Dear Ace

Dear Ace
#89 Di Atas Yacht


__ADS_3

Jane lalu menggendong Ace dan kembali ke dalam yacht bersama Liam. Sedari tadi Ace sudah merengek ingin susu karena dia haus, dan begitu sesampainya di sebuah kamar Jane langsung membaringkan Ace di atas ranjang untuk memberinya susu. Liam bergabung dengan nahkoda dan juga Pak Kang untuk membincangkan mengenai tujuan selanjutnya. Namun sepertinya Liam harus melihat kondisi Ace terlebih dahulu karena biasanya dia selalu tidur setelah minum susu. Liam berjalan menuju kamar Jane dan langsung menemui Jane yang masih memberikan Ace susu.


Liam lalu bertanya kepada Jane apakah setelah ini mereka akan kembali pulang ataukah melanjutkan perjalana ke tempat lain, dan Jane lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain karena dia memang sedang ingin menghibur hatinya. Jane masih merasa sedih ketika Mr Kim menghentikan semua jadwal kegiatannya selama sebulan setelah dia ketahuan selingkuh, dengan kata lain Jane saat ini sedang di skorss oleh Mr Kim. Namun Jane belum berani memberitahukannya kepada Liam agar dia fokus untuk memperbaiki hubungan mereka berdua terlebih dahulu, agar tidak semakin memburuk.


Setelah mendengar jawaban dari Jane, Liam lalu kembali menemui nahkodanya untuk melanjutkan perjalanannya ke destinasi selanjutnya. Liam saat ini hanya memakai celana kolornya saja karena dia ingin melakukan sesuatu hal yang disukainya sejak dulu, yaitu wind surfing. Namun kali ini Liam melakukan surfing hanya dengan berpegangan pada sebuah tali yang diikatkan di belakang yacht miliknya, seperti pada adegan tuan crab yang sedang berlibur bersama spongebob di kapal pesiar.


"Talinya sudah diikat dengan sangat kuat tuan, jadi anda bisa turun dan melakukan surfing."


"Okay Pak Kang."


"Mmm namun sepertinya anda harus tetap memakai rompi pelampung agar aman."


"Oh baiklah."


Setelah Liam memakai rompi pelampung, dia langsung terjun ke laut dan mulai melakukan surfing. Jane yang melihat suaminya melakukan olahraga seperti itu hanya bisa berdoa semoga tidak terjadi suatu hal buruk yang menimpa suaminya. Jane bergumam seperti itu karena tidak mungkin baginya untuk mencegahnya, apalagi dia memiliki sifat yang keras kepala.


"Be careful hubby!!" teriak Jane dari atas yacht.


"Okay," ucap Liam mengacungkan jempolnya.


"Aku merasa sangat khawatir jika dia melakukan hal seperti itu Pak Kang."


"Saya juga nona namun bukan Liam namanya jika dia tidak melakukan suatu olahraga yang menantang, bukankah begitu nona?"


"Tentu saja Pak Kang, jika aku melarangnya pasti dia akan tetap melakukannya dan itu menjadi suatu hal yang sia - sia saja."


"Benar nona."


"Wuuuuu ternyata tidak sia - sia aku kembali hidup karena akhirnya aku bisa kembali melakukan olahraga seperti ini lagi!!" teriak Liam yang masih berdiri di atas papannya.


"Eh hubby pegang yang erat talinya, nanti kamu jatuh!!!"


"Iya tenang saja sayang, aku sudah sangat ahli melakukan hal seperti ini."


"Astaga, membuatku khawatir saja."


Pak Kang hanya bisa tertawa melihat Jane yang seperti itu.


"Oh ya nona, kita di Australia berapa lama?"


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku fikir untuk waktu yang cukup lama karena Liam terlihat lebih bahagia saat tinggal di Australia, dan aku hanya mengikuti kemanapun dia pergi karena sebagai istri itu harus mengikuti kemanapun suaminya pergi."

__ADS_1


"Benar nona, itu lebih baik daripada ditinggalkan tanpa memberi penjelasan apapun."


"Yah memang benar, seperti waktu itu yang membuat hidupku seketika terasa terhenti saat tiba - tiba Liam pergi untuk waktu yang cukup lama. Meskipun terkadang aku membencinya namun ternyata hidupku jauh lebih berat tanpanya."


"Kita akan merasa kehilangan saat orang yang kita cintai memutuskan untuk benar - benar pergi dari hidup kita, padahal saat bertemu serta bersama selalu saja bertengkar."


"Benar, hufftt rasanya aku ingin selalu memeluknya dengan sangat erat agar dia tidak pergi lagi."


Pandangan Pak Kang lalu beralih menatap sebuah papan surfing yang masih mengambang di atas air namun si empunya sudah tidak berdiri di atasnya.


"Eh tuan kemana?" tanya Pak Kang khawatir.


Pandangan Jane juga langsung tertuju kepada sebuah papan surfing itu.


"Eh Liam kemana Pak Kang?" tanya Jane mulai panik.


"Saya juga tidak tahu nona."


"Apa jangan - jangan dia jatuh? aku harus mencarinya."


Tangan Pak Kang langsung memegangi tangan Jane untuk mencegahnya turun ke laut.


"Jangan nona bahaya, mari kita informasikan kepada bodyguard lainnya."


Saat Jane berbalik tiba - tiba saja ada yang memeluknya.


"Ada apa Jane, kenapa terlihat panik?"


"Haiss aku fikir kamu jatuh ke dalam laut, aku sudah merasa sangat khawatir sekali jika kamu benar - benar jatuh."


"Hoho aku kan sudah bilang jika aku ini sudah sangat ahli dalam melakukan olahraga yang sedikit ekstream, jadi santai saja."


"Ihh tetap saja aku merasa sangat khawatir kepadamu, memangnya tidak boleh ya kalau aku mengkhawatirkan suamiku?"


"Iya deh terserah kamu saja," ucap Liam menggendong Jane.


"Mari kita makan siang hubby."


"Okay, ayo Pak Kang kita makan siang bersama!"


"Baik tuan," jawabnya mengikuti Liam.

__ADS_1


"Apakah jagoan kecilku sudah bangun?"


"Sepertinya belum, mari kita melihatnya sebentar!"


"Okay," jawabnya mencium pipi Jane.


Liam lalu membawa Jane ke kamar tadi untuk memastikan apakah Ace sudah bangun atau belum. Namun saat di tengah - tengah perjalanan tiba - tiba Liam mencium bibir Jane hingga membuat Pak Kang menyingkir dan pergi meninggalkan mereka berdua. Bibir mereka saling beradu dan tidak lupa Liam meninggalkan sebuah tanda si leher Jane yang putih dan mulus itu. Bukannya ke kamar Ace, Liam justru membawa Jane ke kamar lain karena nafsunya yang sudah memuncak. Sesampainya di kamar itu, Liam langsung melancarkan aksinya untuk bercinta dengan Jane.


"Kalau ada yang lihat bagaimana hubby?"


"Tidak akan ada, tenang saja."


Liam terus ******* bibir Jane sembari menanggalkan pakaiannya satu - persatu. Tubuh Liam terlihat lebih sexy disaat basah terkena air laut, dan hal tersebut membuat Jane semakin terpesona dengan suaminya itu. Beberapa jam kemudian Mereka berempat telah tiba di rumah dan Ace langsung menghampiri hamsternya.


"Hai Coco dan Cici, apakah kalian sudah makan heum?"


"Tadi grandpa buyut sudah memberinya makan sayang," jawab grandma.


"Grandma buyut, tadi Ace jalan - jalan naik kapal yang sangat besarr sebesar dinosaurus."


"Wah benarkah?"


Ace mengangguk.


"Nee, tapi Ace ketiduran di separuh perjalanan karena habis minum susu."


"Ya sudah tidak apa - apa, besok naik lagi."


"Memangnya boleh naik lagi?"


"Tentu saja sayang, kamu bebas menaikinya kapanpun kamu mau."


"Yeayy asikkk!!!" teriak Ace bersorak gembira.


"Ace ayo mandi sore dulu," ucap Jane menghampiri Ace di ruang keluarga.


"Nanti eomma, Ace masih ingin bermain."


Grandma yang melihat sebuah tanda di leher Jane, membuatnya langsung memahami apa yang sebenarnya terjadi di atas kapal dan alasan mengapa Ace bisa tertidur di tengah perjalanan.


"Jane, kapan ada rencana nambah lagi?"

__ADS_1


"Eh besok grandma, kalau Ace sudah berumur 5-6 tahun."


"Oh begitu."


__ADS_2