Dear Ace

Dear Ace
#66 Timezone


__ADS_3

Liam masih berusaha menggerakkan tuasnya untuk mendapatkan sebuah boneka dari mesin capit itu. smsaat bonekanya berhasil dicapit tiba - tiba dengan tubuhnya yang besar dan tinggi, Liam langsung menyenggol mesin tersebut agar bisa menjatuhkan bonekanya masuk ke dalam lubang. Akhirnya boneka tersebut berhasil dia dapatkan dengan sedikit kecurangan, lagipula mesin seperti itu juga curang karena setelah berhasil di capit namun tidak ada angin dan tidak ada hujan bonekanya jatuh sendiri sehingga dia tidak akan mendapatkannya.


Beberapa petugas operator yang sedang berjaga dan melihat kelakuan Liam, mereka memutuskan untuk menghampirinya. Namun tiba - tiba saja manager area datang dan mencegah anak buahnya untuk menghampiri Liam. Manager area kemudian berkata bahwa jangan mengusik mereka bertiga jika tidak ingin kehilangan pekerjaannya.


Mendengar hal tersebut, seketika mereka mengurungkan niatnya dan kembali beraktivitas seperti biasanya seolah - olah tidak mengetahui apa yang baru saja terjadi. Ace bersorak gembira, dan Liam langsung memberikan boneka tersebut kepada Jane setelah dia mendapatkannya. Beberapa jam kemudian mereka bertiga memutuskan untuk pergi makan siang di sebuah restaurant cepat saji. Saat malam hari Jane sedang berada di depan cermin dan memakai skincare.


"Hubby, besok jam berapa berangkatnya?" tanya Jane yang sibuk mengoleskan body lotion di tangannya.


"Jam 9 pagi saja, aku tidak ingin bangun terlalu pagi."


"Memang acaranya jam berapa?"


"Jam 10 pagi namun aku ingin membantu Ricko."


"Oh begitu. Eh tenyata resleting celana Liam belum dinaikkan haha," gumam Jane menatap ke arah Liam.


"Daddy!! eomma!!" teriak Ace dari balik pintu.


Liam lalu menghampiri Ace dan membuka pintunya.


"Kenapa sayang?" tanya Liam sesaat setelah membuka pintu.


"Aku haus ingin minum susu."


"Oh ingin minum susu."


"Ya sebentar, aku akan mencuci tanganku terlebih dahulu."


Ace lalu melompat di atas ranjang.


"Daddy, besok kita pergi ke rumah Ibra kan?"


"Iya, kenapa memangnya?"


"Tidak apa - apa, itu kadonya untuk Ibra semua?"


"Iya benar."


"Kalau aku ulang tahun, aku ingin dikado lebih banyak dan bahkan sampai menjadi gunung seperti di Spongebob dad."


"Baiklah, besok akan daddy usahakan."


"Yeay asik."


"Kamu masih minum susu eomma?"


Ace mengangguk.


"Masih dad, kata eomma sampai aku berusia 2 tahun."


"Oh begitu. Sungguh ibu yang baik," gumam Liam.


"Walaupun eomma galak dan sering memarahiku namun aku tetap sayang eomma, seperti daddy menyayangi eomma."


"Iya bagus itu, sayangi eomma dan jadi anak yang berbakti."


"Nee dad. Katanya dahulu aku ingin dititipkan di panti asuhan oleh eomma, tapi setelah aku tanya sendiri ternyata eomma tidak jadi menitipkanku disana."


"Kenapa begitu?"


"Karena aku nakal, tapi setelah itu eomma berkata bahwa aku anak yang baik."


"Kamu ini anak yang baik dan pintar, suatu saat jagalah eomma saat daddy sedang tidak ada bersama kalian. Kamu anak laki - laki harus bisa menjaga eomma ya?"

__ADS_1


"Nee dad, aku janji akan menjaga eomma saat daddy sedang tidak ada bersama kita."


Liam mengusap rambut Ace.


"Anak pintar."


"Itu daddy sedang membaca apa? ceritakan kepadaku dong."


"Ayo sini sayang. katanya haus."


Ace lalu mendekat ke arah Jane, dan dia langsung mendapatkan apa yang diinginkannya. Jane lalu mencium rambut Ace dan mengusapnya.


"Kamu kalau seperti itu terlihat sangat cantik karena aura keibuanmu semakin terlihat."


Pipi Jane langsung memerah karena tersipu malu setelah mendengar ucapan suaminya.


"Kamu juga keren, bisa mengurus Ace dengan baik."


"Uhuk uhuk, eomma sniff."


Jane langsung mengambil tissue.


"Mmm sayang, sini dibersihkan dulu itunya. Jangan minum es dulu ya biar cepat sembuh pilek dan batuknya."


"Nee eomma."


Ace kembali meminum susunya, dan 30 menit kemudian Ace sudah tertidur nyenyak. Jane lalu menutup kembali piyamanya dan menidurkan Ace di kamarnya. Setelah itu Jane tidur di pelukan Liam yang terasa sangat hangat. Kalau Liam sudah tertidur sejak tadi.


"Jane jangan pergi, ak-aku janji akan menuruti semua keinginanmu mumohon jangan pergi."


"Eh, ucap Jane yang langsung berbalik menatap Liam.


"Gulp ku-kumohon jangan! aku sudah menganggapmu sebagai rumahku yang sangat nyaman namun kenapa kamu justru melakukan hal ini kepadaku?"


Seketika mata Liam yang basah itu terbuka lebar dan dadanya terasa sesak sekali.


"Hubby, kamu bermimpi buruk lagi?" tanya Jane khawatir.


"Sepertinya begitu, sebentar ya aku melupakan sesuatu."


Liam lalu mengambil sesuatu dari lacinya dan pergi memgambil air minum di dispenser. Jane memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh suaminya itu, dan merasa sangat penasaran dengan apa yang diminum olehnya. Liam kembali tidur, dan begitu juga dengan Jane. Keesokan harinya Jane yang sudah terbangun itu lalu melakukan rutinitasnya


"Hubby sayang bangun! sudah jam 8," ucap Jane mengusap pipi Liam.


"Ngg sebentar lagi, 5 menit lagi."


"Ya sudah."


*10 menit kemudian.*


"Hoam pagi Jane."


"Pagi hubby sayang.


"Morning kiss ku mana?"


Jane lalu mencium bibir Liam sekilas.


"Sudah."


"Siapa yang membuat lehermu memiliki bekas seperti ini?"


"Kan kamu sendiri yang membuatnya, masa orang lain."

__ADS_1


"Siapa tahu begitu."


"Tidak hubby. Katanya ini tanda kepemilikan, jadi otomatis yang hanya boleh membuatnya ya kamu sendiri karena aku sudah menjadi milikmu seutuhnya."


"Iya juga sih, kamu buat di bahuku!"


*1 jam kemudian."


"Ibraa happy birthday," ucap Ace sembari menyodorkan sebuah kado.


"Ini dari om dan tante, happy birthday Ibra."


"Terima kasih om Liam dan tante Jane."


"Disana sudah ramai ya?" tanya Ace.


"Benar, ayo ikut aku dan juga teman - temanku."


"Nee," ucapnya berjalan mengikuti Ibra.


"Wah wah couple goals," ucap Dio menggoda Liam dan Jane.


"Hahaha apaan sih?"


"Duduk Jane!"


"Terima kasih Dio."


"Aku perhatikan kalian berdua semakin lengket semenjak mempunyai seorang anak, iya tidak Ric?"


"Benar yang dikatakan oleh Dio, sekarang kelihatannya jarang sekali bertengkar dan justru malah semakin lengket."


"Kan apa kubilang, jadi langsung saja dikasih adik agar semakin lengket dan harmonis."


"Dih. ngomong doang gampang."


"Aku masih belum ingin karena Ace masih kecil," jawab Jane.


"Iya juga sih."


"Eh Gita mana Ric?" tanya Jane.


"Oh dia di dalam, sebentar aku panggilkan."


"Kamu masih aktif menjadi seorang model Jane?" tanya Chicko.


"Masih kok namun sekarang tidak terlalu karena sibuk mengurus anak dan suami."


"Oh begitu rupanya."


"Hai Jane," sapa Gita.


"Hai Gita."


"Maaf ya aku tadi sedang sibuk di belakang."


"Tidak apa - apa, santai saja Git."


"Josh kemana? kok tidak kamu ajak?"


"Oh oppa katanya sedang menangani pembuatan vidio musik girlgroup baru di Korea Selatan jadi dia tidak bisa datang, dan dia menitip salam untuk kalian bertiga."


"Oh begitu, tidak apa - apa. Salam balik untuk Josh, terima kasih."

__ADS_1


"Iya sama - sama."


__ADS_2