
Melihat raut wajah Ace yang sangat kecewa karena om kumis telah menikah, om kumis hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Setelah itu Ace kembali bermain bersama beberapa kucing liar yang sudah mulai sedikit jinak di taman. Ace menjadi sangat suka sekali dengan kucing semenjak dia mengenal om kumis. Akhir - akhir ini om kumis sudah membawa perubahan di dalam diri Ace sehingga membuat Jane merasa senang.
Dahulu Ace anaknya sedikit pemurung apalagi saat teman - temannya menceritakan pengalamannya berlibur bersama kedua orang tuanya, dan dia menjadi sedikit minder. Namun setelah dia mengenal om kumis, Ace menjadi anak yang lebih ceria serta sekarang semakin pintar. Di kediaman Mr Kim, saat ini Josh sedang berbicara 4 mata dengan Jane dan Josh mengatakan bahwa dirinya mungkin bisa menjadi uncle sekaligus ayah untuk Ace, akan tetapi dia tidak bisa selamanya seperti itu alias menggantikan peran ayahnya.
Josh juga meminta Jane agar sesekali dia menceritakan mengenai Liam kepada Ace agar dia bisa mengenal ayahnya, meskipun saat ini dia belum bisa bertemu dengan ayahnya. Jane mengangguk setelah mendengar saran dari kakaknya. Tidak lama kemudian Simon datang mengunjungi Jane untuk berbincang dengannya dan juga kakaknya. 1 jam kemudian saat langit sudah mulai malam, om kumis lalu mengantarkan Ace untuk pulang ke rumahnya sekaligus untuk mampir sebentar.
Namun tiba - tiba saja dia melihat bahwa Jane sedang berduaan dengan Simon, disana terlihat bahwa Simon sedang sedikit memaksa untuk menggandeng tangan Jane dan tanpa basa basi om kumis langsung menonjok wajah Simon dengan sangat keras hingga membuatnya jatuh tersungkur.
*Bughh!!*
"Hei bung apa - apaan kamu ini?" tanya Simon berteriak.
"Jangan berani - beraninya kamu memaksa menyentuh Jane!!" teriak om kumis emosi.
Josh yang mengetahui hal tersebut langsung menonjok wajah om kumis hingga dirinya terjatuh juga. Josh lalu mencengkram erat kerah baju om kumis dan kembali menonjok wajahnya.
*Bughh!!*
"Jangan berbuat ulah di rumahku!!" teriak Josh yang juga emosi.
"Dia yang berbuat ulahh!!"
*Bughh!!*
"Yak sekiyaaa!! gelandangan sepertimu tidak pantas untuk dekat - dekat dengan keluargaku!!"
"Oppa sudah jangan bertengkar seperti ini, kasihan dia."
"Gelandangan hina ini harus diberi pelajaran agar tidak berani bersikap lancang dengan kita," ucap Josh semakin emosi.
Simon yang kembali bangkit langsung menendang om kumis dari samping hingga dia kembali terjatuh ke tanah.
"Dasar gelandangan sialan!! berani - beraninya kamu memukul wajah tampanku!"
Om kumis lalu bangkit dan langsung meludahi wajah Simon.
"Dasar pria brengsek!!"
Tadinya semua bodyguard yang berjaga di rumah itu hendak menghajar om kumis namun Jane menghentikannya agar tidak semakin memperparah keadaan.
"Oppa sudah!!" teriak Jane berusaha melerai mereka.
Josh kembali mencengkram erat kerah baju om kumis.
__ADS_1
"Enyahlah kamu dari sini, gelandangan sialan!!"
Namun tiba - tiba saja.....
"Eh Liam," ucap Josh saat mencengkram kerah baju om kumis.
Om kumis lalu melepaskan cengkraman Josh di kerah bajunya dan langsung berlari dengan sekuat tenaga dengan kakinya yang pincang. Josh lalu berusaha untuk mengejar om kumis namun dirinya telat karena dia sempat merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat, dan akhirnya Josh kembali kehilangan jejak om kumis. Josh menelusuri jalanan yang sekiranya dilewati oleh om kumis saat dia berusaha kabur darinya. 2 jam kemudian Josh kembali ke rumahnya dengan perasaan yang sangat kecewa.
"Maaf Jane," ucap Josh berlutut di depan Jane.
"Kamu tidak berhasil menemukannya lagi?" tanya Jane kecewa.
Josh menggeleng.
"Tidak, maafkan aku karena sedari awal ini semua salahku."
"Maksudnya?" tanya Jane bingung.
"Sebenarnya aku yang membuat Liam meninggalkan kalian berdua, sekali lagi maafkan aku."
Jane merasa terkejut dengan pernyataan Josh.
"Apa maksudmu oppa?"
Jane sangat terkejut mendengar semua pengakuan Josh, dan dia langsung mencengkram kerah baju Josh.
"Dasar brengsek!! tega - teganya kamu melakukan hal seperti itu kepada adikmu sendiri opaa!!" teriak Jane yang sudah mulai emosi.
"Ma-maafkan aku Jane, ku akui waktu itu aku memang ceroboh serta bertindak sangat gegabah."
Kedua orang tua mereka berdua langsung melerai Jane dan juga Josh. Mrs Kim langsung meminta ahjumma untuk membawa Ace ke kamarnya.
"Ada apa ini?" tanya Mrs Kim.
"Dia yang membuat Liam meninggalkanku dan juga Ace eomma!!"
"Kenapa bisa begitu?"
Jane langsung menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya.
"Kenapa oppa? apa Liam membuat kesalahan kepadamu sehingga kamu menjadi sangat benci kepadanya?"
Josh menggeleng.
__ADS_1
"Tidak Jane, Liam adalah pria yang baik maafkan aku."
"Dasar pria brengsek!! jika dia pria yang baik lalu mengapa kamu membuatnya menjadi seperti ini? kamu juga tadi mengatakan hal yang buruk serta mengatakan sumpah serapah kepadanya."
"Aku tidak tahu jika pria itu adalah Liam, Jane kumohon maafkan aku."
Jane langsung pergi ke kamarnya dan langsung menghubungi seseorang. Lalu setelah dia menyelesaikan pembicaraannya, Jane kemudian mengemas semua barang - barang miliknya serta milik Ace. Setelah itu Jane pergi membawa Ace untuk pulang ke rumah mertuanya karena dia ingin menginap sementara disana sampai rumahnya selesai dibersihkan.
"Mommy," ucap Jane memeluk Mrs Robinson.
"Ssttt cup cup mari masuk dulu sayang, tadi mommy sudah membersihkan kamar Liam."
Rosie yang mengerti bahwa situasi saat ini sedang tidak baik - baik saja lalu menggendong Ace untuk dibawa ke kamarnya.
"Ace, ayo main dengan aunty Rosie disana."
Ace mengangguk.
"Nee."
"Mom, aku tidak habis fikir dengan jalan fikiran oppa mengapa dia bisa sangat tega melakukan hal seperti itu kepada kami berdua."
"Iya mommy paham bagaimana perasaan kamu saat ini, tapi mommy ingin kamu tenang terlebih dahulu ya sayang."
"Sekarang Liam mungkin akan pergi lebih jauh dari kami berdua, padahal sebenarnya Liam selama ini sangat dekat dengan kita berdua namun kami berdua tidak menyadarinya."
Mr Robinson lalu membawa segelas air putih dan memberikannya kepada Mrs Robinson.
"Hon," panggil Mr Robinson.
"Ini minum dulu sayang," ucap Mrs Robinson.
"Iya mom," ucap Jane yang langsung meminun air putih itu.
"Daddy berjanji akan segera menemukan Liam."
"Benar sayang, kami berdua juga telah mengerahkan beberapa orang untuk mencari Liam."
"Iya mom, dad terima kasih."
"Sudah kamu istirahat dulu ya, ayo mommy antar ke kamar."
"Iya."
__ADS_1