
Di Mobil Nael.
Nael merasakan gelisah yang teramat sangat, dia seperti mendengar suara teriakan Caca meminta tolong dengan begitu jelas di telinga dan juga di kepalanya. Nael berharap tidak terjadi sesuatu hal yang buruk terhadap Caca.
Nael menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dan berusaha untuk mengusir hal buruk yang selalu menempel dipikirannya, Nael lalu memejamkan kedua mata dan dengan tangan kanan yang memegang dada sebelah kirinya.
Dia percaya dengan hati kecilnya bahwa Caca akan baik-baik saja. Nael lalu berkata didalam hati, "Carisa tunggu lah aku, aku akan segera datang."
Sementara itu Ahmad mengetahui kecemasan Nael dia pun berusaha secepat mungkin berkendara agar bisa datang tepat waktu untuk menyelamatkan Caca.
……………………………………………………………………………
Sementara itu.
Sandy telah sampai duluan di tempat yang telah diberitahu mata-mata kepercayaan keluarga Djuanda. Sandy segera turun dan membuka helm nya, lalu bergerak maju perlahan dan mengawasi sekitar rumah besar di hadapannya.
Sandy menghitung beberapa jumlah orang penjahat yang sedang menunggu di depan rumah besar tersebut. Sandy menelepon para penjaga yang lainnya untuk datang membantu nya.
Sementara itu Sandy masuk terlebih dahulu ke dalam rumah tersebut. Di depan Sandy di hadang oleh para penjahat yang menjaga rumah Sony.
Perkelahian akhirnya tak terelakkan, Sandy berhasil menghajar beberapa orang penjahat yang berada di depan pintu. Sandy bersyukur karena selalu rajin berlatih bela diri dari Nenek sehingga dia bisa menguasai beberapa tehnik bela diri.
Sandy lalu berkata di sela kegiatannya menghajar penjahat, "Nenek sangat luar biasa, terima kasih Nenek. Sekarang Sandy mu ini akan menolong cucumu itu."
***
Sementara itu di desa, Nenek yang sedang dibicarakan Sandy langsung bersin seketika. "Hachiu! hidung saya kenapa tiba-tiba gatel ya?"
Nenek lalu mengusap hidungnya. Begitulah kurang lebih keadaan Nenek di desa.
***
Sandy mulai membuka pintu rumah itu dan terlebih dahulu Sandy mengintip untuk mengecek kondisi rumah tersebut dan ternyata penjahat di dalam lebih banyak lagi Sandy kemudian mengurungkan niatnya dan menunggu sampai bantuan datang.
………………………………………………………………………………
Di Kamar Sony.
Sementara itu Sony masih belum berhasil mengambil apa yang diinginkannya, karena Caca yang masih saja berontak dan sesekali Caca melakukan perlawanan yang tak biasanya.
"Coba kita lihat seberapa kuat kamu bisa bertahan hah!" ucap Sony dengan nafas yang menggebu.
Sony lalu menindih Caca dengan sangat kuat, alhasil Caca tak bisa bergerak, Sony lalu berusaha menciumi seluruh wajah Caca terlebih dahulu namun Caca berusaha menghindarinya.
"Lepas! pergilah dari sini! menjauhlah dariku Sony!" teriak Caca.
Sony tak lantas menyerah begitu saja dia langsung mengapit kepala Caca yang tidak bisa diam dengan kedua tangannya dan berhasil merampas ciuman dari Caca. Sony mencium bibir Caca dengan sangat brutal lalu turun ke arah leher jenjang milik Caca.
Caca menangis dia berteriak meminta Sony untuk tidak melanjutkan aksi kotornya itu, hati Caca tak rela jika Sony sampai berhasil merenggut kehormatannya.
Sony tidak mengindahkan teriakan dari Caca, dia semakin menggila, matanya telah berkabut penuh dengan hasrat untuk memiliki Caca seutuhnya, Sony pun tak memperdulikan keadaan sekelilingnya lagi, yang dia lakukan adalah menggagahi Caca dan memiliki diri Caca seutuhnya.
Caca tak bisa bergerak menghadapi raga kekar milik Sony, dia terus menerus menciumi Caca dengan beringas hingga tiba sekelibat ingatannya tentang Nael. Caca menangis tak berdaya dia kembali berteriak dan masih berusaha melakukan perlawanan, dia memukuli raga kekar milik Sony.
Sony berhenti sejenak untuk menatap wajah Caca yang sedang ketakutan dan menangis, Sony lalu tersenyum dan berkata, "Ah sungguh manis dan cantiknya dirimu bila dilihat dari dekat begini. Bagaimana apa kau sudah siap untuk yang selanjutnya?" tanya Sony seperti ingin membuka baju Caca.
"Jangan! jangan Sony!" teriak Caca.
__ADS_1
Caca berteriak dan berusaha menutupi dirinya dengan kedua tangan, tapi Sony secara paksa menggengam tangan Caca untuk menjauhi tubuh bagian tengah milik Caca itu agar dia bisa meraih dan menjamahnya.
"Tidak!"
Caca masih memberontak tapi Sony dengan mudah menepis tangan Caca begitu saja. Caca kembali menangis dan memohon agar Sony tidak melakukan hal tersebut.
Sony tak perduli lalu dia merobek baju Caca bagian tengah, hingga telihat sebuah kain penyangga milik Caca.
Caca dengan cepat kembali menutupi dada dengan kedua tangannya hingga dia teringat pesan dari Nenek yang telintas dipikirannya yang mengatakan.
"Jika kamu sedang dalam posisi sulit ingatlah ini, jangan kau serang tubuh nya maka kau akan kalah tenaga. Tapi serang lah titik lemahnya, maka kau akan menang."
Caca kemudian mengerti maksud dari Nenek, dia kemudian terdiam dan membiarkan Sony mendekatkan wajahnya kembali.
"Kenapa kau diam? apa sudah menyerah. Baguslah tenang saja aku akan bermain dengan pelan, aku akan membawa kamu melayang bersama," ucap Sony menatap Caca.
Sony lalu mendekatkan wajahnya kembali lalu dengan cepat dan sekuat tenaga Caca menekan kedua mata Sony dengan kedua ibu jarinya.
"Aw! kurang ajar!" teriak Sony sambil memegang kedua matanya.
Sony merasa kesakitan karena matanya ditekan oleh Caca dengan sangat kuat, dia pun melonggarkan himpitannya dan Caca tidak menyia-nyiakan hal tersebut.
Caca kemudian mendorong tubuh Sony dan berusaha bangkit dan berhasil berdiri, tapi tangan Sony dengan cepat mencekal pergelangan Caca.
Sony menarik Caca hingga mendekat kembali dan berusaha menumbangkan raga Caca, tapi Caca mengingat kembali apa yang diajarkan oleh Nenek.
"Serang bagian vitalnya dengan penuh keyakinan dan penuh konsentrasi jika memang sudah mendesak jangan ragu untuk melakukannya."
Caca tak pikir panjang lagi, dia kemudian mengeluarkan sisa-sisa tenaga lalu menendang alat vital milik Sony yang berada di bagian tengah bawahnya yang sedang bersitegang itu.
Sony sontak merasa kesakitan diapun memegangi bagian vitalnya dengan kedua tangan lalu berguling kesana kemari. Caca dengan langkah lemas karena kehabisan tenaga berusaha kabur dari Sony dan menuju pintu untuk berlari keluar.
………………………………………………………………………………
Sementara itu.
Tak berapa lama kemudian bantuan untuk Sony telah datang, mereka lalu berembuk dan serempak untuk masuk kedalam.
Semua penjahat didalam rumah Sony terkejut dengan kedatangan tamu yang tak diundang. Tanpa basa basi Sandy dan penjaga Caca langsung menghajar penjahat tersebut.
Sandy mencari dan berteriak memanggil Nona mudanya tersebut.
"Nona, kamu berada dimana? kami telah datang Nona! tolong jawab lah!" teriak Sandy dengan tangan dan kaki yang masih menghajar beberapa penjahat.
***
Caca memdengar suara Sandy juga keributan dibawah sana. Caca lalu memukul pintu kamar Sony yang masih terkunci dan memanggil nama Sandy.
"Sandy! aku berada di atas ini, dikamar ini kamu dengar! tolong cepatlah!" teriak Caca.
Sandy mendengar jawaban dari Nona mudanya lalu bergegas lari menaiki anak tangga dan menuju kamar yang tadi di pukul oleh Caca.
Tapi belum sempat Sandy naik ke atas, salah satu anak buah Sony menghadang Sandy.
"Jangan kau ikut campur dan mengganggu kesenangan bos muda kami!" teriak orang tersebut.
Sandy tak mau mengalah dia pun membalas perkataan orang tersebut.
__ADS_1
"Jangan kau menghalangi kami untuk menyelamatkan Nona muda kami!"
"Bug!"
Sandy meninju wajah orang yang berani menghadangnya hingga penjahat itu terhuyung. Orang tersebut pun berusaha bangkit dan menghajar Sandy.
Sandy mengingat tehnik membalikkan serangan lawan dari Nenek, diapun dengan mudah mengalahkan orang tersebut.
***
Sementara itu Nael dan Ahmad telah sampai dan langsung masuk kedalam rumah Sony. Nael bergegas mencari caca.
Salah satu penjaga keluarga Heru berkata, "Pergilah Tuan, biar kami yang membantu Sandy melawan orang jahat ini. Selamatkanlah Nona Caca."
Nael mengangguk dan mulai berlari mencari Caca, Nael bertemu Sandy yang masih berusaha menghajar beberapa penjahat. Sandy melihat Nael dan bantuan dari penjaga nya telah datang dia lalu berkata kepada Nael, "Nael Nona Caca berada dikamar atas sana, cepat selamatkan Nona kami!"
Nael dan Ahmad menaiki anak tangga dengan segera dan setelah sampai diatas Nael lalu berteriak memanggil Caca.
"Carisa!" panggil Nael.
Caca mendengar suara itu, diapun menangis terharu mendengar Nael datang untuk menyelamatkannya, Caca kemudian membalas panggilan itu, "Nael aku disini!"
Caca memukul-mukul pintu kamar Sony untuk memberi tanda keberadaannya kepada Nael selagi Sony masih meringis kesakitan, lalu mencari kunci yang disembunyikan oleh Sony.
***
Sony yang melihat Caca ingin kabur dan mendengar Nael datang, Sony langsung berusaha bangkit dan menyingkirkan rasa sakitnya.
Sony berjalan perlahan mendekati Caca yang sedang sibuk mencari kunci dan berhasil mendekap tumbuh ramping Caca dan membekap wajahnya dengan sapu tangan yang berisi obat bius dan berkata, "Aku harus berhasil kali ini."
Caca merasakan pusing dikepalanya lalu terkulai lemas dan jatuh dipelukan Sony, Sony langsung menggotong Caca kembali ke atas kasur nya dan memulai kembali aksinya sebelum Nael berhasil mendobrak pintu.
Sony membuka celana nya dan ingin menyingkap dress milik Caca, tetapi saat ingin melanjutkan aksinya, Nael sudah keburu berhasil mendobrak pintu kamar Sony.
"Brak!" pintu terkunci itu rusak seketika saat ditendang oleh Nael dan juga Ahmad.
Ahmad menyuruh Nael untuk masuk duluan karena dia berusaha menghajar penjahat di depan kamar Sony. Nael kemudian masuk dan Nael mendapati Sony tengah melakukan aksi bejatnya dan tanpa basa basi Nael lalu menarik tubuh Sony agar menjauh dari Caca.
"Beraninya kau menggangguku!" bentak Sony lalu melayangkan pukulan kepada Nael.
Nael berhasil menahan pukulan Sony, dia lalu berkata kepada Sony, "Jangan kau berani menyentuh kekasih ku!"
Sony terdiam saat Nael bilang Caca adalah kekasihnya dan tak menyadari pukulan Nael telah mendarat di wajah Sony, darah segar mengalir seketika dari bibirnya Sony.
Sony lalu menatap Nael dengan sinis dan tak terima dengan perlakuan dari Nael.
"Caca adalah milikku dan akan menjadi milikku!" teriak Sony.
"Kau salah, Carisa adalah milikku kami berdua saling mencintai!" bentak Nael lalu memukul wajah Sony yang sedang tercengang.
"Kau sudah bertunangan jadi biarkan Caca menjadi milikku, kau jangan menggangguku karena aku hampir berhasil mendapatkannya!" bentak Sony.
Nael geram dengan perkataan Sony dan kembali memukul Sony sambil berkata, "Takkan kubiarkan itu terjadi!"
Tak lama kemudian suara sirene polisi berbunyi, anak buah Pak Firman telah datang dan segera menangkap para penjahat yang terlibat dalam aksi penculikkan Caca, begitu juga dengan Sony, mereka menangkap Sony yang masih terduduk diam di kamarnya dan membawa nya ke kantor polisi.
Sony frustasi lalu memarahi semua orang yang berada di sekitarnya. Dia telah gagal mengambil kehormatan Caca dan apa yang dia inginkan dan Nael lagi-lagi menang dari nya.
__ADS_1
*
Bersambung.