
Nenek terbangun karena mencium aroma yang enak dari ruang tamu, Nenek lalu menghampiri orang-orang yang berkumpul.
"Wangi apa ini, kenapa ramai-ramai begini wahai anak muda?" tanya Nenek sambil duduk di samping Sandy.
"Caca ulang tahun hari ini Bu, kita rayain kecil kecilan aja," kata Ibu kepada Nenek.
"Ulang tahun Nenek mah masih lama, kenapa di rayain sekarang?" tanya Nenek kebingungan.
Orang yang berada di sana saling bertatapan dan tersenyum, hihihi Nenek kuping nya. Sandy kemudian memberitahu kepada Nenek itu adalah Ulang tahun nya Caca bukan ulang tahun Nenek.
"Ini lagi rayain ulang tahun Nona Caca Nek."
Untung lah ada Sandy yang bisa menyambungkan pembicaraan mereka dengan sang Nenek yang kurang pendengarannya dan akhirnya Nenek mengerti setelah Sandy yang berbicara kepada nya lalu berkata, "Oh ini ulang tahunnya Caca, selamat ya Ca." Nenek lalu mencium Caca.
Caca kemudian mengucapkan terima kasih kepada Nenek yang telah mengucapkan selamat kepada nya. Semua orang lalu tertawa melihat Nenek yang mulai menggoda Sandy. Mereka lalu memulai acara tiup lilin dan makan bersama.
***
"Tin tin!"
Beberapa saat kemudian mereka mendengar ada suara klakson mobil dari luar rumah.
"Tin tin!" bunyi klakson mobil itu sekali lagi.
Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Caca, mereka semua yang penasaran lalu keluar dan melihat siapa gerangan orang tersebut.
Semua tersenyum dan senang rupanya itu adalah Nael yang datang sambil membawa sebuket bunga mawar berwarna Pink karena itu adalah warna kesukaannya Caca.
Nael lalu turun dari mobil nya dan sesekali merapihkan baju nya agar terlihat sempurna dan menyempatkan pula bercermin di spion mobil untuk memastikan ketampanannya tidak berkurang sedikit pun.
***
Caca masih belum menyadari kalau Nael yang datang, dia hanya sibuk memikirkan makanan yang berada di hadapannya. Nael kemudian masuk dan menyapa semua orang sesekali matanya mencari-cari seseorang yang tak lain adalah Caca.
Orang yang dicari oleh Nael telah ketemu dia melihat Caca yang sedang makan di dapur, Nael kemudian menunggu dan tak ingin mengganggu Caca yang sedang makan dengan lahap.
Tak lama kemudian Caca telah selesai makan dan dia melihat semua orang yang sedang memandangnya sambil tersenyum senang.
"Caca, coba tebak siapa yang datang ayo?" tanya Lista kepada Caca sambil menyembunyikan Nael yang dari tadi sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Caca.
"Siapa? tukang kredit? suruh pulang aja!" balas Caca sambil mencuci tangan.
Semua tersenyum dan tertawa mendengar ucapan Caca yang lucu. Caca lalu mengambil minumnya dan bertanya kepada mereka yang sedang menertawakannya, "Kenapa tertawa?"
Pandangan Caca sedikit tertarik kepada seorang pria yang membawa buket bunga mawar, dan hal itu membuat hatinya bertanya tanya penasaran.
"Siapa ya tuh orang? masa tukang kredit bawa bunga bagus, pink gitu."
Caca lalu berjalan perlahan mendekati orang tersebut dan ketika pria tersebut terlihat jelas oleh kedua matanya, Caca lalu sontak terkejut karena itu adalah Nael.
Nael kemudian memberikan bunga tersebut kepada Caca yang masih berdiri kaku dihadapannya lalu tersenyum dengan begitu lembut nan menawan. Nael lalu berkata, "Selamat ulang tahun."
Caca lalu menerima bunga tersebut dan tak lupa membalas ucapan dari Nael, "Terima kasih. Tahu dari mana saya ulang tahun?" tanya Caca.
__ADS_1
"Dari Ahmad lah, Ahmad tau dari Mul, Mul tau dari kita ya nggak Mba Dewi!" jawab Lista dengan secepat kilat.
Caca senang karena semua telah hadir dan memberikan Caca kebahagian.
***
Beberpa saat kemudian acara telah selesai, semua lalu berpamitan pulang kepada Caca dan keluarganya.
Nael lalu meminta ijin kepada Ibu untuk mengajak Caca berjalan-jalan keluar sebentar. Ibu kemudian mengijinkannya dan mereka kemudian tersenyum. Caca dan Nael pun pergi berkeliling menggunakan mobil nya.
***
Nael melihat ada taman yang di hiasi dengan lampu, disana juga banyak pasangan muda yang sedang menghabiskan malam minggu mereka. Nael lalu menghentikan mobil dan memarkirkan nya di bahu jalan.
Caca kemudian membuka sabuk pengaman nya, tapi tangan Nael dengan cepat mencegahnya. Nael tidak ingin keluar, dia ingin memberikan Caca sesuatu terlebih dahulu.
"Ada apa, kenapa kita nggak keluar?" tanya Caca.
Nael tak menjawab, dia hanya mengambil sesuatu dari saku celana nya. Caca memperhatikan benda apa yang dikeluarkan oleh Nael dan Nael mulai menunjukannya, itu adalah sebuah cincin yang indah. Nael lalu memakaikan cincin tersebut ke jari manis Caca dan berkata, "Ah pas sekali."
Mata Caca begitu bersinar setelah melihat hadiah dari Nael yang begitu indah. "Terima kasih, ini begitu cantik."
Nael tersenyum dan menatap Caca lalu Nael memberikan hadiah kembali. Kali ini sebuah kotak berisi kalung emas putih bermotif bunga dandelion.
Mata Caca seketika berbinar, sungguh cantik kalung tersebut. Nael lalu meminta ijin kepada Caca untuk memakaikannya.
"Ini untuk kamu, boleh saya yang pakaikan?" tanya Nael kepada Caca.
Nael mulai mendekatkan tubuh nya ke arah Caca dan tangannya mulai memakaikan kalung tersebut kepada Caca. Begitu dekat sekali, beberapa saat kemudian Nael akhirnya berhasil memakaikan kalung tersebut kepada Caca.
"Terima kasih."
Setelah selesai memakaikan kalung itu pandangan Nael tidak menjauh, dia masih menatap wajah Caca. Wajah Nael malah semakin mendekati wajah Caca hingga netra mereka saling bertemu. Caca yang ditatap dengan tatapan maut Nael langsung panik, dia tidak bisa bergerak kemana-mana, sabuk pengaman membuatnya susah bergerak.
Nael berusaha meraih wajah Caca yang tidak bisa diam dan menolak terus untuk di dekati. Caca akhirnya diam dan memejamkan kedua mata nya.
Perlahan lahan Nael mendekati wajah Caca untuk meraih sesuatu yang dia inginkan dan akhirnya Nael berhasil mendaratkan bibir nya ke bibir Caca.
("Horeeee!!!!" sahut Author senang, "akhirnya").
Nael berhasil mengecup bibir Caca, kecupan yang begitu lembut.Wajah Caca merah seketika. Jantungnya berdebar kencang, hingga terdengar oleh Nael.Dia terlihat malu sekali, itu adalah ciuman pertama nya dengan Nael.
Nael masih tak bergerak sepertinya kecupan tadi kurang untuk nya.Nael pun mendekatkan wajah nya lagi dan mencium Caca kembali. Kali ini Caca tak menolak, malah dia juga menyambut ciuman dari Nael. Mereka pun akhirnya berciuman cukup lama.
***
Tak lama kemudian, Nael perlahan lahan melepaskan ciuman nya.Mereka terlihat senang. Nael kemudian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Caca. Mereka pun duduk di taman.
Caca menyandarkan kepala nya di bahu Nael, mereka pun senang.
Kesenangan mereka terhenti ketika ada bunyi sirene yang mendekati taman. Semua pasangan berlari, ternyata itu Satpol PP.
(hahaha!!!, author mengejek mereka yang berlari ketakutan).
__ADS_1
Caca menarik tangan Nael untuk segera berlari dan masuk ke dalam mobil, mereka pun berlari bersama, sambil tertawa gembira. Caca dan Nael tertawa bersama. Nael pun langsung menancap gas agar mereka tidak tertangkap oleh Satpol PP yang menyebalkan itu.
***
Hari sudah malam. Nael kemudian mengantar Caca pulang ke rumah. Caca mengucapkan terima kasih karena telah mengajaknya jalan jalan. Nael juga berterima kasih karena Caca memberikan hal yang Nael nantikan. Caca mendadak menjadi malu.
Nael memberikan hadiah terakhir, dia memberikan sebuah gaun untuk Caca kenakan esok di pernikahan Valen kakaknya. Caca tersenyum senang.
Nael pulang, di perjalanan dia mengingat semua kejadian tadi, kecupan lembut untuk Caca, ah itu semua sangat indah. Nael jadi tersenyum sendiri.
……………………………………………………………………………………
Sesampainya di rumah Pak Heru melihat Nael yang sedang tersenyum. Pak Heru tahu kalo Nael pasti habis keluar menemui Caca.
Pak Heru lalu menelepon seseorang.
"Hallo."
"Hallo, tolong siapkan semua nya."
"Baik Pak."
Pak Heru menutup telepon nya, kemudian dia menelepon Peter.
"Hallo."
"Halo Peter, acara besok jangan lupa ajak dia kesana."
"Baiklah."
Pak Heru menutup telepon nya, diapun kembali ke kamarnya.
***
Di dalam kamar Nael mengingat kejadian tadi. Diapun tidak sabar untuk melihat Caca menggunakan gaun yang dia belikan untuk Caca.
****
Di lain itu Caca juga mengingat kejadian tersebut. jantung nya kembali berdetak kencang, dia tak menyangka Nael begitu berani. Malam semakin larut, mereka pun beristirahat dan tertidur.
…………………………………………………………………………
Di Mess.
Telepon Pak Tris berbunyi, dia pun mengangkatnya.
"Halo, ada apa Heru?" tanya Pak Tris
Heru kemudian mengatakan rencana nya kepada Tris. Tris terkejut mendengar hal tersebut, dia tak menyangka bahwa sahabat nya tega melakukan hal itu. Tris kemudian tak menyetujui nya, tapi Heru tetap akan melakukan nya, Tris pun bersedih, bagaimana dengan nasib Caca.
*
Bersambung.
__ADS_1