembali bekerja.
"Pak Nael, Pak Heru kami pulang ya."
"Hati-hati," balas Pak Heru.
Nael melihat teman-teman Caca yang ingin pulang dengan naik kendaraan umum, dia lalu memanggil Ahmad dan meminta untuk mengantar mereka kembali kerumah masing-masing. "Tunggu sebentar! lebih baik kalian cewek-cewek pulang diantar sama Ahmad saja ya."
"Baik Pak," jawab mereka bersamaan.
"Ahmad kamu antar mereka ya," pinta Nael kepada Ahmad."
"Siap Nael!" jawab Ahmad bersemangat.
__ADS_1
Setelah itu Sonia menghampiri Nael yang sedang berkumpul dengan Pak Heru dan Pak Tris dia merasa iba dengan Caca lalu memberanikan diri untuk berbicara kepada Pak Heru.
"Pak Heru, boleh saya berbicara sesuatu."
"Boleh Sonia, silahkan. Kamu mau bicara apa?" tanya Pak Heru.
Sonia kemudian menatap Nael dan melepas cincin pertunangannya lalu memberikannya kepada Nael. Nael tersenyum menerima cincin itu tetapi dia juga bingung kenapa Sonia melepaskannya.
Sonia kemudian membalas perkataan Pak Heru, "Pak Heru, saya kembalikan cincin pertunangan ini kepada kalian, memang sejatinya itu bukanlah milik saya melainkan milik Caca, dia adalah jodohnya Nael. Walau pertunangan ini adalah palsu, tetapi saya merasa seperti dinding besar yang menghalangi cinta mereka dan saya tidak ingin hubungan yang seperti itu. Untuk itu Pak Heru saya benar-benar meminta maaf, saya tidak bisa melanjutkan hubungan palsu ini jadi biarkanlah cincin ini dipakaikan kepada orang yang tepat dihati Nael, untuk Caca orang yang di cintainya."
Mereka semua yang berada disana menjadi terharu ketika mendengar ucapan Sonia yang benar-benar dewasa dan berhati besar termasuk Sandy yang mendengarkan pembicaraan mereka dari jauh dia merasa senang kepada Sonia dan muncul kebanggaan sendiri di hatinya.
Sonia kemudian meminta ijin untuk pamit pulang kerumah kepada semua yang ada disana lalu menelepon supirnya meminta untuk dijemput. Sandy mendekati Sonia dan menawarkan diri untuk mengantar Sonia pulang kerumah.
"Bolehkah saya yang mengantar kamu pulang kerumah?" tanya Sandy dan tersenyum kepada Sonia.
Sonia yang mendengar hal tersebut seketika meleleh bagaimana tidak seperti terkena durian runtuh Sandy tiba-tiba menawarkan hal yang tak terduga kepada nya.
Sonia tertunduk malu dan dengan gugup dia mengiyakan permintaan Sandy. "Bo..boleh Sandy."
Nael dan yang ada disana kemudian saling menatap satu sama lain mendengar pembicaraan mereka dan juga melihat Sonia yang gugup dan salah tingkah kepada Sandy.
"Sandy tolong antar Sonia sampai ke rumahnya dan pastikan dia selamat sampai tujuan!" perintah Pak Tris dan yang lainnya.
Sandy tanpa basa basi langsung menjawab, "Baik Pak!" Sandy dan Sonia kemudian pergi meninggalkan rumah Heru.
Begitu pula dengan Pak Tris dia berpamitan kepada Pak Heru dan juga Nael.
"Ya sudah saya pulang dulu ya Heru, saya harus mengerjakan sesuatu dan saya titip Caca untuk menginap malam ini disini tolong jaga dia dan kabari jika dia sudah sadarkan diri."
"Baik Tris, hati-hati biarkan Budiman yang mengantar kamu ke mess."
"Terima kasih."
Pak Tris dan Pak Budiman kemudian pergi meninggalkan kediamanan Pak Heru.
***
__ADS_1
Kondisi sudah sepi kembali, terlihat para asisten rumah Heru yang sedang berlalu lalang membersihkan dan merapihkan sisa-sisa pesta ulang tahun Nael tadi.
Nael kembali menunggu di depan kamarnya dan tak berapa lama kemudian Bi Lila dan Dokter Susan keluar dari kamar Nael. Mereka segera berkumpul dan menanyakan sesuatu kepada Dokter Susan.
"Bagaimana Dok dengan keadaan Caca?" tanya Pak Heru.
"Caca sehat dia hanya kelelahan dan efek obat bius yang membuatnya tidak sadarkan diri kemudian ada juga beberapa memar dibagian tubuhnya, mungkin terkena benda atau terpukul sesuatu."
Mereka terkejut mendengar hal itu terlebih Nael yang mengetahui Sony berlaku kasar terhadap Caca dan juga membius Caca untuk melakukan hal bejatnya.
'Kemudian Dok, apa ada tanda kekerasan yang lainnya?" tanya Nael penasaran.
Dokter Susan mengerti dengan pertanyaan dari Nael, kemudian Dokter itu tersenyum dan membalas pertanyaan Nael dengan berbisik di telinga Nael, "Tidak ada Nael, tenang saja Caca masih tersegel rapih."
Nael seperti mendapat angin segar mendengar jawaban dari Dokter Susan diapun tersenyum lebar dan tak sengaja mengeluarkan aura ketampanannya yang luar biasa.
"Terima kasih Dokter, terima kasih!" Nael terharu dan segera masuk untuk menemui Caca yang masih terbaring tak sadarkan diri di atas kasurnya.
Pak Heru dan Valen kemudian tersenyum melihat Nael dan pergi meninggalkan mereka berdua dikamar. Valen menelepon Peter karena ingin menginap di rumah Ayahnya lalu Peterpun mengijinkannya.
***
Nael menutup pintu kamar nya dan mendekati Caca yang masih terbaring lalu duduk di samping Caca. Dia membelai rambut Caca sesekali menyelipkan anak rambut ke telinga Caca.
Nael mengecup kening Caca dengan lembut, dia bersyukur dengan kondisi Caca yang baik-baik saja dan tak sabar menunggu cinta nya itu untuk sadar kembali.
Nael menarik selimut dan menutupi tubuh Caca untuk menghangatkan tubuh nya dari suhu ruangan AC yang dingin, dia pun berkemas untuk membersihkan diri dan menarik sofa nya ke samping kasur dimana Caca sedang tidur agar lebih dekat dengan Caca lalu Nael beristirahat di atas sofa.
Nael sesekali menatap wajah Caca dari sofanya dan senang sekali bisa berduaan didalam kamarnya, walau tak melakukan hal yang tidak-tidak tapi itu sudah cukup menyenangkan untuk dirinya.
Nael turun dari sofa lalu naik ke atas kasurnya dan mencium kembali kening Caca sambil mengucapkan selamat malam kepada Caca dan hal itu membuatnya menjadi tersenyum sendiri entah apa yang sedang dia pikirkan.
Setelah puas memandangi Caca Nael kembali ke sofanya lalu menarik selimut dan membiarkan lampu tetap menyala dan tertidur.
.
.
__ADS_1
Bersambung.