Dear Ace

Dear Ace
#37 Perintah


__ADS_3

Liam kemudian meminum teh hangat buatan istrinya, dan dia sangat merindukan teh hangat itu karena sudah lama dia tidak meminumnya. Ace kemudian pergi mencari Rosie sembari menenteng kantong plastik berisi donat yang merupakan oleh - oleh dari ayahnya setelah bekerja. Setelah menemukan Rosie, Ace lalu mengajaknya untuk memakan donat itu seperti yang diperintahkan oleh ayahnya tadi. Ace bermain serta berbincang dengan Rosie sembari memakan donat itu. Rosie lalu membawa Ace ke kamarnya untuk membacakan sebuah buku dongeng.


Ace duduk di atas ranjang Rosie dan mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya saat dia sedang membacakan buku dongeng untuknya. 30 menit kemudian Ace sudah merasa bosan, dan diapun lalu berlari keluar dari kamar Rosie untuk mencari kegiatan lain. Rosie hanya menggelengkan kepalanya pelan saat melihat tingkah Ace itu, dan setelah itu dia mengikuti Ace kemanapun dia pergi. Ace lalu menaiki mobil mainannya sembari memboncengkan dinosaurusnya, dan dia langsung tancap gas berkeliling di sekitar rumah.


Sekarang di dalam rumah keluarga Robinson sudah lumayan aman karena guci - guci serta beberapa perabotan lainnya yang sekiranya membahayakan Ace sudah disingkirkan alias dipindahkan ke tempat lain. Mrs Robinson tidak merasa keberatan mengenai hal tersebut karena ini semua demi cucu kesayangannya. Kedua orang tuanya yang masih berbincang di ruang tengah juga ikut memperhatikan apa yang dilakukan oleh anaknya itu.


Mereka berdua juga ikut mengawasi Ace meskipun agar Ace tidak berbuat yang aneh - aneh di rumah itu. Ace sangat senang sekali seperti itu, dan setelah lelah berkeliling dia langsung menghampiri ayahnya untuk meminta gendong. Sekarang Ace sangat suka digendong oleh ayahnya sendiri karena tidak ada yang nyaman selain gendongan dari orang tua kandungnya sendiri.


"Daddy sangat pandai menggambar ya?" tanya Ace menatap Liam.


"Daddy lumayan pandai menggambar, memangnya kenapa?"


"Gambarkan dinosaurus!"


"Mana kertas dan pensilmu heum?"


Ace lalu turun dari gendongan Liam.


"Sebentar, aku ambilkan di kamar."


"Ace, daddy baru pulang kerja dan masih lelah."


"Sssttt tidak apa - apa Jane, lagipula ini hanya diminta untuk menggambar saja kok dan bukannya diminta untuk lari marathon."


"Ya sudah terserah kamu."


Tidak lama kemudian Ace datang sembari membawa buku gambarnya dan juga pensilnya.


"Ini dad, gambarkan yang bagus karena aku ingin menempelnya di kamar."


"Siap tuan muda."


Liam lalu menggambarkan putranya itu sebuah dinosaurus di buku gambarnya, sedangkan Ace hanya mengamati ayahnya yang sedang menggambar dinosaurus itu.


"Ini sudah jadi," ucap Liam memperlihatkan hasil gambarannya.


"Wah sangat bagus sekali dad," ucap Ace tersenyum lebar."


"Sudah sana ditempel di kamarmu!"


"Nee, nanti aku akan menempelkannya di kamar."


"Kamu bisa menggambar juga tidak?" tanya Liam menggendong Ace ke pangkuannya.


"Bisa, daddy mau lihat?"

__ADS_1


"Boleh."


"Ini dad," ucap Ace menunjukkan hasil mahakaryanya yang dapat membuat Liam merasa senang sekaligus merasa bangga dengan putranya.


"Wah keren sekali, tingkatkan ya?"


"Nee dad."


Tidak lama kemudian Mr Robinson pulang ke rumahnya.


"Grandpa Jo dinosaurus!!" teriak Ace.


"Eh haii Ace, sedang apa?" tanya Mr Robinson.


"Sedang meminta daddy untuk menggambar dinosaurus."


"Oh begitu. Tadi kamu dirumah menemani Ace bermain Li?"


"Tidak dad, aku tadi menarik ojek dari pagi sampai sore."


"Hei aku kan sudah berkata kepadamu waktu itu agar kamu kembali bekerja di perusahaan dengan jabatan yang sama, kenapa malah memilih menjadi tukang ojek?"


Liam tersenyum.


"Tidak apa - apa dad, aku sudah terbiasa seperti ini dan aku merasa senang karena tidak terlalu pusing."


"Apa ada masalah heum? kamu bisa katakan kepada daddy jika ada masalah di perusahaan yang membuatmu menjadi pusing. Daddy mengatakan hal ini karena daddy tidak ingin kamu merasa pusing akan hal itu, ayolah kembali ke perusahaan saja."


Liam lalu menatap Jane.


"Nanti aku akan membicarakannya terlebih dahulu kepada Jane."


"Baiklah, daddy akan selalu menunggu jawabanmu serta menanti kamu untuk kembali menduduki posisi sebagai presdir di perusahaan."


"Baik dad, kalau begitu Liam permisi ke kamar."


"Daddy ikut!!"


"Iya ayo," ucap Liam menggendong Ace.


"Jane, daddy ingin kamu bujuk Liam untuk kembali ke perusahaan!" perintah Mr Robinson.


"Baik dad, nanti Jane akan mencoba untuk membujuknya."


"Perusahaan ini sangat membutuhkan Liam untuk kembali ke posisi semula, karena hanya Liam lah yang sangat kompeten untuk mengurus perusahaan utama keluarga kita."

__ADS_1


"Bagaimana dengan Lian? sepertinya dahulu aku mendengar bahwa dia yang akan menggantikan posisi Liam di perusahaan jika Liam tidak kembali."


"Semuanya sedikit kacau, Yunna juga terus menuntut daddy agar membawa Liam kembali ke perusahaan dan kalau tidak dia akan ikut resign. Kamu pasti sangat paham kan bahwa Yunna itu sangat dekat sekali dengan Liam layaknya seperti kakak adik? mereka berdua adalah sebuah duo yang bagus untuk perusahaan."


"Oh begitu."


"Ta-tapi kamu jangan perfikiran yang negatif terlebih dahulu mengenai mereka berdua karena hubungan mereka murni sebagai partner kerja saja dan tidak lebih, dan mereka berdua lah yang membuat perusahaan keluarga kita semakin maju."


"Tidak dad, aku juga paham mengenai hubungan mereka dan nanti aku coba akan membujuk Liam."


"Baiklah, terima kasih sebelumnya."


"Iya dad."


Jane lalu pergi ke kamarnya dan mendapati bahwa Ace sedang duduk di ranjang sembari memainkan mobil mainannya. Jane lalu duduk di samping Ace dan memberikan susu untuk Ace. Tidak lama kemudian Liam yang selesai mandi lalu menghampiri putranya yang sedang meminum susu. Sudah lama sekali Liam tidak melihat hal tersebut, sehingga dia merasa sedikit canggung dengan istrinya. Tiba - tiba saja handphone Jane berbunyi saat dia sedang memberikan susu untuk Ace. Liam lalu hendak mengambil handphone tersebut dan berniat ingin memberikannya kepada Jane namun Jane langsung bergegas mengambilnya. Liam membaca sekilas nama di layar handphone itu dan setelah itu dia pergi keluar.


"Ada apa? sudah kubilang jangan menghubungiku saat sore hari karena suamiku sudah pulang kerja," ucap Jane di telepon.


"Maaf namun aku saat ini sedang merindukanmu," ucapnya dari seberang telepon.


"Iya, akupun begitu."


"Sedang apa?"


"Sedang memberikan Ace susu."


"Oh begitu, bagaimana kalau besok kita ketemuan di sebuah cafe?"


"Memangnya kamu sekarang sedang di Indonesia?"


"Tidak, memangnya kamu sekarang berada di Indonesia?"


"Iya, aku di Indo karena ikut suamiku."


"Besok ikut aku saja dan tinggallah kembali ke Korea Selatan bersama anakmu."


"Aku tidak bisa karena Ace sudah sangat dekat dengan ayahnya."


"Haiss aku senang saat kamu masih tinggal di Korea Selatan seperti dulu karena kita bisa selalu bertemu."


"Maaf, sekarang aku tidak bisa selalu bertemu denganmu."


"Iya aku paham."


"Jane tolong...." Seketika Liam berhenti berbicara setelah melihat Jane yang mematikan teleponnya secara tiba - tiba.

__ADS_1


"Mmm ya hubby?"


"Tidak jadi hehe."


__ADS_2