
Di Mess Caca.
Caca sedang uring-uringan di atas kasurnya, betapa tidak ketika teman-teman nya akan asyik pergi ke pesta dia malah berada di dalam mess sendirian.
Hal itu membuat Caca menjadi gelisah dan juga serba salah, dia tidak bisa tidur mau pergi tidak di ijinkan makan tidak berselera mandi tak basah bahkan buang air pun tidak lancar. Caca yang malang kemudian duduk di tepi kasurnya sambil melamun dan meratapi nasibnya kembali.
"Nasib ... nasib ...."
"Tok tok tok!"
"Nona Caca ini saya Sandy datang menghadap!" teriak Sandy dari luar.
"Mau apa lagi dia? awas aja kalau bikin emosi lagi!"
Caca berjalan menuju pintu depan dan dengan berat hati dia lalu membukanya.
"Ada apa Sandy?" tanya Caca.
"Lihat Nona! saya sudah belikan jam dinding ini Nona! dan sudah di bungkus kado juga loh!" jawab Sandy dengan semangat.
"Brak!"
Caca tanpa basa basi langsung menutup pintu mess nya dengan sangat kencang tepat dihadapan Sandy.
"Nona lihat kesini! kau membuat pintu ini jadi rusak Nona!" teriak Sandy dari luar.
"Biarkan saja! pergi kamu dari sini!" teriak Caca dengan kencang dan mengaum seperti seekor singga.
Sandy lalu diam dan bertanya-tanya sendiri, "Kenapa Nona Caca seperti itu? apa dia sedang PMS? ah ya sudah aku tidak akan mengganggu nya."
Sandy lalu pergi masuk ke dalam mess nya dan bersiap-siap untuk menghadiri pesta ulang tahunnya Nael.
……………………………………………………………………………
Di Rumah Nael.
Hari sudah semakin sore, banyak tamu undangan yang sudah hadir, tidak lupa mereka mengucapkan selamat dan memberikan hadiah kepada Nael. Semua nampak senang dan terkagum-kagum dengan dekorasi pesta yang di buat oleh Valen.
Mereka tertawa dan bergembira di hari ulang tahun Nael, berbeda dengan Nael yang cemberut saja sejak pulang tadi. Nael hanya membalas semua tamu dan teman-temannya dengan senyuman pahit yang membuat sakit mata.
Nael menatap pintu depan rumahnya berharap seseorang yang dia inginkan datang dari pintu tersebut, namun apalah daya itu takkan terjadi. Nael hanya bisa menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Andai saja Carisa datang kesini, pesta ini pasti lebih berwarna," gumam Nael.
"Apa? kurang berwarna?" tanya Anthoni yang tiba-tiba menepuk pundak Nael dan membuyarkan lamunannya.
"Kau gila Nael! dekorasi pesta ini sungguh amazing, sungguh berwarna sekali. Apa yang kurang dari ini semua? makanan enak berlimpah tersaji disana sini, minuman dari yang tidak ada rasa nya sampai yang pahit pun ada dan itu lihat sayur asam dan jengkol juga ada disana. Waw benar-benar menakjubkan," ucap Gunawan dengan mata yang berbinar-binar.
"Benar sekali, kami sangat senang sekali disini, sudah seperi surga nya makanan, benar-benar membuat kami ingin mengeruk semuanya."
Nael hanya mengangguk-angguk dan menjawab dengan senyuman menawannya. Anthoni dan Gunawan adalah salah satu tamu undangan Nael, mereka datang bersama orang tua mereka masing-masing.
Begitu pula dengan tamu yang lain nya semua adalah anak dari para pengusaha yang penasaran dengan Caca tempo lalu semuanya hadir di rumah Nael untuk menghadiri pesta.
Ada kelegaan juga dalam hati Nael saat Caca tidak di ijinkan datang ke pesta nya, setidaknya Caca tidak akan jadi bahan perebutan oleh para lelaki tampan yang datang kesini dan Nael tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi.
Nael menghibur hati nya sendiri. "Benar, untung saja Carisa tidak datang ke sini. Coba kalau dia datang, pasti aku tidak akan diijinkan mendekati Carisa oleh mereka dan Carisa akan diperebutkan oleh para lelaki itu."
………………………………………………………………………………
Di Mess Caca.
Caca mendapat sedikit ketenangan ketika Sandy telah berhenti mengganggu nya dan telah pergi ke pesta ulang tahun nya Nael.
"Bagus akhirnya dia telah pergi setidaknya tidak ada yang membuat aku emosi kembali. Ya Tuhan berikanlah aku kabar baik dan kebahagian, semoga kau mengabulkan permintaan dari anak yatim piatu ini. Amin."
"Tok tok tok!"
"Ca, ini Bapak!" teriak Pak Tris dari luar.
"Kenapa Pak Tris datang jam segini? mulai pelajarannya kan nanti malam. Ah entahlah," gumam Caca.
Caca lalu membukakan pintu untuk Pak Tris dan mengijinkan nya untuk masuk ke dalam. Pak Tris lalu masuk kedalam dan duduk.
"Ayo Caca kita mulai belajarnya!" perintah Pak Tris.
"Loh kenapa sekarang Pak? bukannya nanti malam? boleh ijin tidak Pak hari ini tidak usah belajar dulu. Caca lagi tidak mood belajar," ucap Caca dengan wajah memelasnya.
"Tidak ada waktu untuk santai, sekarang cepat ke meja kamu, kita akan belajar sebentar dan setelah itu Bapak akan beri tahu kamu kabar baik." Pak Tris menarik Caca untuk mengikuti kemauannya.
"Oke Pak, tapi kabar baik apa? tanya Caca tak bersemangat.
Pak Tris melihat Caca yang tak bersemangat, terlihat wajahnya di tekuk, rambutnya nampak acak-acakan, tetapi walau demikian tidak mengurangi kecantikan dari Caca. Pak Tris yang tidak tega akhirnya memberi tahu kepada Caca. "Setelah belajar kamu boleh ikut ke pesta ulang tahun Nael."
__ADS_1
Mendengar hal tersebut hati Caca langsung menjadi sejuk seperti ada air yang mengalir didalam nya, urat semangatnya kembali normal dan wajah nya seperti mengeluarkan sinar terang seperti mentari dipagi hari hingga Pak Tris menyipitkan matanya karena terlalu silau.
"Benar kah Pak Tris? tanya Caca untuk meyakinkan.
Pak Tris mengangguk. "Benar."
"Hore!" teriak Caca.
Tanpa basa basi Caca langsung memulai pelajarannya, dengan semangat jarinya berseluncur cepat di papan keyboard miliknya.
Pak Tris tersenyum, ternyata Pak Heru memberikan kejutan untuk Nael di hari ulang tahun nya.
***
Saat asyik mengerjakan pelajaran nya, Caca mengingat kalau dia belum memberikan hadiah kepada Nael. "Pak Tris, tapi saya belum membelikan hadiah untuk Pak Nael."
Pak Tris hanya tersenyum dan membalas perkataan Caca, "Tidak apa, kehadiran kamu kesana merupakan hadiah terbesar untuk Nael. Dia pasti menyukai nya lebih dari hadiah mewah atau mahal sekalipun."
Mendengar perkataan tersebut sontak saja membuat Caca menundukkan kepala nya, Caca tersipu malu, wajahnya memerah senyumnya mengembang dan melengkung indah. Tanpa tak sadar dia menepuk Pak Tris dengan sangat kuat hingga Pak Tris terjungkal ke depan. "Ah Bapak bisa aja!"
Pak Tris yang terjungkal langsung bangkit kembali dan mulai memarahi Caca. "Dasar kamu Caca! kamu ingin pinggang saya patah hah!"
Melihat Pak Tris yang memarahinya, Caca segera meminta maaf dan terkekeh senang. "Maaf ya Pak, saya tidak sengaja. Saya terlalu bersemangat Pak!"
Caca lalu memeluk Pak Tris dan meminta maaf lagi karena tidak sengaja memukul nya dengan sangat kuat dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih Pak."
Pak Tris melihat Caca dan menjadi ikut terharu. "Sama-sama, Ca. Ya sudah bersiap sana, nanti ada orang dari Pak Heru yang akan jemput kamu."
"Baik Pak!"
Caca lalu bersiap dan berkemas dengan hati yang gembira dan Pak Tris hanya berharap tidak akan ada hal buruk lagi yang menimpa Caca setelah ini.
……………………………………………………………………………
Sementara itu.
"Bagus kita akan segera jalankan rencana tersebut dan bergerak sekarang!"
"Baik Bos!"
__ADS_1
Bersambung.