Dear Ace

Dear Ace
#100 Tidur Berjalan


__ADS_3

Setelah itu Ace lalu pergi ke kamarnya dengan digendong oleh Liam, dan diikuti oleh Jane yang berjalan di sampingnya. Grandma menghela nafasnya sembari menatap punggung mereka berdua yang sedang berjalan menuju ke kamar Ace. Dia merasa sangat senang ketika semuanya perlahan membaik, dan dia berdoa semoga keluarga kecil cucunya itu selalu bahagia. Setelah itu grandma menatap Josh yang masih berdiri di sebelahnya dan menepuk pergelangan tangan Josh sembari tersenyum.


Josh yang mengerti maksud dari tatapan grandma tersebut hanya bisa membalasnya dengan senyuman. Grandma lalu melangkah pergi menuju ke kamarnya, dan begitupun dengan Josh yang pergi ke kamar juga. Tidak lama kemudian sesampainya di kamar Liam langsung membaringkan Ace di atas ranjangnya dan mengambil sebuah buku cerita, karena Ace sangat suka dibacakan dongeng sebelum tidur.


Liam kali ini mengambil sebuah buku yang berjudul serigala berbulu musang, dan dia menceritakannya sampai Ace tertidur. Saat Ace tengah tertidur, tiba - tiba dia bermimpi sedang bermain ayunan di sebuah taman yang sangat indah, dan ayunan tersebut terletak di bawah sebuah rumah pohon. Saat dia tengan duduk di ayunan tersebut sembari melamun, tiba - tiba ayunannya didorong oleh seseorang dari belakang sehingga ayunan itu mulai bergerak semakin cepat.


Ace lalu menoleh ke arah belakang untul memastikan siapa yang sedang mendorong ayunannya, dan ternyata orang tersebut adalah Lyn. Seorang gadis cantik yang memiliki rambut bewarna blonde, persis seperti rambut milik Rosie. Tidak lama kemudian Lyn menghentikan ayunan tersebut, dan Ace kemudian turun dari ayunan.


"Kenapa kamu ada disini?" tanya Ace penasaran.


"Aku tadi hanya berjalan - jalan di sekitar sini, dan ternyata ada kamu makanya aku langsung menghampirimu."


"Oh begitu rupanya."


"Lalu kenapa kamu melamun disini sendirian?"


"Aku bosan dirumah, dan kebetulan aku menemukan tempat yang menyenangkan ini."


"Mau aku temani?"


"Boleh," ucap Ace mengangguk sembari tersenyum.


"Aku ingin mencoba ayunan ini."


"Baiklah, aku akan gantian mendorongmu."


"Okay Ace."


"Pegangan yang erat agar kamu tidak jatuh!!"


"Okay," ucapnya sembari berpegangan kepada kedua tali di samping kanan dan kiri ayunan tersebut.

__ADS_1


"Aku mulai!"


"Jangan terlalu kencang, aku takut jika terlalu tinggi."


"Okay."


Ace mendorong ayunan tersebut secara perlahan sembari menatap Lyn yang sedang bersorak bahagia karena bermain ayunan. Setelah itu mereka berdua duduk di atas rumput yang hijau untuk berbincang sembari bermain bersama.


"Kamu terlihat sangat cantik ketika rambutmu di kuncir kepang dua seperti ini."


"Benarkah?" tanya Lyn menatap Ace.


Ace mengangguk.


"Nee, sebentar aku akan mengambil sesuatu."


"Mengambil apa?" tanya Lyn penasaran.


"Rahasia."


"Woahh kamu semakin cantik," ucap Ace memuji Lyn.


"Terima kasih," jawabnya sembari tersenyum manis.


"Oh ya kamu berasal dari Australia?"


Lyn menggeleng.


"Tidak, aku berasal dari Spanyol."


"Oh begitu."

__ADS_1


"Iya."


"Te amo," ucap Ace secara tiba - tiba.


"Heum?"


"Apa kamu tidak mengetahui arti te amo?" tanya Ace memanyunkan bibirnya.


"aku tahu artinya, tapi mengapa kamu mengatakan hal itu?"


"Tidak apa - apa, memangnya aku tidak boleh mengatakan te amo kepadamu?"


"Tentu saja boleh. Kamu mengetahui kata tersebut darimana?"


"Dari daddy, dia selalu mengatakan hal tersebut kepada eomma."


"Oh begitu."


"Mari kita bersahabat," ucap Ace sembari menjulurkan tangannya.


Lyn lalu menjabat tangan Ace.


"Baiklah kita bersahabat sekarang."


Kedua tangan mungil itu saling berjabatan tangan, dan setelah itu tiba - tiba saja Liam menghampiri Ace yang sedang berjalan sembari tertidur.


"Ace kenapa hubby?" tanya Jane merasa khawatir.


"Sepertinya dia sedang mengigau, aku akan menidurkannya kembali ke kamarnya."


"Baiklah, tapi dia tidak apa - apa kan hubby?"

__ADS_1


"Anak kita tidak apa - apa sayang, mungkin dia sedang memimpikan sesuatu hingga dia sampai seperti ini."


"Oh begitu."


__ADS_2