
2 hari kemudian Liam mengajak Ace untuk berjalan - jalan di taman sembari menghirup udara segar, dan tentunya dia juga mengajak Jane juga. Ace berlarian kesana kemari dengan perasaan riang gembira, karena hal itulah yang dapat membuatnya bahagia. Bisa berlarian kesana kemari dengan bebas serta melihat kedua orang tuanya yang dapat berkumpul kembali. Josh yang melihat Ace sangat ceria, dia merasa bersyukur karena Tuhan dapat mempertemukan Jane dengan Liam kembali sehingga mereka berdua bisa mendampingi Ace untuk tumbuh menjadi anak yang pintar.
Liam mengajak mereka bertiga untuk berpiknik layaknya seperti keluarga bahagia lainnya. Dia membawa tikar dan menggelarnya di atas rumput, lalu mereka duduk bersama di atas sana sembari memakan camilan yang telah dia siapkan sebelumnya. Mereka bertiga melihat Ace yang sedang berlarian di sekitar taman tersebut sembari berbincang bersama. Ace lalu kembali menghampiri orang tuanya dan duduk di sebelah ayahnya. Ace menatap Liam yang sedang berbincang dan mengetahui hal tersebut, Liam lalu menggendongnya.
Liam menyuapi Ace sepotong kue yang sedang dia makan. Setelah itu Ace kembali berjalan - jalan dan tiba - tiba saja pandangannya tertuju ke arah seorang gadis kecil yang sedang duduk di dekat pohon. Ace kemudian berjalan menuju ke arahnya karena merasa penasaran. Ace duduk di sebelahnya dan menatapnya sembari tersenyum dengan sangat manis. Menyadari hal tersebut gadis itu lalu menatap Ace yang tengah menatapnya sembari tersenyum manis.
"Hai, kamu siapa?" tanya gadis itu.
Ace lalu menjulurkan tangan kanannya dengan niatan untuk menjabat tangannya.
"Ace," ucapnya dengan percaya diri.
"Lyn," ucapnya membalas jabatan tangan Ace.
"Kamu disini sendiri?"
Lyn menggeleng.
"Aku disini bersama orang tuaku dan mereka ada disana," jawabnya menunjuk ke suatu arah.
"Oh begitu."
"Kamu kemari sendirian?"
"Aniyo, aku kemari bersama kedua orang tuaku dan uncle."
"Oh begitu."
Ace lalu berdiri dan menggandeng tangan Lyn.
"Ayo ikut denganku."
"Kemana?" tanyanya menatap Ace.
"Untuk disana, aku punya banyak kue dan ice cream."
"Okay."
Ace berjalan untuk kembali ke orang tuanya sembari menggandeng Lyn.
"Eh lihat, Ace menggandeng tangan siapa?" tanya Josh merasa heran.
Liam dan Jane seketika menatap ke arah yang diberitahu oleh Josh.
"Eh darimana dia mendapat gadis kecil itu?" tanya Liam merasa keheranan.
Josh tertawa.
"Wah - wah sepertinya Ace sudah mulai menuruni sifatmu, Li hahaha."
"Ckckck hubby, sejak kapan kamu mengajari Ace untuk seperti itu? dia itu masih kecil hubby!"
"A-aku tidak mengajarinya sayang, mana mungkin aku mengajari anakku seperti itu apalagi dia masih kecil."
"Daddy, eomma."
"Ya sayang, kenapa?" tanya Jane.
__ADS_1
"Dia teman baruku, namanya Lyn."
"Wah nama yang indah," ucap Jane memuji Lyn.
Ace lalu mengambil sepotong kue dan memberikannya kepada Lyn.
"Ini untukmu."
"Terima kasih," ucap Lyn tersenyum manis.
Lyn lalu memakan kue tersebut sembari berbincang dengan Ace. Melihat mereka berdua yang tampak sangat akrab, Jane merasa sangat gemas sekali karena sikap Ace yang dinilai sangat gentle saat berbicara dengan Lyn. Setelah itu mereka berdua berlarian dan saling kejar - kejaran di taman tersebut dengan sangat bahagia. Hari mulai sore, Liam lalu menghampiri Ace yang sedang bermain bersama Lyn untuk mengajaknya pulang.
"Ace mari kita pulang, hari sudah mulai sore."
"Tapi aku masih ingin bermain bersama Lyn, dad."
"Besok lagi mainnya, okay?"
"Hufftt, nee dad."
"Pamitan dulu dengan Lyn."
"Lyn, aku pulang dulu."
"Okay Ace, kapan - kapan kita bermain lagi."
"Okay."
*Begitu sesampainya dirumah.*
"Hai sayang, bagaimana pikniknya?"
"Seru, aku tadi juga bertemu dengan Lyn."
"Siapa Lyn?" tanya grandma penasaran.
"Teman baru Ace, grandma buyut."
"Oh begitu, dia perempuan?"
Ace mengangguk.
"Nee, dia sangat lucu."
"Wah begitu rupanya."
"Ace sayang, ayo mandi dulu!"
"Nee eomma."
Jane menggendong Ace menuju ke kamar, sedangkan Liam pergi ke kamarnya untuk mandi. Jane menyanyikan sebuah lagu disaat dia sedang memandikan Ace, dan Ace sangat menyukai hal tersebut karena suara Jane memang sangat merdu. Jane dahulu juga pernah menjadi penyanyi dan sempat merilis sebuah single lagu yang dia tulis sendiri ketika sedang hiatus dari dunia modellingnya. Jane sengaja melakukan hal tersebut untuk mencari eksperience baru selain di bidang model.
Jane tidak mengira bahwa lagunya akan menjadi sangat hits di semua kalangan serta mendapat ratusan juta viewers untuk movie vidionya. Setelah memandikan Ace, Jane lalu memberikannya susu dan tidak lama kemudian Ace langsung tertidur pulas. Jane kemudian pergi ke kamarnya untuk bertemu dengan suaminya. Jane memeluk Liam dari belakang disaat dia sedang menyisir rambutnya, dan setelah itu Liam mencium bibi Jane sekilas sebelum dia pergi untuk bertemu dengan Arthur di rooftop rumah.
"Sorry menunggu lama, ada apa ingin menemuiku?" tanya Liam sembari duduk di kursi.
"Aku hanya ingin berbincang denganmu saja kok, sembari minum."
__ADS_1
"Oh begitu rupanya."
"Sini aku tuangkan champagne ini."
"Thank you."
"Your welcome," ucap Arthur sembari menuangkan champagne di gelas Liam.
"Baiklah, to the point saja apa yang kamu inginkan!"
"Aku ingin kamu membantuku untuk bernegosiasi dengan Alex, yah untuk memperluas bisnis kita."
"Maksudmu Alex si mafia dari Spanyol itu?"
"Benar, itu akan sengat menguntungkan kita jika kamu membantuku untuk bernegosiasi menjalin kerja sama dengan kita."
"Iya aku tahu namun Alex bukanlah orang sembarangan dan dia sangat sulit ditembus. Aku tidak yakin apakah kita bisa bernegosiasi dengannya atau tidak."
Arthur lalu menepuk bahu Liam.
"Hei ini bukanlah seperti Liam yang ku kenal, sejak kapan kamu pesimis seperti ini? biasanya kamu selalu optimis."
"Entahlah, menyangkut Alex rasanya seperti berat sekali sehingga aku merasa tidak yakin untuk pergi bernegosiasi dengannya."
"Kita coba saja terlebih dahulu, bagaimana?" tanya Arthur berusaha meyakinkan Liam.
"Baiklah, apa kita harus berangkat ke Spanyol sekarang?"
"Tidak kawan, Alex sekarang berada di Australia jadi aku akan mencoba mengatur jadwal kita untuk bertemu dengannya."
"Baiklah."
Pada malam harinya Liam bersiap untuk tidur namun dia merasa sangat gelisah sekali karena terus kefikiran mengenai Alex. Dia bukanlah orang sembarangan dan Liam takut jika itu akan mengancam nyawa anggota keluarganya.
"Ada apa hubby?" tanya Jane mengusap pipi Liam.
"Tidak apa - apa sayang."
"Kamu bilang tidak apa - apa namun kelihatannya kamu sangat gelisah sekali."
"Aku gelisah karena belum mendapatkan goodnight kiss darimu."
Seketika Jane tertawa.
"Oh karena itu hahaha, bilang dari tadi."
"Cepat berikan itu untukku!"
"Iya sabar hubby," ucapnya yang langsung mencium bibir Liam sekilas.
"Thank you."
"Oh ya hubby, tadi kamu berbincang mengenai apa bersama Arthur?"
"Oh hanya perbincangan biasa saja kok Jane hehe."
"Oh."
__ADS_1