
Mr Robinson kemudian duduk di samping Liam dan memperhatikan dia yang sedang mengajari anaknya membaca serta menulis. Dirinya tidak menyangka bahwa putranya bisa dengan sabar mengajari anaknya, padahal dari dulu dia adalah orang yang tempramen serta tidak sabaran. Mungkin saja dia sudah mulai berubah semenjak mempunyai seorang anak, begitu fikir Mr Robinson yang menatap putranya. Mr Robinson menjadi teringat dengan cerita dari menantunya tadi bahwa Ace mulai berubah 180 derajat semenjak dia kembali bertemu dengan ayahnya.
Dari seorang anak yang sedikit pemurung menjadi seorang anak yang selalu ceria, dan sekarang dia juga mengalami banyak kemajuan yang salah satunya adalah menjadi anak yang pandai. Dahulu Ace memang sangat sulit diajari namun sepertinya sekarang dia sudah bisa mulai diajari dalam berbagai hal. Liam mengajari Ace membaca dan kali ini dia menginginkan Ace agar bisa membaca per kalimat, dan bukannya per kata.
Hal itu juga sangat mengandalkan daya ingat seorang anak karena Liam akan membacakan terlebih dahulu kalimat tersebut, dan barulah Ace diminta untuk mengulanginya. Ace membutuhkan 3 kali kesempatan karena dia selalu berhenti di tengah jalan, akan tetapi setelah percobaan yang keempat akhirnya dia bisa juga. Liam kemudian memeluk Ace dan merasa senang karena akhirnya Ace dapat melakukannya dengan baik.
"Aku hebat kan dad?" tanya Ace.
"Tentu saja kamu sangat hebat, kan kamu jagoan daddy."
"Jagoan daddy."
Liam memeluk Ace.
"Benar, kamu itu jagoan daddy yang paling hebat dan pintar."
"Mmm daddy mau ice cream."
"Eh no no no, kamu baru saja sakit kok mau minum es."
"Aku kan sudah sembuh."
"Tetap saja tidak boleh, tuh nanti dimarahi oleh eomma jika kamu tetap bandel minum ice cream."
"Ace, jangan ya sayang."
"Nee eomma. Eomma marah kepadaku ya?" tanyanya berbisik di telinga Liam.
"Tidak kalau kamu menuruti ucapan eomma."
"Oh. Grandpa Jo memiliki pabrik ice cream tidak?"
"Tidak, grandpa Jo tidak mempunyai pabrik ice cream."
"Kenapa grandpa Jo?"
"Tidak apa - apa, kan selama ini bisnis yang dijalankan oleh grandpa hanya dalam bidang property dan pariwisata, bukan ice cream."
"Kalau begitu besok tambah dalam bidang ice cream saja, kan aku bisa mengambil ice cream gratis haha."
"Kalau Ace menginginkan ice cream gratis kan bisa bilang kepada grandpa Jo, nanti grandpa Jo akan membelikanmu ice cream."
"Tapi aku inginnya yang banyak."
"Iya, grandpa Jo bisa membelikan kamu ice cream yang banyak."
"Kapan grandpa Jo?"
__ADS_1
"Besok kalau Ace sudah benar - benar sembuh."
"Tapi Ace sudah sembuh, iya kan eomma?" tanyanya menatap Jane.
"Belum sayang, kamu masih batuk dan pilek."
"Kan hanya batul dan pilek saja, kalau suhu tubuh Ace sekarang sudah tidak sepanas kemarin."
"Tetap saja tidak boleh sayang, tunggu kamu benar - benar sembuh dulu ya?"
"Tidak mau!!"
"Eh kok begitu?"
Liam lalu berbisik kepada Ace.
"Sstt tidak boleh berteriak seperti itu kepada eomma, jangan membatah ucapan eomma."
"I-iya daddy. Iya eomma, tapi eomma harus janji kalau Ace sudah sembuh nanti, Ace diizinkan minum ice cream."
"Iya, kalau kamu sudah sembuh nanti."
Liam tahu bahwa Ace akan kembali tantrum jika seperti itu, oleh karena itu dia mulai membisikkan Ace seperti itu agar dia tidak kambuh lagi. Liam mungkin akan mulai mendidik Ace agar dia tidak seperti dulu yang sering berteriak - teriak serta selalu marah jika keinginannya tidak dituruti. Tapi sepertinya Liam akan menggunakan cara yang sangat berbeda dari yang digunakan oleh daddy nya dahulu karena cara seperti itu sudah tidak efektif, dan justru akan memperburuk mental seorang anak.
"Makan malamnya sudah siap nyonya," ucap Bi Ijah menghampiri Jane.
"Oh iya bi, terima kasih."
"Iya bi silahkan. Ayo semuanya makan malam dulu."
"Iya Jane, ayo dad."
"Oh iya Liam," ucap Mr Robinson beranjak dari tempat duduknya.
"Wah hari ini masak apa bi?" tanya Jane menatap beberapa hidangan makan malam di atas meja.
"Hari ini bibi memasak ayam bakar kesukaan tuan, nyonya. Namun bibi juga memasak beberapa makanan kesukaan nyonya dan tuan muda juga."
"Wah sepertinya sangat lezat."
"Silahkan dicicipi nyonya."
"Oh iya bi, terima kasih."
"Ayo bi ikut makan bersama," ucap Liam mengajak Bi Ijah.
"Duluan saja tuan, saya akan pergi sholat terlebih dahulu."
__ADS_1
"Oh begitu, silahkan bi."
Mereka berempat lalu menikmati sajian hidangan makan malam bersama, dan beberapa menit kemudian setelah makan malam tiba - tiba Mrs Robinson datang ke rumah Liam untuk menjemput suaminya pulang. Namun bukannya pulang, Mrs Robinson justru malah bermain dengan Ace sampai jam setengah 9 malam. Saat Ace sudah mengantuk, mereka berdua lalu pulang ke rumah sedangkan Liam dan Jane pergi menidurkan Ace. Membacakan buku dongeng sudah menjadi rutinitas Liam setiap malamnya, dan biasanya setelah itu gantian dia menidurkan istrinya.
"Hubby," panggil Jane.
"Ya, kenapa Jane?" tanyanya menoleh ke arah istrinya.
"Sepertinya aku sedang membutuhkan sesuatu, mmm maksudnya aku sedang ingin dimanjakan olehmu."
"Harus hari ini?"
"Tentu saja, kenapa? kamu keberatan heum?"
"Tidak juga, aku hanya memastikannya saja."
"Oh begitu."
"Baiklah come on baby girl," ucap Liam membawa Jane ke pangkuannya. Liam lalu mencium Jane secara perlahan, dan Jane langsung membalas ciuman Liam dengan sangat lembut.
"Susah jika kamu belum berganti piyama," ucap Liam melepas kancing baju Jane satu persatu.
"Hehe maaf aku belum sempat, sini aku bantu."
Setelah dia berhasil melepas semua kancing baju Jane, dia lalu menanggalkan semua pakaian Jane satu persatu. Liam kemudian melepas kaos yang dia pakai sembari terus mencium bibir Jane hingga merobek kaosnya karena terlalu lama.
"Selalu saja rasanya seperti buah strawberry, dan oleh karena itu aku menjadi suka dengan buah strawberry."
"Benarkah?"
"Heem tapi hanya suka yang ini saja," ucapnya kembali menciumi Jane.
"Jangan memandangiku seperti itu, aku jadi malu hubby."
"Untuk apa malu? aku sudah sering melihatnya hehe."
Liam kemudian mematikan semua lampu di kamarnya, dan yang tersisa hanyalah sebuah cahaya rembulan yang menerobos masuk melalui jendela kamarnya. Liam lalu 1 jam kemudian mereka berdua berbincang bersama sembari membahas mengenai rencana sekolah Ace. Jane juga mengatakan rasa kekagumannya terhadap cara suaminya mendidik Ace sehingga dia tidak terlalu nakal seperti dulu.
"Aku suka caramu mendidik Ace."
"Hahaha selama ini aku juga belajar parenting demi kebaikan Ace. Hoaam aku mengantuk sekali."
"Pasti setelah ini langsung tidur," gumam Jane.
"Ngorkk ngorkk."
"Ya ampun, sudah tertidur nyenyak sembari mendengkur rupanya. Tolong setelah ini jangan ada telepon darinya lagi, karena aku sedang ingin menikmati moment seperti ini dengan suamiku tanpa gangguan dari apapun."
__ADS_1