Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 11. Kehadiran Karyawan Baru


__ADS_3

Hari sudah sore, sebentar lagi bel pulang akan berbunyi.


Ahmad cemas mencari Nael dan Caca sejak dari tadi. Ruang kerja mereka kosong, handphone Nael terlihat tergeletak di atas meja, sedangkan nomor Caca tidak aktif. Ahmad kemudian meminta bantuan Mas Eko untuk membantu nya mencari Nael dan Caca.


Mereka mulai menanyakan kepada karyawan kantor satu persatu, tetapi tidak ada yang mengetahui dimana mereka berada.


Ahmad bertambah cemas mengingat kejadian kejadian sebelum nya. Ahmad memutuskan akan mulai mencari mereka ke kawasan Pabrik.


Ketika kaki nya melangkah keluar, Ahmad melihat Nael dan Caca baru saja keluar dari gudang Spare Part sambil ketawa ketiwi dengan muka mereka yang kotor.


Ahmad tertegun melihat mereka berdua. Baru pertama kali ini, Ahmad melihat Nael ketawa setelah sekian lama, ketawa yang tulus seperti itu, jarang dan bahkan belum pernah dia temui pada Nael.


Ahmad sedikit terkejut sekaligus senang dengan ekspresi Nael ketika ketawa.


"Semoga saja selalu seperti itu," kata Ahmad dalam hati.


***


Nael dan Caca membuka keran air yang berada di depan gudang, mereka mencuci tangan dan muka yang kotor secara bergantian.


Caca membiarkan Nael membasuh muka nya terlebih dahulu. Caca tak sengaja memandangi Nael. Ah jantung Caca berdebar kembali.


Setelah Nael selesai, giliran Caca yang membasuh muka nya. Nael menyeka muka dengan lengan baju nya. Tak sengaja pandangan nya tertuju kepada Caca yang sedang mencuci muka, Nael pun tersenyum kecil.


Caca juga telah selesai mencuci muka, dia bingung mengeringkan muka dengan apa. Nael kemudian menawarkan sapu tangan milik nya yang tersimpan si saku celana. Caca segera mengambil sapu tangan tersebut.


"Terima kasih," kata Caca.


"Sama-sama," balas Nael


Caca mengelap muka dengan sapu tangan milik Nael. Nael merasakan seperti ada daya tarik pada Caca. Nael memandangi wajah Caca yang sudah bersih dengan lama.


Caca memiliki wajah natural alami, tanpa make up pun sudah cantik, wajah manis yang tak pernah bosan bila di pandang mata selama apapun. Pantas saja Sony dan karyawan pabrik disini banyak yang mendekati Caca.


Nael kemudian mengingat kemarin ketika Ayah Caca datang ke kantor. Sungguh berbeda sekali dengan Ayah Caca yang berbadan besar dan tegap dengan tampang yang sangar.


***


Ahmad memanggil Nael untuk segera menemui Pak Tono dan Pak Tris. Nael segera berlalu dan meninggalkan Caca yang masih mengelap muka nya.


Caca melihat Nael pergi menuju kantor bersama dengan Ahmad.


Caca lalu mengingat sapu tangan Nael masih ada bersama nya. Caca melihat sapu tangan tersebut sedikit kotor. Dia berniat menyimpan dan memberikan ke Nael setelah di cuci bersih terlebih dahulu.


Caca kemudian merapikan kertas cacatan miliknya dan kembali ke kantor untuk bekerja.


***


Caca melihat ruangan Nael yang kosong tidak ada orang. Caca menyalakan handphone nya dan terlihat banyak sekali pesan yang masuk di handphone nya. Semua dari nomor yang sama. Itu dari Sony. Caca kemudian mengabaikan pesan tersebut.


Caca mengeluarkan sesuatu di dalam tas nya, sebuah Sim Card baru. Caca kemudian mengganti Sim Card lama nya dengan Sim Card yang baru.


***


10 menit kemudian.


Saat asyik mengerjakan laporan. Caca mendengar suara langkah kaki Nael yang sedang berjalan masuk ke ruangan nya bersama dengan Mas Eko yang menggotong sebuah meja baru serta satu set peralatan komputer.


"Carisa," kata Nael.


"Besok akan ada karyawan baru yang masuk kesini, dia kerja bareng kamu dan nanti dia bekerja untuk membantu kamu kerjain ini laporan, yang banyak ini nih," kata Nael sambil menunjuk nunjuk laporan Caca yang segunung.


"Wah yang bener, Pak?" kata Caca yang begitu senang.


"Yah." balas Nael.


Caca melanjutkan pekerjaan nya meng input data, Nael melihat Caca dengan serius mengerjakan laporan. Dia kemudian menawarkan bantuan kembali.


"Sana geseran, biar saya bantu," kata Nael.


"Iya, Pak. Terima kasih," kata Caca.


Caca meng iya kan dan senang sekali dengan bantuan dari bos nya itu. Nael kemudian duduk disamping Caca dan mengerjakan laporan bersama-sama.


Ahmad melihat Nael dan Caca dari luar ruangan. Ahmad senang, karena bos nya akhirnya bisa dekat dan peduli dengan seseorang, dan melihat Pak Nael bisa tertawa yang benar-benar keluar dari dalam hati, bukan ketawa palsu atau sejenis nya.


***


Bel pulang sudah berbunyi.


Caca senang karena laporan nya sudah selesai, akhirnya dia bisa pulang tepat waktu, tak lupa Caca mengucapkan terima kasih kepada Nael.


"Terima kasih Pak atas bantuan nya," kata Caca.


"Sama-sama," balas Nael


Tak lama kemudian Caca menelepon Ayah nya meminta untuk di jemput.


"Halo."

__ADS_1


"Halo, Ayah. Ini Caca," kata Caca.


"Oh, Caca. Kamu ganti nomor baru ya?"


"Iya, Ayah. Jemput sekarang ya," kata Caca.


"Oke oke. Tunggu lima menit ya,"


"Ya."


Caca menuju ruang tunggu kantor sambil memberi tahu kepada Mba Dewi dan Lista jika dia sudah mengganti nomor seluler nya.


Nael mendekati meja Caca disana Nael melihat Sim Card lama Caca yang sudah di buang di tempat sampah dan kemudian mengambil nya.


……………………………………………………………………………


Keesokan harinya.


Caca berangkat kerja seperti biasa, dia diantar oleh Ayah nya. Sang Ayah masih khawatir dengan keselamatan putri nya itu.


Sesampainya di tempat kerja, Caca turun dari motor Ayah nya, dan sang Ayah berlalu untuk pergi bekerja.


***


Caca melihat ada seorang wanita yang sangat cantik sedang duduk di ruang tunggu tamu.


Caca melihat dengan seksama.


"Cantik banget. Siapa ya dia? ah mungkin dia tamu karyawan kantor sini," pikir Caca.


Caca kemudian tersenyum kepada wanita tersebut, dan wanita itu membalas senyuman Caca.


Caca berlalu menuju ruang kerja nya, dia melihat wanita tersebut berdiri dan menghampiri seseorang, dan kemudian wanita tersebut mengikuti nya.


Caca berpikir mungkin wanita itu sudah bertemu dengan orang yang dia cari.


***


Caca melihat dari jendela ruangan nya. Mobil Nael sudah datang dan melesat menuju parkiran. Caca mengingat kalau hari ini akan ada karyawan baru yang akan membantu pekerjaan nya.


Caca baru ingat dia belum membuat kan kopi untuk Nael. Caca lalu bergegas ke dapur untuk membuat kopi.


Caca dan Nael saling berpapasan ketika ingin masuk keruangan nya mereka sama-sama saling menyapa dan mengucapkan salam.


"Pagi, Carisa. Itu kopi buat saya bukan?" tanya Nael.


"Iya, Pak."


Nael kemudian membawa kopi tersebut ke dalam ruangan nya sendiri. Caca kembali memandangi Nael dia pun senang. Tanpa mereka sadari kejadian itu ternyata dilihat oleh wanita cantik tersebut.


***


Caca masuk kedalam ruangan nya. Tak lama kemudian Pak Tono datang dan masuk ke ruang Nael, mereka berbincang-bincang, sampai kemudian Pak Tono keluar dan memanggil seseorang yang sedang menunggu di ruang tunggu tamu.


Caca tertegun ketika melihat wanita cantik tersebut memasuki ruang kerja Nael bersama dengan Pak Tono.


Hati nya bertanya-tanya, "Siapa dia? dan apa perlunya kesana? apa dia karyawan baru itu? ah tapi masa cantik banget, kelihatan nya seperti orang kaya."


Nael kemudian keluar dan menghampiri Caca dengan menunjukan karyawan baru yang akan membantu nya bekerja. Caca hanya melongo mendengar hal tersebut. Caca hanya tersenyum lebar.


Caca melihat wanita tersebut dari ujung kaki hingga ujung kepala, betapa sempurnanya wanita itu.


Dengan tubuh tinggi semampai, kulit putih bersih, make up tipis yang sempurna. Rambut yang sangat berkilau, bergelombang dan panjang, belum lagi body yang sexy seperti aktris korea saja, ah Caca sedikit iri.


"Carisa," panggil Nael.


Caca masih bengong.


"Hey! Carisa," kata Nael sambil menjentikkan jari nya.


"Eh iya, Pak. Maaf," kata Caca kaget.


"Dia, Cindy. Dia yang akan jadi teman kerja kamu disini," kata Nael.


"Saya, Carisa. Panggil aja Caca," kata Caca.


"Oh baik, Caca." Mereka saling bersalaman.


Caca senang selain mendapat teman baru dan tidak sendiri lagi di ruang kerja nya. Cindy ternyata baik dan mau mengobrol serta nyambung dengan Caca, usia pun sebaya dengan Caca.


Nael kemudian mengajak Caca dan Cindy untuk mengikuti dia ke produksi. Karena Cindy anak baru yang sama di bidang produksi, maka dia juga harus belajar mengenai produksi di perusahaan ini. Mereka bertiga kemudian berjalan ke arah produksi.


***


Semua mata tertuju kepada mereka bertiga. Mereka melihat seperti ada benda berkilauan yang sedang berjalan. Semua histeris seperti sedang melihat idola nya saja.


Karena Caca sudah tahu dengan semua proses produksi di sini, Caca pun mempersilahkan Cindy berjalan duluan bersama Nael.


Caca melihat mereka dari belakang, "Ah mereka serasi sekali," ucap Caca dalam hati.

__ADS_1


Tur keliling pabrik sudah selesai, mereka kembali keruang kerja masing-masing. Caca dan Cindy duduk berdekatan. Caca mengajarkan Cindy cara meng input data produksi ke dalam komputer.


Caca senang karena Cindy sangat pintar dan cepat sekali mengerti.


***


Jam istirahat berbunyi. Caca mengajak Cindy untuk bertemu dan berkenalan dengan teman nya Mba Dewi dan Lista serta semua staf keuangan.


Semua senang melihat Cindy yang cantik, terutama para staf lelaki, melihat Cindy seperti harta karun saja.


Mereka ber empat pergi ke kantin untuk makan. Semua mata tertuju kepada mereka, ya siapa lagi kalo bukan ke Cindy.


Mba Dewi kemudian memuji Cindy.


"Wah, Cindy. Kamu hebat, baru pertama masuk sudah jadi idola disini, banyak bikin cowo-cowo melongo dan salting," kata Mba Dewi.


Mereka tertawa, tetapi Cindy berkata,


"Tidak juga, Mba. Ada yang biasa saja melihat saya di sini," kata Cindy.


"Wah. Masa sih? siapa? orang nggak waras kali ya," kata Caca sambil minum.


"Ada, Ca. Cuma Pak Nael di sini yang melihat saya biasa saja," kata Cindy.


"Byur!" Caca seketika menyemburkan minuman nya.


"Ah, Caca. Apaan sih! basah tau," kata Lista sambil memarahi Caca.


"Eh iya bener juga ya. Padahal tadi Pak Nael melihat Cindy lebih dahulu dan biasa saja melihat Cindy. Nggak kaya cowo-cowo pabrik disini kaya orang kesurupan," kata Caca dalam hati.


"Ya, Pak Nael kan tertarik nya cuma sama Caca," kata Mba Dewi sambil menggoda Caca.


"Byur!" seketika Caca menyemburkan air minum nya lagi.


"Ah, Mba Dewi. Kenapa sih ledekin Caca terus," kata Caca malu.


"Ah, elu Ca. Apa-apa an sih nyembur terus! baju gua basah nih," kata Lista yang sudah marah kepada Caca.


Mereka bertiga tertawa. Cindy melihat Caca dan tersenyum.


***


Jam istirahat sudah selesai mereka masuk untuk bekerja. Baru mau duduk Caca sudah dipanggil oleh Nael.


"Carisa," panggil Nael.


"Iya, Pak."


Caca menghampiri Nael dengan hati yang menggerutu. Beberapa saat kemudian Caca keluar dari ruangan Nael dengan wajah yang sedikit kesal. Caca menghela nafas panjang.


"Kenapa, Ca?" tanya Cindy.


"Nggak apa-apa cuma dikasih kerjaan baru lagi," kata Caca.


Caca dan Cindy serius mengerjakan laporan produksi, tak terasa bel pulang sudah berbunyi. Caca meminta Cindy untuk pulang duluan, karena dia masih ada laporan yang harus di kerjakan.


Cindy mengangguk, dia kemudia membereskan meja kerja nya sebelum pulang. Nael keluar dari ruangan nya.


"Cindy. Kamu mau pulang ya?" tanya Nael.


"Iya, Pak."


Caca tidak memperdulikan percakapan mereka, Caca sibuk mengerjakan laporan yang masih setebal 5 cm.


"Carisa. Ngerjain apa kamu?" tanya Nael.


"Ngerjain ini, yang tadi bapak kasih ke saya," kata Caca sambil menunjuk-nunjuk laporan tersebut dengan muka lurus ke komputer.


"Emang belom selesai? lama banget, ya sudah geser kesana saya bantu kamu. Cepat ketik, saya yang bacain," kata Nael.


"Iya, Pak." Caca menurut.


"Aduh lama banget sih kamu ngetik nya! minggir sana biar saya yang ketik, kamu yang baca in," kata Nael sambil menyingkirkan tubuh Caca.


"Iya, Pak. Iya," kata Caca menurut lagi.


Caca dan Nael sibuk dengan kerjaan mereka berdua, tanpa memperdulikan Cindy yang masih berada di sana.


"Pak Nael, Caca. Saya pulang duluan ya," kata Cindy.


"Iya." Pak Nael menengol sekilas.


"Iya. Hati-hati ya," kata Caca sambil tersenyum kepada Cindy.


"Carisa. Cepat bacain lagi!" kata Nael sambil menggertak Caca.


"Iya, Pak. Sabar napah," kata Caca tidak mau mengalah.


Cindy meninggalkan Caca dan Nael yang sedang sibuk, dengan sesekali Cindy menengok ke arah mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2