
Di perjalanan menuju rumah Nael, Caca dikawal oleh para penjaga yang mengikuti nya dibelakang, mereka mengiringi perjalanan Nona muda mereka agar selamat sampai ditujuan.
Hingga suatu kejadian tidak terguda dialami oleh mobil yang ditumpangi oleh Caca.
"Duar!"
"Kit!"
Mobil yang ditumpangi oleh Caca mengalami pecah ban, mengakibatkan mobil berjalan oleng dan tak terkendali. Kejadian tersebut lantas membuat Caca dan Pak Munarwan syok seperti sedang naik wahana pemacu adrenalin. Beruntung lah dengan keahlian dari sang supir, dia mampu mengatasinya.
Beberapa saat kemudian mobil tersebut berhasil berhenti dan Pak Munarwan membawa mobil menepi di bahu jalan untuk mengecek kondisi mobil tersebut. Caca yang masih pucat dan gemetaran menyempatkan diri untuk bertanya, "Mobilnya kenapa Pak?"
Pak Munarwan membuka safety belt nya lalu turun untuk memastikan sesuatu lalu menjawab pertanyaan Caca, "I don't know Nona, must di cek before (saya tidak tahu Nona, harus di cek dahulu)" begitulah jawaban Pak Munarwan dengan bahasa inggris nya yang luar biasa.
Caca hanya manggut-manggut dan membiarkan sang supir mengecek kondisi mobil dan menunggunya di dalam mobil.
Tak lama kemudian terlihat kepala Pak Munarwan sedikit masuk ke dalam mobil dan berkata, "Nona wheels on the car bocor, we must call some one to jemput Nona in this (Nona ban mobil bocor, kita harus memanggil seseorang untuk jemput Nona disini)" ucap Pak Munarwan.
Caca sedikit menelaah sebentar ucapan dari supirnya itu dengan mata sebelah yang menyipit dan sedikit berkedut lalu entah di menit keberapa Caca mulai paham dengan ucapan dari supir nya itu.
"Oke baik Pak, saya akan menelepon seseorang."
"All right, i will call human servis car to this (baik, saya akan menelepon orang servis mobil kesini)" ucap Pak Munarwan sambil sibuk menelepon seseorang dan tak memperhatikan Caca.
Caca lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya dan akan menghubungi salah satu penjaga yang tadi mengiringi Caca di belakangnya, berharap mobil mereka akan berhenti dan memberi tumpangan kepada nya. Tetapi belum sempat menelepon, sebuah mobil datang mendekati mobil Caca yang sedang menepi karena pecah ban.
Mobil tersebut berhenti dan tanpa a i u e o orang tersebut membuka pintu mobil dan menarik paksa Caca untuk keluar. Caca sempat berteriak dan memberontak tapi dia tidak bisa melawan, orang di dalam mobil membekap mulutnya dan memegangi tangannya dan dengan cepat Caca telah berganti mobil tanpa sepengetahuan Pak Munarwan.
Teriakan Caca sedikit masuk kedalam telinga Pak Munarwan yang sedang menelepon orang bengkel, lalu melihat kedalam mobil untuk memastikan sesuatu. Mata nya membulat sempurna melihat Nona Caca telah menghilang secara tiba-tiba.
"Glek!" Pak Munarwan menelan ludah susah payah.
Pak Munarwan yang syok Nona nya telah menghilang langsung berkata, "Nona where are you, what are you ghost? What you kidding with me? (Nona kemana kamu, apa kamu hantu? apa kau sedang bercanda dengan ku?).
__ADS_1
………………………………………………………………………………
Di Rumah Nael.
Sementara itu Sonia telah datang ke rumah Nael, dia berpenampilan sempurna, mata nya yang indah sedang mencari-cari seseorang.
Anthoni dan Gunawan melihat kedatangan Sonia, mereka lantas menggoda Nael dan berkata sambil mencolek lengan Nael dengan alis yang terangkat berkali-kali, "Wah pangeran Nael, lihatlah kesana! seorang putri telah datang dan sedang menuju kesini."
Nael yang mengira itu adalah Caca tanpa ragu menoleh ke arah Sonia, wajahnya yang ceria seketika mengkerut itu bukan lah orang yang dia nantikan.
"Kenapa Nael? dia adalah tunangan mu, lihat dia begitu cantik dan kenapa wajah kamu seperti tidak senang?" tanya Gunawan.
Nael hanya tersenyum getir kepada mereka dan bersikap seperti bagaimana mestinya, sementara Sonia masih mencari seseorang dan tak berapa kemudian dia telah menemukan nya, dia adalah Sandy yang sedang duduk santai sambil mengobrol bersama Ahmad dan teman-teman kantor nya.
Tak lama kemudian seorang MC datang dan memulai acara ulang tahun Nael, para tamu kemudian bertepuk tangan setelah Nael berdiri di tempat yang telah disediakan untuk nya.
Sonia menghampiri Sandy dan teman-teman kantor nya. Lista, Mul dan juga Dewi yang melihat Sonia kemudian tersenyum senang lalu akhirnya mereka pun bergabung bersama.
Sonia mendengarkan Sandy dan Ahmad yang sedang membicarakan Caca dengan seru. "Kau tahu Nona Caca sangatlah miskin, membeli jam tangan seharga 25 juta saja dia tidak mampu. Dan ini lihat Nona malah meminta membelikan hadiah seharga 200 ribu untuk Nael."
Sandy menggelengkan kepala nya dan menjawab pertanyaan Ahmad, "Kau gila mana ada jam tangan mewah seharga 200 ribu, paling juga itu jam KW, aku membeli kan jam dinding untuk Nael, sesuai dengan kemampuan Nona Caca."
Ahmad mngernyitkan dahinya dan terkekeh mendengar jawaban dari Sandy lalu tertawa lepas. Sandy begitu polos.
Sandy berkata kepada Ahmad yang menertawainya, "Kenapa kau menertawaiku, aku tidak salah. Lagi pula Nona Caca sama sekali tidak ingin menggunakan kekayaan yang dia milikinya, padahal jika dia ingin membeli dengan kekayaan nya itu. Nona sanggup membelinya sampai satu kamar nya penuh dengan jam tangan seharga satu milyar sekali pun."
Sonia yang mendengar ucapan Sandy tertawa dan berkata, "Sudahlah tak penting hadiahnya apa, yang paling penting adalah Caca ikhlas memberi nya."
Sandy mengerucutkan bibirnya dan membalas perkataan Sonia, "Dia marah ketika aku membeli jam dinding ini, sampai pintu mess dibuat rusak olehnya."
Ahmad, Sonia dan teman-temannya saling memandang lalu tertawa lepas mendengar hal tersebut dan setelah puas berbincang mereka kemudian mengikuti acara Nael yang sudah dimulai.
…………………………………………………………………………
__ADS_1
Sementara itu.
Tak lama kemudian mobil yang ditumpangi pengawal Caca berhenti dan keluar karena melihat mobil yang ditumpangi oleh Nona muda mereka mengalami masalah.
Pak Munarwan sangat panik ketika melihat pengawal Caca yang datang tapi Caca tidak berada bersama mereka, karena dia berpikir Caca telah menelepon bantuan dan pergi dengan para penjaganya menuju rumah Nael.
Pak Munarwan yang panik lalu menjambak kumisnya yang lumayan tebal itu lalu bertanya kepada salah satu pengawal Caca, "Jadi where Nona Caca go, jika dia no with kalian? oh my God help me and Nona," (jadi dimana Nona Caca pergi, jika dia tidak bersama dengan kalian? oh Tuhan ku tolong aku dan Nona).
Salah satu penjaga berkata, "Nona Caca tidak bersama kami, mobil kami sempat tertinggal jauh oleh kalian karena terhalangi oleh beberapa mobil di depan kami.
Akhirnya mereka paham itu adalah rencana para penjahat yang ingin menculik Nona mereka, sekomplotan penjahat itu telah berhasil membawa Nona mereka, tetapi kemana? entah lah. Yang pasti mereka akan terus berusaha mencari Nona mereka.
Para pengawal Caca kemudian segera meminta bantuan kepada para mata-mata dan juga para penjaga yang lainnya. Mereka juga tidak lupa menelepon Pak Heru dan juga Pak Tris untuk memberitahu mengenai kejadian tersebut.
Mereka yang mendapat kabar Caca telah hilang menjadi panik, mereka berusaha mencari Nona mereka agar segera di temukan.
…………………………………………………………………………
Di Kediamanan Satya.
Sony tersenyum senang karena Caca berhasil dibawa oleh anak buah nya dan sedang dalam menuju ke rumahnya.
"Jangan sampai kalian berani menyentuhnya! paham kan maksud ku? dia adalah milik ku, bawa cepat ke rumahku sekarang juga."
"Baik Bos."
Sony lalu tertawa dengan senang, dia akhirnya berhasil menangkap wanita pujaan nya itu.
***
Sedangkan mereka yang berada di pesta belum mengetahui jika Caca sedang di culik oleh para penjahat.
*
__ADS_1
*
Bersambung.