Dear Ace

Dear Ace
#53 Kebun Binatang


__ADS_3

Mereka berdua justru memakan cilok bersama namun meskipun begitu mereka juga masih mengawasi Ace agar dia tidak berlarian di SPBU karena itu sangat berbahaya. Jane mendekap tubuh mungil Ace saat dirinya sedang duduk di tangga agar dia tidak kabur, sembari menunggu Liam menghabiskan ciloknya. Kira - kira 10 menit kemudian mereka bertiga kembali melanjutkan perjalanan ke kebun binatang. Padahal jaraknya tidak terlalu jauh namun rasanya perjalanan itu memakan waktu yang lama karena jalanan sedang macet.


Liam dan Jane berusaha menghibur Ace agar dia tidal bosan ketika masih berada di perjalanan, dan tidak lama kemudian akhirnya mereka bertiga sudah sampai di kebun binatang. Ace langsung bersorak gembira saat melihat gapura besar yang bergambar hewan, dan setelah turun dia langsung berlari untuk masuk ke dalam karena sudah merasa tidak sabar. Untungnya Liam merupakan ayah yang sigap, sehingga dia langsung berlari mengejar Ace agar tidak hilang di dalam kerumunan (bisa repot nanti kalau dia benar - benar hilang).


Jane juga merasa panik saat anaknya itu tiba - tiba berlari dengan kencang. Liam lalu berhasil menangkap Ace dan langsung menggendongnya secara paksa agar dia tidak kabur, meskipun Ace sudah meronta - ronta ingin turun. Namun kekuatan Liam lebih besar sehingga bisa mengendalikan Ace yang sudah seperti itu, coba kalau Jane pasti sudah terjatuh di tanah mengendalikan Ace yang sedang meronta - ronta. Setelah itu Liam membawa Ace kembali ke parkiran mobil untuk menghampiri Jane yang tengah mengambil tasnya.


"Huwaaa, turunkan aku!!" teriak Ace.


"Jane, kita pulang saja!!" ucap Liam dengan tegas.


"Ace tidak mau pulang huwaaa, eomma."


"Kalau kamu seperti ini lagi. lebih baik kita pulang saja dan tidak jadi masuk ke dalam!"


Jane hanya diam dan memperhatikan suaminya yang sedang berdebat dengan anaknya.


"Daddy kan sudah janji akan mengajakku kesini. lalu kenapa sekarang pulang?"


"Daddy tidak suka jika kamu nakal seperti tadi! nanti kalau kamu berlari dan sampai hilang di kerumunan bagaimana heum? mau kamu diculik dengan orang yang tidak dikenal terus disiksa?"


Ace menggeleng sembari terus menangis.


"Tidak mau daddy."


"Ya sudah jangan nakal, ikuti perintah daddy dan eomma paham!!"


"Paham daddy."


Liam lalu pergi ke bagasi mobilnya. sedangkan Ace hanya memperhatikan kedua orang tuanya yang sedang sibuk sembari duduk di jok mobilnya. Pintu mobil itu terbuka lebar, sehingga Ace hanya bisa diam sembari memperhatikan anak - anak lain yang sudah masuk ke dalam kebun binatang.


"Sudah semuanya dan benar - benar tidak ada yang tertinggal bukan?" tanya Liam memastikan.


"Sudah hubby. Di dalam tas ini semua perlengkapan Ace sudah lengkap apalagi susunya juga sudah, karena tadi pagi aku sudah memompa ASI untuk cadangan jika dia haus."


Liam mengusap rambut Jane.


"Baguslah, sebentar aku keluarkan strollernya terlebih dahulu."


"Iya hubby."


"Hupp, ayo kita masuk!"


"Psstt lihat itu," ucap Jane berbisik kepada suaminya.


Liam yang mengerti maksud Jane langsung memperhatikan Ace yang sedang memangku tangannya dengan raut wajah yang sedih.


"Apa aku terlalu keras memarahinya?"


"Tidak hubby, biarkan saja agar tidak menjadi kebiasaan."


"Hmm baiklah."


"Aku sebenarnya juga kasihan namun terkadang aku juga merasa geram dengan sikapnya itu."


"Namanya juga anak yang sedang mengalami masa dimana dia sedang aktif - aktifnya."

__ADS_1


"Iya sih."


Liam lalu mendorong stroller itu dan menghampiri Ace.


"Ayo jadi masuk tidak?"


"Memangnya boleh?" tanya Ace ragu.


"Boleh kalau kita sudah membeli tiket masuk."


"Oh," ucapnya lesu.


"Jadi tidak? kalau tidak kita akan benar - benar pulang," ucap Jane.


"Daddy masih marah denganku?"


Liam tersenyum.


"Tidak, daddy sudah tidak marah denganmu ayo masuk."


"Yeaayyy!!!" teriak Ace bersorak gembira.


"Ayo duduk di sini, daddy akan mendorongmu."


Ace menggeleng.


"Tidak mau, aku maunya berjalan saja."


"Yakin tidak akan merasa lelah nantinya?"


"Ya sudah, ayo sini genggam tangan daddy agar tidak hilang."


Tangan mungil Ace itu lalu menggenggam tangan Liam, meskipun tangannya hanya bisa menggenggam jari telunjuknya saja karena tangan Liam yang terlalu besar. Bahkan Jane saja terkadang juga hanya bisa menggenggam jari telunjuk Liam seperti Ace saat ini. Namun meskipun begitu Jane bisa dibuatnya melayang terbang ke angkasa saat malam hari, karena ukuran jari Liam yang wow.


"Jane biar aku saja yang membawa tasnya, kelihatannya sangat berat sekali."


"Eh memangnya tidak apa - apa hubby? kamu juga sedang mendorong stroller lho."


"Tidak apa - apa, aku kan kuat hahaha."


"Baiklah," ucap Jane memberikan tas slempangnya kepada Liam.


"Ayo kita masuk!"


Jane menggenggam tangan Ace yang berada di sebelah kiri, sedangkan Liam di sebelah kanannya. Mereka bertiga berjalan menuju ke loket ticket untuk membeli tiketnya, dan setelah itu mereka bertiga memasuki ke dalam kebun binatang itu. Sungguh mereka bertiga seperti keluarga pinus yang bahagia serta terlihat sangat harmonis layaknya keluarga normal lainnya, meskipun sebenarnya tidak seperti itu. Ace merasa kagum dengan penampakan dari kebun binatang itu, karena ini pertama kalinya dia memasuki sebuah kebun binatang.


"Was wes wos."


"Singanya mana dad?" tanya Ace sangat antusias.


"Nanti dong, kita kan baru masuk jadi belum saatnya kita melihat singa."


"Oh okay dad."


"Ace suka tidak?" tanya Jane.

__ADS_1


"Sangat suka eomma, tapi aku merasa tidak sabar untuk melihat singa."


"Iya sabar sayang, kan disini masih ada hewan lain yang tidak kalah menarik dari singa."


"Iya eomma."


"Ace tau tidak itu hewan apa namanya?" tanya Liam.


"Gajahh!! dad kenapa gajah sangat besar sekali? padahal sepertinya gajah itu kecil."


Liam menggendong Ace.


"Iya gajah itu memang sangat besar bahkan kalau menginjak orang pasti bisa gepeng."


"Aku kira daddy lebih besar dari gajah."


Jane langsung tertawa mendengar pernyataan putranya.


"Tidak dong, lebih besar gajah dari daddy."


"Kalau dinosaurus lebih besar atau lebih kecil dari gajah?"


Liam berfikir sejenak.


"Sepertinya lebih besar dinosaurus daripada gajah."


"Oh. Dad kenapa kura - kura itu sangat besar? sepertinya kura - kura yang aku lihat tidak sebesar itu."


"Kura - kura juga memiliki beberapa jenis, ada yang besar segitu dan ada juga yang kecil."


"Oh begitu, eh ada ikan."


"Mau pegang?" tanya Liam.


"Memangnya boleh ya?"


"Boleh. itu ada yang pegang dan juga melihat dari dekat."


"Iya benar juga dad."


Liam membawa Ace untuk mendekat ke kolam ikan, dan disana juga ada kura - kura yang memiliki ukiran kecil yang sedang berenang.


"Boleh pegang ini dad?"


"Iya boleh."


Ace lalu mengambil kura - kura tersebut dan menggosoknya ke lantai seperti sedang memainkan mobil - mobilannya, hingga membuat kedua orang tuanya merasa spechless.


"Eh Ace jangan begitu sayang!" ucap Jane memperingatkan Ace.


"Kasihan kura - kuranya nanti sakit."


"Oh."


Liam hanya tertawa melihat tingkah putranya itu.

__ADS_1


__ADS_2