
Mr dan Mrs Robinson merasa sangat iba dengan cucunya itu karena dia selalu mendengar dari orang - orang terdekatnya bahwa Ace selalu menanyakan tentang ayahnya, bahkan sering sekali dia menangis tiap malam sembari memanggil ayahnya. Hal tersebut membuat Mr Robinson merasa sangat bersalah kepada putranya dan juga cucunya karena tindakan gegabahnya itu. Sekarang masih dalam proses pencarian ayah Ace serta menunggu kabar dari beberapa orang suruhannya yang dia terjunkan langsung untuk mencari ayah Ace.
Namun disisi lain Mr dan juga Mrs Robinson merasa bersyukur sekali bahwa cucunya itu dapat tumbuh dengan sehat, setelah dahulu dia hampir saja tidak bisa diselamatkan saat proses persalinan. Mrs Robinson kemudian memberikan banyak sekali mainan sekaligus alat menggambar untuk Ace, dan rata - rata semuanya bercorak atau bertema dinosaurus karena waktu itu Jane bercerita kepada Mrs Robinson bahwa Ace sangat suka sekali dengan dinosaurus.
Sesampainya di dalam rumah Ace langsung membuka sekaligus memainkan semua mainan pemberian dari grandpa dan grandma nya itu. Ace memainkannya dengan perasaan yang sangat bahagia karena itulah yang selalu diimpikannya, yaitu hujan mainan kesukaannya. Keluarga Robinson dan juga Keluarga Kim berbincang bersama mengenai ayah Ace namun sesekali mereka juga membicarakan tentang pertumbuhan Ace, sedangkan Ace hanya sibuk memainkan semua mainannya itu sampai berserakan di lantai.
Sesekali Ace menggendong Kiko yang sedang bersantai untuk bermain bersamanya hingga membuat mereka semua tertawa karena Ace terlihat sangat kewalahan menggendong Kiko yang gemuk. Mrs Kim mengatakan kepada Mrs Robinson jika Ace itu anaknya sangat pintar dan kreatif sekali meskipun terkadang tingkahnya sangat absurd.
Melihat Ace yang sangat aktif memainkan mainannya Mrs Robinson menjadi teringat putranya Liam saat masih kecil, apalagi wajah Ace yang dinilai sangat mirip sekali dengan putranya itu. Tiba - tiba saja Ace tersandung mainannya sendiri hingga membuatnya menangis dengan sangat keras, dan dengan sigap Mrs Robinson langsung menggendong Ace sekaligus menenangkannya agar berhenti menangis.
"Aduduh cup cup cup sayang," ucap Mrs Robinson sembari mengusap rambut Ace.
"Huwaa huwaa, sakit."
"Yang mana yang sakit?" tanya Mr Robinson.
Ace lalu menunjuk kakinya yang mengeluarkan sedikit darah karena tergores.
"Ini."
"Diobati dulu ya?"
Mrs Kim lalu mengambi kotak P3K dan mengambil obat merah sekaligus plester luka. Setelah itu Mrs Kim dan juga Mrs Robinson mengobati luka Ace.
"Huwaaa sakit."
"Sabar ya sayang nanti kalau tidak diobati akan tambah sakit lho," ucap Mrs Kim.
"Tidak mau sakit huwaa," ucap Ace masih terus menangis.
Mrs Robinson kemudian mengusap rambut Ace serta menutup matanya agar tidak melihat lukanya saat sedang diobati oleh Mrs Kim.
"Nah sudah selesai," ucap Mrs Kim setelah menempelkan plester luka di kaki Ace.
Ace lalu melihat sebuah plester polos yang tertempel di kakinya.
"Kok tidak ada gambar dino?"
"Grandma Kim hanya punya yang polos, belum beli yang dino."
"Tidak mau, maunya yang dino!"
"Iya nanti grandpa Kim akan carikan yang bergambar dino," ucap Mr Kim menyela pembicaraan mereka.
"Okay," ucap Ace.
__ADS_1
"Ace kenapa suka sekali dengan dino?" tanya Mr Robinson.
"Karena lucu," jawab Ace menatap Mr Robinson.
"Oh begitu."
"Mmm paman itu namanya siapa?" tanya Ace berbisik.
Semua orang langsung tertawa kecil.
"Itu namanya Jonathan dan panggil saja dengan sebutan grandpa Jo," jawab Mrs Kim.
"Oh grandpa Jo, kalau ini?" tanya Ace menatap Mrs Robinson.
"Panggil saja dengan sebutan grandmom," ucap Mrs Robinson.
"Oh begitu."
"Kenalan dulu dengan grandpa Jo dan grandmom," ucap Mr Kim.
"Malu," ucap Ace.
"Kok malu? eh tadi kamu belum bilang terima kasih lho dengan grandpa Jo dan grandmom."
Mr dan Mrs Robinson tersenyum.
"Sama - sama."
Mr dan Mrs Robinson bercanda dengan Ace karena sudah lama mereka tidak bertemu dengan cucunya itu. Ace kemudian pergi untuk mengambil buku gambarnya di kamarnya, dan tidak lama kemudian dia menghampiri mereka di ruang tengah untuk menunjukkan hasil gambarnya. Mr dan Mrs Robinson lalu membuka buku gambar Ace untuk melihat - lihat hasil gambaran Ace. Saat mereka menemukan sebuah gambaran Ace yang menggambar dirinya bersama kedua orang tuanya seketika membuat hati mereka berdua merasa tersentuh sekaligus merasa sedih.
Mr Kim lalu berkata kepada Mr Robinson bahwa sebenarnya Ace memiliki ketertarikan yang sama dengan ayahnya, yaitu membaca dan juga menggambar. Keesokan harinya Josh telah mendarat di Korea Selatan dengan perasaan yang kecewa karena dia tidak bisa menapati janjinya untuk membawa Liam pulang bersamanya. Josh masih belum bisa menemukan Liam bahkan saat dirinya sudah menghabiskan waktunya untuk berkeliling Kota Yogyakarta, alhasil dia hanya pulang dengan tangan kosong. Begitu sesampainya di rumahnya, ternyata rumahnya sudah lumayan ramai karena kerabat dekatnya yang datang untuk membantu persiapan ulang tahun Ace.
"Oppa sudah pulang," sapa Jane.
"Sudah, tapi maaf ya aku tidak bisa menepati janjiku untuk membawa Liam pulang kemari."
"Tidak apa - apa oppa, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk mencari Liam."
"Kenapa kamu berterima kasih kepadaku padahal aku tidak berhasil melaksanakan tugasku," ucap Josh lesu.
"Iya aku tahu, tetapi apa salahnya mengapresiasi oppa karena sudah rela meluangkan waktu untuk mencari adik iparnya."
Josh langsung memeluk Jane.
"Maaf."
__ADS_1
Tiba - tiba saja Ace berlari menghampiri Josh.
"Uncle Josh."
Josh lalu melepaskan pelukannya dan beralih menggendong Ace.
"Hai, happy birthday keponakan kesayangan uncle yang paling pintar."
"Terima kasih. Mmm daddy tidak ikut uncle pulang?"
Josh menggelengkan kepalanya."
"Kenapa?"
"Daddy sedang sibuk jadi dia tidak bisa kemari sayang," ucap Jane berbohong.
"Kenapa daddy selalu sibuk? apa daddy tidak ingin bertemu dengan Ace karena Ace anak nakal?"
Seketika Jane dan Josh saling menatap satu sama lain. Namun tiba - tiba saja Mr dan Mrs Robinson datang ke rumah mereka.
"Mana nih yang sedang berulang tahun?" tanya Mr Robinson.
Ace langsung menjawab pertanyaan Mr Robinson dengan sangat antusias karena Mr Robinson membawa sebuah kota hadiah yang lumayan besar.
"Akuu," ucap Ace langsung berlari menghampiri Mr Robinson.
"Hei hati - hati, nanti jatuh lagi seperti kemarin."
"Tidak kok grandpa Jo."
*Hup.* Mr Robinson menggendong Ace.
"Happy birthday my baby boy, wish you all the best."
"Terima kasih, lalu mana hadiahnya?"
Mr Robinson tertawa.
"Hahaha itu dia hadiahnya, mana mungkin grandpa Jo tidak memberi hadiah untuk cucu grandpa Jo yang paling pintar."
"Maaf ya dad sampai harus repot - repot seperti ini padahal kemarin sudah memberi Ace banyak sekali mainan," ucap Jane menghampiri mereka.
"Apanya yang repot? aku tidak pernah merasa direpotkan sekali karena aku ingin cucuku ini selalu merasa bahagia, bukankah begitu hon?"
"Iya Jane," ucap Mrs Robinson.
__ADS_1