
Di ruangan Nael.
Nael bersiap-siap untuk pulang kerumah karena Valen sudah meneleponnya berkali-kali hingga telinga Nael terasa panas dan memerah karena lama nya mereka berbicara di telepon.
"Nael cepatlah pulang! semua dekorasi ulang tahun mu sudah selesai. Kamu pasti menyukai nya."
"Iya Valen, terima kasih. Sebentar lagi aku pulang dan awas saja jika dekorasi nya membuatku malu seperti yang sudah-sudah."
"Tenang Nael, kali ini berbeda percayalah!"
"Oke Bye."
"Awas saja si Valen kalo dia mendekor pesta dengan tema seperti anak kecil lagi, mau di taruh dimana muka tampan ku ini" celoteh Nael sambil menyurai rambutnya kebelakang.
Nael lalu berpamitan dengan Sonia dan memanggil Ahmad untuk segera pulang kerumah.
………………………………………………………………………………
Di Mess Caca.
Caca kembali murung dia lebih memilih berdiam diri di dalam mess nya semenjak kejadian tadi setelah mendapatkan ijin dari Pak Heru dan Pak Tris.
"Tok tok tok!"
Sandy mengunjungi mess Caca dan ingin memberitahu sesuatu.
"Nona! ini saya Sandy!" teriak Sandy dari luar.
Caca melangkahkan kaki nya ke depan dan membuka pintu nya yang terkunci.
"Ada apa Sandy?" jawab Caca seakan tak bersemangat.
"Begini Nona, saya sudah menemukan hadiah yang cocok untuk pria yang dimaksud oleh Nona tadi pagi."
"Benar kah Sandy?" tanya Caca yang tiba-tiba menjadi semangat kembali.
"Benar Nona, lihat ini hadiah ini pasti akan disukai oleh pria itu."
Sandy menunjukan sebuah foto jam tangan disebuah situs pembelanjaan online.
"Lihat ini Nona, merk ini sangat keren dan bergaya sangat mewah dan juga berkelas," ucap Sandy seperti dia yang sedang berjualan saja.
"Iya sangat bagus, berapa harga nya Sandy?" tanya Caca.
"Sangat murah Nona, hanya 25 juta rupiah saja."
Mulut Caca seketika menganga mendengar harga dari jam tangan tersebut. "Apa! 25 juta rupiah! kau gila Sandy, mana mungkin aku punya uang sebanyak itu."
"Oh! bagaimana dengan yang ini Nona? harganya 20 juta rupiah, diskon 50% menjadi 10 juta rupiah saja tidak kalah bagus dengan yang tadi."
Caca mengernyitkan dahinya dan mulai mendengus kesal karena hadiah mewah tapi tak sebanding dengan saldo rekening nya.
"Tidak! tidak Sandy itu terlalu mahal, cari yang murah saja."
__ADS_1
"Memangnya mau cari yang harga berapa Nona?" tanya Sandy.
"Iya sekitar 200 ribu kebawah Sandy."
Sandy mangut-mangut tanda mengerti, dia kemudian mencarikan lagi harga jam yang sesuai dengan kemampuan Nona muda nya itu.
"Nah ini dia! harga yang 200ribu kebawah itu untuk jam yang ini Nona Caca."
"Mana?" tanya Caca mendekati Sandy.
Mata Caca terbelalak melihat jam yang ditunjukan oleh Sandy. Entah kenapa ekspresi Caca sontak berubah, hidung Caca sedikit naik keatas hingga membuat kedua lubang hidung nya menjadi mekar lalu seperti ada asap yang keluar dalam hidung Caca seperti siluman kerbau Gu mo ong.
"Sandy! kau bercanda dengan ku itu bukan jam tangan tapi jam dinding! huh lebih baik tidak usah memberikan hadiah saja! dan lebih baik aku masuk saja kedalam!"
"Tapi No---" Sandy tak sempat melanjutkan karena Caca tiba-tiba menutup pintu nya dengan keras.
"Brak!"
Caca menutup pintunya dengan sangat kencang hingga membuat Sandy terperanjat kaget dan keheranan dengan Nona muda nya yang tiba-tiba memarahinya.
"Kenapa dia marah? apa yang salah dengan itu?" tanya Sandy tanpa dosa sedikit pun.
Sandy lalu berjalan pergi sambil mencari-cari hadiah kembali. "Lebih baik aku saja yang membeli nya untuk hadiah Nael nanti."
Caca sangat kesal dengan Sandy, dia menghela nafas panjang. "Dasar si Sandy itu! wajahnya saja yang tampan tapi otak nya sedikit bermasalah! benar-benar membuatku naik darah huh! lebih baik tidur saja."
……………………………………………………………………………
Tris menghampiri Heru dan ingin membicarakan sesuatu tentang pesta ulang tahun Nael.
"Heru aku dan Caca tidak bisa datang ke pesta nya Nael, karena aku harus mengajari Caca beberapa hal untuk itu aku minta maaf Heru."
Heru mengerti dengan keputusan dari sahabatnya itu, dia juga tidak mempermasalahkan nya.
"Tidak apa Tris, hanya pesta ulang tahun biasa. Oiya Tris, bagaimana perkembangan Caca selama kamu mengajarinya?" tanya Heru.
"Kita harus bersyukur Heru, karena Caca sangat pandai, dia orang yang cepat mengerti. Caca sudah bisa menguasai nya walah masih sedikit."
"Bagus lah kalau begitu, semoga dia bisa segera memegang tanggung jawab untuk menjalankan kembali perusahaan ayahnya."
Tris mengangguk dia mengingat kembali Djuanda yang sangat cerdas dan Tris adalah asisten Djuanda kala itu.
Tris lalu memberikan sesuatu kepada Heru sebuah kado berbentuk persegi panjang dan sedikit tebal. "Heru tolong nanti kamu kasih hadiah ini untuk Nael. Aku titipkan ini kepada mu sebagai hadiah di hari ulang tahun nya."
"Baik lah Tris, aku akan memberikan nya kepada Nael."
"Terima kasih."
"Tris." Heru menghentikan langkah kaki Tris yang ingin keluar dari ruangnnya.
"Iya Heru, ada apa?" tanya Tris.
Heru kemudian menyampaikan sesuatu kepada Tris, itu adalah hal yang tak terduga yang membuat Tris tersenyum senang, dia pun tak sabar ingin memberi tahu hal baik ini kepada Caca.
__ADS_1
"Benarkah Heru"? tanya Tris.
Heru tersenyum dan mengangguk. "Benar Tris."
"Caca pasti senang mendengar hal ini Heru dan Nael pasti lebih senang lagi."
"Tapi rahasiakan dulu ya Tris hingga saat yang tepat."
"Baiklah Heru."
Tris lalu pergi kembali ke ruang kerja nya dengan senyum gembira.
***
Sementara itu Mba Dewi, Lista dan Teh Mul sudah bersiap-siap untuk pergi ke acara ulang tahun Bos muda nya itu. Lista dan Dewi mengajak Teh Mul untuk membicarakan mengenai kejadian yang terjadi kepada Caca tadi siang.
Mul lalu menjelaskan kejadian tersebut dan membuat Dewi dan Lista tampak tersenyum puas dan mengeluarkan tawa senangnya.
"Rasakan itu Shinta and the genks. Berani macem-macem dia sama si Caca, kena kan tuh akibatnya."
"Iya tapi Caca malah maafin dia," balas Teh Mul.
"Masa sih?" tanya Lista tak menyangka.
"Iya lah, Caca itu baik tidak kayak kamu Lista," balas Mba Dewi.
"Ah benar, kalau saja disitu ada saya, sudah pasti mereka akan menyesal dan menyebut nama Lista berkali-kali. Haha!" Lista tertawa sambil bertolak pinggang.
Mul dan Dewi yang melihat tingkah Lista seketika mngernyitkan dahi nya kemudian tak sadar mereka ikut tertawa bersama.
……………………………………………………………………………
Di Rumah Nael.
Nael telah sampai di rumah nya yang mewah, matanya dibuat membulat karena dekorasi yang benar-benar bagus dan indah untuk ulang tahun nya. Tidak seperti tahun-tahun sebelum nya, Nael dibuat malu oleh Valen karena mendekor pesta ulang tahun nya dengan tema anak-anak berkarakter Superhero terkadang tokoh Disney yang lucu dan menggemaskan.
Nael berjalan masuk dengan mata yang terus terpana melihat keindahan dekorasi itu, hingga Valen yang berdiri disana pun tak dipandang oleh Nael.
"Nael!" teriak Valen.
Nael seketika terkejut mendengar teriakan Valen yang tiba-tiba menghentikan lamunan nya itu.
"Bagaimana, bagus kan?" tanya Valen menatap wajah adiknya.
Nael mangut-mangut. "Iya bagus, terima kasih. Tapi kayaknya sedikit berlebihan."
Valen tersenyum senang, "Tidak apa, kan Caca juga akan datang kesini. Aku mana mungkin membuat kamu malu di depan nya."
Nael kembali murung, lalu berjalan terus melewati Valen sambil berkata, "Caca tidak di ijinkan datang oleh Papa dan juga Pak Tris!"
"Apa!" balas Valen dengan wajah tercengangnya, tapi percayalah Valen tetap cantik dengan wajah aneh sekalipun.
Bersambung.
__ADS_1