Dear Ace

Dear Ace
#81 Unknown Number


__ADS_3

Untuk saat ini Liam tidak bisa tertidur dengan posisi miring untuk memeluk Jane, karena lukanya berada di bagian perut bawah jadi jika miring pasti akan sakit. Liam merasa bahwa ini sangat aneh dan melelahkan sekali karena dia selalu saja tidur dengan posisi miring sembari memeluk guling ataupun Jane, jadi mau tidak mau dia harus tidur dengan posisi terlentang. 30 menit kemudian barulah Liam bisa tertidur nyenyak sehingga dia bisa bermimpi absurd seperti biasanya.


Saat tengah malam Jane terbangun dari tidurnya dan langsung berjalan menuju ke ruangan kerja milik suaminya, untuk kembali membaca beberapa rekap medis yang disembunyikan oleh Liam di sebuah laci. Jane semakin dibuat terkejut setelah membaca semua isi dari dokumen tersebut, dan setelah itu dia kembali tidur agar suaminya tidak merasa curiga saat dia terbangun dari tidurnya. Keesokan harinya Jane saat ini sedang berendam di bathtub sembari memikirkan tentang rahasia suaminya.


Setelah itu dia mempersiapkan beberapa peralatan mandi suaminya, karena sekarang dia hanya bisa dilap basah saja. Saat dirinya tengah mempersiapkan itu semua tiba - tiba dia mendapatkan sebuah pesan dari nomor yang tidak diketahui alias unknown number atau anonymous apalah itu. Pesan tersebut berisi tentang dalang dibalik pembunuhan Mun, eh maksudnya dalang yang merencanakan penusukan Liam.


Pesan tersebut menjelaskan secara gamblang bahwa Simonlah yang berada di balik itu semua karena Liam tidak kunjung menceraikan Jane. Pesan tersebut juga menjelaskan mengenai peselingkuhan Jane dengan Simon, serta mengirimkan beberapa bukti berupa foto - foto yang belum pernah di unggah di manapun. Jane merasa terkejut dengan semua itu dan dia juga dibuat penasaran siapa orang yang mengiriminya pesan itu.


"Jane," panggil Liam lirih.


"Eh hubby sudah bangun? sebentar aku ambilkan susu hangat untukmu, dan setelah itu mandi pagi."


"Iya."


Dengan cepat Jane langsung menyembunyikan pesan tersebut dan langsung pergi ke dapur untuk membuatkan Liam susu hangat.


"Ini hubby susu hangatnya."


"Terima kasih Jane. Mmm tadi sedang membaca apa kok kelihatannya serius sekali?" tanya Liam penasaran.


"Ah itu aku sedang membaca sebuah berita di portal berita, dan isinya adalah hujan lebat yang mengguyur beberapa daerah hingga menyebabkan banjir di beberaoa wilayah."


"Oh begitu, aku tidak heran lagi mengenai berita tersebut karena sekarang baru musim penghujan jadi harus waspada mengenai banjir, pohon tumbang, angin kencang, petir, dan lain sebagainya."


"Benar hubby, mengerikan sekali apalagi kalau tiba - tiba listrik padam."


"Tenang saja, dirumah ini ada gensetnya kok dan nanti aku akan meminta Pak Kang untuk memeriksanya jika ada kerusakan."


"Bukankah itu sama sekali belum pernah dipakai ya hubby?"


"Iya justru karena itu kita harus memeriksanya."


"Oh begitu."


"Kamu sudah mandi?"


"Sudah hubby, kebetulan baru saja selesai mandi dan langsung menyiapkan ini semua."


"Makanlah dulu, ini bisa diurus nanti kok."


"Tidak apa - apa hubby, aku masih belum lapar hehe."


"Hmm baiklah."

__ADS_1


"Ayo habiskan susunya hubby."


"Oh ya," ucapnya lalu menghabiskan susunya.


Jane lalu mengelap mulut serta leher Liam karena dia minumnya sampai tumpah - tumpah, dan setelah itu dia memandikan Liam dengan tissue basah serta kain yang sudah dicelup di air hangat. 20 menit kemudian setelah Jane selesai sarapan, dia langsung menyuapi suaminya yang tengah menonton film kartun kesukaannya. Jane dengan sabar mengurus Liam yang tengah sakit karena dahulu dia juga mengurus Jane dengan sangat sabar, dan juga sebagai penebusan dosa karena dirinya telah berselingkuh apalagi selingkuhannya yang membuat suaminya menjadi seperti ini.


"Tolong buka saja jendela dan gordennya, aku ingin menghirup udara segar."


"Baik hubby," ucapnya langsung melaksanakan perintah suaminya.


"Uhuk uhuk."


Jane lalu bergegas mengambilkan Liam air minum agar dia berhenti batuk.


"Minum dulu hubby."


"Terima kasih uhuk uhuk."


"Sama - sama, ayo lanjutkan makannya!" ucapnya menyuapi Liam.


"Memangnya kamu tidak apa - apa ya aku repotkan sampai seperti ini? mmm maksudku sungguh aku merasa tidak enak hati denganmu Jane."


Jane tersenyum.


"Aku tidak masalah hubby karena waktu aku sedang mengandung Ace, aku juga sangat merepotkanmu apalagi saat aku sedang mengidam tengah malam."


"Nah berarti sama, ini semua juga sudah menjadi kewajibanku sebagai istri yang selalu melayani suaminya serta menemaninya dalam suka maupun duka."


Liam lalu memeluk Jane dan membisikkan sesuatu di telinga Jane.


"Jujur aku sangat menyayangimu namun sepertinya karena rasa sayangku yang amat besar ini, membuatku lebih ingin melihatmu hidup bahagia meskipun tidak bersamaku. Aku selalu ingat ucapan seseorang bahwa cinta tidak harus memiliki, jadi aku tidak masalah jika dirimu akan pergi bersama oramg lain asalkan kamu bahagia bersamanya."


Mendengar ucapan suaminya, Jane langsung meletakkan piring itu di atas meja.


"Hubby, kebahagiaanku itu bisa hidup denganmu dan membesarkan Ace bersama - sama jadi aku akan tetap memilih stay denganmu apapun keadaannya."


"Meskipun aku bangkrut dan sakit - sakitan?"


"Tentu saja aku tidak masalah dengan semua itu karena aku menikahimu yang mempunyai sifat baik, dan bukannya menikahi hartamu. Namun aku selalu berdoa agar kamu dilancarkan dalam semua hal termasuk saat kamu sedang mencari rezeki, dan aku juga selalu berdoa agar kamu selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa."


"Tapi entah mengapa aku merasa bahwa hidupku tidak akan lama lagi, dan saat itu tiba berjanjilah kepadaku agar kamu dapat melanjutkan hidupmu bersama orang lain dengan bahagia."


Seketika Jane meneteskan air matanya hingga membasahi pipi chubbynya. Jane lalu menatap Liam dengan sangat dalam.

__ADS_1


"A-aku yakin umur hubby masih lama, jangan berkata seperti itu sayang."


"Jane, umur seseorang itu tidak ada yang tahu dan bisa saja besok tiba - tiba aku meninggal dalam tidurku jadi kamu harus siap saat itu benar - benar tiba."


"Hubby tolong jangan berkata seperti itu karena aku belum siap untuk ditinggalkan olehmu lagi," ucap Jane menangis dalam pelukan Liam.


"Jane...."


"Hubby berhentilah berbicara seperti itu! aku yakin pasti kamu akan cepat sembuh dan bisa melakukan semua aktivitasmu seperti sedia kala."


"Aminn," ucapnya sembari mengusap rambut Jane.


*Tok tok tok.*


"Eomma, daddy apakah sudah bangun?" tanya Ace yang berdiri di depan pintu kamar utama.


Liam lalu membuka pintu dengan remote controlnya.


"Pagi jagoan, baru bangun ya?"


"Nee daddy, eomma kenapa?"


"Tidak apa - apa, eomma baru ingin bermanja ria dengan daddy."


"Oh begitu," ucapnya langsung naik ke atas ranjang.


"Eomma mau susu."


"Iya eomma buatkan susu sebentar."


"Tidak mau susu yang itu, maunya yang punya eomma."


"Kenapa begitu?"


"Rasanya aneh."


"Eh, apa mau ganti susu formula?"


"Tidak mau, maunya yang punya eomma saja."


"Eh tapi sebentar lagi kamu berumur 2 tahun, jadi harus minum susu formula."


"Tidak mau!!"

__ADS_1


"Ya sudah sini minum susu."


"Nee," ucapnya langsung mendekati Jane.


__ADS_2