Dandelion Kecil

Dandelion Kecil
Bab 39. Suasana memanas


__ADS_3

Caca tak membalas perkataan Sony, dia hanya berlindung dibalik Nael dan dia tidak ingin di sentuh oleh tangan kotornya.


Satya lalu menghampiri Sony dan menarik Sony untuk ikut bersama nya lalu berkata, "Mari ikut Papa Sony, kita harus mengucapkan salam kepada Heru dan semua tamu yang berada di sini."


Heru kemudian meminta mereka agar tidak merusak hari penting putrinya dan berkata kepada Satya, "Tolong untuk kamu Satya, silahkan duduk di tempat yang telah di sediakan, dan tolong para pengikut kalian untuk tidak berada di sini."


Satya terkekeh dan menatap Heru dengan sinis lalu membalas ucapan Heru, "Baik ... baik Heru tenang saja kami hanya datang untuk mengucapkan selamat kepada kalian."


"Hey kalian jangan berdiri di sana cepat keluar, kalian membuat takut semua orang!" perintah Satya kepada para pengikutnya.


"Baik Boss!" teriak para pengikut Satya sambil keluar dari tempat pesta.


Beberapa saat kemudian setelah kondisi mulai tenang maka acara itu kemudian dilanjutkan kembali.


Nael melihat Sony yang terus saja memandang ke arah Caca. Nael lalu menutupi pandangan nya tersebut dan meminta Caca untuk tidak kemana mana dan berkata, "Kamu jangan takut ya, Sony nggak akan berani macam-macam dengan kamu."


Caca hanya mengangguk tertanda mengerti. Teman-teman Caca juga menatap Sony dan Cindy dengan sinis.


Satya kemudian berdiri dan menghampiri semua para tamu yang ada di sana, seakan akan dia yang mempunyai acara tersebut.


Para pengunjung pun tak berani macam-macam dengan Satya, mereka takut Satya akan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan kepada keluarga Djuanda.


Akhirnya tibalah mereka di penghujung acara dan Heru ingin menyampaikan suatu berita yang penting lalu berkata, "Para hadirin dan tamu undangan yang terhormat, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih karena telah hadir pada acara hari ini baik yang diundang maupun yang tidak diundang."


Heru lalu menatap Satya dan melanjutkan perkataannya. "Saya akan mengumumkan satu berita penting dimana akan di adakan pertunangan sesorang pada malam hari ini."


Semua tamu yang mendengar hal tersebut langsung berdiri dan memberi tepuk tangan.


Heru lalu memanggil seseorang dan meminta naik ke pelaminan. "Saya perkenalkan ini lah dia Sonia, sepupu dari Peter."


Semua tamu serempak bertepuk tangan ketika Sonia menampakkan wujud cantik nya, lalu Sonia berjalan menghampiri Pak Heru dan naik ke pelaminan.


Setelah Sonia mendekati nya, Heru kemudian menatap Nael dan Caca. Lalu dengan berat hati dia mengumumkan sesuatu yang membuat mereka berdua sedih. "Dan Sonia akan bertunangan hari ini dengan Putra saya Nathanael Chandra Putra."


Pengumuman pertunangan tersebut disamput tepuk tangan yang meriah dari seluruh tamu undangan yang hadir lalu mereka mengucapkan selamat kepada Nael dan Sonia.


Berita menggembirakan itu tidak berlaku untuk Caca dan Nael, Valen dan juga teman-teman Caca. Mereka sontak terkejut dan berdiri, mereka tak menyangka akan mendengar pertunangan Nael yang tiba-tiba seperti itu.


***


Caca terdiam dia yang paling terpukul sekali mendengar berita pertunangan tersebut. Seperti ada petir yang menyambar hati nya, begitu pula dengan temannya, mereka tidak menyangka kenapa hal itu terjadi kepada Caca.


Nael menatap Caca yang tertunduk, wajahnya menjadi sedih. Nael tahu hati Caca sedang hancur berkeping-keping, dia pun teringat akan janji nya. Nael berusaha menenangkan Caca yang mulai menangis.


"Carisa."


Namun Caca hanya terdiam, dia masih tak percaya dengan berita tersebut, Nael menyentuh pundak Caca dan mengatakan sesuatu untuk meyakinkan sesuatu, "Saya bersumpah Carisa! saya tidak tahu dengan pertunangan ini."


Caca yang sedih menepis tangan Nael, dia tidak ingin disentuh oleh Nael. Caca tak mau menatap Nael, hatinya terluka terasa berat untuk menatap Nael. Hati nya hancur dalam sekejap, harapan dan mimpinya sudah lenyap. Caca hanya terduduk lemas.


***

__ADS_1


Heru datang untuk menghampiri Nael dan mengajak nya naik dan mendekati Sonia, tangan Nael pun dilepas paksa oleh Heru.


Caca hanya diam dia tak menyangka karena telah di khianati dalam hati dia bertanya, "Tapi kenapa?"


Heru mengerti kesedihan Nael dan Caca dan hanya bisa meminta maaf kepada Caca, dia melakukan hal itu karena terpaksa. Peter dan Heru segera menarik Nael agar ikut dengan nya dan melanjutkan acara pertunangan Nael dengan Sonia.


Nael menolak ikut. "Tidak Pa! Nael hanya mencintai Carisa."


Caca yang bersedih dengan berat hati berkata kepada Nael, "Pergilah! pergilah kesana, sambutlah tunangan mu itu, kalian pembohong dan kau juga tidak perlu mencintaiku."


Caca langsung berdiri dia ingin pergi dari hadapan Nael dan berlalu untuk pulang.


"Carisa!" teriak Nael lalu menangis.


Heru menenangkan Nael dan memohon kepada Nael untuk mengikuti permintaan nya tersebut. Nael hanya menatap wajah ayahnya dengan sangat kesal.


***


Suasana menjadi berantakan, banyak yang bertanya apa yang terjadi dan kenapa, para tamu pun bertanya-tanya.


"Tolong ikuti saja perintah Papa, kalau tidak Papa akan bunuh diri di sini juga!" kata Heru mengancam Nael.


Nael tidak percaya dengan ucapan ayahnya yang begitu egois, akhirnya Nael dengan berat hati pergi bersama Heru untuk melanjutkan acara pertunangannya.


Di depan menuju pintu keluar Caca menatap Nael sekali lagi. Dari kejauhan dia melihat Nael yang akan memasangkan Cincin pertunangan kepada Sonia. Hati nya serentak sakit saat itu juga dan Caca hanya bisa menangis.


Sony melihat hal tersebut langsung menarik tangan Caca dan tidak menyia-nyiakannya. Dia menarik paksa Caca untuk ikut menyaksikan pertunangan Nael dan Sonia.


Caca yang ingin pergi tetapi tidak bisa, tangan Sony tetap menggenggam tangan Caca.


"Lepas! lepasin tangan kamu!" bentak Caca kepada Sony.


Sony tak mengindahkan ucapan Caca dia hanya menatap Caca dan berusaha menahan Caca agar tidak pergi. "Jangan pergi dulu sayang, Papa Satya juga punya pengumuman penting untuk kita sehabis acara ini, kamu tunggu dulu ya manis."


***


Tak lama kemudian Satya naik ke atas pelaminan dan bertepuk tangan mengucapkan selamat untuk Nael dan Sonia.


Satya kemudian menarik mic dari tangan MC dan memberikan berita penting juga dengan suara lantang Satya berkata, "Selamat malam semua nya! saya Satya juga ingin memberikan pengumuman penting. Saya juga akan mengadakan pertunangan untuk putra kesayangan saya yaitu Sony Satya dan tunangannya Carisa lie Djuanda."


Semua orang terkejut mendengar nama Carisa Lie Djuanda dan tak menyangka apa kah orang tersebut adalah benar masih hidup.


Sony kemudian menarik paksa Caca agar mau ikut dengan nya. Nael yang melihat hal tersebut lantas marah tetapi dia tidak bisa menyelamatkan Caca karena di tahan oleh Heru dan Peter.


Mereka berdua telah sampai di atas pelaminan dan Satya kembali berkata, "Ya para tamu yang terhormat dia adalah Carisa, putri dari Djuanda, sahabat lama kita semua." Satya memperkenalkan Caca dihadapan semua orang.


Semua orang terkejut mendengar hal tersebut, ternyata putri Djuanda selama ini masih hidup dan tumbuh menjadi seorang gadis cantik.


Caca hanya menangis dan terlihat takut, apakah tidak ada orang yang membantunya.


"Dimana Pak Tris, dimana dia?" tanya Caca dalam hati.

__ADS_1


Mereka pun bersedih melihat Caca yang penuh dengan tekanan, namun mereka tidak berani dengan Satya.


***


Satya mendekati Sony dan Caca, bermaksud untuk mengadakan acara pertunangan mereka berdua. Sony lalu mengambil cincin yang telah dia siapkan sebelum nya dan menunjukannya kepada Caca.


Sony memegang tangan Caca agar mau memakai cincin dari nya. Dia melihat Cincin yang dipakai oleh Caca dan dengan santai Sony melepas cincin tersebut lalu membuangnya ke arah Nael.


Caca hanya menatap Nael dengan wajah pasrah dalam hatinya apakah ini saat nya dia harus merelakan dirinya di ambil oleh Sony. Caca menunduk dan hanya bisa menangis tidak berdaya.


"Kemana janji mu Nael? kemana?"


***


Saat Sony memasangkan kan cincin di jari manis Caca, seorang pria tua datang dan berteriak, "Hentikan!"


Semua mata tertuju kepada pria tersebut yang tengah berdiri di depan pintu masuk utama. Caca senang melihat Pak Tris yang datang tepat waktu dan melihat Sandy yang datang bersama dengan pengawal nya Caca.


Sandy lalu berlari kearah Caca dan membuat penjagaan di sekitarnya. Caca kemudian melepas tangannya dari Sony dengan sekuat tenaga dan berlari ke arah Sandy dan para pengawalnya. Sony tak terima dia pun menarik Caca kembali, tapi Caca melawan dia tidak ingin di sentuh oleh Sony.


Para berandal masuk dan bersitegang dengan pengawal Caca. Suasana pun menjadi semakin panas.


Caca kemudian berhenti melangkahkan kakinya. Caca kemudian berdiri tegak, dia mengerti akan posisi nya, dia tidak boleh gentar menghadapi orang-orang jahat tersebut. Caca kemudian berjalan mendekati Sony dan Satya tanpa rasa ragu. Sandy berusaha mencegah Caca tapi Caca menghentikan Sandy melakukan hal tersebut.


Caca tanpa takut berdiri dihadapan Satya dan semua orang Caca menunjukan jarinya kearah Sony dan Satya, dengan suara lantang Caca berkata, "Saya Carisa Lie Djuanda! putri kandung Djuanda dan Felicia dalam diriku mengalir darah mereka, aku adalah putri dimana keluarga nya telah dihancurkan oleh dirimu yang kejam!"


"Saya juga putri angkat dari Burhan pengawal setia keluarga Djuanda, keberanian dan kesetiaan nya berada dalam diri ku juga dengan ini menyatakan tidak akan takut terhadap ancaman apapun dari keluarga Satya!"


"Saya rela mati demi harga diri saya dan keluarga saya, saya tidak akan membiarkan kalian mengambil apa yang menjadi hak saya!"


"Saya tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan Ayah Djuanda dan Ayah Burhan yang telah mengorbankan dirinya untuk melindungi saya!"


Suara Caca bergema memenuhi seluruh ruangan pesta. Mereka merasa melihat sosok Djuanda dalam diri Caca, dan kesangaran dari Ayahnya Burhan. Sandy tersenyum bangga dengan Nona muda nya.


Caca menatap semua orang yang berada di sana, dia pun menegaskan. "Dan satu lagi, Saya Carisa Lie Djuanda putri Djuanda dan anak angkat nya Burhan akan menghadapi sendiri ancaman apapun dari Satya tanpa merepotkan orang lain."


Caca pergi berlalu begitu saja meninggalkan tempat pesta bersama dengan Sandy dan para pengawal setia nya.


Semua orang yang hadir terkejut dengan keberanian Caca melawan Satya. Mereka pun tertunduk malu, mereka telah melupakan jasa Djuanda yang telah membantu mereka semua yang berada disana.


Nael hanya pasrah melihat Caca yang putus asa, diapun berlari mengejar Caca tapi Caca telah hilang dari pandangannya. Nael melihat Cincin Caca yang dibuang oleh Sony, diapun mengambilnya. Nael kembali bersedih.


Semua orang lalu menatap Satya dengan sinis, mereka telah melakukan hal buruk terhadap keluarga Djuanda yang baik, dan juga terhadap putrinya yang masih muda. Mereka pun merasa jijik dengan semua itu.


***


Acara telah selesai semua orang telah pergi. Nael menghampiri ayah nya dengan perasaan kecewa mengapa ayahnya melakukan hal tersebut, kenapa dia mengkhianati Djuanda.


*


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2