
Petra memang terlihat sangat gagah meskipun sedang tertidur, dan usianya sudah tidak muda lagi. Namun grandpa selalu berkata kepada Liam bahwa Petra masih saja lincah dan masih memiliki nafsu makan yang besar. Setelah puas melihat Petra, Ace lalu mengajak Liam untuk melihat beberapa hewan lainnya dan barulah dia mau pergi tidur. Sebelum dia tidur, Ace mengucapkan selamat malam kepada hamsternya lalu dia pergi ke kamarnya dengan digendong oleh Liam.
Jane duduk di atas ranjang Ace untuk memberikan susu sampai dia tertidur, sedangkan Liam membereskan mainan Ace yang sedikit berantakan di kamar. Jane heran mengapa dia bisa mempunyai suami se-rajin Liam. Diminta untuk menjaga anak dia tidak masalah, diminta untuk membereskan rumah juga iya, dan yang paling penting dia sangat pandai memasak banyak sekali makanan lezat. Mungkin Liam memang benar - benar pasangan hidup yang tepat untuk Jane, dan itulah mengapa dahulu orang tuanya sangat ngotot ingin menjodohkannya dengan Liam.
Setelah itu Liam menghampiri Jane yang tengah memberikan Ace susu, dan duduk di sebelahnya. Liam lalu mengambil sebuah pengikat rambut dan mengikat rambut Jane agar dia tidak merasa risih saat sedang menyusui Ace. 30 menit kemudian mereka berdua sudah berada di kamar dan bersiap untuk tidur. Jane melepas kuncir rambutnya, lalu setelah itu dia berbaring di samping Liam. Namun tiba - tiba saja Jane beralih menindih tubuh Liam hingga membuatnya terkejut. "Entah kesurupan apa lagi ini anak," begitulah gumam Liam.
*Cup.*
"Good night and sweet dream hubby," ucap Jane tersenyum.
"Mmm aku ingin ke kamar mandi untuk pipis," ucapnya langsung pergi.
"Jangan lama - lama hubby!!" teriak Jane.
Liam lalu buang air kecil sembari bernyanyi.
"Seperti pop corn yang meletup - letup, kata - kata suka menari - nari, wajahmu suaramu selalu ku ingat, membuatku menjadi tergila - gila."
Jane yang mendengarnya dari luar kamar mandi, hanya bisa tertawa karena mendengar suara Liam yang sedikit sumbang saat bernyanyi lagu Indonesia. Namun saat bernyanyi lagu barat justru suaranya sangat bagus.
"Ah leganya," ucap Liam yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sudah hubby?" tanya Jane yang tengah berdiri di depan pintu.
"Eh kenapa kamu bisa disini? kamu mengintipku ya?"
"Tidak, aku sedang tertarik mendengar suaramu saat bernyanyi."
"A-aku tidak sedang bernyanyi, mungkin kamu salah dengar."
Jane lalu menirukan cara Liam bernyanyi.
"Seperti pop corn yang meletup - letup, kata - kata suka menari - nari."
Liam yang merasa malu seketika langsung membungkam mulut Jane.
"Diam, jangan berusaha mengejekku!"
"Ihh apa tanganmu sudah dicuci dengan sabun?" tanya Jane setelah berhasil menyingkirkan tangan suaminya dari mulutnya.
"Belum, aku malas."
"Ihh jorok hoekk," ucapnya langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membasuh mulutnya.
"Kamu sedang mengandung ya?"
"Mengandung apa? jelas - jelas aku muntah karena tangan kotormu itu, hoekk."
"Hahaha aku hanya bercanda, lagipula tadi aku juga sudah mencucinya dengan sabun kok."
Seketika Jane langsung menoleh dan menatap Liam dengan sangat tajam dengan mata kucingnya itu.
"Dasar kurangajar!!"
"Eh jangan marah - marah seperti itu, kamu sedang datang bulan ya? kok sampai marah begitu."
__ADS_1
"Aku sedang tidak datang bulan. tapi kamu selalu membuatku merasa seolah - olah moodku sedang datang bulan!!"
"Jangan marah karena aku hanya bercanda saja," ucap Liam memeluk Jane dari belakang.
"Iya hubby," jawab Jane yang mulai luluh dengan Liam.
Mereka berdua lalu kembali ke ranjang dan berbincang bersama karena masih belum mengantuk.
"Mmm rencananya kamu akan mengajakku kemana besok?"
"Tidak tahu, mungkin ke pelabuhan terdekat."
"Untuk apa?"
"Ada deh, rahasia hehe."
"Hmmpp menyebalkan sekali."
"Kamu kalau seperti itu sangat mirip sekali dengan Ace, dan itu sangat menggemaskan."
"Jane, aku...."
Mata Jane langsung terbelalak ketika Liam tiba - tiba mencium bibirnya, dan m*lumatnya. Jane refeleks mengalungkan kedua tangannya ke leher Liam karena mulai menikmati permainannya. Liam lalu menarik tali piyama Jane dan menanggalkannya satu persatu. Setelah itu dia mematikan semua lampunya dan memulai aktivitas panasnya. Tidak lupa dia juga meninggalkan tanda kepemilikannya di leher dan bahu Jane. Diam - diam Liam memang sangat ahli untuk memberikan rasa puas kepada Jane, sehingga hal tersebut membuat Jane tidak ingin melepaskan Liam.
"Good night," ucap Liam yang mengecup kening Jane dan langsung tidur.
"You too."
Keesokan harinya Ace sudah bermain bersama dengan grandpa, sedangkan kedua orang tuanya masih tertidur. Tiba - tiba Ace pergi ke kamar orang tuanya dan memborgol kedua tangan mereka saat tengah tertidur nyenyak.
"Daddy dan eomma dikasih gelang agar mereka tidak pergi meminggalkanku lagi hmmpp menyebalkan."
*Cring krak.*
"Eh apa ini? kenapa tanganku rasanya aneh sekali?" gumam Jane yang baru saja bangun tidur.
"Nggg Jane jangan seperti itu sakit!" ucap Liam yang masih tertidur.
Jane lalu melihat tangannya, dan betapa terkejutnya ketika dia melihat bahwa tangannya sudah diborgol dengan tangan Liam.
"Hubby bangun!!"
"Apa Jane?"
"Kamu ya yang memborgol tanganku?" tanya Jane panik.
"Ti-tidak, untuk apa aku memborgol tanganmu jika tanpa borgol saja kamu sudah menurut kepadaku semalam hehe."
Jane mengangkat salah satu pergelangan tangannya dan menunjukkannya kepada Liam.
"Lalu ini apa?" tanya Jane kesal.
"Eh sumpah aku tidak tahu mengenai hal ini, aduhh mana ya kuncinya?"
"Mana kutahu."
__ADS_1
"Ayo kita temui grandpa!"
"Kita mandi dulu lalu baru turun, masa kita turun dengan keadaan seperti ini kan malu."
"Benar juga."
*Disisi lain.*
"Whaaaa dinosaurusnya mau menyerang grandpa buyut!!"
"Ultramen siap melawan dinosauruss, berubah!!"
"Whaaaa makan ultramen, cring cring!!"
"Wah - wah kelihatannya seru sekali, kalian berdua sedang bermain apa?" tanya grandma yang datang menghampiri mereka berdua.
"Ace dan grandpa buyut sedang bermain dino," jawab Ace.
"Oh begitu. Liam dan Jane belum bangun hon?"
"Belum hon, biarkanlah saja mereka berdua mungkim sedang temu kangen hahaha."
"Iya benar hahaha."
"Grandpaa!!! teriak Liam yang berjalan dengan tergesa - gesa menghampirinya.
"Ada apa berteriak seperti itu Liam?"
Liam lalu menunjukkan tangannya yang tengah terborgol dengan tangan Jane.
"Ini pasti perbuatan grandpa bukan?"
"Eh grandpa tidak melakukan hal apapun, lagipula grandpa sudah tidak berani masuk ke dalam kamarmu secara sembarangan setelah kamu menikah."
"Lalu bagaimana ini bisa terjadi grandpa?"
Ace hanya mengedip - ngedipkan kelopak matanya melihat mereka berdua seperti itu karena merasa bingung.
"Borgol," ucap Ace tiba - tiba.
"Sepertinya grandma tahu siapa yang melakukannya."
"Jangan bilang kalau Ace yang melakukannya," ucap Jane menebak.
"Nee," jawabnya dengan tegas.
"Sayang, dimana kamu meletakkan kunci borgolnya?" tanya Jane.
"Ace lupa eomma huwaaa," jawabnya langsung menangis.
Dengan sigap grandma langsung menggendong Ace.
"Sstt cup cup, ini bukan salah Ace kok."
"Nanti grandpa yang akan mencari cara."
__ADS_1
"Biarkanlah seperti itu, siapa tahu kalian berdua tidak sering bertengkar dan semakin akrab."
"Benar ucapan grandma hahaha."