
"Beraninya kalian menculik Nona kami! siapa kalian sebenarnya? apa kalian adalah orang suruhannya Satya?" tanya Sandy kepada Shinta dan kawan-kawan.
"Glek!" mereka menelan ludah dengan susah payah.
"Nona Muda katanya!" ucap Shinta dalam hati.
Sinta dan kawan-kawan dibuat syok sekaligus merinding melihat banyak nya penjaga yang melindungi Caca hingga mereka terlihat sedikit gemetaran dan tak bisa berkata-kata.
"Cepat katakan!" bentak Sandy kepada mereka.
Shinta memberanikan diri untuk berbicara sekaligus ingin tahu siapa orang yang dimaksud dengan Nona muda mereka itu.
"Tidak ada, kami hanya sedang mengobrol," jawab Shinta."
"Bohong! jawab yang jujur!" bentak Sandy kembali dan membuat Shinta and the genks menjadi melempem dan lemas seperti jeli.
Nael dan Pak Joko mendengar ada suara ribut di bagian belakang gudang, mereka lalu berlari ke arah sumber suara dan mendapati tengah ada keramaian disana. Nael melihat secara seksama siapa yang berada dikeramaian itu dan sedang apa mereka disana.
"Ah itu Sandy dan Carisa di belakangnya, kenapa begitu banyak penjaga? apa jangan-jangan?" ucap Nael dalam hati.
Nael dan Pak Joko berjalan mendekati sekumpulan orang-orang tersebut dan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi. Begitu pula orang-orang yang berada di sana, mereka ikut berkumpul.
"Kenapa kalian berada disini? ada apa sebenarnya?" tanya Nael.
Shinta dan kawan-kawan bertambah lemas hingga ingin pingsan karena Oppa mereka berada di sana juga.
"Ada apa Sandy? kenapa banyak penjaga disini?" tanya Nael
Lagi-lagi Shinta dan kawan-kawan tercengang mendengar hal tersebut dan berbisik satu sama lain, "Ternyata mereka kenal guys, matilah kita."
"Ini Nael mereka mencoba menculik Nona Ca--" ucap Sandy tertahan karena Caca dengan cepat memotong pembicaraan Sandy agar tidak mengucapkan nama nya di hadapan Shinta dan temannya.
"Tidak ada, kami hanya sedang berjalan-jalan saja disini. Iya kan Shinta?" tanya Caca sanbil memberi kode kepada Shinta untuk menurut.
"Iya kita disini cuma iseng jalan-jalan saja," jawab Shinta menganggukkan kepala.
"Tidak mungkin, kami tidak percaya!" bentak Sandy kembali.
Melihat Shinta dan kawan-kawannya ketakutan dan ingin menangis, Caca lalu menenangkan Sandy. "Sudah lah Sandy. Mereka tidak ada maksud menyakiti saya, semua hanya salah paham."
"Mana bisa begitu Carisa, bisa jadi mereka adalah orang-orang jahat penyusup nya Satya," ucap Nael tiba-tiba.
"Carisa?" jawab Shinta dan kawan-kawan dengan kompak.
"Jiah ini lagi orang! kenapa dia malah kasih tahu nama asli gue" ucap Caca dalam hati.
__ADS_1
Caca menepuk jidatnya dan menatap wajah Nael dengan kesal karena Nael tak bisa menjaga rahasia nya.
"Benar dia Carisa! Nona Muda kami, Nona Caca!" ucap Sandy dengan lantang.
"Aduh dasar si Sandy dia malah lebih parah lagi terang-terangan ngomong begitu," ucap Caca dalam hati sambil panik.
"Caca!" teriak Shinta and the genks hingga akhirnya mereka jatuh pingsan karena syok yang mereka alami. Shinta dan kawan-kawan akhirnya di tolong oleh para penjaga Caca agar mereka bisa segera siuman.
Nael dan Sandy malah berubah menjadi panik, ternyata mereka itu bukanlah penyusup atau mata-mata nya Satya. Mereka tak sengaja malah membongkar penyamaran Caca di depan banyak orang.
"Kamu Caca?" tanya Pak Joko menghampiri Caca.
Caca mengangguk dan mengiyakan pertanyaan Pak Joko. Pak Joko yang mendengar hal tersebut ikut senang, karena dia masih bisa bertemu dengan putrinya Djuanda.
"Saya pikir kamu sudah pergi Ca, ternyata kamu masih bekerja disini. Syukurlah kamu masih sehat," ucap Pak Joko terharu.
Caca dan Nael akhirnya menjelaskan kepada Pak Joko tentang penyamaran yang dilakukan oleh Caca. Pak Joko mengerti akan hal tersebut dia pun berjanji tidak akan memberi tahu siapa pun.
"Tenang, Bapak tidak akan bilang kepada siapa-siapa Ca."
"Tapi Pak sudah terlambat, mereka sudah mengetahui identitas saya," ucap Caca sedih.
Caca lalu menatap Sandy dan Nael bersamaan dengan wajah yang sedikit emosi tapi apalah daya semua itu telah terjadi dan diketahui oleh banyak orang. Caca akhirnya pasrah dengan keadaan, dia kemudian berlari pergi meninggalkan semua orang.
"Carisa!" teriak Nael.
Mereka menyadari kesalahan yang telah mereka buat, harusnya mereka bisa menjaga rahasia Caca. Sandy akhirnya mengejar Caca yang menuju mess nya.
………………………………………………………………………………
Di Kediaman Satya.
Sony mendapat telepon dari penyusup yang berada di perusahaan Heru dan memberi informasi tentang Caca.
"Halo!"
"Halo Bos! lebih baik jangan menculik Nona Caca secara langsung, karena penjaga Nona Caca sangatlah banyak dan ketat sekali."
"Oh begitu. Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Sony.
"Lebih baik memikirkan rencana matang-matang bos atau di tunda dulu sampai benar-benar aman."
"Tidak bisa! saya sudah menyiapkan segalanya untuk membawa Caca dari sana. Kalau saya tidak bisa membawa Caca dari dalam, Kau cari cara untuk membuat nya keluar dari sarangnya!" teriak Sony.
"Tapi bagaimana caranya bos?"
__ADS_1
"Pikir saja sendiri! saya tidak mau tahu pokoknya buat Caca keluar dari perusahaan Heru itu sendiri dan jangan sampai ada yang tahu!" teriak Sony.
"Baik Bos saya akan berusaha."
"Bagus!" ucap Sony lalu mematikan panggilan tersebut.
……………………………………………………………………………
Di Kantor.
Pak Tris dan Pak Heru memanggil Nael dan Sandy untuk masuk kedalam ruang rahasia mereka karena mereka telah mengetahui keributan di gudang belakang tadi.
Nael dan Sandy berjalan masuk seperti anak kecil yang sedang takut dimarahi oleh orang tua nya. Apalagi melihat wajah Pak Tris dan Pak Heru yang sedang menatap mereka seperti ingin menelan Sandy dan Nael bulat-bulat.
"Lihat Tris, orang yang kita suruh menjaga rahasia, malah dengan santai nya membuka rahasia tersebut di depan banyak orang," ucap Heru dengan wajah sanggar.
"Benar, ingin rasanya menggaruk muka mereka itu dengan tangan ini," ucap Tris tak kalah sanggarnya.
"Glek!" Nael dan Sandy menelan ludah bersamaan.
"Maaf Pah, tapi kita tidak ada maksud mengatakan semua itu. Mereka membuat kita mengatakan yang sebenarnya, kita pikir mereka adalah mata-mata nya Satya dan mengetahui itu adalah Carisa," ucap Nael membela diri.
"Benar Pak Tris, Pak Heru. Kita tidak ada maksud untuk membongkar penyamaran Nona Caca," ucap Sandy.
Pak Heru dan Pak Tris memijat kepala mereka karena pusing dan kembali memarahi mereka. Karena ulahnya itu bisa jadi Caca akan berada dalam bahaya dalam waktu dekat ini.
"Tok tok tok!"
"Masuk!" ucap Pak Tris.
Caca masuk bersama dengan Shinta dan kawan-kawan, mereka akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada semua orang lalu meminta maaf kepada Caca.
"Maaf kan kami Linda, eh maksud kami Caca. Kita tidak tahu itu adalah kamu. Gara-gara kami, penyamaran kamu terbongkar. Kami benar-benar menyesal."
Caca melihat Shinta and the genks menangis dan hati Caca menjadi tidak tega melihat hal itu, Caca lalu memaafkan mereka.
"Tidak apa, semua sudah terjadi."
"Terima kasih Caca, kamu sangat baik. Kami berjanji akan ikut melindungi kamu dari orang jahat," ucap Shinta.
Caca ikut terharu mendengar ucapan mereka, Caca kemudian memeluk Shinta dan kawan-kawannya. Tak berapa lama mereka akhirnya bubar dan bekerja kembali ke tempat masing-masing.
Pak Tris dan Pak Heru kembali cemas memikirkan tentang nasib Caca setelah ini, apa kah penyusup tersebut sudah mengetahui atau belum mengenai penyamaran Caca yang telah terbongkar dan apa yang akan direncanakan oleh para penjahat itu ketika Caca telah diketahui keberadaannya.
*
__ADS_1
*
Bersambung.