Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 14. Dansa Pertama Caca


__ADS_3

Caca dan Valen bergegas menuju ke ruang acara. Karena kesulitan memakai sepatu ber hak, Caca bermaksud melepas nya dahulu. Caca kemudian berhenti sejenak.


"Kamu kenapa Ca?" tanya Valen.


"Mau lepas sepatu dulu, susah jalan nya kalo cepet-cepet," Kata Caca sambil melepas sepatu nya.


"Oh sini saya bantu. Mana tas kamu? sini saya pegangin," kata Valen.


"Tring tring." Handphone Valen berbunyi.


"Ah dari Nael." Valen mengangkat nya.


"Halo. Ya, Nael. Tunggu ya ini sudah dekat," kata Valen sambil berlari.


Nael melihat Valen yang sudah berada di pintu masuk. Nael kemudian menghampiri Valen dan menceramahi nya.


"Lama banget sih! sebentar lagi acara kamu loh. Ayok cepat masuk," kata Nael sambil menarik Valen.


"Iya. Tunggu sebentar, saya lagi nunggu Caca sampai dulu," kata Valen sambil menunggu Caca untuk mengembalikan tas milik nya.


Tiba-tiba Handphone Nael berbunyi. Ada sebuah panggilan masuk. Karena suara terlalu bising, dia agak menjauh sedikit dari ruang pesta, dan mulai berbicara di telepon.


***


Tak lama kemudian Caca sampai dan menghampiri Valen.


"Ni, Ca. Tas kamu," Kata Valen sambil memberikan nya kepada Caca.


"Iya. Terima kasih."


Kemudian Valen masuk dari pintu utama. Karena namanya telah di panggil oleh Pembawa Acara (MC). Suara confetti meledak bersama dengan masuk nya langkah Valen. Semua tamu berdiri dan bertepuk tangan.


"Prok prok prok!"


***


Beberapa saat kemudian Nael selesai menjawab telepon nya. Mendengar nama nya di panggil, dia kemudian menuju ke ruang pesta.


Langkah nya terhenti, ketika melihat seorang wanita yang sedang sibuk memakai sepatu. Nael memandangi nya seksama, entah kenapa diri nya tertarik ke arah wanita tersebut. Dia kemudian berjalan menghampiri wanita itu.


"Siapa dia? sepertinya pernah lihat. Tapi siapa?" tanya Nael dalam hati


Caca telah selesai memakai sepatu dan ingin masuk ke dalam ruangan pesta.


"Oke. Sudah selesai pakai sepatunya. Ais repot juga kalo pakai semua ini," kata Caca merapihkan gaun nya.


Caca kemudian berdiri dan menuju pintu utama untuk masuk ke acara.


Nael kemudian mendekat. Mereka akhirnya berpapasan di pintu masuk utama. Nael dan Caca bertemu. Mereka saling bertatapan.


Nael memandang Caca dengan seksama. Kemudian Nael berjalan lebih dekat ke arah Caca. Tak berapa lama kemudian terdengar suara MC memanggil nama Nael.


"Dan para hadirin sekalian. Perkenalkan lah ini dia, Nathanael Chandra Putra."


"Duar duar!"


Suara confetti tiba-tiba meledak. Isi confetti berhampuran dari atas kepala mereka lalu jatuh seperti hujan dan mengenai tubuh mereka berdua.


Caca terkejut dengan suara confetti yang meledak itu, tetapi tidak dengan Nael. Dia masih memandangi Caca yang begitu berbeda.


Nael kemudian tersenyum lembut kepada Caca dan berkata dalam hati, "itu Carisa."


"Prok! prok! prok!"


Suara tamu bertepuk tangan. Lamunan Nael kemudian berhenti. Dia segera masuk ke dalam ruangan dan berkumpul dengan keluarga nya di atas panggung acara.


***


Caca masih berdiri di luar. Dia membersihkan sisa-sisa confetti yang menempel ditubuh nya. Dengan cepat ada sesosok tangan yang menarik nya untuk masuk. Ya itu adalah, Valen. Valen menarik Caca untuk masuk. Semua mata langsung tertuju kepada mereka berdua, terutama kepada Caca.


"Siapa wanita yang bersama Valen? apa itu Caca? hari ini dia makin cantik," kata semua orang yang berada di sana.


Seperti yang sudah mereka ketahui. Caca memang sudah cantik walau tanpa riasan apapun. Kecantikan alami yang membuat semua wanita merasa iri. Tetapi hari ini Caca terlihat sempurna, dengan riasan ringan diwajah nya, rambut berkilau sedikit bergelombang, dengan gaun putih yang menawan.


Semua tamu undangan memandang Caca dengan mata berbinar-binar. Caca berjalan dengan anggun, seketika suasana menjadi hening. Mereka menyaksikan Caca bak seorang tuan putri yang sedang memasuki istana.


Mba Dewi, Lista, Cindy dan teh Mul kaget dengan kehadiran Caca yang begitu mempesona. Benar-benar sempurna. Kecantikan yang tidak dibuat-buat oleh make up tebal ataupun baju sexy yang berlebihan. Mereka semua mengagumi Caca.


***

__ADS_1


Valen mengajak Caca untuk duduk bersama nya. Valen meninggalkan Caca sebentar untuk naik ke atas panggung karena Pak Heru akan mengumumkan berita penting setelah acara tiup lilin selesai. Semua mata memandang Caca.


Acara ulang tahun Pak Heru kemudian di mulai. Semua menyanyikan lagu ulang tahun dan bertepuk tangan.


"Ya silahkan, Pak Heru. Untuk meniup lilin dan memotong kue nya," Kata MC memandu acara.


Semua orang bertepuk tangan. Kemudian MC memberikan sebuah Microphone kepada Pak Heru.


"Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua, dihari yang berbahagia ini, tidak lupa saya memanjatkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta Alam Semesta ini, karena saya masih di berikan kesehatan."


"Tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah bersedia hadir dalam acara kecil kecilan ini."


"Hah? kecil-kecilan," ucap Caca pelan.


"Dan tidak lupa juga saya ingin memberitahukan tentang pertunangan Putri sulung saya, yaitu Valencia dan tunangannya Peter, yang akan di selenggarakan hari ini juga, sekian dari saya terima kasih."


"Prok! prok! prok!" suara tepuk tangan memenuhi seluruh ruangan.


Caca sedikit terkejut dan merasa lega bahwa Valen ternyata adalah Kakak perempuan nya Nael dan bukan pacar atau tunangan nya.


***


Setelah Pak Heru memberikan kata sambutannya, Sang MC kemudian mengambil alih untuk memandu acara selanjutnya dan memanggil kedua nama yaitu Valen dan Peter untuk maju.


Peter hadir dari pintu yang berbeda, kemudian berjalan menuju Valen sambil membawa bunga di tangan kanan dan sesuatu di tangan kiri nya, Peter memberi bunga kepada Valen lalu peter membuka kotak Cincin yang berisi Cincin berlian.


Peter lalu menyematkan Cincin di jari manis Valen.


"Iya. Beri tepuk tangan yang meriah untuk Valen dan Peter!" teriak MC sambil mengucapkan selamat.


Semua tamu undangan berdiri. Memudian bertepuk tangan, termasuk Caca yang sangat antusias sekali.


Akhirnya tiba saat nya tamu undangan di persilahkan untuk makan makanan yang telah di sediakan.


Caca pun bergegas. Dia mengambil piring dan menyendok nasi satu centong penuh, dengan lauk yang hampir tidak muat lagi di piring nya.


Mba Dewi yang melihat Caca kemudian menghampiri nya dan di susul oleh teman yang lain nya.


"Aduh, Caca. Kamu bikin malu aja. Penampilan kamu tuh udah kaya princess tapi kelakuan kamu kaya kuli aja. Lihat makanan di piring kamu tuh sampai penuh begitu. Udah kaya gunung," kata Mba dewi.


"Nggak apa lah, Mba. Saya laper banget dari tadi," kata Caca.


Kemudian Lista mengeruk isi piring Caca agar porsi Caca berkurang dan tidak malu-maluin. Mereka pun berdebat dan akhirnya Caca mengalah.


Kelakuan mereka di lihat oleh Valen. Valen menghampiri dan mengajak Caca dan teman-teman nya untuk duduk dan makan bersama di meja yang masih kosong.


Mereka memuji Valen serta mengucapkan selamat kepada Valen. Caca sedang sibuk makan. Nael menghampiri Valen, kemudian Valen meminta kepada Nael untuk duduk bersama dan menemani nya.


"Nael. Sini duduk," kata Valen.


"Oke."


Nael menurut. Dia duduk tepat di depan Caca yang sedang sibuk makan. Caca tak menghiraukan sekeliling nya. Caca juga tidak menyadari kalau mereka semua sedang melihat Caca yang sedang asyik makan. Pipi nya bulat penuh terisi makanan, menambah kesan imut dan manis di wajah Caca.


Melihat kelakukan Caca yang sedang lahap makan, Mba Dewi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya, Lista menepuk jidat nya dan Cindy hanya mengurusi wajah nya.


Valen hanya tertawa geli melihat mereka semua. Valen menyenggol bahu Nael yang sedari tadi melihat Caca.


Valen kemudian berbisik kepada Nael, "Karyawan kamu lucu-lucu ya."


Nael hanya tersenyum. Kemudian Valen meminta ijin untuk pergi, karena sebentar lagi dia akan berdansa dengan tunangan nya.


"Saya tinggal dulu ya. Nael, kamu temenin mereka ya," kata Valen.


"Iya!" jawab mereka kompak.


Beberapa saat kemudian, Caca telah selesai makan. Dia diam ketika melihat Nael sedang duduk tepat di hadapan nya.


"Eh, Bapak. Ada disini? loh kemana Valen?" tanya Caca polos.


"Maka nya jangan ngurusin makan melulu," kata Lista mengomeli Caca.


"Nama nya juga laper," kata Caca sambil minum.


Tiba-tiba lampu ruangan menjadi redup. Caca kemudian panik. Dia tak sengaja memegang tangan Nael yang berada di atas meja.


Caca melihat sekeliling. "Kenapa lampu nya redup?apa mau mati lampu?"


Caca hanya menggenggam erat tangan Nael. Nael membiarkan Caca memegang tangan nya, karena dia tau ketakutan Caca akan gelap dan Caca juga melakukan hal itu tanpa disengaja.

__ADS_1


Tak lama kemudian terlihat cahaya terang menyinari suatu tempat. Semua mata menuju ke arah cahaya tersebut, itu adalah aula dansa. Valen dan Peter sudah berada di tengah aula, dengan posisi siap untuk berdansa.


Lagu romantis kemudian di putar.


Semua tamu yang hadir berdatangan untuk melihat mereka berdansa. Cindy mengajak semua kesana.


"Kita kesana yuk! lihat mereka dansa," kata Cindy.


"Yuk!" jawab Mba Dewi dan Lista kompak.


Mereka kemudian pergi menuju kesana, mereka tidak tahu kalo Caca tertinggal dan masih berada di meja tamu bersama dengan Nael.


Nael melihat Caca yang hanya diam sambil melihat ke arah Cahaya. Caca takut melangkah karena sekeliling nya sangat gelap.


Kemudian Nael berdiri dan mengajak Caca ke aula untuk melihat Valen dan Peter berdansa.


"Mari kita kesana," ajak Nael.


Caca mengangguk setuju.


Nael menggenggam tangan Caca agar tidak terlepas dan dia tidak menjadi panik kembali. Kemudian menuntun nya menuju aula dansa.


***


Sesampainya di aula dansa, mata Caca hanya tertuju kepada Valen dan Peter yang sedang berdansa. Sangat serasi.


Kemudian lagu telah selesai di putar mereka telah selesai berdansa. Semua tamu kemudian bertepuk tangan. Caca melepaskan tangannya dan bertepuk tangan.


Semua tamu tidak diperbolehkan duduk dan tidak boleh pergi kemana-mana, karena Valen mengadakan kontes berdansa untuk 10 pasangan dan telah menyiapkan hadiah untuk 1 pasangan yang menang dan mendapat julukan Raja dan Ratu dansa, serta uang tunai puluhan juta rupiah.


Kemudian para tamu sibuk mencari pasangan agar mau diajak berdansa.


Ahmad mengajak Teh Mul untuk berdansa. Teh Mul menerima ajakan dari Ahmad, semua bersorak. Baru 1 pasangan yang sudah berdiri di aula, kemudian disusul Mba Dewi dan Mas Karyo, kemudian pasangan lain juga ikut menyusul.


"Ayo siapa lagi? disini baru ada 8 pasangan, tinggal 2 pasangan lagi."


Kemudian Valen mengajak Pak Heru untuk ikut berdansa dengan dirinya.


"Oke. Tinggal 1 pasangan lagi, ayok masih di tunggu!" suara MC seperti berjualan obat saja.


Melihat tidak ada yang maju ke aula dansa. Valen kemudian menarik Caca untuk ikut berdansa, tapi Caca menolak karena dia tidak pernah berdansa sebelumnya. Kemudian Valen tetap memaksa Caca untuk ikut. Caca mau tidak mau menurut.


***


Tidak ada yang mau berdansa dengan Caca. Semua lelaki merasa tidak pantas berpasangan dengan Caca, ada yang malu, ada yang takut dengan ayah nya Caca, padahal dalam hati semua cowok ingin sekali berdansa dengan Caca.


Melihat Caca tidak memiliki pasangan akhirnya seorang pria berdiri dan menawarkan diri. Caca mengenal pria itu. Itu adalah Pak Tris!


"Boleh tidak pria tua ini mengajak Caca berdansa?" tanya Pak Tris kepada Caca.


Caca kemudian terharu, dia pun mengangguk setuju.


"Pak Tris, tapi Caca nggak bisa dansa," kata Caca sedikit gugup.


"Ikuti saja irama nya. Nanti saya ajarkan," kata Pak Tris menasehati Caca.


"Baik, Pak Tris."


Akhirnya kontes akan segera di mulai, semua pasangan sudah bersiap. Akan ada dua lagu yang akan diputar. Pertama lagu gembira, dan kedua adalah lagu romantis.


Lagu pertama sudah diputar, mereka berdansa dengan sangat gembira. Semua mata tertuju kepada setiap pasangan yang ada, mereka menyemangati Pak Heru dan Pak Tris yang sudah berumur.


Caca tertawa lepas melihat Pak Tris yang berusaha mengikuti irama, semua tamu bersorak dan bertepuk tangan.


***


Akhirnya lagu pertama sudah selesai. Semua tamu bertepuk tangan. Pak Heru dan Pak Tris meminta jeda sebentar, mereka kewalahan karena kecapean mengikuti irama dansa tadi.


"Oke. Kita jeda dulu lima menit," kata MC.


Valen dan Caca menuntun Pak Heru dan Pak Tris yang sudah kecapean untuk beristirahat sambil tertawa melihat tingkah orang tua tersebut.


Pak Heru duduk sambil memegang pinggang nya, kemudian disusul Pak Tris yang duduk di sebelah Pak Heru. Mereka beristirahat sambil meregangkan badan. Caca memberikan minum untuk Pak Heru dan Pak Tris. Semua orang pun menunggu.


Kemudian Nael datang dan duduk disebelah Pak Tris dan menanyakan bagaimana dengan keadaan mereka.


"Pak Tris, Pah. Kalian berdua baik-baik saja?" tanya Nael.


Pak Heru dan Pak Tris hanya menjawab, "Tidak apa-apa, masih kuat kok untuk berdansa sekali lagi."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2