Dear Ace

Dear Ace
#93 Sunset Date


__ADS_3

Liam dan Josh masih berjalan bersama menuju ke rumah karena halamannya sangat luas. Maka dari itu sering sekali mereka memakai golfcar saat ingin pergi dari sisi lain ke sisi satunya. Ace lalu berlari menghampiri mereka berdua karena Ace merasa rindu dengan uncle Josh. Ternyata ucapan Mr Kim benar bahwasannya Ace terlihat lebih bahagia saat dia bisa bertemu kembali dengan ayahnya, setelah sekian lama dia tidak merasakan kasih sayang dari seorang ayah.


Josh lalu menggendong Ace dan berkata bahwa dia sangat merindukannya, mungkin lebih tepatnya Josh merindukan sifat jahil Ace yang menurun dari ayahnya. Setelah itu Liam mengajak Josh untuk masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan adiknya, karena Liam tahu bahwa Josh sangat merindukan Jane juga. Sesampainya di dalam rumah, Josh lalu menghampiri Jane yang sedang berbincang dengan grandpa dan juga grandma.


Josh memeluk Jane sembari mengucapkan selamat ulang tahun untuk adik tercintanya itu. Setelah itu grandma meminta Josh untuk beristirahat di kamarnya. Beberapa jam kemudian Ace saat ini sedang bermain dengan hamsternya namun tiba - tiba dia langsung bergelantungan di kaki Liam hingga membuatnya terkejut.


"Daddy," ucap Ace mendongak ke atas sembari tersenyum.


"Eh kenapa heum?" tanyanya mencoba menggendong Ace namun dia mengeratkan pegangannya di kaki Liam.


"Ayo jalan - jalan."


"Jalan - jalan kemana lagi? eh ini lepas, jangan seperti ini nanti jatuh!" peringat Liam.


"Tidak mau, jalan - jalan seperti ini saja dad."


"Ihh kaki daddy jadi berat kalau kamu seperti ini."


"Tidak apa - apa dad."


"Yang tidak apa - apa itu kan kamu."


"Hhmmpp sekali ini saja!!" teriak Ace.


"Hei siapa yang menyuruhmu untuk berteriak seperti itu kepada orang yang lebih tua ha?" tanya Liam menaikkan nada bicaranya.


"Mmm tidak ada."


"Lain kali daddy tidak mau mendengarmu berbicara dengan nada seperti itu kepada orang yang lebih tua!!"


"Nee dad," ucapnya takut.


Liam menggendong Ace dan pergi ke dapur untuk menemui Jane yang sedang membantu grandma membuat kue.


"Hai sayang," sapa Jane.


"Eomma minum susu!"


"Ya sudah ayo ke kamar," ucap Jane yang berjalan menghampiri Ace dan membawanya ke kamar.


"Sini grandma, biar Liam yang gantian membantu membuat kue selama Jane memberi Ace susu."


"Iya Liam."

__ADS_1


"Ace terlihat sangat senang saat bersama dengan kedua orang tuanya ya?" tanya grandma sembari mencetak adonan kue.


"Eh iya grandma, Ace sangat senang sekali."


"Grandma sangat ingin sekali melihat kamu hidup bahagia bersama dengan keluarga kecilmu, sebelum grandma pergi."


Liam menghentikan aktivitasnya dan langsung menatap grandma.


"Grandma jangan berbicara seperti itu umur grandma dan grandpa masih panjang, Liam sangat yakin mengenai hal tersebut."


"Grandpa dan grandma ini kan sudah tua, dan tidak bisa terus menerus mengurusmu jadi grandma dahulu meminta mommy kamu untuk segera mencarikan seorang istri untukmu."


"Kenapa begitu grandma? dahulu Liam pernah berkata bahwa Liam akan melajang seumur hidup namun tiba - tiba dijodohkan dengan Jane."


"Agar kamu tidak selalu merasa kesepian, grandma selalu sedih ketika melihatmu merasa kesepian."


"Ti-tidak grandma, Liam tidak pernah kesepian kok kan ada teman - teman dan juga game."


"Tapi kamu tidak mungkin mengandalkan teman - temanmu dan juga bermain game seumur hidupmu, sekarang kamu sudah punya Jane jadi grandma yakin bahwa kamu tidak akan merasa kesepian lagi."


"Darimana grandma mengetahuinya?"


"Grandma mengetahuinya dari raut wajahmu. Sekarang auranya jadi lebih ceria dan bahagia."


"Grandma bukannya sok tahu Liam, tapi grandma sudah merasakannya."


"Oh begitu."


"Jaga Jane dan jangan sakiti dia karena dia adalah wanita yang baik, yah meskipun grandma sudah mengetahui permasalahan kalian yang sebenarnya. Grandma tidak bisa menyalahkan Jane saja karena di dalam permasalahan itu kamu juga salah. andaikan saja kamu tidak pergi pasti Jane tidak akan merasa kesepian."


"Iya grandma maaf."


"Tidak apa - apa semua itu jadikan pembelajaran untuk di masa depan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Menjadi single mother itu tidaklah mudah Liam, grandma ingin kamu menjadi seorang suami yang pengertian untuk Jane. Bantu dia mengurus anak dan juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga ataupun hal lainnya yang sekiranya telah memberatkannya."


"Baik grandma."


Saat sore hari Liam dan Jane pergi ke sebuah pantai untuk berkencan, karena grandma yang meminta mereka berdua untuk menghabiskan waktu bersama agar menjadi semakin dekat setelah diterpa badai di didalam rumah tangganya. Ace sedang diajak pergi berjalan - jalan bersama Josh dan Pak Kang, jadi mereka berdua tidak perlu khawatir mengenai Ace.


Saat ini Liam mengendarai mobil sport miliknya dengan atap yang terbuka menuju ke sebuah pantai bersama Jane. Liam yang mengenakan kemeja lengan pendek bewarna putih terlihat sangat tampan, apalagi memakai sunglasses serta mengenakan celana pendek bewarna beige. Jane terlihat cantik memakai mini dress bermotif kotak - kotak merah putih. Liam bernyanyi sembari berkendara.


"Girl, oh i've been thinking bout you every day every night, i've been missing you and i wanna hold you tight."


Jane mengusap rambut Liam sembari mendengarkannya bernyanyi, dan tidak lama kemudian mereka telah sampai di pantai tersebut.

__ADS_1


"Indah sekali pantainya."


"Tentu saja dan aku harap kita tidak akan ketinggalan sunsetnya."


"Sepertinya tidak hubby, mari kita berjalan ke bibir pantai."


"Boleh," ucap Liam menggenggam tangan Jane.


"Let's go!!"


Liam langsung membawa Jane berlari menuju ke bibir pantai, dan sesekali mereka bercanda serta bermain kejar - kejaran di pantai tersebut seperti saat mereka masih belum menikah. Jane lalu duduk di pasir dan dengan diikuti oleh Liam.


"Kamu masih ingat tidak saat kamu membawaku melihat sunset di pantai setelah kita dari villa milikmu?"


"Tentu saja aku mengingatnya Jane, saat itu juga kamu merengek ingin dibelikan gelang couple unyuk dipakai kita berdua."


"Hahaha benar, habisnya kamu menyebalkan sekali tidak ingin memakai gelang itu."


"Aku tidak suka memakai barang couple, tapi sekarang mau tidak mau aku harus memakainya."


"Memang harus, masa kamu tidak mau memakai cincin pernikahan kita."


"Iya sayang, aku akan terus memakainya sampai kapanpun."


"Ternyata kita sudah sampai sejauh ini ya, maksudku kita sudah menjalani semuanya sampai sejauh ini bahkan sampai ke dalam tahap yang tidak pernah aku duga sebelumnya."


"Apa itu?"


"Menjadi istrimu serta berhasil melahirkan keturunanmu, darah dagingmu dari rahimku."


Liam memeluk Jane dari samping.


"Terima kasih telah memberikan sebuah kebahagiaan untukku serta bersedia menjadi pelengkap dalam hidupku."


"Sama - sama hubby, terima kasih juga telah bersedia menjagaku."


Liam lalu mencium bibir Jane.


"Jane."


Jane mengusap pipi Liam.


"Nanti, jangan disini."

__ADS_1


"Baiklah."


__ADS_2