Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 8. Pemilik Nomor Misterius


__ADS_3

Jam istirahat sudah selesai, Caca melihat ada Mas Eko dan Ahmad di ruangan Nael. Tak lama kemudian Mas Eko dan Ahmad keluar dari ruangan Nael.


Di dalam ruang kerja nya. Terlihat Nael sedang sibuk membaca sesuatu, begitu juga dengan Caca yang sibuk memperhatikan laporan gudang Spare Part tadi.


Caca mengecek satu per satu barang Spare Part yang jumlah nya hingga ratusan hingga membuat Caca kewalahan.


"Aduh pusing kepala, mata sampai sakit liat laporan begini."


Caca heran kenapa laporan nya tidak sama dengan catatan Mas Karyo.


Lalu Caca memeriksa satu persatu nama barang dan masing-masing stok nya. Ada ukuran yang berbeda, warna yang tidak sesuai.


Caca kemudian membawa laporan tersebut dan memberitahu Pak Tris terlebih dahulu sebelum melaporkan nya kepada Nael bos nya.


Pak Tris memeriksa dengan seksama dan Caca juga ikut membantu.


"Ca. Panggil Mas Karyo," kata Pak Tris dengan muka serius.


"Ya, Pak."


Caca menelepon no ext bagian Gudang Spare Part dan meminta Mas Karyo agar menemui Pak Tris segera.


****


5 menit kemudian.


Mas Karyo akhir nya hadir. Dia membawa semua laporan dan catatan milik nya.


Pak Tris kemudian bertanya kepada Mas Karyo, "Siapa yang buat laporan ini?"


"Anu itu Sony, Pak. Kalo saya hanya mencatat di buku yang besar saja pak sama kartu stok," kata Mas Karyo menjelaskan.


Kemudian Pak Tris menyuruh Caca untuk memanggil Nael.


"Ca. Tolong kamu panggil Pak Nael ya kesini," kata Pak Tris.


"Baik, Pak."


Caca segera keruangan Nael.


"Tok tok tok."


"Iya masuk," suara Nael dari dalam.


Caca masuk ke dalam dan meminta Nael menemui Pak Tris.


"Maaf, Pak. Bapak di panggil sama Pak Tris, di minta ke ruangan nya segera," kata Caca.


"Oke. Oke saya kesana," ucap Nael.


****


Caca dan Nael segera keruangan Pak Tris. Disana mereka ber empat membahas masalah laporan gudang yang tidak sesuai.


Caca dan Mas Karyo membantu mengurutkan dan mencari data sesuai tanggal dan memberikan kepada Nael dan Pak Trisno.


"Iya, Pak Tris. Ini kenapa bisa banyak yang tidak sesuai?" tanya Nael sambil membulak balik laporan.


"Coba liat ini, Pak. Contoh barang ini, laporan di buku punya Karyo masih ada stok 100 unit, tetapi laporan Sony malah ada 300 unit," kata Nael menunjuk sebuah buku.


"Ca tolong cari data yang bulan Mei lalu ya, disini, pembelian barang di tanggal 12 Mei 2015. Saya mau lihat barang masuk ada berapa unit, dan Karyo lihat di data pengeluaran gudang kamu berapa unit barang yang sudah keluar selama ini. Yang kamu catat dan coba lihat lagi ke gudang, stok asli nya ada berapa ya," kata Pak Trisno kepada Mas Karyo.


"Sekalian panggil Sony kesini," tambah Nael kepada Mas Karyo, dengan muka yang sedikit kesal.


***


Caca sedikit ketakutan dengan keseriusan mereka. Baru kali ini Caca melihat wajah Nael yang sedikit berbeda, begitu serius dan tegang.


Mereka kemudian memeriksa laporan barang yang lain nya juga. Caca membantu mencatat barang apa saja yang tidak sesuai dengan laporan yang berada di komputer dan catatan Mas Karyo.


Tak lama kemudian Mas karyo datang bersama dengan Sony. Pak Tris menyuruh Caca untuk menunggu diluar sebentar dan jangan masuk sebelum ada perintah dari nya.


Caca kemudian keluar dari ruangan tersebut. Mba Dewi dan Lista yang berada dekat ruangan tersebut menanyakan kepada Caca apa yang terjadi. Caca menjelaskan kepada mereka dan ke karyawan lain nya.


Mereka mendengar ada yang sedang marah-marah di dalam ruangan, entah siapa itu, sepertinya suara Nael si Bos nya.

__ADS_1


****


Seketika suasana menjadi tegang, karyawan lain disekitar ruangan Pak Tris juga terkejut dan kaget saat Nael sedang marah-marah.


Cukup lama Caca menunggu di luar, lalu pintu terbuka. Nael kemudian menyuruh Caca memanggil HRD.


"Carisa. Tolong kamu panggil Pak Tono (HRD) sekarang," kata Nael dengan muka yang sedang memerah karena marah.


"Baik, Pak."


Caca segera melaksakan perintah Nael dan menekan no ext nya HRD.


Tak lama kemudian Pak Tono pun hadir, beliau masuk kedalam ruangan Pak Tris sambil membawa pena. Caca masih menunggu diluar dengan rasa penasaran dan sedikit tegang.


****


15 menit kemudian.


Pak Tono keluar dari ruang Pak Tris bersama dengan Sony. Sony kemudian menatap Caca dan berlalu pergi.


"Carisa," suara Nael memanggil.


Caca menjawab dengan sedikit gugup, "I..iya, Pak."


"Carisa. Sekarang laporan gudang spare part ini kamu yang pegang, saya mau kamu yang kerjakan. Besok pagi kamu sama Karyo pergi ke stok gudang untuk Stok Opname ulang, lalu kamu mulai bikin laporan yang baru."


"Sama ini laporan lama nya harus di lakukan penyesuaian terlebih dahulu. Masukin data yang tidak ter input ini, cocokan saja dengan buku nya Karyo, nanti print dan kasih kan ke saya lagi."


"Oiya satu lagi, Carisa. Terima kasih kamu udah ngelaporin kasus ini. Coba kalo kamu nggak lapor, mungkin perusahaan kita bisa dapat kerugian yang sangat besar," ucap Nael bersyukur.


"Iya, Pak. Sama-sama," ucap Caca.


****


Pak Tono datang menemui Nael dan Pak Tris. Dia mengeluarkan selembar kertas untuk di tanda tangani.


Caca terkejut, "Hah, surat pemecatan karyawan. Berarti itu tanda nya Sony bakal dipecat," ucap Caca dalam hati.


Nael membaca dan segera menanda tangani surat tersebut, dan Pak Tris yang menjadi saksi nya, karena Pak Heru sedang berada di luar negeri, maka Pak Nael yang memegang tanggung jawab perusahaan bersama dengan Pak Tris.


Sony kemudian dipanggil masuk. NNael memberikan surat tersebut kepada Sony, dan meminta Sony untuk menyerahkan tugas nya kepada Caca.


"Baik, Pak."


Sony kemudian berpamitan dengan semua orang dan tidak lupa dia meminta maaf kepada semua orang termasuk Caca.


Nael menghela nafas panjang dan kembali membahas kerugian yang sudah dilakukan oleh Sony.


Caca hanya mendengar dari kejauhan. Tak main-main, kerugian hampir 200 juta, itu pun masih perkiraan, belom real nya, bisa bisa lebih dari setengah Milyar.


***


Caca kemudian kembali ke ruang kerja nya dengan membawa laporan dan data Mas karyo yang segunung.


Seperti mau menangis Caca mengucap dalam hati, "Huhuhu. Kerjaan nambah terus, mana susah-susah lagi, orang mah bonus sama gaji yang ditambah jangan kerjaan terus. Huhuhu, lembur lagi deh. Aduh nasib nasib."


Jam pulang sudah berbunyi.


Caca masih berada di kantor. Yap lembur lagi, Caca teringat dengan laporan gudang dan segera mengerjakan nya.


10 menit kemudian saat Caca sedang serius mengerjakan laporan. Tiba-tiba Nael dan Pak Tris datang dan masuk ke dalam ruangan Nael. Seperti nya akan membahas masalah keuangan yang bermasalah tadi.


"Carisa. Bikin kopi. Sekalian buat Pak Tris," kata Nael kepada Caca.


"Ya, Pak."


Caca kemudian ke dapur dengan hati mengerutu.


"Ada-ada aja. Lagi sibuk juga, gimana mau kelar coba kerjaan gua," kata Caca sambil mengaduk kopi.


Caca memberikan kopi kepada Nael dan Pak Tris, Caca kembali duduk dan bekerja.


"Tring." bunyi pesan masuk


Handphone Caca berbunyi.

__ADS_1


"Hai Ca, belum pulang?, masih sibuk ya."


Caca tidak memperdulikan nya.


"Mau tahu nggak siapa aku?"


"Sebodo amat!" ucap Caca kesal.


***


Perut Caca berbunyi, Caca merasa lapar, dia pergi ke Kantin untuk membeli makanan.


Di luar Caca berpapasan dengan Mas Eko yang sedang membawakan makanan untuk Nael.


"Mau kemana, Neng Caca? belum pulang?" tanya Mas Eko.


"Ke kantin, Mas. Laper." jawab Caca.


**


Di kantin Handphone Caca berbunyi kembali, ada sebuah pesan masuk.


"Hai, mau makan ya."


Caca kemudian melihat ke sekeliling, tetapi tidak melihat ada orang yang bermain handphone, dia pun kembali melanjutkan makan.


**


Di kantor Nael memanggil Caca, tetapi tidak ada jawaban. Nael pun keluar ruangan dan mencari Caca tetapi tidak ada.


"Eh, Mas Eko. Kamu lihat Carisa?" tanya Nael kepada Mas Eko.


"Oh itu tadi neng Caca pergi ke kantin, lapar kata nya," jawab Mas Eko.


"Oke, ya sudah tidak apa-apa."


"Sudah Nael, besok saja di lanjutin lagi, kasian juga Caca ini sudah malam, saya pulang duluan ya," kata Pak Tris sambil keluar dari ruangan Nael.


"Ya, Pak Tris."


***


Di luar kantin, Caca kembali mendapat pesan masuk.


"Kalo kamu mau tahu siapa aku, aku berada di sebelah gudang barang jadi, depan mess karyawan sini, sedang memandang kamu."


Caca kemudian melihat ke arah gudang barang jadi. Jauh disana Caca melihat ada seseorang yang sedang berdiri, karena sudah malam, pencahayaan pun kurang, Caca tidak melihat jelas siapa orang tersebut.


Caca berjalan mendekati orang tersebut. Karena rasa penasaran nya yang sangat kuat, Caca tidak memperdulikan yang lain nya. pandangan nya hanya fokus ke depan, dengan hati bertanya-tanya.


"Siapa sih itu?" ucap Caca dalam hati.


***


Nael melihat keluar jendela. Seketika mata Nael tertuju kepada seseorang yang tidak asing, dan tak lain adalah Caca yang baru saja keluar dari kantin pabrik.


Terlihat Caca sedang memainkan Handphone nya, sambil fokus melihat sesuatu, aneh nya Caca tidak kembali ke kantor, Caca belok ke arah yang tidak seharus nya.


Nael kemudian memanggil Mas Eko.


"Di sebelah gudang sana ada apa?" anya Nael kepada Mas Eko.


"Di sebelah sana ada Mess karyawan, Pak Nael. Cuma ada satu orang yang menempati kamar mess tersebut," jawab Mas Eko.


"Terus di sebelah mess ada ruang kosong, dulu bekas kamar mandi, cuma udah rusak pintu nya suka susah di buka, maka nya sudah tidak di pakai lagi," kata Mas Eko.


"Siapa yang tinggal di mess itu?" tanya Nael kembali.


Betapa terkejutnya Nael, ketika mengetahui nama orang yang tinggal di mess tersebut.


Dengan cepat Nael berlari untuk memastikan sesuatu. Berharap tidak terjadi apa-apa dengan Caca.


***


Caca masih melihat ke arah orang tersebut ternyata seorang pria. Kemudian pria tersebut berjalan ke arah ruang kosong sebelah mess yang dulu nya bekas kamar mandi.

__ADS_1


Sesampai nya di sana. Begitu terkejut nya Caca ketika dia mengetahui siapa pemilik nomor misterius tersebut.


Bersambung.


__ADS_2