Dear Ace

Dear Ace
#102 Bertemu Kembali


__ADS_3

Namun sebelum memberikannya kepada Ace, Lyn membuka bungkus permen itu terlebih dahulu agar Ace bisa langsung memakannya. Ace lalu memakannya sembari tersenyum, dan setelah itu dia bermain kejar - kejaran bersama Lyn di sekitar taman itu dengan perasaan yang bahagia. Dari kejauhan, terlihat Liam dan Jane yang juga sedang asyik berpacaran sembari sesekali melirik putra kecil mereka yang sedang bermain bersama temannya.


Liam berbaring di pangkuan Jane sembari menatap wajah cantik istrinya. Hari ini Jane mengenakan mini dress bermotif kotak - kotak merah putih dan mengenakan sejenis cardigan bewarna putih untuk menutupi lengan tangannya. Rambut hitam panjangnya itu tidak diikat dan dibiarkan begitu saja, hingga menambah kesan cantiknya. Liam mengenakan celana pendek selutut serta baju kemeja tipis yang bewarna hijau army.


Mereka berdua berbincang di taman membahas mengenai tumbuh kembang putra mereka, yang kini sudah hampir menginjak umur 2 tahun. Mungkin karena gizi Ace yang sudah tercukupi dengan sangat baik, itu membuat Ace cenderung lebih aktif serta pintar ketimbang anak - anak lainnya. Liam menatap Ace dengan tatapan bangga karena ternyata itu hasil dari kesabarannya selama ini, kesabaran menunggu Jane siap untuk memiliki seorang anak.


"Aku merasa sangat bahagia serta bersyukur sekali karena putraku bisa tumbuh dengan sehat tanpa kekurangan suatu apapun," ucap Liam tersenyum.


"Benar hubby, kita hampir kehilangannya waktu itu namun untungnya Tuhan masih mempercayakan seorang anak untuk kita jaga dan rawat."


Liam mendongak ke atas menatap Jane.


"Hei aku hampir kehilangan kamu juga, ingat itu!!"


"Kalau misalnya aku tidak ada, tolong rawat Ace dengan sangat baik."


"Ck jangan berbicara seperti itu, kamu ini menakutiku saja."


"Menakuti bagaimana?"


"Ya takut ditinggal kamu pergi untuk selamanya," ucap Liam yang langsung bangun dan memeluk Jane dengan sangat erat.


"Oh begitu rupanya. Eh aku penasaran mengapa kamu lebih memilih aku menjadi prioritas untuk diselamatkan terlebih dahulu ketimbang Ace?"


"Karena aku sangat menyayangimu dan aku tidak ingin eomma sedih jika misalnya kamu tidak dapat diselamatkan. Kalau tentang anak kita bisa mencobanya lain kali, yang terpenting waktu itu kamu harus selamat terlebih dahulu."


Mendengar penjelasan suaminya, Jane lalu menangkup kedua pipi suaminya.


"Oh begitu, jadi kamu benar - benar menyayangiku?"


"Tentu saja bodoh, lagipula jika aku tidak benar - benar menyayangimu lalu mengapa aku harus bersusah payah terbang dari Indonesia ke Korea Selatan untuk memintamu menjadi istriku."

__ADS_1


"Siapa tahu karena disuruh mommy. kamu kan anak yang sangat penurut sekali."


"Tidak. aku sudah benar - benar menyayangimu dan lagipula kita sudah tidur seranjang sebelum menikah jadi aku takut kalau....." Liam tidak jadi menyelesaikan ucapannya.


"Kalau apa?"


Liam menenoleh ke arah lain.


"Kalau apa ya?" tanyanya sembari menggaruk lehernya.


"Kalau apa Liam?"


"Kalau aku telah berbuat yang tidak - tidak kepadamu secara tidak sengaja."


"Oh begitu rupanya hahaha."


"Kenapa malah tertawa?"


"Tidak apa - apa, lagipula lucu saja sih kan dulu kamu selalu berpakaian lengkap saat tidur dan saat bangunpun kamu semua pakaianmu masih menempel di tubuhmu jadi rasanya tidak mungkin saja kamu melakukan hal itu kepadaku."


"Waktu itu sudah pernah kan? lalu setelah itu kamu malah berlari pergi menjauhiku."


"Itu adalah tindakan yang tepat daripada kepalaku terpisah dari tubuhku secara tiba - tiba."


Jane tertawa terbahak - bahak mendengar pengakuan dari Liam.


"Hahaha pasti nanti daddy yang akan memenggal kepalamu bukan?"


"Tentu saja, siapa lagi kalau bukan daddy?"


"Tapi sekarang bagaimana?"

__ADS_1


"Sekarang ya bebas sih mau kapan saja dan dimana saja, kan sudah ada kamu."


"Ckckck dasar pria ini."


"Kenapa? jadi selama ini tidak ikhlas, begitu?"


"Ikhlaslah, mana mungkin tidak dasar ada - ada saja."


"Kenapa?"


"Ssttt sudah lupakan saja, entah mengapa kita berdua tiba - tiba membicarakan hal ini."


"Ya karena kita...."


"Daddy, eomma!!" teriak Ace menghampiri kedua orang tuanya yang tengah sibuk beradu argumen.


"Eh jangan lari - lari. nanti kamu jatuh sayang!!" teriak Jane memperingatkan Ace.


"Eomma jangan sampai Lyn menangkapku," ucap Ace bersembunyi di balik tubuh Jane.


Meskipun begitu akhirnya Lyn dapat menangkap Ace, dan permainan itupun akhirnya berakhir karena mereka berdua sama - sama sudah merasa lelah. Liam lalu memberikan jus dalam kemasan kotak kepada mereka berdua karena mereka tampak kelelahan serta merasa haus. 30 menit kemudian Lyn lalu berdiri.


"Aku mau pulang dulu Ace, besok kapan - kapan kita main lagi."


"Kenapa secepat itu? ayolah kita main lagi!"


Lyn menggeleng.


"Tidak Ace, ini sudah hampir jam makan siang jadi aku harus segera pulang agar mommy tidak mencariku."


"Hmm baiklah, besok kita main lagi."

__ADS_1


"Okay, bye."


"Bye."


__ADS_2